LIMA BELAS

"KEMANA SAJA KAMU?!"

"Co- count."

"Kamu ke kuil lagi untuk melakukan hal yang tidak penting? Apakah kamu tahu lelucon yang beredar di luar sana?!"

"Count, sakit. Tolong jangan melakukan ini."

Daniela naik ke atas pohon kokoh, berhasil menyelinap di bawah kereta milik count Ava dengan penuh perjuangan.

Bangsawan kaya memiliki kereta yang di bawah ada rongga untuk penyimpanan tambahan, minusnya kereta ini hanya bisa digunakan di kota.

Daniela lega ketika melihat kereta yang dibawa countess adalah kereta khusus di kota.

Ketika mencapai dahan pohon, hal pertama kali yang dilihatnya adalah punggung telanjang count.

Daniela hampir menjerit lalu menutup mulut dengan kedua tangannya. Gila! Gila!

Count memperkosa countess di kamarnya dengan jendela dan pintu ruangan terbuka lebar.

Daniela bisa melihat kaki countess yang dilebarkan secara paksa oleh count.

Erangan menyakitkan dan permintaan tolong bercampur menjadi satu, sementara count semakin intens menyerang countess.

Daniela teringat dengan alat perekam dan mulai merekam tindakan tidak senonoh itu.

"Teriaklah countess, biarkan semua orang tahu bahwa kita saling mencintai!" Count membalik tubuh countess secara kasar dan mulai bermain dari belakang.

Mulut Daniela menganga lebar. Astaga!

______________

Begitu tiba di rumah, wajah Daniela memerah.

Edrik yang melihat itu, segera menyentuh keningnya. "Tidak panas."

Daniela menepis tangan Edrik. "Enyah!"

"Hei, aku pangeran pertama dan jangan bertindak tidak sopan ya!" tergur Edrik.

Daniela bertanya pada Edrik. "Pangeran pertama tahu tentang hukum perkosa?"

"Tentu saja tahu."

"Apakah hukum itu ada?"

"Apa hukuman yang diterima pelaku pemerkosa?"

"Paling berat diusir dari kekaisaran Helcia."

"Hanya itu?"

"Ya."

Daniela mendecak kesal. "Sial!"

"Ada apa?"

"Bagaimana jika yang memperkosanya adalah suami?"

Edrik terkejut lalu menertawakan kebodohan Daniela. "Apakah di dunia ini ada istri yang diperkosa suaminya? Penjara pasti penuh."

"Aku serius, pangeran pertama."

Edrik melihat sikap serius Daniela di matanya. "Apakah sang istri mengadu kepadamu?"

Daniela menggeleng.

"Berarti hanya gosip."

Daniela mengerutkan kening. "Tidak, aku lihat dengan mata sendiri. Count Ava perkosa countess."

"Apa?"

"Aku melihat sendiri." Tekan Daniela.

Edrik menjadi cemas. "Kamu masuk ke rumah count Ava tanpa izin lalu mengintip kamar mereka?"

Daniela mengangguk canggung.

"Astaga!" Edrik memijat keningnya. "Apakah ini salah satu tugas kuil? Mengintip suami istri sedang berhubungan?"

Daniela menepuk dadanya dengan bangga. "Tidak, aku yang berinisiatif mengintipnya. Supaya kita bisa menghasilkan uang, lihat! Aku mendapat rekamannya juga."

Edrik semakin salah paham dan berteriak marah. "Apa yang kamu lakukan dengan alat perekam itu? Kamu ingin menjual video mereka ke pasar gelap untuk menghasilkan uang?!"

Daniela semakin bingung dengan kemarahan Edrik. "Bicara apa sih? Aku merekam untuk jaga-jaga melindungi countess. Ya kali aku sengaja mengintip lalu menjualnya di pasar gelap!"

"Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan rekaman itu? Mengancam count?"

"Memangnya boleh?"

"DANIELA AELTHRED!" teriak Edrik yang semakin sakit kepala menghadapi Daniela.

Daniela menutup kedua telinga dengan tangannya.

Keesokan harinya, reaksi pendeta agung tidak jauh berbeda dengan Daniela begitu ditunjukkan rekaman count yang menyiksa countess.

Dengan wajah tersenyum, pendeta agung mencecar Daniela.

"Apakah lady sudah minta izin ke count untuk masuk ke rumahnya?"

"Yang benar saja, tidak mungkin count memberikan izin apalagi mengintip kamarnya."

"Bagaimana lady bisa menyusul rumah count tanpa kehilangan jejak dan ketahuan?"

"Saya sembunyi di bagian bawah kereta, ruang penyimpanan. Tenang saja, tidak ada yang melihat karena tubuh saya masih kecil."

"Berapa usia lady?"

"Hmm- lima belas tahun?"

"Apakah lady mengintip count dan countess Ava untuk kebutuhan pribadi?"

Kali ini Daniela bingung menjawabnya. Kebutuhan pribadi bisa juga, karena dirinya memang membutuhkan rekaman ini untuk menekan count dan menyelamatkan countess tapi jika jawab tidak juga jawaban tepat karena dirinya memang tidak butuh menyimpan rekaman ini jika dipikirkan lagi, toh ada bukti yang jauh lebih bagus yaitu memar di tubuh countess.

"Lady?"

"Ah, pendeta agung."

"Jadi?"

Daniela menggaruk kepalanya dengan canggung, tidak tahu harus memberikan jawaban apa.

"Lady sendiri tidak tahu jawabannya?"

"Saya sudah mengatakannya waktu itu bukan? Saya mendengar gosip aneh mengenai countess Ava, terbukti tadi saya melihat luka memar di tangannya. Pendeta agung, apakah kita tidak bisa menyelamatkan countess?" tanya Daniela dan menelan kalimat terakhir di dalam hati. Lalu mendapat uang dari countess.

"Kita tidak bisa ikut campur jika countess tidak bicara langsung, jika kita tiba-tiba datang- mereka bisa menuntut kuil."

"Kebanyakan para wanita yang menjadi kekerasan suaminya itu memang tidak bisa lepas dengan mudah, orang dengan mudahnya menilai korban buta total, tapi mereka tidak tahu apa yang dihadapi si istri." Daniela bicara sendiri dan mengacak rambutnya dengan frustasi.

"Lady, di kekaisaran tidak ada yang namanya hukum perkosa untuk suami. Jika ada, akan menjadi tertawaan banyak orang. Hidup dan mati wanita yang sudah menikah, ada di tangan suaminya."

Daniela menjadi kecewa. "Padahal ada kekerasan rumah tangga di depan mata dan kita harus menutup mata begitu saja?"

"Lady, kuil tidak bisa ikut campur masalah personal kecuali dia minta tolong kepada kuil. Mungkin ada alasan sendiri bagi countess, untuk tetap bertahan."

Daniela menghela napas. "Pantas saja permaisuri bertahan sampai sekarang."

"Permaisuri?"

"Ya, padahal permaisuri adalah pemilik asli kekaisaran. Beliau mampu bertahan demi pangeran pertama, ternyata ada hukum tidak tertulis yang membuat wanita tidak bisa melakukan apa pun meski sudah dipojokkan."

"Lady, ingin mengubah peraturan?"

"Mengubah peraturan?"

"Ya, lady bisa mengajukan peraturan baru atau mengubah peraturan ke pengadilan dengan menunjukkan bukti rekaman itu. Tentu saja countess harus hadir."

Daniela mulai memikirkannya. "Benar juga, jika kita membuat atau mengubah peraturan baru ke pengadilan dan berhasil. Tidak menutup kemungkinan countess bisa cerai dari count dengan mendapatkan banyak harta."

"Apa?" Pendeta agung merasa pendengarannya salah. Tidak mungkin Daniela menolong countess dengan tujuan lain bukan?

Daniela berdiri dan mengambil barang-barang di sekitar kakinya. "Terima kasih, pendeta agung. Sudah memberikan saran yang berguna, saya akan melaksanakannya."

"Tu- tunggu!"

Pendeta tinggi Rohan yang baru masuk ke dalam kuil besar, bertanya. "Gabriel, pendeta tinggi Rahul memberikan buku catatan ini. Sepertinya lady itu kabur duluan, para pendeta muda saat ini sedang istirahat. Apakah boleh membiarkan mereka istirahat satu hari penuh?"

Pendeta agung menghela napas. "Yah, baru kali ini ada anak muda yang tidak menghormati pendeta agung sepertiku."

Rohan tertawa. "Lady Aelthred berani mencoret patung dewa kehidupan dan tanpa malu menerima hukuman dari kuil, aku rasa dia belum menemukan rasa takut."

Pendeta agung menghela napas sekali lagi.

Terpopuler

Comments

Linda M

Linda M

saya jadi ngakak baca ya kok

2022-11-15

1

AK_Wiedhiyaa16

AK_Wiedhiyaa16

Kamu lebih gila karena menguntit mereka☺

2022-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!