BAB 7

Leksa duduk di lantai beralaskan tikar yang terbuat dari daun pandan.di ruang ini juga telah ada beberapa camilan makanan seperi Tape, Awalnya saat melihatnya leksa merasa aneh Tapi setelah memakannya , dia jadi menyukainya.

" gimana rasanya, enak?" Tanya bu Riska.

Leksa tersenyum dan menganggukan kepala " ini enak tan, asam-asam manis".

Bu Riska ternyum Senang"kau makanlah banyak-banyak, nanti kalo kurang bilang sama tante, kemarin tante membuat banyak jadi mubazir kalo dibuang!".

"Oh iya sa, apa kamu kesini untuk liburan?".Tanya pak sumanto.

Leksa menggelengkan kepala.

"Awalnya aku kesini cuman karena acara kampus tapi setelah melihat daerah ini memiliki pemandangn yang bagus serta tanah yang subur, aku jadi memiliki pemikiran lain".Leksa ternyum penuh makna, Dia tahu mereka akan mengerti maksud dari kata-kata pemikiran lain.

Mereka bertiga menganggukan kepala,sedangkan gadis itu terdiam terus sejak awal.

"keindahan di desa kami memang masih alami tapi karena daerah yang cukup terpencil telah membuat tidak banyak Orang luar yang berkunjung, paling banyak mungkin hanya 10 orang pertahun yang datang".jawab pak sumanto.

Leksa menganggukan kepala " Lalu apakah ada orang yang berniat berinvestasi sebelum aku?".

"Kami tidak tahu, hampir setiap orang luar yang datang kedesa kami selalu pergi ke rumah kepala desa untuk berkunjung".

"Tapi kamu jangan kesana, dengar-dengar kepala desa menuntut harga tinggi bagi wisatawan luar saat berkunjung, hal itulah yang membuat setiap orang asing yang berkunjung enggan kembali lagi kesini".

"Apa mereka tidak protes".Tanya leksa.

"Tidak bisa, lebih tepatnya tidak mampu melawan, kuasa kepala desa mutlak di kamung ini".pak junaedi menggelengkan kepala.

"mungkin masalah ini akan mempersulit kamu kedepannya".saran bu riska.

"Apa lagi keluarga mereka telah turun temurun menjadi kepala desa, jadi kami hanya bisa diam saja setiap kebijakan yang mereka berikan".

"Terus dari mana pendapatan mereka hingga turis asing saja tidak bisa melawan mereka?".

"pendapatan mereka dari hasil membeli panen kami dengan harga rendah lalu menjualnya ke kota dengan harga tinggi, kami tidak bisa menjualnya sendiri langsung ke kota dikarenakan jaraknya yang jauh serta kami tidak memiliki kendaraan".jelas pak sumanto

"kepala desa juga sering mengkorupsi dana desa yang seharusnya untuk pengembangan kampung malah untuk dinikmati diri-sendiri".sahut pak juanedi.

Leksa mengerutkan kening," apa tidak ada peninjauan dari pemerintah pusat".

"kami tidak tidak tahu,lagipula kami tidak ingin membuat perkara tentang ini, yang kami butuhkan hanya hidup damai, jika ini tercapai maka kami tetap bahagia".jawab pak junaedi.

Leksa menganggukan kepala, hal ini juga keinginannya sekarang meskpun sedikit berbeda dari mereka tapi tujuannya sama "bertahan hidup selama mungkin".

Setelah perbincangan lama, mereka memutuskan tidur setelah melihat waktu semakin malam.

Di pagi hari, Leksa memutuskan jalan-jalan di sekitae desa, bagaimanapun dia perlu melakukan survey wilayah sebelum memutuskan dia akan berinvestasi atau tidak.

Atas saran keluarga itu agar tidak tersesat, dia jalan-jalan didampingi anak gadis mereka meskipun amelia berjalan dibantu tongkak tapi dia tetap menampilkan senyumnya, Leksa tidak tahu apakah senyum itu terpaksa atau tulus dari hati.

Saat tiba diperempatan jalan di tengah desa tiba-tiba seorang gadis dengan pakaian yang cukup mahal mendekati mereka.

Dia mencoba mendorong amelia dari belakang,amelia jatuh tersungkur ke depan.Tapi saat dia menutup mata dia tidak merasakan apapun, yang dia rasakan hanya sebuah tangan merangkulnya dari samping.

Dalam sekejap pikirannya langsung sadar, amelia mencoba berdiri kembali dengan sedikit kesulitan.

Dia sangat gugup barusan, pasalnya ini adalah pertama kalinya dia disentuh pria lain selain keluarganya.

gadis yang mendorongnya tertawa," Kau beruntung kali ini ada yang menolongmu Cacat".

Mata gadis itu berbinar saat melihat leksa lalu menjadi muram setelah mengingat sesuatu.

Dia mengingat kata-kata yang sering diucapkan amelia.

"Apa dia pacar kamu yang tinggal dikota?.Tanya Nisa, gadis yang mendorong amelia barusan.

Nisa mengelilingi leksa dan amelia "pacarmu ganteng juga, Tapi jika dia pacarmu pasti dia juga miskin sama seperti kamu kan?.Nisa mencodongkan wajahnya ke arah amelia.

Amelia gugup saat nisa mengatakan itu,Dia menatap leksa dan mendapati sikap cueknya.

"Lebih baik kita pergi". amelia menarik tangan leksa pergi meninggalkan nisa.

Meskipun jalan mereka berdua lambat, tapi amelia berusaha mempercepat jalannya. Dia tidak ingin diganggu terus menerus oleh nisa yang membuat malu di depan orang luar.

Saat nisa melihat amelia yang semakin jauh, Dia tersenyum sinis, dari sikap lelaki itu seperti dia memang tidak benar-benar menyukai amelia.

"aku akan menghancurkan hubungan kalian".gumam nisa pelan.

Leksa menengok kebelakang saat sudah berjalan cukup lama.

"sudahlah jangan berlarian begitu, lagian dia sudah tidak ada".saran leksa saat melihat amelia kecapean.

Amelia menengok ke belakang, dia menghela nafas dan kembali berjalan santai.

"siapa dia"?.tanya leksa.

"Anak kepala desa".

"Apa dia sering mengganggumu?".

"ya.......hampir setiap kami ketemu dia selalu menggangu aku".

"Apa maksudna dengan pacar yang berada di kota?".

"hah?".jawab amelia kaget.

"apa kamu punya pacar dikota?".

Amelia mengangguk ragu," aku sekolah Smp dan Sma di kota, kau tahu di desa kami saat ini hanya ada sekolah dasar".

... ...

Dulu berapa tahun lalu saat hari kelulusan, aku di ajak touring motor sama pacar aku.Dan saat aku Mau nyebrang jalan tiba-tiba sebuah mobil menabrak aku.

saat itu aku masih setengah sadar, aku melihat diriku dibawa kerumah sakit, dan saat diperiksa, aku menderita patah tulang yanv tingkat kesembuhannya sangat kecil.

Saat itu pacar aku yang menyusul naik motor masuk keruanganku dan saat dia tahu salah satu kaki aku patah, dia syok.Saat itu Dia mengatakan "maaf, hubungan kita berakhir sampai disini".

Dia sangat malu jika nanti dia memiliki istri yang cacat, Aku berpacaran dengan dia hampir 3 tahun tapi saat melihat aku memiliki sebuah masalah, dia meninggalkan aku.

Amelia menahan air mata yang mulai mengucur Saat leksa melihat amelia menangis, dia bingung harus berbuat apa.

Leksa menghela nafas"kamu jangan menangis, Kamu tahu?, terkadang hati yang baik akan kalah dengan fisik yang menarik".

"Jika saat itu pacarmu meninggalkanmu karena fisikmu cacat maka berubahlah, Aku akan membantumu".

"Lain kali jika aku ada waktu, aku akan membawamu ke kota untuk pengobatan,bukankah menurut dokter masih ada harapan".

Anelia mengangguk senang lalu kemudian kembali menunduk.

Leksa yang melihat itu tersenyum, dia berdiri menatap mata amelia," soal biaya, kamu nggak usah khawatir, lagipula aku akan sering kesini untuk kunjungan".

"Ayo kita lanjutkan perjalanan". Leksa berjalan lebih dulu.

Saat melihat punggung leksa, awalnya amelia ragu, tapi dia menepis keraguan itu dan kembali melanjutkan perjalanan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!