Semntara itu leksa bersama temannya sedang duduk dipojokan kantin,walaupun jaraknya cukup jauh beberapa meter dari mereka tapi dia mendengar dengan sangat jelas tentang percakapannya.
"Acara lintas alam seluruh mahasiswa tahun ketiga?".tanya adit kepada temannya.
"kenapa aku tidak mendapat kabar itu?, atau acara itu di khususkan hanya untuk teman-teman dekat mereka, sedangkan kita yang telah berselisih dengan mereka tidak di undang!".jawab arga dengan kesal.
"untuk apa kalian mau ikut dengan mereka?,bukankah acara itu hanya untuk ajang pamer kekayaan!".tanya alek dengan raut muka yang sama dengan leksa yang menunjukan ketidak peduliannya.
"yah.......alek benar juga,jika kita ikut kesana hanya akan menjadi bahan rundungan mereka".Adit mengangguk anggukan kepala.
"hey leksa, apa rumor yang barusan mereka katakan benar?. alek menatap leksa dengan inten.
"aku sering mendengar tentang rumor ini dalam setahun terakhir,apakah itu benar?
".adit mengelus dagunya seperti kakek-kakek yang sedang berfikir.
"Selama ini hanya kamu yang tidak terbuka kepada tentang dirimu".tanya alek lalu mengetuk meja didepan dengan jari tengahnya.
"Bukankah kalian juga sama denganku terutama arga!".Leksa menatap arga dengan senyum tipis.
mereka telah berteman lama sejak masuk universitas tetapi hanya sebagian saja yang terbuka tentang diri mereka sendiri itupun hanya pengenalan secara publik.ketidak percayaan mereka satu sama lain yang membuat mereka terasa asing .
Apalagi tentang Arga yang tidak pernah mengatakan apapun tentang dirinya.
Sebenarnya sejak pertama kali masuk universitas leksa sudah curiga
dengan arga, hal itu karena dengan sikap dingin arga yang ditunjukan selama ini akan sangat sulit jika dia memulai pembicaraan dengan orang yang tidak dikenal.
Tetapi dia ingin mengajak leksa berteman saat pertama kali bertemu?,hal itu adalah dasar yang sangat mengejutkannya.Apalagi dengan tata cara berjalan,ketajaman mata dan pendengaran arga yang selama ini leksa amati menunjukan jika kecurigaannya semakin benar, jika arga pasti memiliki tujuan kepadanya.
Dia tidak tahu apakah salah satu dari mereka adalah mata-mata ibunya ataupun ayahnya, bahkan bisa saja musuh-musuh nya, Leksa sangat berhati-hati jika berhadapan dengan lawan mainnya.
Hal itu di dasarkan pada penyamarannya yang sudah berjalan selama hampir 6 tahun setelah kabur dari keluarganya.Meskipun leksa tahu jika pengasingannya tidak bisa bertahan lama,apalagi dengan besarnya kekuatan 2 keluarga di pihak ibunya ataupun ayahnya itu bisa dengan mudah menemukannya.
Sampai saat ini leksa hanya berdiam diri saja tentang kecurigaannya,dia hanya mencari aman jika hal dipikirannya salah. dia tidak ingin melakukan inisiatif terlebih dahulu sebelum buktinya telah didapatkan dengan akurat.
semua orang terdiam dengan kata-kata leksa. Di saat terjadi keheningan di antara mereka, tiba-tiba..............
"kalian tidak usah meributkan masalah ini, jika ingin jalan-jalan di hutan alaska, kalian bisa ikut bersamaku kesana!".amir berkata sambil memakan makanannya dengan senyum ceria.
Amir sangat blak-blakan tentang jati dirinya dibandingkan dengan 3 teman leksa yang sangat menutup diri. Dia orang yang sangat humoris,hal itu yang selalu membuat mereka tersenyum
Dia duduk menghadap leksa dan teman-temannya lalu membuka laptop. "Ada sekitar 3000 mahasiswa satu angkatan kita dan sekitar 400-450 orang memiliki ekonomi ke bawah".
dia menatap ke empat temannya."Acara yang diselenggaran sendiri sebenarnya di tunjukan untuk seluruh mahasiswa angkatan kita tapi dengan petisi keberatan yang di ajukan Reno sebagai ketua perhimpuan mahasiswa,acara itu ditunjukan hanya untuk anak-anak orang kaya, atau bisa dibilang ekonomi menengah ke atas".
"bukannya dia hanya ketua perhimpunan mahasiswa?,apakah sebegitu besarnya pendapatnya hingga rektor sampai bisa menurutinya".jawab alek dengan kepeduliannya meskipun dia bisa menebak alasannya.
"kalian pasti tahu kan alasannya, sudah jadi rahasia umum jika rektor kita pasti akan mempertimbangkan setiap perkataan reno".amir tersenyum saat mengunyah makanannya.
"yah........aku tahu jika ayahnya adalah pemegang saham di universitas ini.kata arga denga datar tanpa memandang siapapun.
"nah....dengan fakta itu maka aku sudah memutuskan membuat acara yang sama dengan mereka,meskipun belum disetujui rek tor.Tapi karena ketidak ikut sertaan kita dalam acara tahunan itu serta jumlah kita yang berjumlah kurang dari 500 mahasiswa bisa membuat proposal ini disetujui!". Amir kembali tersenyum dengan idenya yang menurutnya sangat brilian.
Leksa dan teman-temannya mengangguk-anggukan kepala.
"Itu saran yang bagus, toh ini bisa menjadi kenang-kenangan terakhir kita selama berkuliah di kampus".salah satu dari mereka menjawab.
"kalau begitu kita akan mengajukan proposal ini dan menyebarkannya secara diam-diam".Leksa memberikan saran.
"kenapa harus disebarkan secara diam-diam".amir menjawab dengan bingung.
"kamu pasti tahu kan tentang prinsip kami".adit berkata dengan santai.
"ya...ya.....ya.... aku tahu prinsip kalian, Bergerak tanpa diketahui".jawab amir berdiri lalu meninggalkan mereka.
"kalau begitu aku pergi ke kelas dulu".leksa bangkit berdiri lalu meninggalkan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments