"Pangeran pertama?"
Edrik yang terkejut dengan perilaku Daniela, tanpa sadar memutus sambungan komunikasi. "Aku-"
"Pangeran pertama, anda baik-baik saja? Wajah anda memerah."
"Bagaimana bisa aku baik-baik saja? Apakah kalian tidak mendengar kalimat wanita itu tadi?"
"Ya?"
"Dia- dia-" Edrik menjadi salah tingkah lalu pergi keluar tenda, menuju teman-teman seperjuangannya. Dia sudah berjanji pada wanita itu untuk percaya perkataannya, jika terjadi kerugian- dia akan menuntut balas ke duchy Vilvred.
Tunggu!
Edrik menghentikan langkahnya.
Kenapa permaisuri bisa bersama dia? Bukankah dia tunangan pangeran mahkota?
Keraguan mulai muncul di benak pangeran pertama. pangeran mahkota, ratu dan kaisar sangat membenci dirinya karena terlahir sebagai anak dari permaisuri.
Kaisar menuduhnya anak haram.
Edrik tiba di dalam tenda dan melihat teman-teman seperjuangannya sedang duduk berdiskusi dengan peta di tengah meja.
"Lebih baik kirimkan sebagian tentara di kota itu."
"Tidak, kirimkan sepenuhnya."
Edrik mengerutkan kening dan teringat dengan pesan Daniela lalu mengamati peta tanpa bicara sekalian mendengarkan pendapat orang-orang.
"Mengirimkan seluruh atau sebagian besar ke kota itu, bisa dibilang bunuh diri."
"Kita sudah mengirimkan mata-mata selama empat tahun untuk mengamati negara Irliv, penuh perjuangan besar. Apakah kamu tidak percaya pada mereka yang sudah berkorban banyak?"
"Irliv memang negara yang percaya dengan takhayul, tapi belum berarti pemimpin mereka percaya."
Edrik mulai menimbang pendapat Daniela.
"Hah! Pemimpin dan bangsawan juga pasti percaya. Rakyat selalu meniru bangsawan, begitu juga sebaliknya."
"Kita harus berhati-hati!"
"Aku lebih setuju mengirim semua pasukan ke kota tengkorak, menghemat waktu dalam penyerangan. Tentara sudah terlalu lelah dan perbekalan kita tinggal sedikit."
Edrik setuju dengan pendapat sebagian besar pengikutnya untuk mengirim semua tentara ke tengkorak, hanya satu orang yang tidak setuju.
Edrik bertanya. "Kenapa kamu tidak setuju?"
"Karena kita tidak tahu karakteristik negara Irliv dengan baik. Pangeran pertama, anggap saja saya salah- tapi jika anda dan semua tentara terjun langsung, mereka-"
Edrik menaikan tangannya ke udara. "Cukup, aku mengerti sekarang."
Semua orang menatap pangeran pertama, menunggu keputusan dengan tegang.
Keesokan harinya di perbatasan negara Irliv.
"Bagaimana? Apakah mereka masuk ke dalam jebakan?" tanya seorang pria tampan yang masuk ke dalam tenda.
"Pangeran."
Semua berdiri dan memberikan hormat.
"Aku sudah menunggu lama hal ini, tidak sabar melihat jatuhnya kekaisaran Helcia. Irliv akan berjaya dan menjadi kaisar dunia." Pangeran mengangguk puas.
Dunia yang ditempati Daniela dan lainnya bernama Helcia, memiliki lima benua yang dipimpin oleh kekaisaran Helcia.
Itulah sebabnya kenapa nama dunia dan kekaisaran sama, Helcia adalah dunia, begitu juga sebaliknya.
Lima benua memiliki nama sendiri yaitu benua Achazia, benua Altezza, benua Agra, benua Arsenio, benua Ardiaz.
Helcia berada di benua Altezza, kekaisarannya terdiri dari satu benua. Berbeda dengan empat benua lain yang memiliki banyak kerajaan dan masih di bawah pemerintahan Helcia.
Sebagian anggota kerajaan selalu iri dengan keberadaan kekaisaran Helcia dan berusaha merampas wilayah kekaisaran.
Sayang sekali, semua pasukan penjaga Helcia sangat kuat dan sejauh inj tidak bisa dikalahkan. Hal ini dikarenakan kaisar Helcia sebelumnya royal mengeluarkan dana untuk tentara. Berbanding terbalik dengan kerajaan-kerjaan yang harus memikirkan budget pertahanan.
"Pangeran!"
"Apa?!"
"Gawat!"
"Bicara yang jelas!"
"Hel- Helcia."
Senyum pangeran mengembang bahagia. "Helcia tumbang? Mereka menyerah? Berapa banyak korban? Seluruhnya?"
"Ti- tidak! Helcia mengepung kota tengkorak dan membakarnya."
Pangeran dan petinggi perang lainnya, terkejut lalu berdiri. "APA?!"
"Sebentar lagi pasukan Helcia tiba di tempat kita. Jarak dari kota tengkorak sangat dekat dengan tenda kita."
Pangeran menggeram marah, rencana yang dibuatnya selama empat tahun hancur berantakan. "Bagaimana bisa-"
Beberapa jam sebelumnya.
"Hei, bukankah pasukan Helcia harusnya sudah tiba di kota ini?"
"Ya."
"Tidak ada tanda pergerakan, apakah kita harus kembali?"
"Jangan, tunggu sebentar lagi."
Drap! Drap!
"Hm? Kamu dengar sesuatu?"
Drap! Drap!
"Mereka datang!"
Kedua mata-mata hampir bersorak gembira. Pasukan Helcia yang sudah mereka nantikan, datang ke kota tengkorak. Saat ini mereka sembunyi di salah satu rumah tengah kota yang bagian dinding tembok tempat pengintaian mereka dipasang tangga tersembunyi sampai ke bawah tanah dan terhubung dengan goa dekat tenda.
Untuk menghilangkan jejak, mereka akan membakar rumah pengintaian terlebih dahulu dengan dalih peringatan dari mereka. Rencana ini sudah dirancang selama empat tahun setelah membuat kasus untuk menarik perhatian pangeran pertama dan mengirimkan mata-mata ke Irliv.
Kedua mata-mata Irliv bergegas turun ke bawah tanah untuk menyampaikan berita ke pasukan mereka.
"Irliv akan berjaya!"
"Irliv akan menjadi negara kekaisaran, Helcia akan tunduk pada Irliv!"
Teriak mata-mata tanpa mengeluarkan suara.
Para pasukan Irliv dengan semangat, bersiap menyerang pasukan Helcia. Mereka mulai menghitung waktu istirahat para ksatria.
Kenapa mata-mata tidak tinggal salah satu untuk mengamati pergerakan pasukan Helcia?
Pangeran menjelaskan di depan umum bahwa tidak ingin mengorbankan salah satu ksatria. Setelah dihitung lebih cermat, waktu mata-mata turun dengan melempar api untuk menghancurkan bukti, terlalu cepat dan mata-mata tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri.
Alasan sebenarnya adalah pangeran ingin menarik simpati rakyat dan menyebarkan berita bahwa pangeran kedua belas peduli dengan pasukannya. Jika kaisar mendengar hal itu, otomatis otoritas keamanan negara dia pegang.
Untuk menghasilkan hasil yang baik, pangeran rela bersabar empat tahun untuk melaksanakannya.
Setelah memperkirakan pasukan sudah mendirikan tenda dan lengah, mereka segera melempar bola api menggunakan meriam sihir.
BOM!
Api berkobar, semangat membakar pasukan Irliv dan segera masuk ke kota tengkorak.
Setibanya di kota tengkorak, pasukan yang berada di garis depan melihat keanehan.
"Kenapa pasukan Helcia masih berdiri?"
"Apakah pasukan Helcia tidak memakai kuda?"
Dari belakang pintu gerbang kota, pintu tertutup dengan sendirinya.
BRAK!
Suara pintu kayu besar, memekakkan telinga pasukan di belakang dan membuat takut mereka semua.
Suasana berubah tegang.
"Kenapa pasukan Helcia tidak bergerak?"
Salah satu orang menyipitkan mata untuk mempertajam penglihatannya. "Aneh."
"Jebakan! Ini pasti jebakan!"
"Tunggu! Api membakar rumah pengintaian dan sudah menyebar di sampingnya!"
Para pasukan Irliv menjadi panik dan berusaha melarikan diri, pintu ditutup dengan rapat.
Tidak lama panah peringatan muncul di sekitar mereka.
"TETAP DI TEMPAT ATAU KAMI AKAN MEMBUNUH KALIAN?!" teriak pangeran pertama di atas tembok.
Para pasukan Irliv terdiam lalu mendongak, melihat pangeran pertama Helcia berdiri menantang mereka.
"TEMPAT INI AKAN TERBAKAR HABIS DAN KALIAN DIJADIKAN SANDERA! JIKA KALIAN PERCAYA PADAKU SOAL NYAWA KALIAN, AKU AKAN BERBAIK HATI!"
"APA YANG ANDA INGINKAN?" teriak pemimpin pasukan. Dia memang cinta tanah air, tapi di rumah masih ada anak bayi dan istrinya menanti. Keluarga jauh lebih penting daripada ambisi pangeran kedua belas Irliv.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments