Ingin Kembali

Saat tiba di rumah setelah pulang dari rumah sakit, Sheryn dan Melvin langsung di hadang oleh Laura. "Sheryn, apa maksudmu mengeluarkan semua barang-barangku dari kamarku?" Tatapan Laura dipenuhi oleh amarah.

Dia sangat terkejut ketika melihat beberapa penjaga rumahnya mengosongkan kamarnya lalu memindahkannya barang-barangnya ke lantai bawah, ke kamar yang lebih kecil dari yang semula dia tempati.

Sheryn terlihat menanggapi santai kemarahan Laura. "Kamarmu? Sheryn tertawa kecil, "Laura, kamar itu adalah kamarku. Dari awal kamar itu memang sudah menjadi milikku. Seharusnya kau ijin terlebih dulu padaku jika ingin menempatinya. Jangan berlagak seperti kamar itu milikmu. Apa kau lupa rumah siapa ini?"

Sheryn menampilkan wajah sinisnya pada Laura, kemudian berkata, "Mulai sekarang kamarmu di bawah, jika tidak suka, silahkan pergi dari sini," ucap Sheryn dengan acuh tak acuh.

Laura mengepalkan tangannya dengan wajah geram. "Kau ...." Tangan Laura terangkat, ingin menampar Sheryn, tetapi ditangkap oleh Melvin.

"Lepaskan tanganku bodoh!" teriak Laura dengan wajah marah sambil menoleh pada Melvin. "Jangan ikut campur masalahku dengan ja-lang ini," lanjut Laura lagi

Mendengar Sheryn dihina, tubuh Melvin seketika mengeluarkan aura dingin.

"Awwwww." Laura merintih kesakitan ketika merasakan cengkaram kuat tangan Melvin.

Melihat Laura kesakitan, Sheryn kemudian memegang lengan Melvin dengan lembut agar dia mau mendengarkannya. "Melvin, lepaskan. Jangan menyakitinya."

Dia takut kalau Melvin akan mematahkan tangan Laura kalau dia tidak buru-buru menghentikannya. Bagaimana pun, dia tidak bisa menebak isi pikiran Melvin saat ini.

Sorot mata Melvin yang semula menajam, perlahan melembut setelah mendapatkan sentuh lembut dari Sheryn. Cengkraman tangannya melemah dan kemudian terlepas. Melvin kembali mundur dengan wajah bodohnya.

Laura memegang pergelangan tangannya yang sakit sambil meringis. "Dasar orang gila." Laura buru-buru pergi meninggalkan Sheryn dan Melvin saat dia melihat sekilas tatapan mengerikan dari Melvin.

Melihat Lauran turun ke bawah, Sheryn mendekati Melvin. "Melvin, mulai sekarang jangan pernah melukai dia. Kau tenang saja. Aku bisa mengatasinya."

Sheryn hanya takut kalau Melvin melukai Laura dan membuat Melvin terlibat masalah. Bagaimana pun saat ini, Harry sudah menjadi suaminya. Harry bisa saja memenjarakan Melvin jika dia melukai istrinya.

*********

Tiba acara makan malam. Di sebuah ruangan makan yang berukuran sangat besar, sudah berkumpul dua orang wanita dan 1 orang pria yang di belakang mereka sedang berdiri beberapa pelayan, sementara Sheryn dan Melvn sedang berjalan menuju ruang makan. Baru saja memasuki ruang makan, Sheryn sudah disambut pertanyaan dari seorang pria yang duduk di samping Laura.

"Sheryn, kenapa kau bisa di sini? Semenjak kapan kau pulang?"

Pria itu memandang ke arah Sheryn dengan wajah terkejut, lebih terkejut lagi saat melihat Sheryn sedang berjalan bersama dengan seorang pria.

"Kakak ipar, lama tidak berjumpa," ucap Sheryn sambil tersenyum pada pria itu.

Kakak ipar? Mendengar hal itu, Harry tidak tahan untuk tidak mengerutkan keningnya. Selain heran, ada tatapan kecewa juga dalam sorot matanya.

Dengan menyebutnya seperti itu, Sheryn sudah memperjelas mengenai hubungan mereka berdua. Di masa lalu, mereka adalah kekasih, tapi saat ini, dia sudah menikah dengan kakak tiri Sheryn, sudah jelas kalau Sheryn sengaja mengatakan hal itu untuk memberikan jarak di antara mereka berdua.

Meskipun kecewa, Harry terlihat sudah bisa menetralkan perasaannya dan menampilkan senyumnya terpaksanya. "Kenapa tidak memberitahuku? Aku bisa menjemputmu kalau tahu kau akan pulang."

Laura yang berada di samping Harry, langsung mengepalkan tangannyadi bawah meja seraya menatap Sheryn penuh benci. Meskipun dia sudah menikah dengan Harry, tapi Laura merasa kalau Harry belum sepenuhnya mencintainya. Dia memang sudah mendapatkan tubuhnya, tetapi tidak dengan hatinya. Harry terkadang masih bersikap dingin padanya.

Sheryn duduk berdampingan dengan Melvin dan bersebarangan dengan Lauran dan Harry. "Tidak perlu sampai merepotkan Kakak Ipar. Aku tidak mau menimbulkan gosip buruk nantinya."

Harry bisa merasakan kalau Sheryn berusaha untuk menghindarinya. Melihat sikap dingin Sheryn padanya, membuat hari Harry resah. "Siapa pria ini?" Harry menatap Melvin sejenak lalu melemparkan tatapan penuh tanya pada Sheryn.

"Dia adalah kekasih, Sheryn. Benar, kan, Sheryn?"

Laura yang menjawab pertanyaan suaminya sebelum Sheryn sempat membuka mulutnya. Diam-diam Sheryn menarik salah satu sudut bibrinya ke atas saat melihat kecemasan dalam sorot mata Laura. Sheryn bisa merasakan kalau Lauran menganggapnya sebagai ancaman besar dalam hubungan rumah tangganya.

Mendegar itu, Harry menoleh sekilas pada istrinya lalu beralih menatap Sheryn. "Benarkah itu, Sheryn?" Harry terlihat tidak percaya begitu saja dengan ucapan Laura.

Melvin yang sedari tadi hanya diam dengan wajah bodohnya, kemudian mengangkat kepalanya menoleh ke arah Sheryn.

"Lapar."

Harry mengerutkan keningnya. Awalnya, dia memang merasa ada yang aneh pada pria yang duduk di sebelah Sheryn saat melihat tatapannya, tapi ketika melihatnya berbicara seperti anak kecil dan menampilkan wajah bodohnya, membuat Harry menarik satu kesimpulan, yaitu pria yang diduga kekasih Sheryn itu bukankanlah pria normal.

"Maaf Melvin," ucap Sheryn sambil menoleh padanya, "aku sampai melupakanmu."

"Lebih baik kita makan lebih dulu. Kita bisa berbincang lagi nanti," timpal Ibu tiri Sheryn.

Semuanya mengangguk. Meskipun Harry belum puas karena belum mendengarkan langsung dari mulutnya, tetapi dia tidak bisa mendesak Sheryn untuk menjelaskan padanya, terlebih lagi ada istrinya di sana. Harry jelas tahu kalau hubungan istrinya dan Sheryn tidak baik.

Selesai makan malam. Sheryn dan Melvin langsung menuju ke atas tanpa berpamitan kepada ketiga orang yang masih ada di meja makan. Sheryn berjalan ke kamar tamu yang tidak jauh dari kamar Melvin. Saat dia akan memasuki kamarnya, seseorang sudah menarik tangannya lalu membawanya ke sudut ruangan yang kosong.

"Harry, apa kau sudah gila?" Sheryn menghempaskan tangan Harry setelah mereka berada di sudut ruangan kosong.

"Aku hanya ingin berbicara denganmu sebentar." Harry menghampiri Sheryn yang sedang berdiri dekat tembok.

Melihat Harry semakin dekat, Sheryn berkata, "Harry, diantara kita, sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Lebih baik kau kembali ke kamarmu, sebelum Laura menemukan kita di sini. Aku tidak mau dia salah paham pada kita." Sheryn memalingkan wajahnya ke samping, menghindari tatapan Harry padanya.

Harry tidak menghiraukan perkataan Sheryn dan justru berdiri di depan Sheryn dengan menyisakan sedikit jarak di antara mereka berdua. "Aku tidak peduli dengannya. Sheryn, siapa pria yang pulang bersamamu?"

Mendengar pertanyaan Harry, Sheryn tidak bisa menahan senyum sinisnya. "Dia siapa, itu tidak penting bagimu. Kenapa? Apa kau cemburu dengannya?"

"Jadi kau sengaja membawanya ke rumah ini untuk membuatku cemburu?"

Sheryn memandang Harry dengan wajah mencemooh. "Untuk apa aku membuatmu cemburu. Aku sudah memiliki pria yang aku cintai dan itu bukan dirimu."

Tangan Harry mengepal secara perlahan. "Aku tahu kau berbohong padaku, tidak mungkin kau mencintai pria bodoh seperti dia. Kau masih mencintaiku, kan?"

Dulu memang Sheryn sangat mencintai Harry, dia bahkan selalu menempel padanya. Di kota K, semua orang tahu mengenai masa lalu Sheryn dengan Harry. Semua orang bahkan tidak sabar melihat pernikahan mereka karena menganggap mereka adalah pasangan yang sangat cocok.

"Tuan Harry sepertinya lupa. Akan aku ingatkan kembali, takut kalau kau sudah lupa. Aku sudah tidak mencintaimu lagi. Perasaan cintaku sudah hilang bersamaan dengan berakhirnya hubungan kita."

Harry menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak. Aku tidak percaya. Aku tahu kau masih marah padaku karena masalah dulu."

Harry kemudian meraih tangan Sheryn lalu berkata, "Kembalilah padaku. Aku masih mencintaimu. Aku akan menceraikan Laura secepatnya."

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

enak banget kla ngomong ya harry..

2024-12-21

0

Edah J

Edah J

Jangan mau lah
kayak ga ada lg laki didunia ini😏

2022-12-08

0

Ratna Agustian

Ratna Agustian

Ogah udah bekas Laura ya,,,
keenakan kamu udah puas sm laura minta balikan lagi 😂😂😂

2022-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Menemukan Pria Pingsan
2 Melakukan Pemeriksaan
3 Membawanyanya Pulang
4 Akan Merawatmu
5 Mengajak ke Taman
6 Di Bully
7 Melvin Marah
8 Makan di Restoran
9 Tidak Sengaja Bertemu
10 Tidak Suka Dengannya
11 Berdebar
12 Kedatangan Seseorang
13 Melamar?
14 Perasaan Zhan
15 Harus Pergi
16 Permintaan Sheryn pada Zahn
17 Bersiap Untuk Pulang
18 Pulang
19 Pura-Pura Baik
20 Ingin Kembali
21 Ayo Menikah
22 Visual
23 Membahas Masa Lalu
24 Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25 Tidak Punya Hati
26 Pelukan Melvin
27 Amarah Melvin
28 Menghina
29 Ingin Bercerai
30 Jangan Kembali
31 Syarat Aric
32 Perdebatan
33 Niat Tersembunyi Aric
34 Pergi
35 Kejanggalan
36 Kembali
37 Mengingatkan Pada Seseorang
38 Akan Melindunginya
39 Rencana Melvin
40 Menahannya Sejenak
41 Alergi
42 Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43 Bantuan dari Melvin
44 Sebuah Kesepakatan
45 Tugas Stein
46 Pengaturan Melvin
47 Bertemu Dengan Musuh
48 Mengejutkan
49 Pemintaan Sheryn
50 Sangat Menjijikkan
51 Hancurnya Keluarga Chen
52 Janji
53 Kunjungan Melvin
54 Menyusul
55 Mengerjai Sheryn
56 Bertemu Setelah Sekian Lama
57 Saling Merindukan
58 Membujuk Melvin
59 Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60 Festival
61 Mulai Curiga
62 Melvin Anderson
63 Mengatakan Yang Sebenarnya
64 Bersikap Dingin
65 Niat Busuk Laura
66 Tidak Sesuai dengan Rencana
67 Perbincangan di Malam Hari
68 Nasib Sial Laura
69 Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70 Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71 Pergi ke Negara H
72 Veronica Cheryl Wu
73 Penjelasan Melvin
74 Bertemu Dengan Seseorang
75 Rencana Pindah
76 Ditolong Seseorang
77 Pemintaan Sheryn
78 Kembali Berjumpa
79 Tawaran Alan
80 Alan
81 Hari Pertama Bekerja
82 Rencan kepergian Xena
83 Permintaan Maaf
84 Rasa Bersalah Melvin
85 Kejutan Tidak Terduga
86 Dicampakkan
87 Kejutan Melvin
88 Harus Tertunda
89 Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90 Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91 Lelah
92 Sikap Posesif Melvin
93 Bertemu Alan
94 Menghilang
95 Ancaman Alan
96 Menyelamatkan Sheryn
97 Sama-sama Melukai
98 Malaikat Kecil
99 Kejutan Dari Harry
100 Berita Kehamilan
101 Pembicaraan Harry dan Melvin
102 Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103 Kegiatan Ibu Hamil
104 Harta Milik Alan
105 Anggota Baru Keluarga Anderson (END)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Menemukan Pria Pingsan
2
Melakukan Pemeriksaan
3
Membawanyanya Pulang
4
Akan Merawatmu
5
Mengajak ke Taman
6
Di Bully
7
Melvin Marah
8
Makan di Restoran
9
Tidak Sengaja Bertemu
10
Tidak Suka Dengannya
11
Berdebar
12
Kedatangan Seseorang
13
Melamar?
14
Perasaan Zhan
15
Harus Pergi
16
Permintaan Sheryn pada Zahn
17
Bersiap Untuk Pulang
18
Pulang
19
Pura-Pura Baik
20
Ingin Kembali
21
Ayo Menikah
22
Visual
23
Membahas Masa Lalu
24
Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25
Tidak Punya Hati
26
Pelukan Melvin
27
Amarah Melvin
28
Menghina
29
Ingin Bercerai
30
Jangan Kembali
31
Syarat Aric
32
Perdebatan
33
Niat Tersembunyi Aric
34
Pergi
35
Kejanggalan
36
Kembali
37
Mengingatkan Pada Seseorang
38
Akan Melindunginya
39
Rencana Melvin
40
Menahannya Sejenak
41
Alergi
42
Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43
Bantuan dari Melvin
44
Sebuah Kesepakatan
45
Tugas Stein
46
Pengaturan Melvin
47
Bertemu Dengan Musuh
48
Mengejutkan
49
Pemintaan Sheryn
50
Sangat Menjijikkan
51
Hancurnya Keluarga Chen
52
Janji
53
Kunjungan Melvin
54
Menyusul
55
Mengerjai Sheryn
56
Bertemu Setelah Sekian Lama
57
Saling Merindukan
58
Membujuk Melvin
59
Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60
Festival
61
Mulai Curiga
62
Melvin Anderson
63
Mengatakan Yang Sebenarnya
64
Bersikap Dingin
65
Niat Busuk Laura
66
Tidak Sesuai dengan Rencana
67
Perbincangan di Malam Hari
68
Nasib Sial Laura
69
Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70
Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71
Pergi ke Negara H
72
Veronica Cheryl Wu
73
Penjelasan Melvin
74
Bertemu Dengan Seseorang
75
Rencana Pindah
76
Ditolong Seseorang
77
Pemintaan Sheryn
78
Kembali Berjumpa
79
Tawaran Alan
80
Alan
81
Hari Pertama Bekerja
82
Rencan kepergian Xena
83
Permintaan Maaf
84
Rasa Bersalah Melvin
85
Kejutan Tidak Terduga
86
Dicampakkan
87
Kejutan Melvin
88
Harus Tertunda
89
Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90
Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91
Lelah
92
Sikap Posesif Melvin
93
Bertemu Alan
94
Menghilang
95
Ancaman Alan
96
Menyelamatkan Sheryn
97
Sama-sama Melukai
98
Malaikat Kecil
99
Kejutan Dari Harry
100
Berita Kehamilan
101
Pembicaraan Harry dan Melvin
102
Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103
Kegiatan Ibu Hamil
104
Harta Milik Alan
105
Anggota Baru Keluarga Anderson (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!