Di gedung mewah dekat istana kekaisaran. Para bangsawan, kepala keluarga berkumpul untuk mengikuti rapat bulanan.
"Count Ava, saya dengar istri anda kabur dan meminta pertolongan ke kuil. Apakah rumor itu benar?" Sapa salah satu bangsawan yang melihat count Ava masuk ke dalam ruangan.
Count Ava memijat kepalanya. Sudah dua hari dirinya ditolak pihak kuil untuk bertemu countess dan anak-anaknya, bahkan kaisar pun tidak mau ikut campur. Duke Vilvred tidak bisa berbuat banyak karena fokus mengurus keuangannya.
"Seharusnya anda menyadari alasan kenapa countess mengunjungi kuil secara rutin." Geleng salah satu bangsawan yang mengerumuni count Ava.
"Dia hanya seperti anak kecil yang merajuk, nanti pasti pulang sendiri." Jawab count dengan nada datar.
"Begitukah? Yang saya dengar kenapa berbeda?"
"Apa?"
"Katanya countess akan menggugat count dengan bantuan kuil karena telah melakukan penganiayaan."
"Penganiayaan apa? Aku tidak pernah melakukan hal sekonyol itu!" teriak count Ava.
"Yang sabar count, kami hanya mendapat rumor saja. Belum tentu benar."
"Ah, ngomong-ngomong apa kalian tahu tentang duke Aelthred?"
"Ya, lady Daniela yang memimpin sekarang. Hah! Anak kecil seperti itu bagaimana bisa memimpin keluarga?!"
"Aku juga penasaran. Hei, duke Vilvred. Kenapa wajah anda sangat pucat?"
Duke Vilvred berjalan mendekati teman-temannya. "Istriku jatuh sakit, aku harus cepat-cepat menghubungi pihak kuil."
"Kalau begitu, kenapa tidak bersama count Ava? Dia sangat merindukan anak-anak dan istrinya."
Count Ava menatap duke Vilvred dengan harapan tinggi.
Duke Vilvred menggeleng pelan. "Tidak bisa, kalian tidak mendengar gosip yang beredar di kuil? Kuil menutup pintu untuk count Ava."
Para bangsawan yang mengelilingi count Ava terdiam, tidak berani berkomentar banyak.
"Ah, ya. Kalau begitu gawat sekali. Count, anda tidak bisa melakukan apa pun sekarang, sebaiknya menunggu countess tenang."
Count Ava mengangguk kesal.
"Ah, duke. Bukankah itu putrimu?"
Duke Vilvred dan lainnya menoleh ke Daniela yang berdiri di depan pintu dengan raut wajah tenang.
"Mau apa dia kemari?"
"Hei, bukankah kamu lupa? Sekarang anak itu seorang duke, wilayah Aelthred sudah dikembalikan Vilvred."
Daniela duduk di posisi khusus duke, tepat dekat panggung.
Salah satu baron mengerutkan kening tidak setuju. "Anak kecil, seharusnya kamu tidak ada di tempat pertemuan para pria."
Daniela tersenyum santai. "Yah, benar. Baru pertama kalinya saya datang ke tempat ini."
"Duke Vilvred, seharusnya kamu menegur putri tengil ini!" teriak baron tanpa malu dan disambut tawa para bangsawan lainnya.
"Ah, benarkah? Terima kasih sudah memuji saya." Daniela ikut tertawa. "Tapi bukankah sebagian besar orang-orang di sini menjadi saksi mata bagaimana duke Aelthred melindungi duke Vilvred yang memberontak? Ah, mungkin beberapa ada yang sudah pikun. Saya pernah mengajarkan salah satu pendeta untuk membuat jamu. Masa sih ************ saja dipedulikan tapi otaknya tidak."
"Lady Daniela! Hati-hati bicara!" Bentak count Ava.
Daniela duduk dengan santai. "Ah, count. Ada salam dari countess, katanya bisa hidup bahagia tanpa burung, yah tapi si burung tidak mungkin bisa hidup tanpa wanita ya hahaha-"
Suara tawa Daniela bergema di dalam ruangan, mengundang tatapan permusuhan para pria di dalam ruangan.
Kaisar masuk ke dalam ruangan dan bingung melihat diamnya para bangsawan lalu ke Daniela yang duduk santai di tempatnya. "Ada apa?" tanya kaisar sambil duduk di singgasananya. "Apakah ada yang membuat masalah?"
Semua orang sontak memberikan hormat ke kaisar dan memberikan salam.
Kaisar mengangkat tangan dan memberikan tanda untuk duduk. "Hari ini rapat bulanan para bangsawan, silahkan dimulai."
"Sebelumnya kaisar, kenapa ada seorang lady datang ke ruang pertemuan? Tempat ini milik para pria." Salah seorang bangsawan muda dan berpikiran picik, menghina Daniela. "Hanya karena didepak pangeran mahkota, apakah anda ingin memberikan seorang lady tempat untuk menunjukan kualifikasi? Jika benar, harusnya dia tunjukan di salon."
"Wah, saya tidak tahu bangsawan kekaisaran Helcia sekarang berpikiran picik." Potong Daniela. "Apakah sekarang para pria membatasi para wanita untuk mengeluarkan pendapat?"
"Anda bisa melakukan itu di salon, bukan rapat pertemuan seperti ini. Sangat tidak cocok untuk wanita terutama anak kecil berusia lima belas tahun."
Kaisar mengangkat tangan untuk menengahi pertengkaran mereka. "Jangan lupa bahwa lady Daniela sudah menjadi duke, bersikaplah sopan dan segera mulai rapatnya."
Para bangsawan mulai rapat, duke Vilvred memilih duduk jauh dari putrinya.
"Akhir-akhir ini ada opera yang bagus, penyanyinya juga memiliki suara indah. Anda semua bisa hadir ke tempat itu."
"Apakah tempat opera itu milik anda, baron?"
"Ya."
"Bisnis yang bagus saat ini memiliki artis opera, baron. Anda sungguh beruntung bisa mengetahui jalur bisnis dengan baik."
"Saya hanya melihat sikap romantis duke Vilvred yang selalu membawa duchess ke opera untuk menghiburnya."
"Hahahaha- duke, anda benar-benar memiliki cinta sejati yang sesungguhnya."
Daniela mengerutkan kening, heran melihat suasana rapat yang tidak sesuai dengan ekspetasinya. Kaisar tertidur pulas tidak lama setelah memimpin pembukaan rapat dan para bangsawan lainnya membahas masalah tidak penting?
Daniela menghela napas kecewa, melihat kertas di atas pangkuannya. Teringat dengan nasehat pangeran pertama sebelum berangkat ke kuil.
'Jangan berharap banyak tentang rapat bulanan bangsawan.'
'Eh, kenapa?'
'Kebanyakan mereka melontarkan omong kosong, jangan termakan ocehan mereka. Kamu juga harus berani mengeluarkan pendapat tanpa segan.'
'Cerewet!'
'Berisik!'
Daniela meremas kertas di tangan dan memberanikan diri untuk bertanya dengan mengangkat tangan untuk menarik perhatian seorang pria pemegang palu di depan panggung. "Apakah rapat bulanan bangsawan memang hanya membahas hal seperti ini?" tanya Daniela dengan nada tinggi dan menggema.
Kaisar terbangun dari tidurnya, para bangsawan lain terdiam.
"Huh? Lady? Karena kekaisaran akhir-akhir ini sangat stabil dan tidak ada perselisihan, kami tidak membahas hal yang terlalu berat. Jika duke Aelthred ingin mengatakan sesuatu, silahkan."
Para bangsawan diam mendengarkan Daniela dengan tatapan mencemooh.
Daniela berdiri dan memberikan dokumen ke pria pemegang palu. "Ini untuk anda, satunya untuk kaisar."
Kaisar menerima dokumen itu dengan sikap malas. "Huh? Apakah ada hal yang menarik di sini?"
Daniela kembali duduk di tempatnya. "Saya ingin membuat undang-undang perlindungan kekerasan rumah tangga dan juga perselingkuhan."
Suasana di dalam ruangan menjadi gempar. Banyak yang meneriakkan kalimat tidak setuju serta mengutuk Daniela.
Daniela tidak gentar dengan ejekan mereka. "Ada salah satu istri bangsawan yang menjadi korban kekerasan rumah tangga."
Semua orang menertawakan pendapat Daniela, count Ava melotot marah dan berdiri.
"DIA MENDAPATKAN LUKA LEBAM DI SELURUH TUBUH DAN MALNUTRISI! APAKAH INI HAL YANG PANTAS KALIAN TERTAWAKAN, PARA BANGSAWAN TERHORMAT?" bentak Daniela.
Suasana menjadi hening.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
*********
lanjuuut bagus ni ceritanya...
2022-11-02
1
Desi Forever
kerennnnn
2022-10-31
0