SEMBILAN

Daniela tidak ingin berdebat lagi. "Anda bisa mengambil kamar sesuka hati, saya belum cek seluruh tempat. Istirahatlah."

Edrik meraih ujung lengan gaun Daniela.

Daniela bisa mendengar suara perut Edrik tanpa malu. "Anda-"

Edrik tidak menutup rasa malunya. "Aku lapar, kamu yang membuat ide ini."

Daniela bingung. Sebelum terlahir kembali, dia jarang berinteraksi dengan Edrik sama sekali. Bahkan ketika Edrik memilih Ella menjadi ratunya. Sekarang dia bisa melihat sisi lain Edrik yang dulunya menakutkan.

"Tempat ini tidak ada makanan, apakah kamu tidak menyediakan makanan untuk pangeran sepertiku?"

Daniela menghela napas panjang. "Hanya di saat sekarang, anda menekan saya sebagai pangeran. Saya tidak punya makanan instan yang bisa dimakan!"

"Makanan instan?" tanya Edrik tidak mengerti. "Apakah itu nama menu baru? Bertahun-tahun aku tidak pulang, ternyata Helcia sudah membuat menu baru hahahaha."

Daniela semakin kesal dengan perkataan Edrik. "Saya akan membuat makanan, anda jangan kemana-mana!"

"Tadi aku lihat dapur tidak ada apa-apa, kamu menyimpan makanan dariku? Hei! Jangan kabur!" Edrik mengikuti Daniela yang sudah berlari menjauh. "Kamu berencana menyekapku tanpa makanan?"

"BERISIK!"

Daniela balik badan dan menatap tajam Edrik, sisa kemarahan di masa lalu ternyata masih ada di benaknya. Edrik yang terlihat menyeramkan di matanya dulu berubah menjadi pria menyebalkan!

'Aku tahu kamu tidak pernah jatuh cinta padaku.'

Kedua mata Daniela mengerjap bingung.

'Kamu hanya tidak ingin kehilangan posisi sebagai permaisuri, bukan?'

Edrik bingung ketika melihat Daniela terdiam. "Hei, kamu tidak apa-apa?"

Daniela mengalihkan tatapannya. "Saya akan membuat makanan, anda tunggu saja di sini."

Edrik mengerutkan kening. "Apakah kamu bisa menyalakan kompor?"

Langkah Daniela terhenti. Benar, dia tidak pernah menyentuh kompor di kehidupan sekarang ataupun masa lalu, hanya di zaman modern saja dirinya sempat mandiri karena aturan wanita harus bisa memasak.

Mau tidak mau, Daniela menyeret Edrik.

Setibanya di dapur, Daniela menghela napas panjang begitu melihat ruangan yang suram dan tumbuh tanaman dimana-mana.

"Apakah kamu tidak melakukan persiapan sebelum menempati tempat ini?"

Daniela mengambil sebuah keranjang di lemari. "Duke Vilvred selalu mengawasi tempat ini, khawatir aku menempatinya."

"Lho? Ini kan rumah kamu."

"Tahun depan rencananya akan direnovasi untuk ditempati Ella, supaya tidak repot ke istana saat bertemu pangeran mahkota."

"Hah? Bertemu adikku? Bukan kamu? Buat apa dia bertemu adikku?"

Daniela berjalan melewati Edrik. "Wah, sepertinya anda tidak mengikuti gosip terbaru."

Edrik berjalan mengikuti Daniela. "Gosip apa? Apa yang terjadi selama aku tidak ada di tempat,"

Daniela mencari ruang tempat perapian. "Nanti kita bicarakan, saya lapar."

Edrik diam mengikuti Daniela yang membuka semua pintu yang dilewati. "Kamu cari apa?" tanyanya.

"Di mana ruang perapian?" Daniela bertanya dengan bingung.

Edrik yang sudah mengelilingi kediaman Aelthred, menarik tangannya hingga ke ruang perapian.

Begitu pintu dibuka Edrik, Daniela menatap takjub ruang kosong yang hanya tersisa kursi goyang di dekat perapian.

Edrik menepuk dadanya. "Aku sudah membersihkan tempat ini."

Daniela melirik sekilas Edrik lalu melihat baju besi yang tergeletak sembarangan. "Sepertinya kita membutuhkan meja besok, anda harus membantu saya, pangeran pertama."

"Selama aku diberikan makan dan tempat istirahat, aku tidak akan mengeluh."

Daniela mengangguk puas lalu duduk di depan perapian dan mengeluarkan semua isi keranjang.

Edrik melihat berbagai macam daging dan sayur mentah setelah duduk di samping Daniela. "Apa ini? Apakah kita hewan?"

"Saya memang sengaja meminta bahan masakan, daripada makanan jadi. Seperti yang saya bilang, tempat ini diawasi duke. Pedang." Daniela mengulurkan tangan untuk meminta sesuatu ke Edrik.

"Apa?"

"Berikan saya pedang anda."

Edrik tidak menyerahkan pedangnya. "Tidak. Jika perlu sesuatu, aku bisa membantu."

Daniela menyerahkan daging sapi mentah ke Edrik. "Potong ini kotak kecil-kecil, anda bisa?"

Edrik melihat pedang panjangnya lalu daging sapi. "Kamu gila? Bagaimana bisa memotong kecil daging itu dengan pedang sebesar ini?"

Daniela memutar bola mata. "Apakah anda punya pisau?"

Edrik mengeluarkan pisau dari pinggangnya lalu diserahkan ke Daniela.

Daniela menatap jijik pisau di tangannya. "Anda sudah mandi hari ini?"

Edrik menjawab dengan santai sambil tertawa lebar. "Tidak, belum. Memangnya penting?"

Daniela yang memegang pisau, menatap horor Edrik. Si pangeran monster gila perang ternyata sesuai dengan citranya yang jorok.

Edrik mengerutkan kening dengan pucat. "Tolong, turunkan pisau dulu sebelum bicara. Jangan salahkan aku karena tempat ini tidak ada air."

Daniela menatap marah Edrik. "Tempat ini ada sumur, anda yang terlalu malas saja. Sekarang bantu saya mengambil air di sumur."

"Hah? Pakai apa?"

"Apakah helm perang itu tidak bisa digunakan?" tunjuk Daniela dengan pisau di tangan.

"Tunggu dulu! Helm itu sangat penting di medan perang, bagaimana bisa digunakan untuk mengambil air?!"

"Anda ingin makan, malam ini atau tidak?!"

"Baik, baik." Edric bergegas mengambil helm perang.

Daniela teringat sesuatu. "Kalau bisa, anda coba cari ember atau sesuatu yang bisa digunakan untuk menampung air. Helm perang tidak cukup."

Edric memutar bola mata.

--------------

Istana permaisuri.

"Permaisuri."

Permaisuri mengangkat kepala. "Ya?"

"Pendeta agung mendengar anda mengurung diri karena berita pangeran pertama menghilang, jadi beliau mengirim pendeta muda untuk membawa surat."

"Letakkan di meja, bilang aku tidak akan membalasnya sampai emosiku stabil."

"Baik, Yang Mulia." Pelayan istana meletakan surat di atas meja lalu keluar dari kamar permaisuri.

Dayang senior istana permaisuri, Sofia. Bertanya dengan nada heran. "Yang Mulia, kenapa anda tidak membalas surat pendeta agung?"

"Tidak, biarkan saja semua berasumsi aku sedang berdoa untuk keselamatan pangeran pertama. Bagaimana reaksi kaisar dan ratu?"

Sofia menghela napas ironi. "Seperti yang diberitahu lady Aelthred, berlomba mendekati pengikut anda."

"Pengikutku tidak bodoh, mereka pasti paham apa yang aku lakukan. Ngomong-ngomong aneh sekali mendengar Daniela sebagai lady Aelthred, bukankah seharusnya anak itu dipanggil duke?"

"Permaisuri, jangan membuat bangsawan lain marah. Tidak ada pemimpin wanita di kekaisaran Helcia."

"Aku rasa anak itu akan menjadi yang pertama." Permaisuri menjawab dengan tenang. "Jika dia menikah dengan putraku, masa depan Helcia pasti akan aman dan aku tidak perlu mempermasalahkan pewaris lagi."

"Permaisuri, tolong jangan berharap lebih." Nasehat Sofia.

"Sofia, berapa lama kamu bersamaku?"

"Sudah lama Yang Mulia, kita teman sejak kecil."

"Harusnya kamu paham bagaimana perasaanku sekarang, jika aku bisa menggantikan posisi putraku di medan perang- aku akan melakukannya."

"Yang Mulia-"

"Aku sudah belajar sebisaku untuk menjadi pewaris tapi pada kenyataannya harus mengikuti perintah tetua, memungut menantu."

"Saya ingat itu."

"Karena itulah aku berharap Daniela bisa membantu putraku mengambil tahta miliknya, tidak harus pergi ke medan perang lagi."

"Bagaimana jika lady itu gagal?"

Permaisuri menghela napas panjang. "Tidak, aku bisa melihat tekad di mata Daniela. Dia bersungguh-sungguh mendukung kami berdua."

Sofia menjadi bingung. Bagaimana bisa lady kecil yang tidak punya kemampuan apa pun mendukung permaisuri dan pangeran pertama?

Terpopuler

Comments

Maria Hedwig Roning

Maria Hedwig Roning

thnks thor

2024-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!