Leksa kaget saat melihat dua wanita saling berpelukan. saat dia menyentuh pundak mereka.
Mereka berteriak,"Arrrggh...............".
"hey......hey.........hey......ini aku".
"Siapa kamu".mita bertanya dengan waspada.
"Leksa, teman satu kampus, kamu nggak akan tahu".Leksa malas menceritakan tentang dirinya.
"Leksa?, yang aku tahu leksa yang berkacamata dan sedikit.........".
"ya.....ya.....ya.... kamu nggak usah menjelaskannya,itu memang diriku".
"la lalu kenapa wajahmu berbeda......".
"tidak semua hal harus diketahui olehmu, kenapa alisa bisa pingsan disini?".Leksa mencoba membangunkan lisa.
Mita ragu apakah harus menjelaskannya atau tidak.Leksa yang melihat keraguan diwajah mita tetap cuek.
"Ayo ikut denganku".Leksa menggendong alisa berjalan menyusuri hutan menuju sungai yang dilihat sebelumnya.
Mita yang melihat leksa berjalan semakin jauh tersadar seketika, Dia bangun dan berlari menyusul leksa.
Leksa membaringkan lisa di samping sungai, dia membersihkan luka yang kotor seperti seorang dokter.Dia mengambil kotak P3K dari ranselnya.
Leksa selalu membawa ransel kemanapun dia pergi.hal itu dilakukan karena jika dalam keadaan darurat maka dia akan selalu bisa membantu tepat waktu tanpa kembali ke tenda.
Leksa mengoleskan obat antibiotik dan memperban luka bekas cakaran hewan.
"Kenapa kalian bisa sampai ketengah hutan berduaan, apa tidak ada orang lain selain kalian?".
"ka kami.....".mita menjelaskan awal kejadian mulai dari awal rencana hingga bertemu binatang liar.
Leksa yang mendengarkan hal itu bersikap cuek dan datar meskipun dalam hatinya sangat geram.
dia geram mendengar saat seorang laki-laki kabur meninggalkan mereka berdua dalam keadaan bahaya.
"Tapi aku bingung kenapa hewan liar itu tiba-tiba pergi meninggalkan kami saat kamu datang".
Mita menatap leksa aneh, seorang pria yang disebut cupu, dingin, cuek dan miskin bisa berubah berbeda saat diluar kampus.
"Apakah rumor yang beredar selama ini benar".tanya mita dalam hati. Ada rasa terpana dalam hatinya setelah melihat wajah asli Leksa.
Setelah memasang perban pada luka bekas cakaran di tangan dan kaki alisa, leksa memutuskan memanah ikan untuk dimakan mereka.Dia tidak ingin membawa mereka ke camp dalam keadaan seperti ini.
Dia berjalan menyusuri sungai memantau ikan yang ada di dekat permukaan, hal itu memudahkan untuk memanahnya.
Tidak seperti keadaan di udara bebas, lintasan anak panah di dalam air mengalami perlambatan yang lebih besar karena kepadatan air yang jauh lebih besar dari kepadatan udara. Kepadatan itu menyerap energi kinetik anak panah sehingga kehilangan kecepatannya.
saat ini leksa mencoba memanah ikan, pada awal percoban anak panah tidak mengenai target tapi setelah percobaan ketiga, leksa berhasil menengenai ikan yng cukup besar, semakin besar ikan kecepatannya semakin lambat.
Dalam waktu hampir dua jam, leksa berhasil menangkap Lima ikan, dia kembali ke tempat alisa dan mita berada.
Saat tiba dia melihat alisa sudah terbangun dari pingsannya, dia mendapati alisa cuek kepadanya.
Leksa yang melihat itu sedikit mengerutkan kening lalu bersikap seperti biasanya. dia tahu alisa telah mengetahui tentang wajahnya saat malam itu.
Dia mengumpulkan ranting kayu yang di ambilnya dalam perjalanan dan mulai membakarnya dengan bantuan korek api. Sambil menunggu api membesar, dia mulai menyisit ikan agar kotoran di dalam perut ikan tidak tercampur dengan dagingnya.
Dia juga mulai mengiris bumbu yang memang telah disisakan sebelum diberikan kepada teman-temannya.bumbu-bumbu ini akan digunakannya sendiri.
Bagaimanapun setelah acara camp disini selesai, leksa tidak langsung pulang bersama teman-temannya, dia akan tinggal beberapa hari di desa untuk mengurus urusannya.
saat ini leksa mulai membakar ikan yang telah ditusuk oleh kayu agar mudah membolak-baliknya. leksa membakar ikan dengan sabar, sedangkan kedua wanita itu hanya menonton tanpa peduli kepadanya, seolah-olah ini adalah tugasnya.
Tidak lama kemudian mereka mulai memakannya, alisa sesekali memandang leksa yang selalu fokus dengan makannya. ada rasa kesal dalam dirinya karena sejak tadi leksa tidak menyapanya sedikitpun.
Mita yang melihat gerak-gerik sahabatnya itu merasa aneh, dia melihat alisa selalu memandang leksa dan dari pandangannya mita tahu apa artinya. Bagaimanapun mita juga punya pacar, cara pandang alisa sama dengan cara pandang mita ke pacarnya.
Di sisi lain di camp utama yang di pimpin ketua dewan kampus, kepanikan mulai terjadi. Mereka mencari keberadaan alisa dan mita yang telah menghilang sejak siang tadi.
Reno yang melihat keadaan ini kembali gugup, saat itu reno yang mendengar lisa kabur ke hutan. Dia mengejar lisa bersama teman-temannya dan saat dia ketemu dengan mereka langsung terjadi perdebatan.
Pada akhirnya keributan mereka telah mengundang berapa hewan liar mendekati asal keributan. Rino yang melihat ada binatang liar mendekat, langsung melarikan diri bersama temannya, dia meninggalkan lisa dan mita sebagai umpan dalam pelariannya.
Beruntung Leksa datang tepat waktu lalu menakuti beberapa hewan liar hingga menjauh.
Dilapangan camp utama, teman-teman rino mengumpulkan seluruh mahasiswa, mereka membuat alibi jika lisa telah pulang kembali karena sakit.Mereka tidak ingin acara batal karena kejadian ini.
ketika matahari akan tenggelam, Leksa mebawa mita dan lisa ke camp Amir.
Saat tiba semua mahasiswa menatap lisa dan mita aneh, mereka berfikir jika camp ini direncanakan oleh mereka kalangan menengah kebawah dan tanpa sepengetahuan kalangan atas.
Tapi setelah melihat Leksa bersamanya, mereka kembali diam, mereka tahu siapa leksa. Mahasiswa terbaik di negri ini dan telah menjadi teladan bagi mereka semua.
Leksa membawa mita dan lisa ke tenda wanita panitia acara, sedangkan tenda leksa berada disampingnya.
tidak seperti wanita yang biasanya memilih berkumpul dan tidur bersama ditenda yang sama. Para pria sebagian memilih untuk membangun tendanya sendiri-sendiri. Alasannya tentu saja karena kekonyolan mereka jika bangun terlambat.
Saat malam tiba, lapangan tengah kembali ramai, mereka mengadakan nyanyi bersama dari lagu artis-artis terkenal. Tidak jarang beberapa orang bernyanyi dengan suara fales, meskipun begitu ada kelucuan tersendiri bagi mereka.
Di kejauhan, lisa menatap seseorang yang berbaring menyendiri, dia mendekat kearah tenda yang diketahuinya milik leksa. sesuai dengan dugaannya, leksa sedang berbaring sendiri.
Saat seluruh mahasiswa bernyanyi dan bercanda ria di tengah lapangan, leksa memilih duduk sendiri menikmati bintang-bintang di langit. Leksa berbaring di atas alas karpet hitam di depan tendanya.
Dengan ragu lisa mengambil surat disakunya lalu duduk disamping leksa. lisa meletakan surat di telapak tangan leksa dan ikut berbaring bersama menikmati hal yang sama.
Leksa menatap lisa disampingnya dan kembali lagi menatap langit.
"Apa kamu tidak malu datang kesini?". tanya leksa pelan.
"malu sama siapa?kamu?Untuk apa malu sama kamu, toh kamu sudah melihatnya kan".jawab alisa cuek.
"Surat apa ini?".
"kamu akan tahu setelah melihatnya".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments