LIMA

"Pangeran pertama?"

Edrik yang terkejut dengan perilaku Daniela, tanpa sadar memutus sambungan komunikasi. "Aku-"

"Pangeran pertama, anda baik-baik saja? Wajah anda memerah."

"Bagaimana bisa aku baik-baik saja? Apakah kalian tidak mendengar kalimat wanita itu tadi?"

"Ya?"

"Dia- dia-" Edrik menjadi salah tingkah lalu pergi keluar tenda, menuju teman-teman seperjuangannya. Dia sudah berjanji pada wanita itu untuk percaya perkataannya, jika terjadi kerugian- dia akan menuntut balas ke duchy Vilvred.

Tunggu!

Edrik menghentikan langkahnya.

Kenapa permaisuri bisa bersama dia? Bukankah dia tunangan pangeran mahkota?

Keraguan mulai muncul di benak pangeran pertama. pangeran mahkota, ratu dan kaisar sangat membenci dirinya karena terlahir sebagai anak dari permaisuri.

Kaisar menuduhnya anak haram.

Edrik tiba di dalam tenda dan melihat teman-teman seperjuangannya sedang duduk berdiskusi dengan peta di tengah meja.

"Lebih baik kirimkan sebagian tentara di kota itu."

"Tidak, kirimkan sepenuhnya."

Edrik mengerutkan kening dan teringat dengan pesan Daniela lalu mengamati peta tanpa bicara sekalian mendengarkan pendapat orang-orang.

"Mengirimkan seluruh atau sebagian besar ke kota itu, bisa dibilang bunuh diri."

"Kita sudah mengirimkan mata-mata selama empat tahun untuk mengamati negara Irliv, penuh perjuangan besar. Apakah kamu tidak percaya pada mereka yang sudah berkorban banyak?"

"Irliv memang negara yang percaya dengan takhayul, tapi belum berarti pemimpin mereka percaya."

Edrik mulai menimbang pendapat Daniela.

"Hah! Pemimpin dan bangsawan juga pasti percaya. Rakyat selalu meniru bangsawan, begitu juga sebaliknya."

"Kita harus berhati-hati!"

"Aku lebih setuju mengirim semua pasukan ke kota tengkorak, menghemat waktu dalam penyerangan. Tentara sudah terlalu lelah dan perbekalan kita tinggal sedikit."

Edrik setuju dengan pendapat sebagian besar pengikutnya untuk mengirim semua tentara ke tengkorak, hanya satu orang yang tidak setuju.

Edrik bertanya. "Kenapa kamu tidak setuju?"

"Karena kita tidak tahu karakteristik negara Irliv dengan baik. Pangeran pertama, anggap saja saya salah- tapi jika anda dan semua tentara terjun langsung, mereka-"

Edrik menaikan tangannya ke udara. "Cukup, aku mengerti sekarang."

Semua orang menatap pangeran pertama, menunggu keputusan dengan tegang.

Keesokan harinya di perbatasan negara Irliv.

"Bagaimana? Apakah mereka masuk ke dalam jebakan?" tanya seorang pria tampan yang masuk ke dalam tenda.

"Pangeran."

Semua berdiri dan memberikan hormat.

"Aku sudah menunggu lama hal ini, tidak sabar melihat jatuhnya kekaisaran Helcia. Irliv akan berjaya dan menjadi kaisar dunia." Pangeran mengangguk puas.

Dunia yang ditempati Daniela dan lainnya bernama Helcia, memiliki lima benua yang dipimpin oleh kekaisaran Helcia.

Itulah sebabnya kenapa nama dunia dan kekaisaran sama, Helcia adalah dunia, begitu juga sebaliknya.

Lima benua memiliki nama sendiri yaitu benua Achazia, benua Altezza, benua Agra, benua Arsenio, benua Ardiaz.

Helcia berada di benua Altezza, kekaisarannya terdiri dari satu benua. Berbeda dengan empat benua lain yang memiliki banyak kerajaan dan masih di bawah pemerintahan Helcia.

Sebagian anggota kerajaan selalu iri dengan keberadaan kekaisaran Helcia dan berusaha merampas wilayah kekaisaran.

Sayang sekali, semua pasukan penjaga Helcia sangat kuat dan sejauh inj tidak bisa dikalahkan. Hal ini dikarenakan kaisar Helcia sebelumnya royal mengeluarkan dana untuk tentara. Berbanding terbalik dengan kerajaan-kerjaan yang harus memikirkan budget pertahanan.

"Pangeran!"

"Apa?!"

"Gawat!"

"Bicara yang jelas!"

"Hel- Helcia."

Senyum pangeran mengembang bahagia. "Helcia tumbang? Mereka menyerah? Berapa banyak korban? Seluruhnya?"

"Ti- tidak! Helcia mengepung kota tengkorak dan membakarnya."

Pangeran dan petinggi perang lainnya, terkejut lalu berdiri. "APA?!"

"Sebentar lagi pasukan Helcia tiba di tempat kita. Jarak dari kota tengkorak sangat dekat dengan tenda kita."

Pangeran menggeram marah, rencana yang dibuatnya selama empat tahun hancur berantakan. "Bagaimana bisa-"

 

Beberapa jam sebelumnya.

"Hei, bukankah pasukan Helcia harusnya sudah tiba di kota ini?"

"Ya."

"Tidak ada tanda pergerakan, apakah kita harus kembali?"

"Jangan, tunggu sebentar lagi."

Drap! Drap!

"Hm? Kamu dengar sesuatu?"

Drap! Drap!

"Mereka datang!"

Kedua mata-mata hampir bersorak gembira. Pasukan Helcia yang sudah mereka nantikan, datang ke kota tengkorak. Saat ini mereka sembunyi di salah satu rumah tengah kota yang bagian dinding tembok tempat pengintaian mereka dipasang tangga tersembunyi sampai ke bawah tanah dan terhubung dengan goa dekat tenda.

Untuk menghilangkan jejak, mereka akan membakar rumah pengintaian terlebih dahulu dengan dalih peringatan dari mereka. Rencana ini sudah dirancang selama empat tahun setelah membuat kasus untuk menarik perhatian pangeran pertama dan mengirimkan mata-mata ke Irliv.

Kedua mata-mata Irliv bergegas turun ke bawah tanah untuk menyampaikan berita ke pasukan mereka.

"Irliv akan berjaya!"

"Irliv akan menjadi negara kekaisaran, Helcia akan tunduk pada Irliv!"

Teriak mata-mata tanpa mengeluarkan suara.

Para pasukan Irliv dengan semangat, bersiap menyerang pasukan Helcia. Mereka mulai menghitung waktu istirahat para ksatria.

Kenapa mata-mata tidak tinggal salah satu untuk mengamati pergerakan pasukan Helcia?

Pangeran menjelaskan di depan umum bahwa tidak ingin mengorbankan salah satu ksatria. Setelah dihitung lebih cermat, waktu mata-mata turun dengan melempar api untuk menghancurkan bukti, terlalu cepat dan mata-mata tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri.

Alasan sebenarnya adalah pangeran ingin menarik simpati rakyat dan menyebarkan berita bahwa pangeran kedua belas peduli dengan pasukannya. Jika kaisar mendengar hal itu, otomatis otoritas keamanan negara dia pegang.

Untuk menghasilkan hasil yang baik, pangeran rela bersabar empat tahun untuk melaksanakannya.

Setelah memperkirakan pasukan sudah mendirikan tenda dan lengah, mereka segera melempar bola api menggunakan meriam sihir.

BOM!

Api berkobar, semangat membakar pasukan Irliv dan segera masuk ke kota tengkorak.

Setibanya di kota tengkorak, pasukan yang berada di garis depan melihat keanehan.

"Kenapa pasukan Helcia masih berdiri?"

"Apakah pasukan Helcia tidak memakai kuda?"

Dari belakang pintu gerbang kota, pintu tertutup dengan sendirinya.

BRAK!

Suara pintu kayu besar, memekakkan telinga pasukan di belakang dan membuat takut mereka semua.

Suasana berubah tegang.

"Kenapa pasukan Helcia tidak bergerak?"

Salah satu orang menyipitkan mata untuk mempertajam penglihatannya. "Aneh."

"Jebakan! Ini pasti jebakan!"

"Tunggu! Api membakar rumah pengintaian dan sudah menyebar di sampingnya!"

Para pasukan Irliv menjadi panik dan berusaha melarikan diri, pintu ditutup dengan rapat.

Tidak lama panah peringatan muncul di sekitar mereka.

"TETAP DI TEMPAT ATAU KAMI AKAN MEMBUNUH KALIAN?!" teriak pangeran pertama di atas tembok.

Para pasukan Irliv terdiam lalu mendongak, melihat pangeran pertama Helcia berdiri menantang mereka.

"TEMPAT INI AKAN TERBAKAR HABIS DAN KALIAN DIJADIKAN SANDERA! JIKA KALIAN PERCAYA PADAKU SOAL NYAWA KALIAN, AKU AKAN BERBAIK HATI!"

"APA YANG ANDA INGINKAN?" teriak pemimpin pasukan. Dia memang cinta tanah air, tapi di rumah masih ada anak bayi dan istrinya menanti. Keluarga jauh lebih penting daripada ambisi pangeran kedua belas Irliv.

Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!