Melvin Marah

Sheryn menghela napas, mengambil tisu dari tasnya, menyeka wajah Melvin, kemudian beralih pada bajunya yang basah. Setelah selesai, Sheryn baru teringat dengan ice cream yang di pesan oleh Melvin. Dia seketika berdiri sambil mengulurkan tangannya pada Melvin.

"Ayo kita pergi. Aku akan membelikanmu ice cream lagi. Lebih baik kita makan di sana saja."

Ketika mereka akan menyebarang, dari arah belakang ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dan itu tidak disadari oleh Sheryn. Dengan gerakan cepat, Melvin menarik tangan Sheryn hingga berada pelukannya.

"Sheryn, apa kau baik-baik saja?" Melvin menunduk menatap wajah Sheryn dengan wajah serius dan panik.

Sheryn yang nampak masih syok dan tidak menyadari kalau Melvin sedang berbicara dengannya. Beberapa detik kemudian Sheryn mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan wajah cemas Melvin. Ini pertama kalinya dia melihat ekpresi wajah Melvin yang seperti itu.

Dia mengerutkan kening ketika menyadari sesuatu yang aneh. "Apa kau tadi yang bertanya padaku?"

Saat Melvin berhasil menyelamatkannya tadi, Sheryn seperti mendengar kalau Melvin bertanya mengenai keadaannya, tetapi dari suaranya, terdengar seperti bukan Melvin yang biasanya.

Melvin melepaskan pelukannya lalu menatap bingung pada Sheryn. Wajah yang terlihat cemas tadi sudah tidak ada lagi.

"Sepertinya aku berhalusinasi," ucap Sheryn sambil tersenyum.

Dia menarik tangan Melvin, kali ini dia memastikan dulu tidak ada kendaraan yang akan lewat saat dia mau menyebrang jalan. Setiba di kedai ice cream, Sheryn menyuruh Melvin untuk duduk sementara dirinya yang memesan ice cream.

"Karena kau sudah menolongku, aku membelikanmu ice cream ukuran jumbo." Melvin menatap ice cream yang ada di depannya, seketika dia tersenyum bodoh.

Sheryn meletakkan kedua tangannya yang ditekuk di atas meja kemudian menatap pada Melvin. "Melvin, apa kau tahu kalau wajahmu sangat tampan saat tersenyum?"

Melvin hanya diam dan menampilkan sorot mata bingung.

*******

"Melvin, aku pergi kerja dulu. Makanan sudah aku siapkan di meja makan. Ingat, jangan pergi ke mana-mana. Kau harus tetap di rumah. Jangan membuka pintu untuk orang lain," ucap Sheryn ketika dia sudah mau berangkat bekerja.

Bulu mata Melvin terangkat lalu dia menatap sejenak ke arah Sheryn dengan wajah polosnya.

"Apa kau mengerti yang aku katakan?" tanya Sheryn memastikan.

Melvin mengangguk. "Iyaa."

Saat malam hari, Melvin terus melihat ke arah pintu seperti sedang menunggu seseorang. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tetapi Sheryn belum juga pulang. Biasanya pukul 6 malam dia sudah sampai di rumah. Sewaktu pagi tadi, Sheryn tidak mengatakan kalau dia akan pulang terlambat.

Sejam sudah berlalu, Sheryn belum juga pulang dan sejak jam 8 tadi Melvin menunggu Sheryn di ruang tamu. Ketika mendengar suara mobil di depan rumahnya, Melvin langsung melihat keluar melalui jendela ruang tamu.

Dia melihat Sheyn turun dari sebuah mobil mewah dari satu sisi dan di sisi lain seorang pria juga turun. Mereka terlihat sedang berdiri berhadapan sambil berbicara. Setelah melihat pemandangan itu,

melangkah masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan kuat. Sheryn yang baru saja akan masuk ke rumah, tentu saja mendengar suara keras tersebut. Dia buru-buru masuk untuk melihat bunyi apa yang dia dengar tadi.

Karena tidak menemukan apapun, Sheryn mulai menerka-nerka. Dia berjalan ke arah kamar Melvin dan hendak membukanya setelah dia mengetuk pintu, tetapi tidak bisa. Pintu kamar terkunci dari dalam.

"Melvin, buka pintunya, aku ingin masuk." Sheryn berteriak sambil mengetuk pintu kamar Melvin berkali-kali.

"Melvin, kau sedang apa? Buka pintunya sebentar." Tidak ada jawaban dari dalam.

"Apa kau marah karena aku terlambat pulang?" Belum ada jawaban juga dari Melvin, "maafkan aku Melvin. Ada kerjaan yang harus aku selesaikan hari ini juga, maka dari itu, aku tidak bisa pulang tepat waktu. Tolong buka Melvin. Aku membawakanmu makanan kesukaanmu."

Setelah menunggu beberapa saat, pintu belum juga terbuka. "Baiklah, aku akan pergi jika kau tidak mau membuka pintunya."

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

🤣🤣🤣 Cemburu dia,,Sheryn gak peka banget..

2023-05-09

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Pasti di traktir nih,hemat uang Sheryn buat makan,rezeki anak solehah yg menolong org susah..😁

2023-05-09

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Melvin itu lagi Cemburu Sher,mana mau dia makan de pria lain,,😂😂 Capek2 dia nunggu kamu pulang dan kawatir kamu pulang malam,Eh saat pulang malah dia liat kamu pulang di antar pria lain,Makanya dia marah,😅😅😜😜

2023-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Menemukan Pria Pingsan
2 Melakukan Pemeriksaan
3 Membawanyanya Pulang
4 Akan Merawatmu
5 Mengajak ke Taman
6 Di Bully
7 Melvin Marah
8 Makan di Restoran
9 Tidak Sengaja Bertemu
10 Tidak Suka Dengannya
11 Berdebar
12 Kedatangan Seseorang
13 Melamar?
14 Perasaan Zhan
15 Harus Pergi
16 Permintaan Sheryn pada Zahn
17 Bersiap Untuk Pulang
18 Pulang
19 Pura-Pura Baik
20 Ingin Kembali
21 Ayo Menikah
22 Visual
23 Membahas Masa Lalu
24 Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25 Tidak Punya Hati
26 Pelukan Melvin
27 Amarah Melvin
28 Menghina
29 Ingin Bercerai
30 Jangan Kembali
31 Syarat Aric
32 Perdebatan
33 Niat Tersembunyi Aric
34 Pergi
35 Kejanggalan
36 Kembali
37 Mengingatkan Pada Seseorang
38 Akan Melindunginya
39 Rencana Melvin
40 Menahannya Sejenak
41 Alergi
42 Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43 Bantuan dari Melvin
44 Sebuah Kesepakatan
45 Tugas Stein
46 Pengaturan Melvin
47 Bertemu Dengan Musuh
48 Mengejutkan
49 Pemintaan Sheryn
50 Sangat Menjijikkan
51 Hancurnya Keluarga Chen
52 Janji
53 Kunjungan Melvin
54 Menyusul
55 Mengerjai Sheryn
56 Bertemu Setelah Sekian Lama
57 Saling Merindukan
58 Membujuk Melvin
59 Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60 Festival
61 Mulai Curiga
62 Melvin Anderson
63 Mengatakan Yang Sebenarnya
64 Bersikap Dingin
65 Niat Busuk Laura
66 Tidak Sesuai dengan Rencana
67 Perbincangan di Malam Hari
68 Nasib Sial Laura
69 Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70 Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71 Pergi ke Negara H
72 Veronica Cheryl Wu
73 Penjelasan Melvin
74 Bertemu Dengan Seseorang
75 Rencana Pindah
76 Ditolong Seseorang
77 Pemintaan Sheryn
78 Kembali Berjumpa
79 Tawaran Alan
80 Alan
81 Hari Pertama Bekerja
82 Rencan kepergian Xena
83 Permintaan Maaf
84 Rasa Bersalah Melvin
85 Kejutan Tidak Terduga
86 Dicampakkan
87 Kejutan Melvin
88 Harus Tertunda
89 Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90 Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91 Lelah
92 Sikap Posesif Melvin
93 Bertemu Alan
94 Menghilang
95 Ancaman Alan
96 Menyelamatkan Sheryn
97 Sama-sama Melukai
98 Malaikat Kecil
99 Kejutan Dari Harry
100 Berita Kehamilan
101 Pembicaraan Harry dan Melvin
102 Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103 Kegiatan Ibu Hamil
104 Harta Milik Alan
105 Anggota Baru Keluarga Anderson (END)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Menemukan Pria Pingsan
2
Melakukan Pemeriksaan
3
Membawanyanya Pulang
4
Akan Merawatmu
5
Mengajak ke Taman
6
Di Bully
7
Melvin Marah
8
Makan di Restoran
9
Tidak Sengaja Bertemu
10
Tidak Suka Dengannya
11
Berdebar
12
Kedatangan Seseorang
13
Melamar?
14
Perasaan Zhan
15
Harus Pergi
16
Permintaan Sheryn pada Zahn
17
Bersiap Untuk Pulang
18
Pulang
19
Pura-Pura Baik
20
Ingin Kembali
21
Ayo Menikah
22
Visual
23
Membahas Masa Lalu
24
Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25
Tidak Punya Hati
26
Pelukan Melvin
27
Amarah Melvin
28
Menghina
29
Ingin Bercerai
30
Jangan Kembali
31
Syarat Aric
32
Perdebatan
33
Niat Tersembunyi Aric
34
Pergi
35
Kejanggalan
36
Kembali
37
Mengingatkan Pada Seseorang
38
Akan Melindunginya
39
Rencana Melvin
40
Menahannya Sejenak
41
Alergi
42
Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43
Bantuan dari Melvin
44
Sebuah Kesepakatan
45
Tugas Stein
46
Pengaturan Melvin
47
Bertemu Dengan Musuh
48
Mengejutkan
49
Pemintaan Sheryn
50
Sangat Menjijikkan
51
Hancurnya Keluarga Chen
52
Janji
53
Kunjungan Melvin
54
Menyusul
55
Mengerjai Sheryn
56
Bertemu Setelah Sekian Lama
57
Saling Merindukan
58
Membujuk Melvin
59
Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60
Festival
61
Mulai Curiga
62
Melvin Anderson
63
Mengatakan Yang Sebenarnya
64
Bersikap Dingin
65
Niat Busuk Laura
66
Tidak Sesuai dengan Rencana
67
Perbincangan di Malam Hari
68
Nasib Sial Laura
69
Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70
Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71
Pergi ke Negara H
72
Veronica Cheryl Wu
73
Penjelasan Melvin
74
Bertemu Dengan Seseorang
75
Rencana Pindah
76
Ditolong Seseorang
77
Pemintaan Sheryn
78
Kembali Berjumpa
79
Tawaran Alan
80
Alan
81
Hari Pertama Bekerja
82
Rencan kepergian Xena
83
Permintaan Maaf
84
Rasa Bersalah Melvin
85
Kejutan Tidak Terduga
86
Dicampakkan
87
Kejutan Melvin
88
Harus Tertunda
89
Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90
Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91
Lelah
92
Sikap Posesif Melvin
93
Bertemu Alan
94
Menghilang
95
Ancaman Alan
96
Menyelamatkan Sheryn
97
Sama-sama Melukai
98
Malaikat Kecil
99
Kejutan Dari Harry
100
Berita Kehamilan
101
Pembicaraan Harry dan Melvin
102
Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103
Kegiatan Ibu Hamil
104
Harta Milik Alan
105
Anggota Baru Keluarga Anderson (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!