Membawanyanya Pulang

Dokter itu menoleh pada Sheryn. "Ikut aku sebentar." Dokter itu berjalan menjauh dari ranjang Melvin lalu menoleh pada Sheryn.

"Sepertinya dia mengalami amnesia, tapi itu hanya dugaan sementara, aku harus melakukan pemeriksaan CT Scan dan pemeriksaan pendukung lainnya, tapi kau tahu sendiri pemeriksaan ini tidak murah, apa kau bersedia menanggung biayanya?"

Saat Sheryn mengatakan kalau dia tidak mengenal pria itu, dokter itu tentu saja harus berdiskusi dulu dengan Sheryn, bagaimana pun pemeriksaan tersebut tidak bisa dilakukan jika tidak ada yang mau menanggung biayanya.

Sheryn berpikir sejenak, dia juga tidak memiliki begitu banyak uang, tapi dia memiliki sedikit tabungan. Jika dia tetap ingin melakukan pemerisaaan itu artinya dia harus memakai semua tabungannya. Pria itu bahjan tidak mengingat siapa dirinya, itu artinya tidak ada yang bertanggung jawab mengenai pengobatannya jika dia tidak mau membayarnya.

"Aku akan menanggung semua biayanya. Dokter bisa lakukan pemeriksaan padanya."

Susah ya susah saja. Kalau uangku habis. Aku akan mencari lagi.

Dokter itu mengangguk. "Kalau begitu silahkan urus dulu pembayarannya, setelah itu baru kami lakukan pemeriksaan selanjutnya."

Sheryn mengangguk. Dia kembali berjalan menuju kasir untuk membayar tagihan lalu kembali ke ruangan IGD. Sebelum Melvin di bawah ke ruangan Radiologi, Sheryn berbicara sebentar pada Melvin. Sebelum berbicara, Sheryn memandang wajah Melvin sejenak. Wajah terlihat masih tenang dan saat menatap Sheryn.

"Melvin, aku Sheryn. Aku mengahabiskan semua tabunganku untuk pemeriksaanmu, aku harap tidak terjadi hal serius padamu. Setelah ini kau akan diperiksa, cukup ikuti apa yang dikatakan Dokter, apa kau mengerti ucapanku?" tanya Sherin sambil sedikit membungkuk menatap ke arah wajah Melvin.

Dengan wajah yang terlihat bodoh, Melvin mengangguk. "Bagus." Sheryn tersenyum senang.

Dia kemudian mengikuti kemana dokter dan perawat membawa Melvin. Saat tiba di depan ruanh Radiologi. Melvin sempat menoleh pada Sheryn. "Semua akan baik-baik saja," ucap Sheryn. Dia berpikir kalau Melvin sedikit takut untuk masuk ke dalam ruangan tersebut, maka dari itu dia menoleh padanya.

Setelah mengucapkan itu, Melvin kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Setelah pintu tertutup, Sheryn duduk bersandar di depan ruang Radiologi sambil memejamkan matanya. Setelah menunggu selama 45 menit, pintu ruangan Radiologi terbuka.

Melvin kemudian digiring ke ruangan lain untuk pemeriksaan lainnya. Sheryn kembali menunggu hingga semua pemeriksaan Melvin selesai dilakukan. "Untuk malam ini, biarkan pasien menginap di sini. Hasilnya akan keluar besok. Silahkan urus ruang rawat inap untuk pasien," ucap Dokter Pras.

Sherin kembali mengangguk dan pergi, beberapa menit kemudian dia kembali lagi ke ruangan IGD. Setelah itu, Melvin di pindahkan ke ruang perawatan. Karena uang yang terbatas, Sheryn terpaksa memilih kelas paling rendah, ruangan yang terdiri dari 6 tempat tidur dalam satu ruangan.

Di ruangan tersebut sudah terisi 3 dari 6 empat tidur yang tersedia. Setelah Melvin dipindahkan ke tempat tidur, perawat itu pun pergi. Seorang wanita paruh baya menatap ke arah Sheryn dan Melvin dengan wajah ramah.

"Nona, suamimu sakit apa?" Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh salah satu keluarga pasien yang berada di samping kanan tempat tidur Melvin.

Sheryn menoleh karena terkejut dengan pertanyaan wanita itu. Sepertinya dia salah paham terhadapnya dan Melvin. "Ibu jangan menggodanya, sepertinya mereka adalah pengantin baru," ucap anak wanita itu yang sedang terbaring di tempat tidur.

Saat melihat wajah malu dan canggung dari Sheryn, ibu itu tersenyum. "Maafkan aku Nona, aku tidak bermaksud untuk membuatmu tidak nyaman," ucap wanita itu ramah.

Sheryn mengangguk. Dia kemudian menarik tirai mengelilingi tempat tidur Melvin lalu beralih menatap Melvin yang terlihat sudah sudah memejamkan matanya. Sheryn memutuskan untuk duduk di kursi sambil memejamkan matanya.

Esok harinya, Sheryn bangun lebih dulu, sementara Melvin masih tertidur dengan wajah damainya. Sheryn kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Ketika dia kembali, Melvin terlihat sudah bangun. Sheryn tersenyum lalu duduk di sampingnya.

"Melvin, apa kau lapar?" Dari semalam, Melvin memang belum makan sama sekali.

Melvin menoleh pada pada Sheryn dengan wajah bodohnya lalu mengangguk. Sheryn kemudian mengambil makanan yang disediakan dari rumah sakit dan memberikan pada Melvin. "Makanlah."

Melvin menunduk menatap sejenak makanan yang ada di pangkuannya. "Kenapa? Apa kau tidak suka?" tanya Sheryn ketika melihat Melvin hanya memandang makanan itu dan tidak menyentuhnya.

Melvin tidak menjawab. "Makan saja yang ini dulu. Aku akan membelikanmu makanan enak nanti setelah bertemu dengan dokter," bujuk Sheryn. Dia merasa kalau Melvin tidak menyukai makanan dari rumah sakit, sebab itulah dia tidak mau menyentuhnya.

Setelah mendengar ucapan Sheryn, Melvin meraih sendok dan menyendokkan makanan ke dalam mulutnya. Gerakannya pelan dan gayanya nampak elegan, sangat kontras dengan wajahnya yang terlihat seperti orang bodoh. Jika dilihat sekilas dia seperti tuan muda dari keluarga kaya raya.

Setelah Melvin selesai makan, Sheryn berpamitan sebentar pada Melvin untuk keluar. Dia harus mengisi perutnya jika tidak dia yang akan pingsan nanti.

Setelah selesai sarapan, Sheryn kembali ke ruangannya. Hari ini dia sebenarnya harus bekerja, tapi karena tidak bisa meninggalkan Melvin sendirian, Sheryn memutuskan untuk ijin tidak masuk, apalagi dia harus menunggu hasil pemeriksaan Melvin siang nanti.

Saat siang harinya, Dokter Spesialis Bedah Syaraf melakukan kunjungan kepada Melvin dan menjelaskan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Melvin.

"Nona, tuan Melvin pernah mengalami kecelakaan sebelumnya yang menyebabkan cidera pada kepala sehingga dia mengalami Amnesia. Karena kecelakan itu juga membuat tuan Melvin memiliki IQ anak berumur 7 tahun."

Sheryn nampak terkejut. Matanya membesar saat mendengar penjelasan dokter. Dia kemudian menatap ke arah Melvin yang terlihat sedang menatap lurus ke depan dengan wajah bodohnya.

Jadi, itu sebabnya dia berlaku tidak seperti pria pada umumnya dan terlihat seperti pria idiot karena dia pernah mengalami kecelakaan yang menciderai otaknya.

Setelah dokter menjelaskan semuanya pada Sheryn, dokter itu pamit dan sudah memperbolehkan Melvin pulang. "Melvin," panggil Sheryn. Dia membungkuk di depan Melvin sambil tersenyum manis.

"Apa kau mau ikut aku pulang? Sebenarnya kondisi hidupku tidak begitu baik, aku hanya tinggal di sebuah rumah sewa kecil di pinggir kota. Kalau kau tidak keberatan dengan itu, kau bisa tinggal sementara denganku sampai kita menemukan keluargamu."

Melvin menoleh pada Sheryn dan menatapnya sejenak lalu berkata, "Mau," jawab Melvin dengan wajah polosnya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kasihan Melvin separtinya dia takut di tinggal Sheryn,Dia menganggap Sheryn adalah pelindungbya..

2023-05-09

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Melvin fobia karena sebelum nya dia juga di buang di jalanan,Sheryn yg menemui nya,Dan sekarang dia merasa Sheryn juga membuangnya di tempat ini, makanya dia marah dan gak mau..🥹🥹😌😌

2023-05-09

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Melvin gak mau di tinggalkan oleh Sheryn,

2023-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 Menemukan Pria Pingsan
2 Melakukan Pemeriksaan
3 Membawanyanya Pulang
4 Akan Merawatmu
5 Mengajak ke Taman
6 Di Bully
7 Melvin Marah
8 Makan di Restoran
9 Tidak Sengaja Bertemu
10 Tidak Suka Dengannya
11 Berdebar
12 Kedatangan Seseorang
13 Melamar?
14 Perasaan Zhan
15 Harus Pergi
16 Permintaan Sheryn pada Zahn
17 Bersiap Untuk Pulang
18 Pulang
19 Pura-Pura Baik
20 Ingin Kembali
21 Ayo Menikah
22 Visual
23 Membahas Masa Lalu
24 Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25 Tidak Punya Hati
26 Pelukan Melvin
27 Amarah Melvin
28 Menghina
29 Ingin Bercerai
30 Jangan Kembali
31 Syarat Aric
32 Perdebatan
33 Niat Tersembunyi Aric
34 Pergi
35 Kejanggalan
36 Kembali
37 Mengingatkan Pada Seseorang
38 Akan Melindunginya
39 Rencana Melvin
40 Menahannya Sejenak
41 Alergi
42 Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43 Bantuan dari Melvin
44 Sebuah Kesepakatan
45 Tugas Stein
46 Pengaturan Melvin
47 Bertemu Dengan Musuh
48 Mengejutkan
49 Pemintaan Sheryn
50 Sangat Menjijikkan
51 Hancurnya Keluarga Chen
52 Janji
53 Kunjungan Melvin
54 Menyusul
55 Mengerjai Sheryn
56 Bertemu Setelah Sekian Lama
57 Saling Merindukan
58 Membujuk Melvin
59 Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60 Festival
61 Mulai Curiga
62 Melvin Anderson
63 Mengatakan Yang Sebenarnya
64 Bersikap Dingin
65 Niat Busuk Laura
66 Tidak Sesuai dengan Rencana
67 Perbincangan di Malam Hari
68 Nasib Sial Laura
69 Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70 Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71 Pergi ke Negara H
72 Veronica Cheryl Wu
73 Penjelasan Melvin
74 Bertemu Dengan Seseorang
75 Rencana Pindah
76 Ditolong Seseorang
77 Pemintaan Sheryn
78 Kembali Berjumpa
79 Tawaran Alan
80 Alan
81 Hari Pertama Bekerja
82 Rencan kepergian Xena
83 Permintaan Maaf
84 Rasa Bersalah Melvin
85 Kejutan Tidak Terduga
86 Dicampakkan
87 Kejutan Melvin
88 Harus Tertunda
89 Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90 Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91 Lelah
92 Sikap Posesif Melvin
93 Bertemu Alan
94 Menghilang
95 Ancaman Alan
96 Menyelamatkan Sheryn
97 Sama-sama Melukai
98 Malaikat Kecil
99 Kejutan Dari Harry
100 Berita Kehamilan
101 Pembicaraan Harry dan Melvin
102 Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103 Kegiatan Ibu Hamil
104 Harta Milik Alan
105 Anggota Baru Keluarga Anderson (END)
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Menemukan Pria Pingsan
2
Melakukan Pemeriksaan
3
Membawanyanya Pulang
4
Akan Merawatmu
5
Mengajak ke Taman
6
Di Bully
7
Melvin Marah
8
Makan di Restoran
9
Tidak Sengaja Bertemu
10
Tidak Suka Dengannya
11
Berdebar
12
Kedatangan Seseorang
13
Melamar?
14
Perasaan Zhan
15
Harus Pergi
16
Permintaan Sheryn pada Zahn
17
Bersiap Untuk Pulang
18
Pulang
19
Pura-Pura Baik
20
Ingin Kembali
21
Ayo Menikah
22
Visual
23
Membahas Masa Lalu
24
Perlakuan Buruk Ibu Tiri Sheryn
25
Tidak Punya Hati
26
Pelukan Melvin
27
Amarah Melvin
28
Menghina
29
Ingin Bercerai
30
Jangan Kembali
31
Syarat Aric
32
Perdebatan
33
Niat Tersembunyi Aric
34
Pergi
35
Kejanggalan
36
Kembali
37
Mengingatkan Pada Seseorang
38
Akan Melindunginya
39
Rencana Melvin
40
Menahannya Sejenak
41
Alergi
42
Menahan Amarah dan Menekan Rasa Cemburu
43
Bantuan dari Melvin
44
Sebuah Kesepakatan
45
Tugas Stein
46
Pengaturan Melvin
47
Bertemu Dengan Musuh
48
Mengejutkan
49
Pemintaan Sheryn
50
Sangat Menjijikkan
51
Hancurnya Keluarga Chen
52
Janji
53
Kunjungan Melvin
54
Menyusul
55
Mengerjai Sheryn
56
Bertemu Setelah Sekian Lama
57
Saling Merindukan
58
Membujuk Melvin
59
Memanfaatkan Kesempatan Yang Ada
60
Festival
61
Mulai Curiga
62
Melvin Anderson
63
Mengatakan Yang Sebenarnya
64
Bersikap Dingin
65
Niat Busuk Laura
66
Tidak Sesuai dengan Rencana
67
Perbincangan di Malam Hari
68
Nasib Sial Laura
69
Membongkar Kejahatan Ibu Laura
70
Membongkar Kejahatan Ibu Laura Part 2
71
Pergi ke Negara H
72
Veronica Cheryl Wu
73
Penjelasan Melvin
74
Bertemu Dengan Seseorang
75
Rencana Pindah
76
Ditolong Seseorang
77
Pemintaan Sheryn
78
Kembali Berjumpa
79
Tawaran Alan
80
Alan
81
Hari Pertama Bekerja
82
Rencan kepergian Xena
83
Permintaan Maaf
84
Rasa Bersalah Melvin
85
Kejutan Tidak Terduga
86
Dicampakkan
87
Kejutan Melvin
88
Harus Tertunda
89
Melanjutkan Apa Yang Sempat Tertunda
90
Menyatu.. Lagi dan Lagi...
91
Lelah
92
Sikap Posesif Melvin
93
Bertemu Alan
94
Menghilang
95
Ancaman Alan
96
Menyelamatkan Sheryn
97
Sama-sama Melukai
98
Malaikat Kecil
99
Kejutan Dari Harry
100
Berita Kehamilan
101
Pembicaraan Harry dan Melvin
102
Kembalinya Melvin ke Mansion Utama
103
Kegiatan Ibu Hamil
104
Harta Milik Alan
105
Anggota Baru Keluarga Anderson (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!