TUJUH

Daniela teringat sesuatu. "Ngomong-ngomong kaisar tidak boleh tahu tentang pangeran pertama yang baik-baik saja."

Permaisuri menatap tidak mengerti Daniela. "Ada apa? Kenapa kaisar tidak boleh tahu?"

Daniela menggigit bibir bawah. Kalau tidak salah ingat, waktu bersamaan pangeran pertama hilang tidak ada kabar dan permaisuri mengurung diri, ratu membuat banyak koneksi bersama dengan kaisar lalu mantan tunangan dan adik tiri Daniela membuat kesalahan besar.

Daniela ingin mereka tetap melakukan kesalahan itu.

Permaisuri yang cerdas, langsung tahu dengan diamnya Daniela. "Apakah ini berhubungan dengan kaisar?"

Daniela tidak ingin orang lain mengetahui niatnya, dia mengangguk. Toh sama saja bukan?

Permaisuri menghela napas panjang. "Semenjak kaisar memiliki ratu, seolah aku tidak ada harga di matanya."

Daniela juga kesal dengan pria tidak tahu diri seperti kaisar. Sudah bagus dengan otaknya pas-pasan dan wajah biasa, bisa menjadi kaisar. Bukannya dipelihara dengan baik, malah tambah serakah.

"Permaisuri, suatu hari anda akan tahu kenapa saya meminta hal ini. Tolong, jangan sampai kaisar mengetahui kondisi pangeran pertama dan anda juga harus mengurung diri di kamar."

Permaisuri tidak membantah. "Baiklah, jika itu keinginan kamu."

Daniela lega mendengar permaisuri mau mengikuti permintaannya. "Terima kasih."

"Tidak masalah, tapi putraku akan pulang- tidak ada tempat untuk berlindung."

Daniela masih tidak paham perkataan permaisuri.

"Bukankah rumah keluarga Aelthred di ibukota, sudah menjadi milikmu? Bagaimana jika putraku tinggal bersamamu di rumah itu?"

"Ya?"

"Aku yakin putraku tidak akan melakukan apa pun, dia memang agak kasar dan galak terhadap orang asing tapi sebenarnya dia berhati lembut dan tidak suka menyakiti hewan sekecil apa pun."

Daniela tidak tahu harus menjawab apa, ingin menolak tapi tidak tega dengan wajah permaisuri yang penuh harap. "Saya-"

"Aku akan memenuhi kebutuhan kalian diam-diam, meskipun rumah Aelthred tidak terawat karena dianggap rumah pengkhianat, setidaknya kalian berdua bisa mengatasi."

Daniela menghela napas panjang, tidak bisa membantah perkataan permaisuri.

-----------

Golden house, tempat bertemunya para bangsawan pria. Dinamakan golden karena melambangkan cahaya sekaligus kekayaan, yang cocok untuk citra mereka.

"Lady pertama Vilvred mengancam kaisar dan permaisuri untuk mengembalikan nama bangsawan pengkhianat Aelthred, tidak kuduga ternyata semudah itu permaisuri mengembalikan nama keluarga pengkhianat. Apakah kalian memikirkan hal yang sama denganku?"

"Kemungkinan besar pengkhianat itu merupakan konspirasi permaisuri, tidak ada yang berani komentar karena pada dasarnya kaisar hanya menantu bawaan."

"Kaisar pasti ingin menyingkirkan permaisuri dan anaknya, sayang sekali kaisar sebelumnya hanya memiliki permaisuri, para penasehat menyarankan mengambil selir atau wanita di tempat tidur untuk pewaris selanjutnya, tapi menolak. Sekarang lihat saja-"

Tiga orang bangsawan bergelar count duduk di kursi bundar dengan kartu di tangan.

"Saat ini lady pertama Vilvred menjadi lelucon para istri dan lady bangsawan karena lebih memilih darah ibunya yang kotor daripada ayahnya."

"Hei, jika aku menjadi lady pertama Vilvred, aku akan melakukan hal sama. Lebih baik tinggal di tempat kotor daripada menerima perlakuan tidak adil, semua orang tahu bagaimana perlakuan duke Vilvred yang tidak adil terhadap dua anaknya!"

"Benar, lebih baik memilih darah kotor dan membangun kembali daripada harus tetap di rumah itu!"

"Tapi bagaimana lady pertama bisa mengatasinya? Selama ini kita hanya mendengar kisah buruknya saja yang suka iri dengan adik tirinya."

"Aku rasa permaisuri akan menolongnya, kamu lupa bagaimana dia mengancam permaisuri dan kaisar di depan umum? Meneriakkan kesetiaan dan berani menekan kaisar, aku rasa masa depan posisi pangeran mahkota akan terancam."

"Kita di pihak netral, jangan terlalu ikut arus politik.

"Tapi jika pangeran pertama menjadi pangeran mahkota- mungkin aku akan mempertimbangkan posisiku yang sekarang."

"Aku juga-"

"Haa- aku setuju tapi pangeran pertama pasti tidak menginginkannya, dia lebih sayang adik tiri daripada hidupnya sendiri."

"Pangeran pertama tidak ingin adanya perang saudara, dia juga tidak ingin melihat pangeran mahkota yang jarang menyentuh pedang pergi ke medan perang. Salah satu harus pergi memimpin jika ada perang."

"Kebijakan egois kaisar yang tidak suka pangeran pertama tapi berdalih tidak ingin ada pahlawan lain sebagai lelucon."

"Pangeran pertama dengan lady pertama Vilvred, hm- aku tidak sabar melihat mereka bekerja."

"Hei, jangan terlalu buru-buru memutuskan- nanti kamu akan kecewa."

Di Golden House, rata-rata banyak yang mendukung keputusan lady Vilvred, berbeda dengan pertemuan pesta teh ratu. Tentu saja duchess Vilvred, Elana dan putrinya, Ella hadir sebagai calon menantu ratu.

"Saya mendengar keputusan bodoh lady pertama yang didukung permaisuri, baguslah. Dia tidak akan mengganggu calon menantuku lagi."

Ella tersenyum lebar. "Yang Mulia, maafkan kekasaran saya. Biar bagaimanapun Daniela adalah kakak kandung saya, keputusan apapun pasti saya dukung."

Ella hanya menyebut nama Daniela, yang berarti hanya menyayanginya di permukaan.

"Ah, Ella yang cantik. Kenapa lady selalu membela kakak jahat? Dia selalu menyerang kamu karena iri."

"Ratu." Duchess Vilvred tidak ingin mencari keributan.

"Kisah cinta duchess dan duke menggetarkan hati saya, sayang sekali ada ngengat yang tiba-tiba masuk di kisah kalian."

Para lady yang mendengar itu mengangguk, beberapa hanya mendengar omong kosong ratu dan duchess.

Kekaisaran Helcia tahu bagaimana pengorbanan Aelthred untuk menjamin Vilvred yang merupakan pengkhianat sesungguhnya, tapi tidak pernah muncul lagi untuk menghormati keputusan bangsawan besar Aelthred dan sekarang banyak yang melupakan kisah itu bahkan menganggap Aelthred adalah pengkhianat sebenarnya.

Hanya sebagian bangsawan besar yang tutup mulut dan mengetahui kisah ini lalu lady pertama Vilvred mengungkapkannya di depan umum.

Bahkan meskipun banyak yang sudah mengetahuinya, ratu tidak segan mengubah cerita betapa jahatnya bangsawan Aelthred.

Beberapa bangsawan besar berdiri dan memberikan hormat sekedarnya.

"Saya ingat, ada urusan di rumah. Saya pamit, ratu."

Ratu Clare tersenyum, berusaha menahan amarahnya. "Countess, tentu saja anda bisa pulang."

Countess balik badan, melirik sekilas Elana yang duduk kursi roda dan meja sebelah ratu.

Elana Evanthe, putri dari kepala pelayan duke Vilvred yang setia.

Countess mendengus. "Penari erotis dan anak kepala pelayan, memang cocok."

Ratu yang mendengar itu berteriak marah. "KAMU! BERANINYA MENGHINA AKU DAN TAMUKU!"

Para bangsawan lain dan lady juga pergi meninggalkan pesta teh ratu tanpa pamit, cukup viscountess yang mewakili.

Ratu menggeram marah, meja yang tadinya penuh, sekarang hampir kosong. "Mereka- aku akan menghukum mereka- setelah putraku naik tahta! Hanya karena mendengar pangeran pertama berhasil memenangkan perang, mereka mengharapkan pangeran barbar itu menjadi calon kaisar? Jangan harap! Putraku jauh lebih pantas!"

Ella menenangkan ratu. "Rakyat lebih mengenal pangeran mahkota daripada pangeran pertama, lagipula kaisar telah menjamin posisi pangeran mahkota, bukan?"

Ratu kembali tenang setelah diberi masukan oleh Ella. "Kamu benar, sekarang keputusan ada di kaisar. Tidak ada yang berani mengubahnya."

Ella tersenyum.

Terpopuler

Comments

Maria Hedwig Roning

Maria Hedwig Roning

cerita bagus

2024-02-05

1

Maria Hedwig Roning

Maria Hedwig Roning

thnks thor

2024-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!