DELAPAN BELAS

Count Ava yang terburu-buru pulang karena mendapat pesan dari kepala pelayan, berteriak marah ketika melihat countess dan anak-anaknya sudah kabur. "KENAPA KALIAN BIARKAN DIA PERGI BEGITU SAJA?!"

"Count, maafkan kami. Countess pergi dengan bantuan kuil dan pengawal permaisuri."

"A- apa? Bagaimana bisa permaisuri datang dan ikut campur?"

"Saya sendiri juga tidak tahu."

"Mungkin selama ini countess diam-diam minta bantuan ke pihak kuil," Evelyn memanasi count. "Bukankah countess selalu rutin pergi ke kuil untuk donasi dan berdoa? Mungkin saja itu hanya dalih untuk minta bantuan kuil."

Count semakin membenci countess. "Wanita itu- aku akan membuat perhitungan padanya."

Kepala pelayan melirik kesal dengan ulah Evelyn. "Nona, saya rasa anda tidak perlu memanasi count. Saat ini countess kabur sudah membuat nama count jelek dan count, sebaiknya anda menahan emosi. Gosip jelek akan berpengaruh pada bisnis anda."

"Kamu benar!" Count lari menuju kantornya untuk minta bantuan ke duke Vilvred.

Evelyn menatap kepala pelayan dengan marah. "Jika aku menjadi countess, aku akan membuat kamu keluar dari tempat ini."

Kepala pelayan tidak takut dengan ancaman Evelyn. "Lakukan jika anda berhasil menjadi countess."

Evelyn menatap punggung kepala pelayan yang sudah berjalan menjauh dengan marah. "Kepala pelayan sialan!"

Di istana, kaisar bangkit dari singgasana setelah mendengar laporan dari salah satu anak buahnya. "Apa kamu bilang? Para ksatria bawahan pangeran pertama kerja sama dengan kuil?"

"Ya, banyak saksi mata yang melihat ksatria pangeran pertama melindungi countess menuju kuil. Yang Mulia, bukankah hal ini terlalu berlebihan? Ikut campur rumah tangga orang lain."

Ratu tertawa kecil di balik kipasnya. "Jangan-jangan selama ini pangeran pertama tidak hilang? Dia hanya bersembunyi di dalam kuil."

"Dia berhasil membangun hubungan dengan pihak kuil?" Kaisar menatap ratu dengan tatapan tidak percaya. "Bagaimana bisa?"

"Permaisuri pasti membuat rencana ini, Yang Mulia." Kata ratu dengan percaya diri, berusaha menyembunyikan kedengkiannya.

"Tidak, pasti-" kaisar menjadi bingung.

"Yang Mulia, pendeta tinggi Rahul ingin bertemu dengan anda."

"Pendeta tinggi? Suruh dia masuk!" Perintah kaisar yang tidak sabar.

Pendeta tinggi Rahul masuk dengan santai dan memberikan hormat sekedarnya. "Salam, kaisar Helcia."

Kaisar kesal melihat sikap hormat ala kadar pendeta. "Meskipun aku tahu, pendeta tidak diizinkan menghormati hal lain selain dewa Helcia. Tetap saja aku tidak suka melihatnya."

Pendeta tinggi Rahul tertawa kecil. "Dewa sudah memberikan rahmat untuk kaisar, membuktikan kedudukan anda jauh lebih tinggi dari para pendeta."

Semua orang di dalam ruangan tahu apa yang dimaksud pendeta tinggi Rahul untuk menyindir kaisar yang ingin kedudukannya melebihi dewa.

"Hah! Aku tidak berani menentang dewa. Apa yang kalian inginkan?" tanya kaisar.

"Sebelum ada salah paham antara kuil dan kekaisaran, pendeta agung mengutus saya untuk menjelaskan pada anda terkait countess Ava dan anak-anaknya."

"Hoo- alasan apa yang ingin kalian jelaskan? Aku ingin mendengarnya."

Pendeta tinggi Rahul mulai menjelaskan. "Anda tahu lady Daniela sangat dekat dengan permaisuri, saat ini lady bekerja di kuil dan tanpa sengaja melihat bekas luka di tangan countess Ava."

"Bekas luka?" tanya kaisar tidak mengerti.

"Ya, countess Ava dipukul count. Lady Daniela ingin menyelamatkan countess, meminta tolong kepada kuil dan pihak permaisuri, tentu saja countess juga ikut melapor."

"Lalu apa hubungannya dengan para ksatria pangeran pertama yang kalian pakai?"

"Yang Mulia!" Ratu memegang tangan kaisar. "Permaisuri."

Kaisar tersadar lalu mengangguk mengerti. "Ah, begitu ya. Permaisuri minta bantuan para ksatria pangeran pertama yang sudah tiba di kekaisaran. Aku mengerti sekarang."

Pendeta tinggi Rahul tersenyum dan mengejek kaisar di dalam hati. Dengan kapasitas otak seperti itu, anda ingin disamakan dengan dewa? Bermimpilah!

"Baiklah, jika kejadiannya seperti itu. Aku tidak akan mempermasalahkannya lagi hahahaha." Tawa kaisar.

"Terima kasih atas pengertiannya, Yang Mulia. Semoga dewa memberkati kemuliaan kekaisaran Helcia."

"Tentu saja, tentu saja." Kaisar mengangguk puas.

Pendeta tinggi Rahul pamit undur diri dan pergi ke tempat permaisuri untuk pura-pura melapor sesuai arahan pendeta agung.

'Permaisuri, tidak akan mau menemui siapa pun kecuali lady Daniela dalam bentuk surat. Karena itu, pura-pura melapor ke permaisuri.'

'Tapi, selama ini kita menyelamatkan countess hanya memakai nama permaisuri. Apakah tidak apa-apa?'

'Permaisuri tidak akan keberatan namanya dipinjam untuk hal yang baik, aku yang akan menjaminnya.'

Begitu tiba di istana permaisuri, salah satu pelayan setia permaisuri menerima kedatangan pendeta tinggi dan meminta maaf karena permaisuri tidak ingin menemui siapa pun.

Pendeta tinggi pendengarannya sangat tajam, dia tahu dirinya diikuti salah satu antek kaisar atau ratu. "Tidak apa, saya hanya ingin melapor bahwa countess sudah diselamatkan. Permaisuri tidak perlu khawatir lagi."

Pelayan setia permaisuri bingung dengan kalimat pendeta tinggi tapi berpura-pura lega. "Saya- saya akan menyampaikannya ke permaisuri."

Pendeta tinggi memberikan kode ke pelayan setia permaisuri. "Mungkin permaisuri lupa karena beberapa hari ini sedang berdoa untuk pangeran pertama, tapi pendeta sebelumnya datang dan menyerahkan surat ke permaisuri untuk melapor."

Untungnya beberapa bulan sekali, pendeta tinggi rutin mengunjungi permaisuri untuk memeriksa kesehatannya.

"Oh, ah. Saya paham. Terima kasih." Angguk pelayan setia lalu cepat-cepat masuk ke dalam kamar permaisuri sebelum ada yang datang untuk menghalanginya.

Pendeta tinggi dan dua pendeta muda yang menemaninya, pergi meninggalkan istana permaisuri.

Setelah mereka menjauh, dua pendeta muda berkomentar dengan nada cemas.

"Wah, baru kali ini aku masuk istana. Rasanya menyesakan, kasihan permaisuri."

"Ya, diawasi sangat ketat oleh kaisar dan ratu. Untung saja lady maju melindungi permaisuri dan- ups!"

Pendeta tinggi Rahul tiba-tiba menutup mulut salah satu pendeta muda. "Hati-hati, dinding pun bisa menjadi telinga."

Pendeta muda mengangguk ngeri bersamaan.

Di dalam kamar permaisuri, sedang tidur lelap di pangkuan seseorang. Pelayan itu terkejut lalu memberanikan diri untuk melapor. "Saya tadi sempat bingung dengan penjelasan pendeta tinggi tadi, tapi mereka sudah datang dan melapor."

Permaisuri terbangun dan membuka matanya. "Hm? Ada apa?"

"Istirahatlah, kamu pasti lelah."

"Kamu tidak akan pergi kemana-mana 'kan?"

Pria itu mengambil jubahnya dan segera membuka portal. "Aku harus segera kembali."

"Kapan kamu kembali?"

"Kalau aku ada waktu, tidak perlu khawatir."

Permaisuri turun dari tempat tidur, para pelayan cepat-cepat menutupi tubuh telanjangnya. "Jangan berbohong!"

"Tidak akan! Aku usahakan kembali secepatnya. Jaga dirimu, permaisuri Helcia."

Permaisuri memperhatikan kekasihnya berjalan melewati portal dengan kesal.

"Yang Mulia, apakah anda ingin mandi sekarang? Sepertinya anda tidak bisa keluar beberapa hari ke depan."

Permaisuri mengangguk setuju begitu melihat banyak tanda merah di seluruh tubuhnya. "Aku ingin istirahat, bagaimana keadaan putraku? Dia baik-baik saja?"

"Tidak ada masalah, pangeran pertama baik-baik saja."

"Syukurlah."

Terpopuler

Comments

Jue

Jue

Panggeran pertama saja yang bodoh mengalah demi persaudaraan dan tidak mahu merebut takhta.

2024-07-17

0

AK_Wiedhiyaa16

AK_Wiedhiyaa16

Pria tersebut kekasih permaisuri??
Kira2 siapa pria tersebut??
Pendeta Agung atau bahkan si dewa??

2022-11-05

0

AK_Wiedhiyaa16

AK_Wiedhiyaa16

Padahal kan seharusnya posisi Permaisuri lebih tinggi daripada Ratu, apalagi Permaisuri merupakan keturunan langsung dari keluarga kekaisaran & hrsnya yg jdi putra mahkota ya anak dari Permaisuri..
Kaisar & Ratu sbnrnya ga punya hak apapun, dasar tak tahu diri

2022-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!