EMPAT

Daniela yang sudah bangun keesokan harinya tersenyum puas. Hari ini nama keluarganya sudah berganti menjadi Aelthred. Secepat itu, andaikan sebelumnya dia bisa berpikir- mungkin tidak akan mengalami kematian.

Permaisuri mengajukannya sendiri tanpa izin duke Vilvred, saat ini Aelthred memang hanya nama tapi nanti ke depannya, dia akan membangun nama keluarganya.

Permaisuri yang duduk di samping tempat tidur, menatap rumit Daniela. "Ceritakan, kenapa tiba-tiba saja kamu berubah pikiran? Padahal sebelum kamu pergi ke danau buatan, kamu selalu berada di sisi pangeran mahkota."

Daniela sudah tahu permaisuri akan bertanya, tapi dia tidak bisa cerita mengenai reinkarnasinya. "Permaisuri, apakah anda percaya jika saat kita hampir mati maka akan mengingat dosa sebelumnya?"

Permaisuri mengangguk, dulu dia pernah di kondisi hampir mati dan kaisar sekarang menyelamatkannya.

"Saat saya di dalam kolam dan hampir mati, saya mengingat dosa yang sudah saya lakukan lalu entah kenapa saya memiliki kekuatan untuk kembali ke atas dan berenang ke tepian."

Daniela di kehidupan pertama tidak bisa berenang, tiba-tiba berenang saat terjatuh di danau pasti menimbulkan banyak pertanyaan. Jadi dia memutuskan hal ini adalah ikut campur dewa, tidak salah juga bukan?

"Lalu saya melihat ayah yang tiba-tiba datang menampar tanpa menanyakan keadaan saya, Ella yang masuk ke ballroom dalam keadaan basah padahal tidak sesuai dengan sopan santun. Itu berarti duke ingin menunjukkan betapa jahatnya saya terhadap putri kesayangan duke."

Permaisuri menjadi kasihan ke Daniela. "Maafkan aku yang tidak bisa melakukan apapun, aku sendiri tidak punya kekuatan untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi, yang bisa aku lakukan hanyalah mengirim pangeran pertama ke medan perang."

Daniela mengangguk mengerti. "Saya akan melindungi anda Yang Mulia, saya akan membuat Aelthred berjaya kembali."

"Lalu, apakah kamu bersungguh-sungguh ingin berpisah dengan pangeran mahkota?"

"Ya." Angguk Daniela. "Karena saya menunjukan dengan jelas sikap saya, lebih baik kami berpisah."

Permaisuri menjadi senang. "Lalu-"

Sebelum permaisuri selesai, Daniela memotong. "Saya tidak akan bertunangan dengan pangeran pertama."

Permaisuri terkejut. "Apa?"

Aku tidak tahu ada masalah apa di masa lalu sampai pangeran pertama melindungi Ella, jadi aku harus bersikap hati-hati dan menjaga jarak.

"Saya lebih senang bersumpah setia pada anda, Yang Mulia." Tegas Daniela.

Permaisuri tersenyum sedih. "Begitu ya, sayang sekali. Di masa depan, aku akan membuat pangeran mahkota merayu kamu."

Daniela teringat dengan pengembalian kekuasaan Aelthred. "Yang Mulia, rakyat pasti tidak akan setuju-"

"Ya, karena itulah tugas kamu. Minggu depan kaisar akan menjadikan kamu sebagai duchess Aelthred jadi bersiaplah." Permaisuri menepuk tangan Daniela. "Kamu juga harus menghadapi duke Vilvred, barang-barang di sana-"

Daniela menggeleng pelan. "Tidak, tidak ada barang-barang di sana. Ibu pun pasti memilih pergi tanpa membawa barang apa pun lalu-"

"Lalu apa? Kamu bisa ceritakan semua keluh kesah kepadaku."

"Yang Mulia, maukah anda percaya kepada saya tentang hal ini?"

"Apa?"

"Setelah saya cerita tadi, sebenarnya saya juga diberitahu mengenai posisi pangeran pertama."

"Posisi?" tanya permaisuri yang tidak mengerti.

"Uhm, tolong jangan biarkan pangeran mahkota menyerang kota di dekat tenda, tempat para tentara beristirahat"

Daniela tidak tahu nama kotanya, karena tidak tertarik di masa lalu dan hanya mengetahui ceritanya sekilas.

"Maksud kamu- kota Skull?"

"Skull?"

"Ya, kota tengkorak. Tidak ada orang yang mau datang ke sana karena penduduknya semua meninggal kena wabah. Aku sempat diberitahu putraku, tentara akan sembunyi di sana karena lawannya sangat percaya demgan takhayul."

"Tidak, jangan percayai itu. Mereka memang suka menggunakan takhayul untuk menekan rakyatnya. Kerajaan mereka tidak percaya, itu hanya penyamaran saja!"

"Kamu yakin?"

"Sangat yakin, saya sempat melihat pangeran pertama masuk ke dalam jebakan musuh dan diserang lalu tidak ada kabar lalu- lalu-" Daniela menatap sedih permaisuri, hanya bisa mengungkapkannya di dalam hati.

Permaisuri akan jatuh sakit karena sakit dan ratu semakin melebarkan pengaruhnya.

Permaisuri yang melihat kepanikan Daniela, mulai percaya dan menyuruh pelayan pribadi memanggil penyihir untuk komunikasi.

Tidak butuh waktu lama, penyihir datang ke kamar Daniela dan memberikan salam dengan sopan lalu memberikan sebuah batu yang sudah diukir lambang atau huruf tertentu.

Daniela terkejut ketika sebuah cahaya proyeksi muncul dan menampakkan wajah pangeran pertama.

Ah-

Daniela terdiam begitu melihat wajah tampan dan tegas, Edrik.

Permaisuri tersenyum dan menepuk lembut pundak Daniela. "Ceritakan semuanya kepada pangeran pertama, aku bukan pencerita yang baik."

Daniela tahu, ini salah satu upaya permaisuri supaya dirinya bisa akrab dengan pangeran pertama.

"Permaisuri, ada apa? Apakah ada masalah di istana?"

"Tidak, Daniela ingin memberitahu sesuatu kepadamu."

"Daniela? Apakah ini nama yang aku kenal?"

"Ya, kamu mengenal namanya."

Daniela ingin mengatakan sesuatu lalu terdiam, dia takut masa depan berubah tapi juga tidak ingin permaisuri jatuh sakit dan ratu bisa bersikap seenaknya.

"Ada apa? Kenapa lama sekali? Di mana dia?"

"Dia ada di samping ibu." Permaisuri menunjukkan wajah Daniela ke putranya.

Alat komunikasi sangat buram untuk melihat wajah lawan bicara, Edrik tidak bisa melihat dengan jelas wajah Daniela.

Daniela mulai cerita tujuan komunikasi, Edrik mendengar dengan sabar lalu bertanya ketika lawan bicaranya sudah selesai.

"Kamu tahu berita ini dari mana?" tanya Edrik.

Daniela ingin menjawab alasan yang sama ke permaisuri tapi merasa mustahil karena pangeran pertama, orang yang rasional dan tidak terlalu percaya dengan dewa.

"Saya tahu dari mana itu tidak masalah, yang terpenting adalah keselamatan anda. Jika terjadi sesuatu pada anda, permaisuri akan khawatir lalu kaisar dan ratu-"

"Baiklah, anggap aku percaya dan menuruti perintah kamu. Tapi bagaimana jika yang kamu katakan salah? Apakah kamu akan memberikan kompensasi?"

"Saat ini, saya tidak punya apa pun tapi saya akan memberikan tubuh saya!" Daniela mengatakannya dengan tegas dan lantang.

Suasana menjadi hening sesaat.

Daniela bingung melihat reaksi semua orang yang terdiam.

Permaisuri tertawa, Edrik menutup mulutnya dengan marah.

Edrik memarahi Daniela. "Kamu seorang wanita, bagaimana bisa mengatakannya dengan vulgar?!"

Daniela bingung sesaat lalu menutup wajahnya dengan malu. Dia baru saja mengingat kehidupan modernnya, kalimat itu diucapkan juga tidak aneh. "Ma- maksudku- aku-" paniknya.

"Baiklah, aku mengerti sekarang. Jangan ucapkan itu lagi, aku akan bicara dengan para bawahanku."

"Pangeran!"

"Hm?"

Daniela mengepalkan kedua tangannya ke udara. "Semangat!"

Permaisuri tertawa lagi.

Edrik memutus sambungan komunikasi.

Daniela menjadi bingung dengan reaksi oran-orang. "Apakah tidak ada yang memberikan kata semangat ke orang lain?"

Penyihir wanita yang usianya terlihat lebih muda dari Daniela memberikan senyuman. "Lady, biasanya para pria mengepalkan tangan untuk bertarung, sangat aneh melihat wanita mengepalkan tangan ke udara sambil berteriak kata semangat. Mungkin hal ini bisa dijadikan tren baru untuk para kekasih atau istri ke pasangannya saat akan berperang."

Lagi, lagi Daniela merasa malu. Ternyata mengingat dua kehidupan sekaligus ada untung dan ruginya.

Terpopuler

Comments

Imoet_ijux

Imoet_ijux

semangat Thor, lanjut ceritanya

2022-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!