BAB 11

"Surat pemeriksaan dokter?".Leksa merasa bingung dengan ini,dia merasa apa hubungannya dengannya.

Saat kembali membaca surat tersebut leksa kaget"k-kamu hamil?anak siapa?".

"Apa kamu bodoh,dengan siapa lagi aku pernah melakukan hal seperti itu selain dirimu".alisa geram dengan leksa, anak yang biasanya pintar dalam berbagai hal tapi hanya masalah ini dia masih bertanya.

"kenapa kamu marah begitu,tadi aku hanya kaget!".

"oh!".

Leksa yang mendengar jawaban cuek dari lisa hanya bisa menghela nafas.

"Apakah jika aku menikahimu orangtuamu akan setuju?".tanya leksa.

"kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu,justru yang perlu kamu khawatirkan adalah orangtuamu!".

"kamu juga tidak perlu khawatir,aku tidak tahu dimana kedua orangtuaku".

"kamu tidak tahu dimana kedua orangtuamu?".tanya lisa bingung.

"ya......aku tidak bisa menjelaskannya sekarang".

Lisa menganguk mengerti,dia juga saat ini sedang mengalami hal yang sama.

Leksa melihat jika sikap lisa sudah kembali melunak, leksa tetap memilih diam hingga dia mendengar dengkuran halus disampingnya. Leksa menengok dan mendapati lisa telah tertidur dengan nyenyak.

Leksa mengangkat lisa dan memasukannya ke dalam tenda milikinya, sedangkan dia memilih tidur didepan tenda dengan selimut kepongpongnya.

Saat tengah malam kesenangan para mahasiswa telah selesai,semuanya telah kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat, saat ini mita dilanda kebingungan.

Mita sibuk bernyanyi bersama teman-teman barunya, dia tidak menyadari jika lisa sudah tidak ada di tempatnya.Dia mencari ke tenda tempatnya tinggal dan hanya menemukan barang-barang lisa.

Mita semakin panik saat ini, anna melihat teman barunya kebingungan.

"Kenapa kamu tiba-tiba panik?".Tanya ana

"A-aku tidak menemukan lisa dimanapun!".mita menjawab gugup.

Ana melihat sekeliling tenda dan wajahnya juga ikutan gugup, gadis-gadis lain yang setenda dengan mereka juga ikut mencari keberadaan lisa.

"Kenapa kita tidak bertanya kepada leksa?".usul salah satu dari mereka.

"ya...ya...ya bertanya dengan leksa".mita langsung berlari keluar tenda, dia langsung mengguncang leksa yang tertidur diluar.

"Kenapa kamu membangunkanku?".leksa melirik mita dengan malas.

"Lisa hilang!".mita berteriak panik.

"dia ada didalam".leksa kembali menutup badannya dengan erat.

"didalam....didalam....didalam dimana".mita terus mengucakan kata itu,dia memikirkan apa maksudnya.

dia melihat sebuah tenda tunggal dan membuka kancing tungganya. Saat melihat itu seketika wajah paniknya berubah kesal.

"'Anak ini, aku mencarinya kemana-mana dan dia malah tidur dengan nyenyaknya disini".mita geram sampai ingin sekali menyerednya keluar.

Akhirnya mita memutuskan kembali ketendanya. teman-teman mita yang sedang panik mencari kemana-mana bingung setelah melihat sikap mita.

"Kenapa mukamu kesal begitu, dimana lisa!".

"kalian tidak usah membicarakan anak tidak tahu diuntung itu!".

mita berbaring di temptanya dengan jengkel,lama kelamaan sikapnya mulai mereda hingga akhirnya dia tertidur.

Gadis-gadis lain yang melihat itu tahu jika lisa tidak menghilang. mereka kembali ikut tidur ditempat masing-masing.

keesokan paginya, mereka berkatifitas sesuai jadwal yang ditentukan seperti biasa. pertebatan kecil lisa dan mita juga telah usai dengan bermintaan maaf keduanya.

Di hari keempat, acara lintas alam telah usai. Seluruh mahasiswa telah berkemas dan mulai masuk ke masing-masing mobil yang disewa mereka, karena jalan yang berlumpur mereka tidak ada pilihan lain selain menyewa mobil warga setempat seperti mobil pickup. Leksa disisi lain juga berkemas untuk kembali ke desa yang dikunjungi kemarin.

Lisa bingung saat tidak menemukan pria yang menemaninya dalam 3 hari terakhir.

"Apa kamu melihat leksa?".

"hah?".mita melihat sekeliling mencari keberadaan leksa.

"apa kalian melihat leksa". lisa kembli bertanya kepada teman-temannya.

Mereka menggelengkan kepala "leksa tidak berangkat bersama kita, dia membawa kendaraan sendiri!". teman-temannya langsung naik truk menuju tempat bis mereka di dekat jalan raya

Lisa berlari menuju kearah tenda leksa berada. dia menghela nafas saat melihat leksa masih belum pergi.

"kenapa kamu balik lagi kesini".Tanya leksa heran.

"Aku ingin ikut bersamamu".jawab lisa terengah-rengah.

"Aku harus berjalan kaki menuju tempatku pulang,aku tidak bisa membawamu yang manja ".

"aku bisa berjalan kaki di medan apapun jika bersamamu".mohon lisa dengan mata memelas.

Leksa yang melihat itu mencoba mencari alasan lain."dimana mita?,lebih baik kamu kembali lagi, nanti dia mencarimu".

"Aku juga akan ikut bersama lisa dengan kamu".jawab mita tiba-tiba yang langsung menghancurkan rencana leksa.

Wajah leksa langsung berubah muram, dia tahu kedua wanita ini cukup manja, hal itu akan menyusahkannya dalam perkalanan.

Leksa hanya bisa menghela nafas, dia membereskan barang-barangnya dan memulai perjalanan menuju desa.

Berbeda dengan perjalanan berangkatnya yang hanya memerlukan waktu kurang dari lima jam. Di perjalanan kali ini harus menempuh waktu sekitar hampir 8 jam.

Diperjalanan mereka tidak menemukan kendala apapaun selain jalan yang licin. mereka juga menemukan buah-buahan, meskipun saat berangkat leksa sudah menemukannya tapi saat itu belum cukup matang.

Di jalan pulang sebelum desa mereka juga berhasil menangkap beberapa ayam liar dan ikan di sungai. hal itu memang sudah leksa rencanakan sebagai permintaan maaf sama tante riska karena membawa lisa dan mita bersamanya.

Mereka tiba di rumah amelia sekitar pukul empat sore.seketika amelia tersenyum saat melihat leksa, Tapi setelah melihat ada dua wanita yang tak kalah cantik mengikutinya dari belakang senyum itu kembali menghilang.

lia menyapa leksa dengan datar dan memanggil kedua orangtua serta kakeknya.

Kedua orangtua lia sangat senang saat melihat lisa dan mita,mereka mengobrol cukup lama.Lia yang mendapati keakraban mereka menjadi tidak puas.

"Kenapa ibu dan ayah sangat senang melihat mereka, padahal mereka cukan orang asing".lia keluar rumah sendiri.

Duduk teremenung menatap kambing-kambing yang selalu dirawatnya dengan membawanya kepadang rumput.

"Jika saja aku tidak cacat, mungkin aku yang akan bahagia bersama keluarga aku".Lia menunduk lesu.

" cacat atau tidak keluarga kamu tetap bahagia memiliki kamu".jawab leksa tiba-tiba dari belakang yang membuat lia kaget.

"Apa yang kamu lakukan disini?".jawab lia ketus.

"apa yang yang aku lakukan disini? tentu saja mengobrol, kamu tidak perlu khawatir tentang masalah mereka, besok aku akan membawa mereka pergi dari sini!".leksa duduk menatap ke arah kambing yang ditatap lia.

Amelia tidak tahu harus tertawa atau menangis. Dia senang jika kedua wanita itu pergi besok, dia menangis karena tidak bisa bertemu lagi dengan leksa, meskipun kebersamaan mereka baru sehari tapi dia merasa sangat senang bersamanya.

Leksa melihat wajah lia yang sendu, leksa mengira amelia menghawatirkan pengobatannya.

"soal pengobatan tidak perlu kamu kawatirkan, Nanti aku akan mengatakan kepada paman dan tante untuk membawamu ke kota. Jika mereka setuju maka pengobatan akan di mulai sehari setelah tiba disana".saran leksa.

Amelia menganggukan kepala, dia tahu hubungan ini hanya sebatas pengobatan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!