Ketika Melvin bangun, dia tidak melihat Sheryn di kamarnya. Dia bangun lalu berjalan keluar kamarnya. Ada sedikit kepanikan dalam sorot matanya. Saat dia melihat Sheryn sedang berada di dapur, senyuman bodoh terbit di wajah tampannya. Dia mengira kalau Sheryn meninggalkannya.
Sheryn yang sedang memasak sesuatu, seketika menoleh ke belakang saat merasa ada yang memperhatikannya. "Kau sudah bangun?"
Sheryn menghampiri Melvin sambil tersenyum setelah mematikan kompornya. Dia sedikit terkejut ketika melihat Melvin berdiri sambil menatap ke arahnya.
Sheryn kemudian mengulurkan tangannya lalu menampilkan ke dahi Melvin. "Demammu sudah turun." Sheryn terlihat lega setelah keadaan Melvin sudah membaik.
Dengan tenang, Melvin menatap Sheryn dengan wajah bodohnya. "Apa kau lapar?"
Melvin sudah tertidur selama 3 jam. Ketika dia bangun, waktu sudah menujukkan pukul 10 pagi.
Melvin mengangguk sambil menjawab. "Iya."
"Baiklah, ayo kita makan." Sheryn mengajak Melvin untuk duduk di meja makan. "Tunggu di sini, aku akan menyiapkan makanannya."
Sheryn berjalan menuju dapur. Dia baru saja membuatkan Melvin bubur ayam. Sebenarnya dia sudah memasak menu lain, tapi karena melihat Melvin sedang sakit, Sheryn berinisiatif membuatkan bubur untuknya.
Selesai makan, Sheryn melihat ada sedikit sisa makanan di bibir Melvin. Dia bangun dari duduknya, meraih tisu di atas meja lalu mencondongkan tubuhnya ke depan, ke arah Melvin hingga menyisakan sedikit jarak antara mereka setelah itu menyeka sudut bibir Melvin.
"Aku akan membereskan meja makan. Pindahlah ke ruang televisi."
Buru-buru Sheryn menarik tubuhnya menjauh dari Melvin ketika menyadari jakrak mereka terlalu dekat. Akhir-akhir ini dia merasakan perasaan aneh jika berdekatan terlalu dekat dengan Melvin. Saat dia sedang membereskan piring di atas meja, dia melihat Melvin berdiri lalu berbalik pergi.
Selesai mencuci piring. Sheryn menatap ke arah ruang televisi dan melihat Melvin sedang duduk menonton televisi. Tatapannya tertuju pada film kartun animasi. Itu adalah nontonan untuk anak-anak. Sheryn terkadang lupa kalau hanya fisik Melvin saja yang seperti orang dewasa, tetapi tingkahnya seperti anak kecil.
Sore harinya, Sheryn mengajak Melvin untuk pergi ke salah satu mall yang dekat dengan rumahnya. Dia menaiki bis bersama dengan Melvin. Beberapa orang terlihat terus menatap ke arah mereka, bahkan ada yang berbisik dan mencibir mengenai kondisi Melvin yang seperti orang idiot. Ada juga yang menyayangkan wajah tampannya yang tidak sesuai dengan kondisinya.
"Orang-orang ini, bagaimana bisa memiliki lidah yang sangat tajam?"
Sheryn berusaha menahan amarahnya. Sebenarnya dia ingin menegur orang yang membicarakan Melvin, tetapi dia tidak mau mencari keributan di depan umum. Akhirnya dia memutuskan untuk diam. Setibanya di mall, Sheryn langsung menuju toko pakaian untuk membelikan pakaian untuk Melvin. Melvin tidak memiliki pakaian lagi di rumahnya. Semua pakaiannya ada di panti.
Selesai membeli pakaian, Sheryn mengajak Melvin untuk ke taman kota yang tidak jauh dari mall karena sore itu cuacanya nampak cerah. Setibanya di taman, mereka bedua duduk di salah satu kursi panjang yang dekat dengan air mancur.
Suasana di taman kota sore itu ramai, banyak orang yang sedang menemani anak-anak mereka bermain di taman tersebut. Ada juga muda-mudi yang sedang duduk sambil mengobrol. Tiba-tiba tatapan Melvin tertuju toko yang ice cream yang berada di sebrang taman tersebut.
"Apa kau mau ice cream?" Sheryn bertanya pada Melvin setelah dia mengikuti ke mana arah tatapan Melvin tertuju.
Melvin menoleh dan mengangguk. "Mau."
"Baiklah. Kau tunggu di sini. Aku akan membelikanmu." Sheryn berdiri, "jangan ke mana-mana," lanjut Sheryn memperingatkan sebelum dia pergi.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Nah baru kamu sadar dan pikir apa yg aku pikir tentang semua itu,,,🙄 tega kamu Sher..😌😌
2023-05-09
0
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan pasti dia jalan kaki pulang dan kehujanan sampai dia demam,,verita mu mengandungi bawang thor 😭😭😭
2023-05-09
0
Edah J
Kasian Melvin berjalan berhari"untuk menemukan tempat yg nyaman untuk disinggahi 😢
2022-12-07
1