Melamar?

Selama ini, hak itu belum pernah dia pikirkan sama sekali. Ada hal yang lebih penting yanf harus dia lakukan lebih dulu sebelum memikirkan soal pasangan hidupnya.

"Aku tidak memiliki waktu untuk mencari pasangan hidup, Zahn."

Zahn terdiam beberapa saat. "Sebaiknya kau mulai memikirkannya. Akan lebih baik kalah ada orang yang bisa kau jadikan sandaran hidupmu. Bagaimana pun wanita tidak bisa hidup sendiri, semandiri apapun wanita itu, pasti tetap membutuhkan laki-laki di sisinya."

Sheryn tertegun sejenak. "Akan aku pikirkan lagi nanti."

Zahn kemudian berdiri. "Kalau begitu aku permisi. Aku masih ada urusan."

Sheryn mengangguk. "Baiklah."

Sebelum Zahn keluar, dia menoleh pada Sheryn yang sedang berdiri sambil menatap ke arahnya. "Sheryn, kapan kau memiliki waktu luang?" tanyanya.

"Aku tidak tahu. kondisi kakakku belum pulih. Memangnya ada apa?"

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Wajah Zahn terlihat serius. "Kabari aku kalau kau sudah memiliki waktu luang."

Sheryn tidak mau terlalu banyak memikirkan hal apa yang akan disampaikan oleh atasanya tersebut. "Baiklah, aku akan mengubungimu nanti."

*******

Hari ini adalah hari libur, Sheryn berencana untuk bertemu dengan Zahn di luar. Pada akhir pekan, Sheryn akan mencari pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilannya. Tapi, mulai pekan ini dia sudah berhenti dan tidak mau mencari pekerjaan sampingan lagi karena merasa lelah dan tenaga yang dia keluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Dia sedang mencari alternatif lain untuk mendapatkan uang.

Sore ini rencananya Sheryn, Melvin dan Zahn akan pergi ke salah satu restoran yang berada di tepi pantai atas usulan Zahn. Tempat itu sengaja dia pilih karena memiliki pemandangan yang indah. Setibanya di sana. Mereka duduk tidak jauh dari bibir pantai menikmati matahari sore dengan pemandangan pantai yang indah.

Mereka terlihat menikmati beberapa hidangan yang terjadi di atas meja setelah Zahn memesan banyak makanan. Sheryn dan Zahn terlihat sesekali mengobrol, hanya Melvin saja yang diam.

"Melvin? Apa kau ingin bermain air?" Sheryn bertanya hal itu karena sedari tadi tatapan Melvin selalu tertuju pada pantai.

Melvin menoleh pada Sheryn dan menggeleng. "Temani saja dia berjalan-jalan sebentar. Mungkin kakakmu malu."

Sheryn memang sudah bercerita pada Zahn mengenai kondisi Melvin yang terlihat bodoh dan idiot. Maka dari itu, dia memaklumi kondisi Melvin yang tidak seperti pria dewasa lainnya. Dia bahkan percaya kalau Melvin adalah kakaknya.

"Baiklah, kamu tunggu di sini. Aku akan menemani Kakakmu sebentar."

Zahn mengangguk. Sheryn menarik tangan Melvin berjalan ke tepi pantai. Dari kejauhan Zahn melihat Sheryn mengajak Melvin berjalan di sekitar pantai. Setelah berjalan selama setengah jam. Melvin duduk di hamparan pasir putih bersama dengan Sheryn selama lima belas menit.

"Melvin, ayo kita kembali." Sheryn mengulurkan tangan pada Melvin untuk mengajak duduk di restoran di mana Zahn berada. Dia merasa tidak enak hati karena sudah meninggalkannya cukup lama. Padahal, mereka ke sana karena ada yang ingin dibicarakan oleh Zahn padanya.

Melvin menggeleng. Entah kenapa sedari tadi tatapannya terus tertuju pada tengah pantai. "Baiklah, kau duduk saja di sini dulu. Aku akan berbicara dengan Zahn dulu."

Melvin hanya diam tidak mengeluarkan kata-kata apapun. Sheryn akhirnya pergi menghampiri Zahn. "Sepertinya kakakmu menyukai pantai," ucap Zahn ketika Sheryn sudah duduk di depannya.

Sheryn menoleh sejenak pada Melvin. "Iyaaa, sepertinya begitu. Aku sudah lama tidak mengajaknya pergi untuk liburan karena sibuk bekerja di akhir pekan," terang Sheryn.

"Jangan terlalu bekerja keras. Uang bisa dicari, kesehatan lebih penting."

Sheryn tesenyum tipis. "Itu karena kau memiliki banyak uang. Bagi kami yang kekurangan, uang sangatlah penting. Kami membutuhkan uang untuk sekedar menyambung hidup."

Raut wajah Zahn terlihat serius. "Sheryn, menikahlah denganku. Aku akan menjamin kehidupanmu akan lebih baik jika bersamaku."

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Rara Kusumadewi

Rara Kusumadewi

sheryn enggak peka..Malvin itu cemburu

2023-10-02

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Caper aja tuh,, Dia gak mau Sheryn nyuekin dia dgn ngobrol sama zahn..😅😅

2023-05-09

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Biasanya kalo sakit kek gitu,tulang belakang patah,apa lagi habis di pukul dgn balok kayu 2X,..pasti patah tuh..🥹🥹

2023-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Menemukan Pria Pingsan
2 Melakukan Pemeriksaan
3 Membawanyanya Pulang
4 Akan Merawatmu
5 Mengajak ke Taman
6 Di Bully
7 Melvin Marah
8 Makan di Restoran
9 Tidak Sengaja Bertemu
10 Tidak Suka Dengannya
11 Berdebar
12 Kedatangan Seseorang
13 Melamar?
14 Perasaan Zhan
15 Harus Pergi
16 Permintaan Sheryn pada Zahn
17 Bersiap Untuk Pulang
18 Pulang
19 Pura-Pura Baik
20 Ingin Kembali
21 Ayo Menikah
22 Visual
23 Membahas Masa Lalu
24 Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25 Tidak Punya Hati
26 Pelukan Melvin
27 Amarah Melvin
28 Menghina
29 Ingin Bercerai
30 Jangan Kembali
31 Syarat Aric
32 Perdebatan
33 Niat Tersembunyi Aric
34 Pergi
35 Kejanggalan
36 Kembali
37 Mengingatkan Pada Seseorang
38 Akan Melindunginya
39 Rencana Melvin
40 Menahannya Sejenak
41 Alergi
42 Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43 Bantuan dari Melvin
44 Sebuah Kesepakatan
45 Tugas Stein
46 Pengaturan Melvin
47 Bertemu Dengan Musuh
48 Mengejutkan
49 Pemintaan Sheryn
50 Sangat Menjijikkan
51 Hancurnya Keluarga Chen
52 Janji
53 Kunjungan Melvin
54 Menyusul
55 Mengerjai Sheryn
56 Bertemu Setelah Sekian Lama
57 Saling Merindukan
58 Membujuk Melvin
59 Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60 Festival
61 Mulai Curiga
62 Melvin Anderson
63 Mengatakan Yang Sebenarnya
64 Bersikap Dingin
65 Niat Busuk Laura
66 Tidak Sesuai dengan Rencana
67 Perbincangan di Malam Hari
68 Nasib Sial Laura
69 Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70 Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71 Pergi ke Negara H
72 Veronica Cheryl Wu
73 Penjelasan Melvin
74 Bertemu Dengan Seseorang
75 Rencana Pindah
76 Ditolong Seseorang
77 Pemintaan Sheryn
78 Kembali Berjumpa
79 Tawaran Alan
80 Alan
81 Hari Pertama Bekerja
82 Rencan kepergian Xena
83 Permintaan Maaf
84 Rasa Bersalah Melvin
85 Kejutan Tidak Terduga
86 Dicampakkan
87 Kejutan Melvin
88 Harus Tertunda
89 Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90 Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91 Lelah
92 Sikap Posesif Melvin
93 Bertemu Alan
94 Menghilang
95 Ancaman Alan
96 Menyelamatkan Sheryn
97 Sama-sama Melukai
98 Malaikat Kecil
99 Kejutan Dari Harry
100 Berita Kehamilan
101 Pembicaraan Harry dan Melvin
102 Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103 Kegiatan Ibu Hamil
104 Harta Milik Alan
105 Anggota Baru Keluarga Anderson (END)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Menemukan Pria Pingsan
2
Melakukan Pemeriksaan
3
Membawanyanya Pulang
4
Akan Merawatmu
5
Mengajak ke Taman
6
Di Bully
7
Melvin Marah
8
Makan di Restoran
9
Tidak Sengaja Bertemu
10
Tidak Suka Dengannya
11
Berdebar
12
Kedatangan Seseorang
13
Melamar?
14
Perasaan Zhan
15
Harus Pergi
16
Permintaan Sheryn pada Zahn
17
Bersiap Untuk Pulang
18
Pulang
19
Pura-Pura Baik
20
Ingin Kembali
21
Ayo Menikah
22
Visual
23
Membahas Masa Lalu
24
Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25
Tidak Punya Hati
26
Pelukan Melvin
27
Amarah Melvin
28
Menghina
29
Ingin Bercerai
30
Jangan Kembali
31
Syarat Aric
32
Perdebatan
33
Niat Tersembunyi Aric
34
Pergi
35
Kejanggalan
36
Kembali
37
Mengingatkan Pada Seseorang
38
Akan Melindunginya
39
Rencana Melvin
40
Menahannya Sejenak
41
Alergi
42
Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43
Bantuan dari Melvin
44
Sebuah Kesepakatan
45
Tugas Stein
46
Pengaturan Melvin
47
Bertemu Dengan Musuh
48
Mengejutkan
49
Pemintaan Sheryn
50
Sangat Menjijikkan
51
Hancurnya Keluarga Chen
52
Janji
53
Kunjungan Melvin
54
Menyusul
55
Mengerjai Sheryn
56
Bertemu Setelah Sekian Lama
57
Saling Merindukan
58
Membujuk Melvin
59
Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60
Festival
61
Mulai Curiga
62
Melvin Anderson
63
Mengatakan Yang Sebenarnya
64
Bersikap Dingin
65
Niat Busuk Laura
66
Tidak Sesuai dengan Rencana
67
Perbincangan di Malam Hari
68
Nasib Sial Laura
69
Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70
Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71
Pergi ke Negara H
72
Veronica Cheryl Wu
73
Penjelasan Melvin
74
Bertemu Dengan Seseorang
75
Rencana Pindah
76
Ditolong Seseorang
77
Pemintaan Sheryn
78
Kembali Berjumpa
79
Tawaran Alan
80
Alan
81
Hari Pertama Bekerja
82
Rencan kepergian Xena
83
Permintaan Maaf
84
Rasa Bersalah Melvin
85
Kejutan Tidak Terduga
86
Dicampakkan
87
Kejutan Melvin
88
Harus Tertunda
89
Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90
Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91
Lelah
92
Sikap Posesif Melvin
93
Bertemu Alan
94
Menghilang
95
Ancaman Alan
96
Menyelamatkan Sheryn
97
Sama-sama Melukai
98
Malaikat Kecil
99
Kejutan Dari Harry
100
Berita Kehamilan
101
Pembicaraan Harry dan Melvin
102
Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103
Kegiatan Ibu Hamil
104
Harta Milik Alan
105
Anggota Baru Keluarga Anderson (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!