Saat ini dipusat keamanan kepolisan ibukota propinsi telah terjadi kegaduhan
"Apa yang terjadi, kenapa sistem keamanan kita bisa dibobol dengan mudah!".
"Kami sedang mencari tahu pak!".
"Pak peretas telah meninggalkan jaringan kita, kami tidak dapat menemukan jejak orang yang meretas kita".
"Jaringan telah dimatikan secara disengaja, jejaknya juga telah dihapus, kami tidak bisa menemukannya".
Seluruh ruangan hening, semuanya tahu jika ada yang berhasil meretas sistem keamanan mereka maka itu akan berakibat fatal, tapi untungnya peretas hanya membuka sistem pengawasan jalan dan tanpa mencurian data penting.
"Bagi tim menjadi dua sift, tidak ada namanya libur mulai sekarang sampai peretas itu ditemukan!".
Pria itu pergi sambil mengerutu, dia sangat marah, sejak lima tahun dia bekerja ini adalah kesalahan pertamanya dan sangat fatal bagi keamanan.
Leksa pergi dari ruangan bawah tanah,dia merutuki kecerobohannya yang langsung meretas pengawasan kepolisian tanpa membuat firewall untuk sistem jaringan komputernya. Untungnya dia telah menghapus semua jejak digital.
Saat di kembali ke kamarnya, dia mendapati jika alisa sedang diam termenung menatap jendela. Leksa duduk disamping lisa menatap wajah calon istrinya dengan rasa iba.
Leksa mencoba memeluk lisa dan menyandarkan kepalanya di bahu. Membelai rambut panjang yang terurai berantakan.
"Jangan sedih,aku disini akan selalu menjaga dan berada disampingmu apapun yang terjadi".
Leksa mengambil lap disampingnya dan kembali mengompres luka lebam di wajah lisa. Dia merawat lisa dengan sabar, dia tahu bagaimana rasanya di hianati orang terdekat apalagi orang itu adalah orangtuanya sendiri, meskipun leksa tidak mendapat tamparan tapi perkataan itu telah menghancurkan hatinya.
Leksa memeluk lisa dan mencoba menidurkannya kembali, leksa tahu dari raut wajah lisa jika dia tidak tidur semalaman dan sekarang dia baru kembali kerumah.
Leksa awalnya ingin menanyakan alasan kekerasan itu tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat.
Dia terbangun di tengah malam saat merasa lapar, dia melihat lisa yang masih tertidur pulas disampingnya. Setelah mengecup keningnya leksa turun ke dapur mencari makanan siap saji.
Saat membuka kulkas, dia mendapati beberapa makanan yang masih utuh. Leksa merasa tidak enak hati kepada lia.
"Lia pasti menunggu kami turun makan malam ".
Dia mengingat dengan jelas, dengan keterbatasan lia saat ini, dia pasti kesulitan membawa makanan dari dapur ke meja makan dan menyimpannya kembali ke dalam kulkas.
Leksa makan malam tanpa nafsu makan yang jelas. Dia meratapi kesalahannya kepada ketiga wanita yang di sayanginya.
Satu orang istri yang ditinggalkannya sangat lama,seorang calon pendamping hidupnya yang tidak dia jaga dengan baik dan seseorang yang sudah dia anggap adik angkatnya yang baik tapi telah dia abaikan.
Di pagi hari leksa melihat wajah lisa yang agak kemerahan, dia senang melihatnya tersenyum saat bangun disampingnya.
"Apa yang kamu lakukan kemarin hingga wajahmu lebam begini".leksa menyubit hidung lisa dengan lembut.
Lisa hanya tersenyum pahit dan hanya menggelengkan kepala tidak menjawab.
"Baiklah, nanti kita langsung ke KUA mengurus pernikahan kita secara langsung".
Siang itu setelah semuanya hadir termasuk bi resa serta berapa saksi dan penghulu acara pernikahan dilaksanakan. Pernikahan itu berlangsng di hotel pinggiran kota eksander sesuai dengan permintaan lisa.
Pernikahan itu sendiri sangat dirahasiakan termasuk kepada teman atau keluarga masih masing. Hanya ada beberapa orang kepercayaan leksa dan hanya ada satu wali wakil dari kerabat lisa yaitu paman lisa kakak kandung ibunya.
Saat malam hari dia melihat lisa yang sudah tertidur pulas, sedangkan dia tidak bisa tidur.
"Apa lisa menyesali semua ini?".
Semenjak kemarin lisa tidak berbicara banyak padanya, bahkan jika tidak ditanya dia tidak akan berbicara. Meskipun leksa tahu tentang kekerasan yang dilakukan ayahnya tapi dia tidak tahu tentang alasannya.
Leksa mencium kening lisa dan beranjak pergi keluar kamar, dia kedapur membuat masakan untuk dirinya sendiri.
Saat ini lia sedang rawat inap di rumah sakit khusus, Leksa memang mendaftarkan lia kerumah sakit tulang, hal itu dutujukan untuk membuat proses penyembuhan lebih cepat. Menurut pemeriksaan dokter, kondisi kaki lia sangat baik dan kemungkinan 85% bisa sembuh, perkirannya jika tidak ada kendala maka dalam enam bulan kaki lisa akan sembuh total dari patahnya.
Leksa mulai memakan masakannya sambil menonton berita televisi. Leksa kaget saat melihat jika akan ada pertunangan dari anak keluarga keluarga drasya dengan keluarga irkana di provinsi Sanjeon.
Dia melihat sesorang yang sedikit lebih mirip dengan lisa tapi lebih tua.Leksa tahu jika orang itu adalah kaka tiri lisa.
Tapi hal yang membuatnya bingung adalah kenapa lisa tidak mau menceritakan sesuatu kepadanya.
"Bukankah cuman kakak tiri lisa yang bertunangan, kenapa lisa sampai sedih terus?".
Leksa menutup saluran Tv dan pergi ke kamarnya. Dia tidur sambil menatap wajah lisa yang manis saat tertidur.
"Jujur selama ini aku tidak menyadari wajahmu sangat menawan, aku akan selalu bersamamu apapun yang terjadi dan aku harap kamu juga begitu".
Lisa membuka mata saat mendengar dengkuran halus leksa, dia hanya tersenyum senang yang mendengar kata-kata tadi.
"Aku juga akan selalu disampingmu apapun yang terjadi!". Lisa mencium kening leksa serta memeluknya dengan erat.
Lisa sebenarnya sudah tahu tentang pertunangan kak tirinya itu,bahkan tuangan kakak tirinyapun dia Mengenal siapa dia.
......................
Saat lisa kembali kerumahnya untuk mengambil berkas yang diperlukan saat pernikahannya, dia melihat seluruh keluarga ada diruang tamu bahkan tunangan Irna kakak tiri lisa jiga ada disana.
Saat itu lisa hanya melenggang pergi melewati mereka tanpa mengucapkan apapun, Tuan drasya sangat marah melihat ketidaksopanan lisa sedangkan Rio tunangan irna terpesona dengannya.
Dengan alasan pergi ketoilet rio mengikuti lisa ke lantai atas. Rio mengikuti lisa saat Dia melihat lisa masuk ke sebuah kamar.
"Apa kamu adiknya Irna?".
"Bukan!".
"Aku tahu, kamu tidak usah menyangkalnya".
Tiba-tiba rio memeluk lisa dari belakang saat lisa sedang membereskan berkasnya. Lisa yang kaget dengan spontas langsung mendorong rio dan menendang ***********.
Lisa Langsung pergi dengan berkas yang diambilnya saat mendengar teriakan minta tolong dari rio.
Tapi bencana tidak bisa ditolak, di merasakan tangan yang diyakini ayahnya menarik lengannya. Saat itu dia merasakan sebuah tamparan keras mengenai pipi kiri dan kanan di wajahnya.
"Dasar anak tidak tahu di untung, pulang-pulang hanya membuat masalah sama seperti ibumu yang pelacur itu".
Lisa terus berlari keluar vila itu dengan tangis kesakitan, dia sangat membenci ayahnya itu.
Lisa terus medengar racauan hinaan yang dilontarkan kepadanya, para pengawal yang melihat itu hanya diam saja tanpa memedulikan perintah tuan besarnya untuk menangkap lisa kembali.
Sejujurnya mereka sangat marah melihat hinaan yang dilontarkan tuan besar kepada nona muda, mereka sangat membenci istri serta anak tiri itu bahkan mereka mulai membenci tuan besarnya sendiri.
Mereka membiarkan nona muda pergi dengan wajah memarnya. itu adalah hal yang bisa mereka lakukan untuk membalas kebaikan nyonya besar yang telah tiada beberapa tahun lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments