Di sore hari yang cerah disekitar kampus, leksa sedang membereskan peralatan penelitian yang habis dipakai teman-temannya serta dirinya sendiri.
Hampir setiap berkuliah, dia selalu menyembatkan diri ke laboratorium penelitian universitas entah untuk bersih-bersih lab ataupun memebereskan peralatan.
Saat leksa sedang sedang mengepel lantai tiba-tiba pintu terbuka,lisa masuk dan menengok kanan kiri mencoba mencari apakah ada orang di dalam lab.Di saat dia menengok ke pojokan di samping pintu,dia menatap seorang pemuda seumuran yang juga sedang menatap dirinya,alhasil mereka berdua saling bertatapan.
Saat lisa melihat matanya,dia menjadi teringat akan malam yang ingin dilupakan akhir-akhir ini,malam dimana dia melakukannya pertama kali, malam dimana dia kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.
Leksa yang sedang menatap mata lisa akhirnya sadar,dia menundukan kepala pura-pura tidak melihatnya lalu melanjutkan pekerjaannya.
lisa menatap leksa dengan glagat aneh,dia awalnya ingin mengambil barang-barangnya yang tertinggal siang tadi, tapi saat melihat orang yang dia rasa kenal,dia melupakan tujuan pertamanya.
Dia berjalan pelan ke arah leksa hingga sampai di depannya,dia menatap wajah leksa dari samping yang menunduk sambil mengerjakan pekerjaannya mengepel lantai.
"apakah kita pernah bertemu?"tanya lisa dengan ragu.
Leksa menatap lisa saat dia menanyainya."ya,kita pernah bertemu tadi pagi di gerbang kampus!".
"maksudku sebelum pertemuan tadi pagi?".lisa bertanya sambil ternyum.
"Aku tidak ingat kapan kita pernah bertemu".leksa mengalihkan pandangannya dari mata seorang gadis yang dia sangat ingat tentang kejadian malam itu.
"apa kamu yakin tidak pernah bertemu denganku,apakah kamu tidak mengenaliku?".lisa menatap leksa dengan berlinang airmata,dia tahu leksa sedang berbohong padanya.
saat lisa berhubungan dengan leksa di malam itu,dia masih setengah sadar.Dia mengingat dengan cukup jelas wajah pemuda itu meskipun penampilannya sangat berbeda tapi dari intuisi wanitanya serta dari perkataan hati mengatakan jika dia pria didepannya adalah orangnya.
Alisa pernah bersumpah jika siapapun yang pernah melakukan hal itu bersamanya maka dia akan menjadi milik pria itu selamanya.
Tapi jika pria itu adalah pria brengsek atau pria itu menolak bersamanya di saat sudah melakukan dengannya maka dia akan bunuh diri untuk menghilangkan rasa malunya.
meskipun malam itu adalah ketidak sengajaan dan dia mencoba melupakan semuanya tapi dia tetep selalu mengingatnya dia saat sebelum tidur ataupun saat melihat pria di depannya.
Dia menatap pria didepannya menunggu jawaban dari pertanyaannya.
"aku..........aku benar-benar tidak tahu kapan kita pernah bertemu,mungkin saya mengenali nona tapi mungkin kamu salah mengenali saya sebagai orang lain" jawab leksa dengan ragu-ragu apakah perkataanya benar jika diucapkan.
Alisa mengangguk-anggukan kepalanya mencoba menahan tangis bercampur rasa kecewanya."maaf menggangumu".
Dia berjalan keluar lab dan menuju mobilnya di parkiran,dia lupa akan tujuannya datang ke lab,saat ini pikirannya sangat kacau.bahkan di saat teman-teman serta sahabatnya bertanya dia mau kemana.Dia tetap terus berjalan dan tidak mendengarkan mereka.
lisa terus mengemudikan mobilnya tanpa tujuan, Ada rasa menyesal telah bertanya dan rasa kecewa akan jawaban pria itu hingga tanpa sadar dia melewati danau di pinggiran kota eksanser.
Danau dimana tempat bagi semua pasangan berkencan menghabis waktu di sore hari,dia meringkuk dan menatap pantulan dirinya dalam air.
Dia terus memikirkan kejadian tadi dikampus,
Dia bergumam dalam hati.
Apakah aku memang salah orang atau dia memang tidak mau mengakuinya.apakah dia merasa aku pelacur sama dengan yang lainnya atau memang dia seorang pria brengsek lainnya yang dikirim saudara tirinya.
berbagai hal terus lisa pikirkan,hingga pada akhirnya dia pulang larut malam dengan lemas, dia memilih tidur di apartemen miliknya sendiri dari pada pulang kerumah.
sementara itu disekolah saat leksa melihat kepergian alisa,dia merasa tidak enak hati.Bukannya dia tidak mau mengakui kejadian itu, Tapi ada suatu hal yang membuatnya sangat sulit menerimanya.
dia kembali melanjutkan aktifitasnya di lab,meskipun dia sudah tidak mood lagi tapi ini adalah tanggung jawabnya.
saat leksa akan pulang, ia menemukan buku catatan kecil serta beberapa barang kecantikan,dia mengambil buku itu dan membacanya.
saat dia melihat nama pemilik buku di sampul belakang buku,dia terjekut karena pemilik buku ini adalah alisa,wanita yang tadi menemuinya.
"Apakah aku harus mengantarkan kepadanya atau biarkan saja tergeletak disini".tanya leksa kepada dirinya sendiri.
"yah......aku antarkan saja kepadanya saat bertemu sekalian aku akan menjelaskan yang sebenarnya",leksa menghela nafas.
dia mengemasi semua barang alisa dan pergi kerumah miliknya yang baru selesai dibangun,sebernanya hari ini adalah pertama kalinya dia datang kerumah ini.Rumor yang beredar disekitar kampus memanglah benar,dia memang memiliki aset ratusan juta tapi dengan penampilannya yang sederhana membuat banyak orang tidak mempercayai rumor itu.
Bahkan ada yang bilang jika leksa hanya berpura-pura kaya agar mendapatkan wanita cantik.Tpi leksa tetap tidak mempedulikannya,toh tidak ada untungnya bagi leksa sendiri.
dia melihat sekeliling rumahnya,dia melihat dekorasinya sangat modern sesuai dengan rancangan yang digambarnya.
Dari luar rumah,Terlihat rumah ini memiliki 2 lantai.Dimana di lantai satu terdapat garasi,ruang makan,ruang tamu,dapur,kamar tamu.
Dilantai 2 terdapat beberapa kamar tidur,perpustakaan buku,ruang kerja serta balkon.
Didepan rumah terdapat taman dengan bunga berbagai jenis tertanam rapih.Di samping kiri dan kanan terdapat kebun sayuran serta kebun buah buahan,meskipun tidak terlalu besar tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
sedangkan di belakang rumah terdapat kolam renang yang cukup besar dilengkapi berbagai peratan bersantai layaknya di pantai, bahkan di pojokan terdapat rumah kayu tempat bersantai.
Rumah ini juga terdapat ruangan bawah tanah.dimana di ruangan tersebut leksa membangun sebuah laboratorium dan ruangan komputer dengan spek terbaik di negara ini.
Diruangan bawah tanah juga terdapat banker sebagai perlindungan dalam situasi terburuk.Di dalam banker juga telah disediakan stok makanan kaleng dengan jumlah yang cukup bagi sepuluh orang dalam seminggu.
Leksa sangat puas dengan keseluruhan rumah, tinggal keamanan rumah saja yang belum diselesaikan.
dalam 4 hari terakhir,waktu dihabiskan leksa untuk membuat keamanan rumahnya,seperti sensor wajah dan gerakan yang dapat membuka gerbang atau pintu secara otomatis.
Sensor keamanan anti pencurian,di
mana saat ada orang yang membuka gerbang secara paksa maka jendela kaca dan pintu masuk rumah akan ditutup dengan plat baja secara otomatis.ada juga beberapa keamanan lainnya yang tidak kalah canggih dari yang lain.
Sejak kecil memang leksa bisa dibilang seorang jenius, dia selalu belajar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan,seperti hukum,kedokteran,manajemen bisnis,bela diri,eknomi serta berbagai hal lainnya. Tapi setelah dia kabur dari rumah, dia hanya memfokuskan diri dalam IT, beladiri dan penelitian.
Setelah menyelesaikan semua kebutuhannya leksa melanjutkan membeli bahan makanan untuk beberapa hari, bagaimanapun kebun sayuran yang baru ditanam tidak bisa dipanen secepat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments