Lisa tersenyum ramah kepada kakek dan ibu mertuanya.
"Apa leksa menyembunyikan banyak rahasia darinya?". Pikir lisa.
Setiap pertanyaan lisa selalu leksa jawab dengan jelas tapi leksa tidak pernah menceritakan apapun jika tidak ditanya.
"Mari kek bu masuk kerumah". Lisa tersadar dari pikirannya.
Saat Mereka memasuki rumah, kakek dan ibu leksa merasa lumayan takjub dengan rumah ini,rumah modern yang dilapisi teknologi paling canggih yang pernah dia lihat.
Meskipun mereka terbilang sangat kaya bahkan bisa dibilang menjadi yang terkaya di negara aleksandria tapi arsitektur rumah utama keluarga arda memakai gaya klasik kuno jaman kerajaan. Mereka memiliki banyak rumah mewah modern tapi tidak dilengkapi teknologi semodern rumah ini.
"Andai saja cucuku tidak pergi saat itu, mungkin keluarga kami akan masuk ke dalam sepuluh keluarga terkaya di dunia".
Tuan tua sangat sedih saat mengingatnya, cucunya pergi tidak membawa apapun yang dibutuhkan dan hidup sederhana tanpa dukungan siapapun. Tapi hari kehari kepintarannya terus berputar dan semakin jenius bahkan dia telah mulai membangun bisnisnya sendiri.
Mereka bertiga pergi dan duduk diruang tamu,berbincang-bincang sepanjang waktu, sedangkan irma hanya diam memperhatikan mereka tanpa memperdulikan apapun.
"berteman bahkan Menikah dengan orang yang memiliki status yang lebih rendah darinya, apakah putranya sudah mulai gila saat ini!".
Irma sangat membenci tingkah mereka yang bisa dibilang sok akrab dengan ayahnya. Meskipun itu sudah menjadi menantunya tapi dia tetap saja merasa kesal.
Tak berselang lama, leksa kembali dari ke rumahnya, dia melihat deretan mobil mewah di gerbang masuk halaman. Dari Plat nomer itu leksa tahu pasti keluarga ibunya yang datang kerumah.
Dengan dingin leksa memasuki halaman rumah yang terbilang cukup luas itu, setiap jalan berdiri pengawal berbaju hitam dengan aura yang mengesankan, meskipun leksa tangguh tapi jika harus melawan pengawal sebanyak ini leksa juga akan mati.
Setiap pengawal yang dilewati leksa, pengawal itu langsung memberikan sikap hormat dengan menundukan kepala, mereka tahu siapa orang yang didepannya ini.
Saat datang keruang tamu di mendapati jika ada kakek dan ibunya disana. Saat ibunya akan memeluk leksa, dia langsung menghindar terus berjalan ke lantai dua tanpa menoleh ke siapapun.
Irma mematung diam, dia merasa sedih melihat anak satu-satunya membencinya. Meskipun dia kesal dalam hatinya tapi saat dia rindu tidak bertemu lebih dari 6 tahun lamanya.
Dia menatap anaknya yang pergi sendiri menaiki tangga tanpa menoleh sedikitpun. Dia ingin mengejarnya tapi harga dirinya tetap sangat tinggi.
Lisa yang melihat itu tahu alasan leksa tidak pernah menyebutkan tentang orangtuanya.
Tuan tua hanya menghela nafas,"lisa bisa kamu bujuk leksa untuk turun dan berbicara dengan kami?".
"hah, membujuknya.......". Lisa kaget mendengar itu, dia dan leksa hanya dekat selama kurang dari tiga minggu, bagaiman mungkin dia bisa membujuknya.
Lisa Ragu-ragu harus mengatakan iya atau tidak, dia tidak ingin membujuk sesuatu yang dibenci suaminya itu.
"Kamu tidak perlu membujuknya untuk memaafkan kami, yang perlu kamu lakukan adalah membiarkannya untuk berbicara dengan kami sebentar saja?".
Lisa mengangguk ragu dan masuk ke kamar leksa,dia tahu hanya dia satu-satunya saat ini yang bisa membujuknya.
Dia melihat leksa yang berbaring pura-pura tidur. Dia tidak tahu permasalahan antara leksa dan orangtuanya tapi setidaknya dia dapat membujuk untuk bertemu kakeknya.
Lisa duduk disamping leksa lalu membelai wajahnya, dia ingin berbicara tapi lupa harus berkata apa untuk membujuknya. Dia mencoba mengingat beberapa hal yang tuan tua ceritakan tadi.
"Sa....enam tahun telah berlalu, sudah seharusnya kamu melupakan kejadian itu, setidaknya kamu berbicara sedikit dengan kakek".
"Bukankah kejadian itu tidak beehubungan dengan kakek iko?".
"Sabentar lagi ulang tahun kakek yang ke delapan puluh, sudah lama kamu dan kakek tidak berbicara, beliau sangat merindukan kamu. Kakek juga telah menghukum ibu kamu karena perbuatan saat itu, jadi kumohon bertemulah dengannya".
Saat mendengar itu leksa membukakan matanya, dia melihat kearah lisa.beberapa hari ini lisa merawat luka memar diwajahnya dengan obat resep dokter, dia hanya bisa menghela nafas.
".Biarkan kakek masuk ke sini, sedangkan ibuku biarkan saja".
Lisa mengangguk mengerti, dia tahu bagaimana rasanya di salahkan sehabis-habisnya oleh orangtuanya.
"Aku akan memanggil kakek kesini".
tuan tua masuk sambil menghisap cerutu, dia terus melihat leksaa tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Ada apa kakek datang kesini, bukankah sangat nyaman tinggal di ibukota yang dikelilingi kekayaan yang melimpah?".
"Bagaiman kabarmu leksa?". Tanya tuan tua tanpa menjawaab pertanyaan leksa.
"Ya aku baik-baik saja, terimakasih telah menanyakannya".
Tuan tua menghela nafas," kamu tahu sa, semua perbuatan pasti ada alasan. Dan alasan pada saat itulah kenapa mendidikmu dengan keras sejak kecil!".
"Apa kamu tahu tentang pernikahan sejak kecil antara kamu dan alice?".
Leksa mengangguk," ya aku sudah tahu".
Tuan tua mengangguk," kamu tahu keluarga kita mungkin adalah yang terkuat ketiga dinegara ini tapi itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan keluarga kuat di seluruh dunia seperti keluarga kerajaan saudi".
"Aku mendidik dengan cara seperti ini juga demi kebaikanmu, bukankah kamu juga merasakan hasil didikan aku selama ini?".
Leksa menganguk mengerti," Ya aku menggunakan semua pengetahuan aku dimasalalu".
Tuan tua mengangguk," itu di Tunjukan untuk memperkuat dan menjaga dirimu sendiri, bahkan aku sudah berencana mewariskan semua kekayaan yang aku miliki langsung kepadamu tanpa perantara ibumu".
"Aku tahu ambisimu sangat besar dulu dan mungkin sampai sekarang masih ada!".
"Kakek mohon kamu kembali ke dalam keluarga, kamu adalah keturunan terakhir darah keluarga arda".
"Kakek juga akan mendukung apapun semua keputusan kamu yang aku anggap masuk akal".
"Untuk ibumu aku tidak akan memaksamu memaafkanya tapi pelan-pelan kamu harus mencobanya, bagaimanapun di adalah ibumu, ibu yang telah mengandung serta melahirkanmu".
"Mungkin perkataannya sangat menyakitkan bagimu tapi yakinlah itu semua demi kebaikannya!".
"Saat itu kami memang sangat berambisi dan tidak menerima kegagalan sedikitpun, kenapa begiu?, karena kegagalan kecil saja akan membuka celah untuk menghancurkan kita".
"Kakek akan memberimu waktu untuk berpikir, banyak musuh diluar sana yang sangat kuat".
"Jika kamu memulainya dari awal maka itu sangat sulit apalagi kamu sedang berada dalam terang sedangkan mereka mengawasimu dalam kegelapan".
"Aku harap di ulang tahun ke delapan puluh dibulan depan kamu sudah memutuskannya, hanya ini kado yang kakek inginkan darimu".
"Kakek akan kembali ke ibukota sekarang, ada banyak urusan kantor yang belum dikerjakan".
"Kakek pratama juga akan berkunjung kesini beberapa hari lagi untuk bertemu denganmu secara pribadi!".
"Kakek pamit dulu, jaga kesehatanmu dan calon cicitku". Tuan tua pergi dengan tersenyum.
Leksa membalas senyum itu, dia tahu semua perkataan kakeknya sangat tulus dari dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments