SEMBILAN BELAS

Di gedung mewah dekat istana kekaisaran. Para bangsawan, kepala keluarga berkumpul untuk mengikuti rapat bulanan.

"Count Ava, saya dengar istri anda kabur dan meminta pertolongan ke kuil. Apakah rumor itu benar?" Sapa salah satu bangsawan yang melihat count Ava masuk ke dalam ruangan.

Count Ava memijat kepalanya. Sudah dua hari dirinya ditolak pihak kuil untuk bertemu countess dan anak-anaknya, bahkan kaisar pun tidak mau ikut campur. Duke Vilvred tidak bisa berbuat banyak karena fokus mengurus keuangannya.

"Seharusnya anda menyadari alasan kenapa countess mengunjungi kuil secara rutin." Geleng salah satu bangsawan yang mengerumuni count Ava.

"Dia hanya seperti anak kecil yang merajuk, nanti pasti pulang sendiri." Jawab count dengan nada datar.

"Begitukah? Yang saya dengar kenapa berbeda?"

"Apa?"

"Katanya countess akan menggugat count dengan bantuan kuil karena telah melakukan penganiayaan."

"Penganiayaan apa? Aku tidak pernah melakukan hal sekonyol itu!" teriak count Ava.

"Yang sabar count, kami hanya mendapat rumor saja. Belum tentu benar."

"Ah, ngomong-ngomong apa kalian tahu tentang duke Aelthred?"

"Ya, lady Daniela yang memimpin sekarang. Hah! Anak kecil seperti itu bagaimana bisa memimpin keluarga?!"

"Aku juga penasaran. Hei, duke Vilvred. Kenapa wajah anda sangat pucat?"

Duke Vilvred berjalan mendekati teman-temannya. "Istriku jatuh sakit, aku harus cepat-cepat menghubungi pihak kuil."

"Kalau begitu, kenapa tidak bersama count Ava? Dia sangat merindukan anak-anak dan istrinya."

Count Ava menatap duke Vilvred dengan harapan tinggi.

Duke Vilvred menggeleng pelan. "Tidak bisa, kalian tidak mendengar gosip yang beredar di kuil? Kuil menutup pintu untuk count Ava."

Para bangsawan yang mengelilingi count Ava terdiam, tidak berani berkomentar banyak.

"Ah, ya. Kalau begitu gawat sekali. Count, anda tidak bisa melakukan apa pun sekarang, sebaiknya menunggu countess tenang."

Count Ava mengangguk kesal.

"Ah, duke. Bukankah itu putrimu?"

Duke Vilvred dan lainnya menoleh ke Daniela yang berdiri di depan pintu dengan raut wajah tenang.

"Mau apa dia kemari?"

"Hei, bukankah kamu lupa? Sekarang anak itu seorang duke, wilayah Aelthred sudah dikembalikan Vilvred."

Daniela duduk di posisi khusus duke, tepat dekat panggung.

Salah satu baron mengerutkan kening tidak setuju. "Anak kecil, seharusnya kamu tidak ada di tempat pertemuan para pria."

Daniela tersenyum santai. "Yah, benar. Baru pertama kalinya saya datang ke tempat ini."

"Duke Vilvred, seharusnya kamu menegur putri tengil ini!" teriak baron tanpa malu dan disambut tawa para bangsawan lainnya.

"Ah, benarkah? Terima kasih sudah memuji saya." Daniela ikut tertawa. "Tapi bukankah sebagian besar orang-orang di sini menjadi saksi mata bagaimana duke Aelthred melindungi duke Vilvred yang memberontak? Ah, mungkin beberapa ada yang sudah pikun. Saya pernah mengajarkan salah satu pendeta untuk membuat jamu. Masa sih ************ saja dipedulikan tapi otaknya tidak."

"Lady Daniela! Hati-hati bicara!" Bentak count Ava.

Daniela duduk dengan santai. "Ah, count. Ada salam dari countess, katanya bisa hidup bahagia tanpa burung, yah tapi si burung tidak mungkin bisa hidup tanpa wanita ya hahaha-"

Suara tawa Daniela bergema di dalam ruangan, mengundang tatapan permusuhan para pria di dalam ruangan.

Kaisar masuk ke dalam ruangan dan bingung melihat diamnya para bangsawan lalu ke Daniela yang duduk santai di tempatnya. "Ada apa?" tanya kaisar sambil duduk di singgasananya. "Apakah ada yang membuat masalah?"

Semua orang sontak memberikan hormat ke kaisar dan memberikan salam.

Kaisar mengangkat tangan dan memberikan tanda untuk duduk. "Hari ini rapat bulanan para bangsawan, silahkan dimulai."

"Sebelumnya kaisar, kenapa ada seorang lady datang ke ruang pertemuan? Tempat ini milik para pria." Salah seorang bangsawan muda dan berpikiran picik, menghina Daniela. "Hanya karena didepak pangeran mahkota, apakah anda ingin memberikan seorang lady tempat untuk menunjukan kualifikasi? Jika benar, harusnya dia tunjukan di salon."

"Wah, saya tidak tahu bangsawan kekaisaran Helcia sekarang berpikiran picik." Potong Daniela. "Apakah sekarang para pria membatasi para wanita untuk mengeluarkan pendapat?"

"Anda bisa melakukan itu di salon, bukan rapat pertemuan seperti ini. Sangat tidak cocok untuk wanita terutama anak kecil berusia lima belas tahun."

Kaisar mengangkat tangan untuk menengahi pertengkaran mereka. "Jangan lupa bahwa lady Daniela sudah menjadi duke, bersikaplah sopan dan segera mulai rapatnya."

Para bangsawan mulai rapat, duke Vilvred memilih duduk jauh dari putrinya.

"Akhir-akhir ini ada opera yang bagus, penyanyinya juga memiliki suara indah. Anda semua bisa hadir ke tempat itu."

"Apakah tempat opera itu milik anda, baron?"

"Ya."

"Bisnis yang bagus saat ini memiliki artis opera, baron. Anda sungguh beruntung bisa mengetahui jalur bisnis dengan baik."

"Saya hanya melihat sikap romantis duke Vilvred yang selalu membawa duchess ke opera untuk menghiburnya."

"Hahahaha- duke, anda benar-benar memiliki cinta sejati yang sesungguhnya."

Daniela mengerutkan kening, heran melihat suasana rapat yang tidak sesuai dengan ekspetasinya. Kaisar tertidur pulas tidak lama setelah memimpin pembukaan rapat dan para bangsawan lainnya membahas masalah tidak penting?

Daniela menghela napas kecewa, melihat kertas di atas pangkuannya. Teringat dengan nasehat pangeran pertama sebelum berangkat ke kuil.

'Jangan berharap banyak tentang rapat bulanan bangsawan.'

'Eh, kenapa?'

'Kebanyakan mereka melontarkan omong kosong, jangan termakan ocehan mereka. Kamu juga harus berani mengeluarkan pendapat tanpa segan.'

'Cerewet!'

'Berisik!'

Daniela meremas kertas di tangan dan memberanikan diri untuk bertanya dengan mengangkat tangan untuk menarik perhatian seorang pria pemegang palu di depan panggung. "Apakah rapat bulanan bangsawan memang hanya membahas hal seperti ini?" tanya Daniela dengan nada tinggi dan menggema.

Kaisar terbangun dari tidurnya, para bangsawan lain terdiam.

"Huh? Lady? Karena kekaisaran akhir-akhir ini sangat stabil dan tidak ada perselisihan, kami tidak membahas hal yang terlalu berat. Jika duke Aelthred ingin mengatakan sesuatu, silahkan."

Para bangsawan diam mendengarkan Daniela dengan tatapan mencemooh.

Daniela berdiri dan memberikan dokumen ke pria pemegang palu. "Ini untuk anda, satunya untuk kaisar."

Kaisar menerima dokumen itu dengan sikap malas. "Huh? Apakah ada hal yang menarik di sini?"

Daniela kembali duduk di tempatnya. "Saya ingin membuat undang-undang perlindungan kekerasan rumah tangga dan juga perselingkuhan."

Suasana di dalam ruangan menjadi gempar. Banyak yang meneriakkan kalimat tidak setuju serta mengutuk Daniela.

Daniela tidak gentar dengan ejekan mereka. "Ada salah satu istri bangsawan yang menjadi korban kekerasan rumah tangga."

Semua orang menertawakan pendapat Daniela, count Ava melotot marah dan berdiri.

"DIA MENDAPATKAN LUKA LEBAM DI SELURUH TUBUH DAN MALNUTRISI! APAKAH INI HAL YANG PANTAS KALIAN TERTAWAKAN, PARA BANGSAWAN TERHORMAT?" bentak Daniela.

Suasana menjadi hening.

Terpopuler

Comments

*********

*********

lanjuuut bagus ni ceritanya...

2022-11-02

1

Desi Forever

Desi Forever

kerennnnn

2022-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!