BAB 17

Bandara utama kota eksander.

Sebuah jet pribadi mendarat dengan mulus dia landasana utama bandara, seorang pria tua di dampingi wanita paruhbaya menggunakan setelan jas modern turun dengan gagah dan anggun.

Terlihat Tinggi pria tua itu sekitar 180 Cm dengan badan tegaknya serta tatapannya yang tajam memberikan tekanan yang sangat kuat kepada sekitarnya.

Semua orang tahu jika ada orang yang memiliki wibawa serta tekanan seperti itu maka orang tersebut telah mengalami banyak hal.

Disamping terlihat wanita paruh baya dengan tinggi 175, sedikit lebih pendek dari pria paruh baya itu. Wanita itu berumur lebih dari 50 tahun tapi memiliki wajah cantik seperti baru mencapai umur 35an.

Wanita paruh baya itu adalah ibu kandung leksa, risma elawati arda.sedangkan pria tua itu tuan besar keluarga arda, Iko armaman arda.

Diluar terlihat puluhan pengawal berbaju hitam dengan tegas mengelilingi pintu keluar pesawat. Terlihat juga para peminpin bisnis berbaris dengan teratur layaknya pasukan yang siap memberi penghormatan kepada pemimpin tertinggi.

"Selamat pagi tuan besar arda".

"Selamat pagi nyonya arda".ucap serentah seluruh orang disana".

Tuan besar hanya menganguk tanpa mengucapkan sepatah kata dia pergi melewati mereka. Saat tuan besar melewati mereka, mereka hanya bisa mernafas lega bercampur sedih.

Mereka lega karena penghormatan mereka tidak memiliki kesalahan sedikitpun. Mereka sedih karena tidak dilirik oleh tuan besar.

Tuan besar keluar melewati pintu VVIP, terlihat hanya beberapa orang saja yang melewati jalur ini.

"Bagaimana keadaan anak itu".

"Keadaan sangat terkendali pak, kami juga menemukan jika tuan muda telah pergi ke ibukota aleksandria kemarin!". Jawab tangan kanan tuan besar yang biasanya mengeurus semua keperluannya.

"Untuk apa dia pergi ke ibukota?".

"Kamu tidak usah tahu tentang hal ini, Punya anak bukannya di dukung malah di sumpahin mati!".

wanita paruh baya itu menunduk malu, dia ingat kesalahan terbesarnya kepada anaknya dulu. Harusnya dia mensuport dan menyemangati jika anaknya gagal tapi dia malah menyumpahinya.

"Kita pergi ke rumahnya langsung,aku tahu sifatnya dengan baik, dia tidak akan menerima ajakan kita apapun caranya!".

Tuan besar dan nyonya arda masuk ke dalam mobil rolls royce boat tail,sebuah mobil dengan spesifikasi terbaik dan termahal yang hanya ada beberap mobil saja di dunia. Iring-iringan kendaraan melaju membelah kota eksander dengan gagahnya.

Iring-iringan mobil ini bahkan menjadi trandjng topik terhangat tahun ini.

"Apakah itu mobil rolls royce?".

"Ya tuhan itu benar-benar rolls royce!".

"hey itu yang ditengah konvoi bukan mobil rolls royce biasa tapi mobil roll royce boat tail".

"Kamu serius?".

"Ya aku serius, kamu tahu satu mobil itu saja seharga lebih dari dua puluh satu juta dolar!".

"Astaga jika seluruh kemdaraan ini dihitung bahkan bisa mencapai seratus juta dolar".

Banyak pejalan kaki menggosipkan tentang konvoi mobil ini, tak jarang ada juga yang mengabadikan momen ini dengan menvideokannya.

Sementara disisi lain, leksa sedang mencari buah mangga muda keluar, dia tidak tahu tentang konvoi ini saking bingungnya.

"Dimana lagi aku harus mencarinya!".

"Astaga kenapa yang aku temukan selalu mangga yang sudah matang".

Meskipun akhirnya dia mendapatkannya tapi Hampir setengah hari penuh leksa habiskan mencari mangga muda yang masih mentah itu.

Konvoi kendaraan mewah itu telah berhenti tepat di depan rumah leksa. Lia yang akan memasuki gerbang bingung saat melihat itu.

"Mobil siapa ini?".

meskipun lia banyak mwnghabiskan waktunya tinggal desa tapi dia tidak sebedoh kebanyakan orang, dia tahu seberapa mahal mobil ini.

Saat itu keluar puluhan pengawal dengan berjejer di samping mobil untuk berjaga-jaga, salah satu penjaga membukaakan pintu dengan penuh hormat.

"Apa ini rumah leksa, bagus juga ternyata walaupun sedikit kecil?". Tanya wanita paruh baya itu.

"Setidaknya ini kerja kerasnya dari nol!".

Tuan tua memelototi putrinya itu, dia berbalik dan tersenyum ke arah wanita yang berdiri di depan pintu gerbang masuk, wanita yang berdiri dibantu dengan tongkat, dan wanita itu adalah lia.

Tuan tua tahu akan sulit memasuki gerbang tanpa orang dalam, jika dia memaksa masuk maka jalan satu-satunya menggunakan alat berat.

Bahkan menurut informasi yang didapat untuk memasuki rumah utamanya saja secara paksa minimal harus menggunakan rudal ATGM.

"Hallo nona muda, perkenalkan saya iko armaman, kakek leksa".

"Boleh saya masuk?".

Jika ada orang dikalangan bisnis melihat ini maka mereka akan dibuat pingsan saat melihatnya. Bagaimana tidak, seseorang yang sangat dihormati diseluruh negri tapi meberi salam terlebih dahulu kepada orang yang jauh lebih muda darinya.

"Ka-kakek leksa?".

"ya saya kakeknya, bolehkah saya tahu siapa nona bagi leksa?".

"sa-saya a-adik angkatnya".lia menjawab dengan ragu, hal itulah yang sering leksa katakan kepanya," kamu jangan sungkan saat disini bagaimanapun kamu sudah aku anggap sebagai adik angkat aku!". Suara leksa yang selalu terdengar di pikiran lia.

Tuan tua mengangkat sebelah alisnya," bagamana mungkin leksa bisa mengangkat adik? Atau ada sesuatu yang membuatnya senang pertama kalinya?".

Tuan tua tahu kepribadian cucunya dengan jelas, dia tahu leksa tidak akan bertindak memberi hadiah yang keterlaluan jika tidak ada yang membuatnya bahagia dalam seumur hidupnya.

Ibu leksa, irma elawati hanya menatap sinis gadis muda itu. Dia selalu menganggap wanita manapun yang status di bawah keluarga pasti hanya menginginkan hartanya saja.

"Boleh kami masuk menemui leksa?".

"Ya tuan, tapi leksa sedang keluar sekarang".

"Tidak apa-apa, kami mengerti situasinya".

Tuan tua masuk mengikuti lia, ibu leksa juga mengikuti di samping tuan tua.

Ibu leksa seketika takjub saat memasuki halaman depan rumah, berbagai bunga dan pohon buah-buahan terpangpang rapih berdiri, meskipun masih kecil tapi keindahannya sangat menakjubkan.

Dia tidak pernah tahu selera putranya, bahkan dulu tidak ingin tahu, yang dia inginkan hanya setiap target yang di inginkannya terpenuhi dengan baik.

Tuan tua menatap sinis kearah putrinya itu, dia tahu apa dipikirannya. Jika saja putrinya tidak memaksa ikut maka dia juga tidak mau membawanya.

Irma yang melihat tatapan ayahnya itu hanya menunduk malu, dia tahu maksud tatapan ayahnya.

"Kakak ipar!". Panggil lia saat melihat lisa sedang duduk dipinggir taman sambil bermain dengan bunga disekitarnya.

Seluruh orang kaget," kakak ipar?, Artinya tuanmuda telah menikah?".

Ayah dan anak itu kaget melihat lisa,bahkan sikap dingin para pengawal yang mengikuti berubah kaget.

Lisa yang melihat itu menyipitkan matanya, dia tidak pernah melihat seseorangpun yang memasuki rumah ini selain mereka bertiga, tentu saja dengan sahabatnya satu lagi.

"Apa kamu istri leksa?".

Lisa hanya menganggukan kepala ragu.

"Sini peluk kakekmu ini".Meskipun tuan tua merasa aneh tapi untuk memikat hati cucunya dia tidak akan segan membahagiakan siapapun di dekatnya.

Lisa hanya diam saja tanpa memberikan respon apapun, dia bingung maksud perkataan kakek ini.

Tuan tua segera menghampiri lisa dan memeluknya,"aku kakek kandung leksa cucu menantuku".

"sedangkan itu ibu mertuamu".tuan tua segera memelototi irma yang diam saja.

"Hallo menantu aku".Irma segera menghampiri lisa dan ikut memeluknya, sebenarnya ada rasa malas dihatinya, bagaimana bisa anaknya menikah tanpa restu darinya.

Apalagi dirinya telah menyiapkan wanita calon menantu untuk anaknya sebelum datang kesini. Meski demikian di depan tuan besar di tetap menunjukan senyum cerahnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!