Daniela teringat sesuatu. "Ngomong-ngomong kaisar tidak boleh tahu tentang pangeran pertama yang baik-baik saja."
Permaisuri menatap tidak mengerti Daniela. "Ada apa? Kenapa kaisar tidak boleh tahu?"
Daniela menggigit bibir bawah. Kalau tidak salah ingat, waktu bersamaan pangeran pertama hilang tidak ada kabar dan permaisuri mengurung diri, ratu membuat banyak koneksi bersama dengan kaisar lalu mantan tunangan dan adik tiri Daniela membuat kesalahan besar.
Daniela ingin mereka tetap melakukan kesalahan itu.
Permaisuri yang cerdas, langsung tahu dengan diamnya Daniela. "Apakah ini berhubungan dengan kaisar?"
Daniela tidak ingin orang lain mengetahui niatnya, dia mengangguk. Toh sama saja bukan?
Permaisuri menghela napas panjang. "Semenjak kaisar memiliki ratu, seolah aku tidak ada harga di matanya."
Daniela juga kesal dengan pria tidak tahu diri seperti kaisar. Sudah bagus dengan otaknya pas-pasan dan wajah biasa, bisa menjadi kaisar. Bukannya dipelihara dengan baik, malah tambah serakah.
"Permaisuri, suatu hari anda akan tahu kenapa saya meminta hal ini. Tolong, jangan sampai kaisar mengetahui kondisi pangeran pertama dan anda juga harus mengurung diri di kamar."
Permaisuri tidak membantah. "Baiklah, jika itu keinginan kamu."
Daniela lega mendengar permaisuri mau mengikuti permintaannya. "Terima kasih."
"Tidak masalah, tapi putraku akan pulang- tidak ada tempat untuk berlindung."
Daniela masih tidak paham perkataan permaisuri.
"Bukankah rumah keluarga Aelthred di ibukota, sudah menjadi milikmu? Bagaimana jika putraku tinggal bersamamu di rumah itu?"
"Ya?"
"Aku yakin putraku tidak akan melakukan apa pun, dia memang agak kasar dan galak terhadap orang asing tapi sebenarnya dia berhati lembut dan tidak suka menyakiti hewan sekecil apa pun."
Daniela tidak tahu harus menjawab apa, ingin menolak tapi tidak tega dengan wajah permaisuri yang penuh harap. "Saya-"
"Aku akan memenuhi kebutuhan kalian diam-diam, meskipun rumah Aelthred tidak terawat karena dianggap rumah pengkhianat, setidaknya kalian berdua bisa mengatasi."
Daniela menghela napas panjang, tidak bisa membantah perkataan permaisuri.
-----------
Golden house, tempat bertemunya para bangsawan pria. Dinamakan golden karena melambangkan cahaya sekaligus kekayaan, yang cocok untuk citra mereka.
"Lady pertama Vilvred mengancam kaisar dan permaisuri untuk mengembalikan nama bangsawan pengkhianat Aelthred, tidak kuduga ternyata semudah itu permaisuri mengembalikan nama keluarga pengkhianat. Apakah kalian memikirkan hal yang sama denganku?"
"Kemungkinan besar pengkhianat itu merupakan konspirasi permaisuri, tidak ada yang berani komentar karena pada dasarnya kaisar hanya menantu bawaan."
"Kaisar pasti ingin menyingkirkan permaisuri dan anaknya, sayang sekali kaisar sebelumnya hanya memiliki permaisuri, para penasehat menyarankan mengambil selir atau wanita di tempat tidur untuk pewaris selanjutnya, tapi menolak. Sekarang lihat saja-"
Tiga orang bangsawan bergelar count duduk di kursi bundar dengan kartu di tangan.
"Saat ini lady pertama Vilvred menjadi lelucon para istri dan lady bangsawan karena lebih memilih darah ibunya yang kotor daripada ayahnya."
"Hei, jika aku menjadi lady pertama Vilvred, aku akan melakukan hal sama. Lebih baik tinggal di tempat kotor daripada menerima perlakuan tidak adil, semua orang tahu bagaimana perlakuan duke Vilvred yang tidak adil terhadap dua anaknya!"
"Benar, lebih baik memilih darah kotor dan membangun kembali daripada harus tetap di rumah itu!"
"Tapi bagaimana lady pertama bisa mengatasinya? Selama ini kita hanya mendengar kisah buruknya saja yang suka iri dengan adik tirinya."
"Aku rasa permaisuri akan menolongnya, kamu lupa bagaimana dia mengancam permaisuri dan kaisar di depan umum? Meneriakkan kesetiaan dan berani menekan kaisar, aku rasa masa depan posisi pangeran mahkota akan terancam."
"Kita di pihak netral, jangan terlalu ikut arus politik.
"Tapi jika pangeran pertama menjadi pangeran mahkota- mungkin aku akan mempertimbangkan posisiku yang sekarang."
"Aku juga-"
"Haa- aku setuju tapi pangeran pertama pasti tidak menginginkannya, dia lebih sayang adik tiri daripada hidupnya sendiri."
"Pangeran pertama tidak ingin adanya perang saudara, dia juga tidak ingin melihat pangeran mahkota yang jarang menyentuh pedang pergi ke medan perang. Salah satu harus pergi memimpin jika ada perang."
"Kebijakan egois kaisar yang tidak suka pangeran pertama tapi berdalih tidak ingin ada pahlawan lain sebagai lelucon."
"Pangeran pertama dengan lady pertama Vilvred, hm- aku tidak sabar melihat mereka bekerja."
"Hei, jangan terlalu buru-buru memutuskan- nanti kamu akan kecewa."
Di Golden House, rata-rata banyak yang mendukung keputusan lady Vilvred, berbeda dengan pertemuan pesta teh ratu. Tentu saja duchess Vilvred, Elana dan putrinya, Ella hadir sebagai calon menantu ratu.
"Saya mendengar keputusan bodoh lady pertama yang didukung permaisuri, baguslah. Dia tidak akan mengganggu calon menantuku lagi."
Ella tersenyum lebar. "Yang Mulia, maafkan kekasaran saya. Biar bagaimanapun Daniela adalah kakak kandung saya, keputusan apapun pasti saya dukung."
Ella hanya menyebut nama Daniela, yang berarti hanya menyayanginya di permukaan.
"Ah, Ella yang cantik. Kenapa lady selalu membela kakak jahat? Dia selalu menyerang kamu karena iri."
"Ratu." Duchess Vilvred tidak ingin mencari keributan.
"Kisah cinta duchess dan duke menggetarkan hati saya, sayang sekali ada ngengat yang tiba-tiba masuk di kisah kalian."
Para lady yang mendengar itu mengangguk, beberapa hanya mendengar omong kosong ratu dan duchess.
Kekaisaran Helcia tahu bagaimana pengorbanan Aelthred untuk menjamin Vilvred yang merupakan pengkhianat sesungguhnya, tapi tidak pernah muncul lagi untuk menghormati keputusan bangsawan besar Aelthred dan sekarang banyak yang melupakan kisah itu bahkan menganggap Aelthred adalah pengkhianat sebenarnya.
Hanya sebagian bangsawan besar yang tutup mulut dan mengetahui kisah ini lalu lady pertama Vilvred mengungkapkannya di depan umum.
Bahkan meskipun banyak yang sudah mengetahuinya, ratu tidak segan mengubah cerita betapa jahatnya bangsawan Aelthred.
Beberapa bangsawan besar berdiri dan memberikan hormat sekedarnya.
"Saya ingat, ada urusan di rumah. Saya pamit, ratu."
Ratu Clare tersenyum, berusaha menahan amarahnya. "Countess, tentu saja anda bisa pulang."
Countess balik badan, melirik sekilas Elana yang duduk kursi roda dan meja sebelah ratu.
Elana Evanthe, putri dari kepala pelayan duke Vilvred yang setia.
Countess mendengus. "Penari erotis dan anak kepala pelayan, memang cocok."
Ratu yang mendengar itu berteriak marah. "KAMU! BERANINYA MENGHINA AKU DAN TAMUKU!"
Para bangsawan lain dan lady juga pergi meninggalkan pesta teh ratu tanpa pamit, cukup viscountess yang mewakili.
Ratu menggeram marah, meja yang tadinya penuh, sekarang hampir kosong. "Mereka- aku akan menghukum mereka- setelah putraku naik tahta! Hanya karena mendengar pangeran pertama berhasil memenangkan perang, mereka mengharapkan pangeran barbar itu menjadi calon kaisar? Jangan harap! Putraku jauh lebih pantas!"
Ella menenangkan ratu. "Rakyat lebih mengenal pangeran mahkota daripada pangeran pertama, lagipula kaisar telah menjamin posisi pangeran mahkota, bukan?"
Ratu kembali tenang setelah diberi masukan oleh Ella. "Kamu benar, sekarang keputusan ada di kaisar. Tidak ada yang berani mengubahnya."
Ella tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Maria Hedwig Roning
cerita bagus
2024-02-05
1
Maria Hedwig Roning
thnks thor
2024-02-05
0