BAB 12

keesokan paginya mereka mulai berkemas barang-barang, leksa mulai merapihkan semuanya di bak belakang mobil.

"Semuanya sudah siap, tinggal menunggu apa lagi?".tanya mita

"Kamu lupa apa yang dibicarakan semalam?".jawab lisa menyipitkan mata ke arah mita

"ya aku baru ingat!".jawab mita dengan cuek.

Leksa telah membicarakan tentang pengobatan amelia dan bisnisnya semalam, kedua orang tua amelia setuju setelah mendengarkan saran itu, bagaimanapun mereka ingin anak mereka memiliki fisik yang sama seperti anak muda pada umunya.

Dalam hal bisnis leksa juga telah mengirimkan asistennya di pabrik dan beberapa pekerja dibidang kontruksi yang baru di rekrutnya. Untuk izin dia juga telah menggunakan koneksinya.

sebagai mahasiswa terbaik dinegri ini tentu saja para pejabat pemerintahan daerah akan memberinya muka. sedangkan untuk kepala desa yang korup, leksa telah mempersiapkan rencana jika mereka berani membuat masalah besar.

setelah hampir satu jam menunggu, leksa mulai membantu membawa barang amelia ke dalam bak di belakang mobilnya.dia menata barang-barangnya dan menutupnya dengan terpal hitam agar tidak kehujanan saat perjalanan.

sebelum pergi mereka pamit ke orangtua amelia dan mulai melanjutkan perjalanannya.

saat mobil leksa sudah keluar desa, bnyak warga yang mulai berdatangan dan bertanya-tanya kenapa amelia ikut dengan mereka.hal itu wajar karena di pagi hari banyak warga yang akan beraktifitas dikebun dan saat melihat mobil serta amelia yang ada didalamnya, mereka mulai mencari tahu alasannya ke rumah pak junaedi.

Pak sumanto sebagai ayah dari amelia mengatakan jika leksa adalah anak dari sodaranya dulu yang sudah meninggal dikota.pak sumanto memang memiliki saudara tapi telah meninggal saat diusia muda, hal itu memang telah diketahui seluruh warga desa.

Hal itu adalah alasannya kenapa dia mengatakan kepada leksa jika ada yang menanyainya siapa leksa, maka leksa harus berkata dia keponakan pak sumanto.

Jika leksa mengatakan dirinya adalah orang asing maka dia akan diganggu oleh kepala desa dan komplotannya.

" apa kamu tidak menyesal menitipkan amelia kepada orang yang baru kita kenal?".bu riska bertanya dengan ragu.

Pak sumanto menghela nafas," Aku tidak tahu!, insting aku mengatakan jika mereka adalah orang baik, lia juga mengatakan jika dia ingin sembuh dan memulai semuanya dari awal kembali kan".

"Aku menerima semua keputusanmu, walaupun lia adalah anak yang patuh, tapi aku tidak tega menolak permintaannya untuk pergi ke kota". Bu riska menghela nafas,dia berbalik dan masuk kerumah.

"Semoga mimpi kamh tercapai nak".doa pak sumanto dalam hati".

Di dalam mobil suasana kembali canggung terutama lia, dia dari kemarin tidak pernah berbicara dengan mita dan lisa. Awalnya dia ingin bertanya kepada leksa tapi hal itu diurungkannya.

Lisa yang melihat itu mencoba mencairkan suasana

"Apa kamu pernah ke kita lia?".Tanya lisa

"Ya dulu aku smp dan Sma di kota".lia menganggukan kepala.

"Apa kamu merindukan teman-temanmu?".

Lia mengelengkan kepala," tidak, aku hampir tidak memiliki teman saat sekolah".

"tidak satupun?".

lia menatap lisa dan mengingat-ingat," mungkin ada tapi kami tidak saling berkomunikasi sejak lulus".

lisa menganggukan kepala, dia langsung menatap leksa," apa kita akan langsung kerumahmu".

lisa tahu beberapa tentang leksa meskipun belum mendengar bercerita darinya, tempat kejadian dirinya bersama leksa berada dihotel bintang lima terbaik di pusat kota eksander.

Dan dari hal ini saja dia dapat mensimpulkan tentang kekayaan yang dimiliki leksa, meskipun begitu dia tidak terlalu berharap, dia hanya ingin leksa bertanggung jawab kepadanya.

Leksa menatap ke arah lisa sebentar lalu kembali fokus menyetir.

"Ya, kita akan kerumah dulu, untuk urusan lainnya kita pikirkan nanti".leksa menjawab dengan santai, dia tidak mungkin akan terus merahasiakan lagi tentang dirinya.

Leksa tiba dirumah pada malam hari, dia menatap rumah yang sangat sepi, di rumah ini leksa hanya tinggal sendiri.

"Ini rumahmu sa?".mita turun dan memandang rumah dengan takjub, rumah dengan dekorasi modern dan sangat asri.

"astaga, ini seperti rumah impian kita". lisa turun dan menarik mita berkeliling.

Leksa membantu amelia turun dari mobil," di lantai dua ada lima kamar tidur, kalian bisa memilihnya sendiri, Tapi jangan yang didekat tangga, itu kamarku".

Lisa dan mita berlari memilih kamarnya sendiri, sedangkan lia dia dipilihkan oleh leksa karena sikapnya yang pemalu.

Saat Leksa melihat Mereka bertiga bermain dengan riang di belakang rumah, dia hanya bisa menghela nafas," sifat wanita memang tidak bisa ditebak".

Dia mulai kedapur untuk memasak makan malam,meskipun waktu telah menunjukan waktu jam sepuluh malam. Diperjalanan mereka Hanya memakan roti dan bekal yang dibawa lia, hal itu tidak cukup untuk menahan lapar hingga pagi hari.

Leksa memasak daging kaleng dan sayuran yang diambil dari kebun. Untuk kebun leksa tidak menghawatirkan sayurannya mati, dia telah memasang pipa penyiraman yang otomatis akan disiram sesuai jadwal yang ditentukan.

"hey.....apa kalian akan makan atau tidak".Teriak leksa ke arah halaman belakang rumah.

Tidak berselang lama ketiga gadis itu tiba, tanpa tidak tahu malu lisa dan mita langsung mengambil berbagai jenis masakan ke piringnya. Lia disisi lain hanya mengambil satu jenis masakan dan memakannya.

Leksa yang melihat itu langsung mengambil beberapa hidangan untuk lia makan,dia tidak ingin gadis itu tidak keyang karena rasa canggungnya.

Lisa yang melihat perhatian leksa kepada amelia merasa kesal, meskipun dia tahu alasannya.

"hey...aku baru tahu ternyata kamu serba bisa dalam segala hal, apalagi masakanmu sangat enak melebihi masakan ibuku".Celetuk mita yang menambah kekesalan lisa.

"Saat kecil aku dituntut untuk menguasai berbagai bidang, jadi aku sedikit tahu tentang beberapa hal".leksa menjawab dengan datar.

"Pasti orang tuamu sangat bangga denganmu".tanya mita dengan mulut penuh makanan.

"Ya mereka bangga sampai-sampai ingin anaknya mati" . leksa bergumam.

Lisa menatap wajah leksa yang muram,dia tahu leksa sangat membenci orangtuanya, Hanya saja dia tidak ingin bertanya agar tidak menambah kekesalannya.

Setelah acara makan malam selesai leksa mulai membersihkan piringnya didapur, lia yang melihat itu juga membantu. Di saat itu lisa juga datang untuk membantu, di tidak ingin calon suami dan calon ayah dari anaknya diambil oranglain.

sedangkan mita duduk bersender menikmati kekenyangannya yang nikmat, dia sangat puas makan setelah 6 hari puasa makan besar di camp.

"Lia, apa kebiasaanmu jika dirumah?".Tanya lisa.

"biasanya karena ibu aku kadang pergi ke sawah pagi-pagi, aku yang memberbersihkan rumah,masak,atau cuci baju".jawab amelia.

"apa kamu tidak membantu orangtua kamu ke kebun?".

Lia menggelengkan kepala," tidak,mereka tidak mengiziinkan aku, mereka takut aku terjadi knapa-knapa diswah".

Lisa menganggukan kepala" Andai orangtua aku seperti orang tua amelia, meskipun hidup sederhana tapi aku merasa bahagia". pikir lisa dalam hati.

"Aku akan mengajarkanmu menggunakan lift ke lantai dua,itu untuk memudahkanmu beraktifitas".celetuk leksa ditengah keheningan mereka.

Dibantu lisa, leksa mengajari tombol-tombol di lift untuk lia, dalam waktu singkat lia telah faham dengan pengaturan ini, bagaimanapun lia juga siswa yang cerdas saat masih sekolah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!