Di tengah malam semua orang memilih tidur lebih awal,sedangkan leksa pergi ke ruang perpustakaan untuk mencari sesuatu.
Tanpa dia sadari lisa mengikuti dari belakang, lisa ingin tahu kenapa larut malam begini leksa tidak langsung memilih tidur.
Leksa duduk dan membuka buku albumnya di laci meja belajar, disana tertempel foto-foto masa kecilnya dari bayi hingga umur 15 tahun. Foto kebersamaannya bersama keluarga dan seorang gadis kecil seumurannya.
Air mata mulai bergenang di mata leksa," Ku harap kalian telah bahagia disana, tanpa hadirku!".
Leksa kembali memikirkan kehidupan masalalunya, dia mengingat dimana dalam suka dan duka gadis ini selalu menemaninya hingga akhirnya karena kekecewaan kepada orangtuanya membuat dia memilih kabur dari keluarga dan meninggalkan impiannya.
Sejak saat itu dia tidak pernah bertemu dengannya, dia hidup sebatangkara sendirian dengan sisa tabungannya. Kehidupan yang bergelimang harta berubah menjadi kehidupan yang sederhana.
Setelah meninggalkan keluarga dia memiliki tujuan yang sama tapi cara yang berbeda, saat masih di keluarga dia memiliki segala sumber daya tapi saat meninggalkannya dia harus berusaha dari nol.
Dengan bekal pengetahuan yang dipelajari saat kecil dia mulai belajar, mengejar sebuah prestasi agar semua orang tahu dia orang yang cerdas dan memiliki masa depan yang cerah.
Leksa banyak mengalami kegagalan karena kurangnya koneksi serta kekuatan yang dimiliki terlalu lemah. Dan dengan keberuntungannya ditahun lalu adalah titik balik dalam hidupnya, bisnis pupuk yang mulai menyebar keseluruh negri dengan pesat tanpa hambatan.
Dia diam termenung sendiri, Tiba tiba seseorang duduk di pangkuannya dan memeluk lehernya. Leksa kaget mendapat perlakuan itu, dia menatap lisa dengan aneh.
Gadis yang anggun dengan atitude yang baik serta dengan harga diri yang tinggi, bahkan dia tidak ingin ada laki-laki yang menyentuhnya di kampus. Tapi kali ini tidak sesuai dengan bayangannya.
"Kamu tidak usah risih, aku hanya melakukan ini kepadamu dan hal ini tidak setiap saat, ini tergantung mood aku". jawab lisa menggoda.
Lisa mengambil buku di meja dan membacanya di pangkuan leksa, " apa ini foto kedua orangtuamu? siapa gadis kecil yang bersamamu di foto ini? hampir setiap foto dari kecil sampai besar gadis ini selalu bersamamu?". lisa bertanya berturut turut.
"Dia alasanku menolak mengakui kamu tentang hal itu dulu".jawab leksa.
"Apa hubungan kamu dengannya?".
"Aku tidak tahu, tapi aku merasakan sesuatu hal yang aneh dari sikap kakek nenek kepada aku dan dia".
"Apa kakek nenek kamu mengatakan sesuatu kepadamu?". Tanya lisa semakin gencar.
" Mereka mengatakan jika aku dengan dia telah ditakdirkan bersama sejak kecil, dan aku........". leksa menjawab ragu.
Lisa semakin mengeratkan pelukannya," dan apa?".
"Dan aku sering disuruh tidur satu kamar, mereka mengatakan hal ini agar lebih terbiasa".
Lisa semakin mengencangkan pelukannya, dia tidak rela berbagi pria dengan wanita lain, dia berpikir "Tidak mungkinkan mereka telah diikat dalam hubungan sejak kecil".
"Aku ingin tidur denganmu malam ini apa kamu keberatan?".
"hah!". leksa bingung saat ini, dalam hal ilmu pengetahuan, dia orang yang sangat pintar. Tapi saat dihadapkan dengan wanita dia menjadi orang terbodoh yang tidak bisa berpikir sendiri.
Lisa langsung menarik leksa ke kamar tanpa memperdulikan meja belajar yang berantakan. dia langsung memeluk leksa dengan erat, lisa tahu siapa orangtua leksa saat melihat foto kedua orangtuanya. Mungkin, dalam waktu yang tidak ditentukan dia akan berpisah.
Beberapa saat kemudian otak leksa baru berpikir lagi, dia kaget mereka bisa tidur bersama padahal tidak ada ikatan hubungan. Setelah merasakan pelukan lisa yang sangat erat, dia memutuskan untuk menyerah, dia tidak ingin wanita ini merasakan sakit karena penolakannya.
Keesokan pagi leksa kembali melakukan aktifitas biasa,di dapur di melihat lia sedang memasak sedangkan kedua wanita lainnya masih tertidur pulas.Leksa ikut membantu memasak dan menghidangkan makanan di meja makan.
lisa dan mita baru datang setelah hidangan siap,mereka makan dengan riang disertai candaan masing-masing.
Setelah aktifitas makan, mereka mulai kembali berkuliah di kampus, sedangkan lia diantar oleh supir yang baru direkrut ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Leksa tidak mengantar lia karena banyak urusan kampus yang tertunda setelah acara kemarin serta laporan kegiatan yang mereka lakukan beserta foto dokumentasi.
"Dimana arga?, kenapa aku tidak melihatnya".tanya leksa
"kami tidak tahu, dari kemarin dia tidak pernah muncul atau menghubungi kita".
"aku sangat mengantuk, kalian lanjutkan dulu". sesorang mengangkat tangannya.
"Aku juga ada urusan, nanti kita selesaikan".
"ya, aku masih lelah dengan perjalanan semalam".
"oke, kita lanjutkan besok".Leksa hanya bisa pasrah, dia juga memiliki banyak urusan.
Di sianghari mita memutuskan pulang kerumah, sedangkan lisa tetap tinggal dirumah leksa, dia bosan jika harus tinggal sendiri di apartemen. Lagipula lisa sangat senang dekat dengan leksa meskipun hanya diam-diam.
Leksa pulang berjalan kaki menuju mobilnya yg diparkir jauh dari kampus,hal itu memang alasan leksa untuk menghindari sesuatu yang tidak diperlukan.
Di perjalanan leksa bingung dengan kondisi yang biasanya ramai, sekarang menjadi sepi, tiba-tiba dua orang datang mencoba menyekapnya dari belakang.
Leksa yang memang ahli dalam pertarungan langsung menghajarnya.pertarungan semakin liar setelah lebih banyak orang berdatangan.
Dia semakin terkepung saat ini, tiba-tiba sekelompok orang datang membantunya dari belakang. Mereka berhasil merangsak masuk bertarung bersama leksa dan berhasil memenangkan pertarungan.
Tapi karena kelengahannya, dia mendadak pusing, dia sadar jika dirinya telah dibius oleh orang yang menolongnya.
Saat sadar dia mendapati dirinya berada di dalam mobil mewah yang di kawal mobil landrover hitam anti peluru dengan total 9 mobil.
"Kamu sudah sadar tuanmuda".Tanya sopir yang mengemudikan mobilnya.
"Siapa kalian, kenapa menangkapku?".
"nyonya besar memerintahkan kami membawa tuan muda kembali ke rumah nyonya muda".
"nyonya muda?".
Mereka mengangguk, orang itu mengambil buku kecil dari laci dan memberikan kepada leksa.
"buku nikah?".
leksa membaca buku kecil itu,dia menyadari jika dirinya telah menikah sejak umur 5tahun. Saat itu dia kira hanya permainan anak kecil yang memang di hari itu ada kakeknya dan nenek dari gadis itu serta beberapa orang yang tidak dikenal.
Leksa menghela nafas menutup mata, " kita akan kekota mana".
"Kita akan ke ibukota aleksandria bertemu nyonya besar, sedangkan nyonyamuda sedang diluar negri untuk belajar".
Bersama pengawal yang dikirim nyonya besar, leksa take out dari bandara kota eksander. Sebelum itu sesuai ijin para pengawal leksa juga menghubungi lisa jika dia tidak pulang beberapa hari.
Leksa juga mengintruksikan agar lisa menyiapkan berkas-berkas untuk pernikahan mereka. Menurut leksa nyonya besar pasti sudah tahu dengan hal ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments