BAB 2

Saat leksa melewati gerbang kampus, dia kembali berhadapan dengan alisa, wanita yang tidur bersamanya secara tidak sengaja. hati leksa berubah gugup tapi ditutupi dengan wajah datarnya, dia menambah kecepatan langkah kakinya menjauh.

Baru kali ini leksa benar-benar gugup saat berhadapan dengan seorang gadis,gadis yang pernah bersamanya selama semalam secara tidak sengaja.

Alisa terus menatap pria yang memiliki gelagat aneh itu semakin menjauh, dia merasa seperti mengenalnya tapi tidak mengingat dimana pernah bertemu. dia merasakan ada hal aneh dalam hatinya.

Alisa sendiri kuliah berbeda fakultas dengan leksa,apalagi leksa adalah orang yang tidak suka bersosial dikampus dan jarang mengikuti kegiatan kampus,hal itu wajar jika dirinya tidak mengenal pemuda yang baru saja menjauh darinya.

saking lamanya menatap pemuda yang baru saja menghilang dari pandangannya membuat sahabat lisa disampingnya mengerutkan dahi dan bertanya-tanya apa yang dilihatnya.Alisa kembali berjalan ke kampusnya, dia tidak mau menjelaskan apa yang dilihatnya kepada sahabat yang selalu menemaninya selama berkuliah dikampus

"Apa yang kau lihat dari tadi lis?".tanya mita menatapnya tajam.

"gak ada mit,dah lah yuk ke kantin dulu,belum makan aku soalnya".

"Oooohh".jawab mita tidak puas dengan jawaban sahabatnya.

"by the way kata kamu semalam akan ada acara lintas alam?".Tanya lisa mencoba menenangkan suasa.

"apa pedulimu,heh!".jawab mita mendengus dingin sambil menyilangkan tanga di dada.

"oh ayolah,massa gitu aja ngambek," lisa memegang tangan mita manja.

"kamu jelaskan dulu yang tadi,baru aku jawab pertanyaanmu".

"aku juga tidak tahu,aku cuman seperti tidak asing dengan pria tadi!".

"pria berkacamata yang sebelumnya bertatapan denganmu di gerbang kampus?".

"ya,itu dia!".jawab lisa menganggukan kepala

"aku tahu siapa dia,apa kau menyukainya?".kata mita dengan senyum mengejek.

"jangan becanda,tidak mungkin aku bisa menyukainya saat bertama kali bertemu,apa lagi dengan penampilannya seperti itu".kata lisa memutar matanya.

"jangan berspekulasi dari luarnya saja,kau tahu?dia pria tercerdas dalam jurusan ekonomi dan bisnis ,orang yang selalu berpatisipasi dalam penelitian di laboratorium,"mita tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke arah lisa.

Dia kembali melajutkan kata-katanya."dia juga orang yang misterus bagi kebanyakan orang,tidak ada yang tahu asal usulnya dan menurut rumor yang beredar katanya dia tampan saat diluar, serta telah menjadi salah satu pengusaha muda paling cemerlang yang memiliki aset ratusan juta dolar".mita tersenyum mencoba melihat ekspresi sahabatnya tapi dia kembali kecewa saat melihat wajah lisa biasa saja.

"apa kau percaya dengan rumor itu?".tanya lisa mencoba tidak peduli.

"aku tidak tahu harus percaya atau tidak,tapi banyak mahasiswa yang mengolok-olok tentang rumor tersebut meskipun tidak langsung didepan matanya sendiri".

lisa mengangguk-anggukan kepalanya.

"bagaimana dengan pertanyaan aku tadi?".

"yang mana".jawab mita lupa

"dimana acara lintas alam yang kamu bicarakan semalam di telepon".

"oh yang itu,katanya sih di daerah hutan alaska".

"hah,serius?bukannya disana masih ada macan ya yang berkeliaran".

"gak tau tuh reno,mentang-mentang dia ketua dewan kampus,apa-apa harus selalu nurut perintahnya".

"Terus kamu mau ikut ke acara itu?,"jawab alisa duduk lalu memesan makanan di kantin.

"lah gimana lagi, ini kan acara untuk seluruh mahasiswa tahun ketiga dan semua anggota wajib ikut sebagai panitia,kamu juga wajib ikut".

Alisa menghela nafas,"males banget pergi kesana,lagian ngapain acaranya dadakan?".

"Gak tahu sih,tapi kata temen-temen kita di grup whatsapp,katanya dia mau nembak kamu pas acara puncak!".

"kalo gitu kita gak usah berangkat aja!".Teriaknya.

mita menutup mulut mita,"hus,jangan kenceng-kenceng ngomongnya".

"Lagian ngapain sih dia,udah jelas aku tolah mentah-mentah dulu,masih aja mau nembak lagi".

"Dulu kan dia nembaknya diam-diam tanpa orang tahu,tapi sekarang dia nembaknya pas rame-ramenya agar kamu gak bisa nolak lagi".

"Trus aku gimana dong, kamu kan tahu kalo pria itu berengsek,suka gonta-ganti pacar terus lagi tiap minggu".

"ya gimana lagi,kan semua mahasiswa tahun ketiga harus ikut,apalagi kita sebagai panitia.Udah deh ikut aja soalnya aku ada rencana,sini aku bisikin".mita mendekatkan kepalanya ketelinga lisa.

"kok aku gak yakin yah sama rencanya".

"udah deh kamu nurut aja sama rencanaku,dijamin 99,9999999% berhasil".jawab mita mengacungkan dua ibu jarinya.

"Oh ya,tadi saudara tiri kamu datang kerumahku, pagi-pagi banget lagi".

"hah,ngapain!".

"Gak tahu,kata mamah sih nyariin kamu,udah dua hari gak pulang kerumah".

"Terus mamah kamj jawab apa?".

"ya mamah aku jawabnya gak tahu,dia juga gak sopan banget ngomongnya,aku malah benci sama orang kek dia".

"bagus lah,aku juga benci banget sama muka so polosnya itu, aku juga gak akan pulang lagi kerumah!".

"kenapa gk pulang,entar dicariin loh sama papah kamu?".

"papah?,sejak ibuku meninggal dan ayahku membawa pelakor itu kerumah!, aku sudah menjadi yatim piatu, dia gk pernah nanya kabar aku dan yang ada dia malah sering marah-marah sama aku".jawab lisa mencoba bersikap tenang menahan air matanya.

Mita menatap lisa sedih dia tahu dari sedikit cerita lisa dulu,ayah lisa dan ibu tirinya telah berhubungan sebelum orangtuanya menikah, saat itu ibunya tidak tahu jika ayah lisa memiliki istri siri.

Puncaknya saat ibu lisa sakit-sakitan dan dibawa ke dirumah sakit,bukannya menjenguk istrinya yang sakit, dia malah membawa istri sirinya kerumah dan langsung menikahinya secara resmi.

Mereka juga telah miliki anak yang umurnya lebih tua dari lisa, meskipun begitu lisa selalu menganggapnya kaka tiri.

"maaf lis aku gak bermaksud bertanya begitu!".mita menunduk malu,merasa bersalah atas ucapannya tadi.

"kamu gk usah merasa begitu, lagian aku tetap merasa bahagia kok, selama kamu tetap ada disisiku".lisa memeluk mita dengan erat.

"kita akan tetap bersama, melewati suka duka bersama, bahagia bersama," mita membalas memeluk lisa dengan sama eratnya.

"udah.....udah,ayo kita ke kelas sekarang,keburu telat," lisa menggandeng tangan mita menuju kelas.

"iya-iya sabar,aku bayar dulu".

"kamu juga bayar, masa cantik-cantik ngutang".

"hhahahhaha". Lisa dan alice tertawa bersama, sontak hal tersebut benar benar membuat seluruh orang dikantin menatap dia dengan aneh.

"Becanda mulu dari tadi, kapan bayarnya nih".

"iya-iya, nih kartu atm aku, hari ini aku yang terkatie kamu makan".

"Makacih cayank aku yang baik hati".

"Cama-cama beb, love you".

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

ng👍 like aja.. thor.

2022-10-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!