Tidak sampai satu minggu pasukan pangeran pertama masuk gerbang utama kekaisaran Helcia dan disambut meriah.
Sehari setelah kekacauan pesta teh ratu, kekaisaran Helcia mendengar kabar bahwa pangeran pertama telah menghilang.
Para pendukung ratu dan kaisar bahagia mendengar kabar ini, mereka semakin yakin ketika permaisuri memberi kabar kepada kaisar untuk mengurung diri di istananya.
Para pendukung pangeran pertama dan permaisuri memutuskan tidak banyak berkomentar dan bersikap seperti pihak netral, sementara pihak netral tidak peduli selama kondisi kekaisaran baik-baik saja.
Di tengah hiruk pikuk suasana penyambutan para pasukan pangeran pertama, Daniela mengambil semua barang peninggalan Aelthred yang diambil oleh Vilvred, termasuk perhiasan turun temurun Aelthred.
Permaisuri memberikan ksatria kekaisaran untuk membantu Daniela.
"Kami menjaga harta keluarga pemberontak, kenapa kamu malah mengambilnya? Semua harta bobrok ini sudah menjadi hak milik keluarga Vilvred!" teriak duke.
Daniela tertawa sinis. "Tidak masalah bobrok, yang penting punya nilai historis. Bukankah dulu duchy Vilvred jauh lebih bobrok? Kalian kembali sejahtera berkat harta keluarga ibu."
"Kakak, jika pangeran mahkota tahu- kakak akan-" Ella tidak melanjutkan perkataannya.
Daniela membalas Ella. "Apa hubungannya dengan pangeran mahkota? Ini semua harta keluargaku, aku hanya mengambilnya."
"Keluarga kakak adalah Vilvred, bukan Aelthred."
Daniela mengabaikan perkataan Ella.
Elana memegang dadanya. "Daniela, apakah hubungan keluarga kita selama ini sangat dangkal? Sehingga kamu-"
"Ibu-" Ella mengkhawatirkan duchess.
Daniela menatap remeh duchess. "Anak keluarga kepala pelayan, pantas saja selama ini aku diabaikan dan dihina pelayan Vilvred."
PLAK!
Duke Vilvred menampar pipi kiri Daniela.
Daniela menyentuh pipinya yang ditampar, dia tidak akan terkejut lagi jika ayah kandungnya melakukan tindakan sama, hanya saja dirinya yang terlalu bodoh mengharapkan cinta ayah dari duke.
Daniela diam dan menatap lurus duke, seolah menantang.
"Lady, semua sudah kami ambil dan periksa sampai tidak ada yang tersisa. Ada lagi yang lain?" lapor salah satu ksatria.
"Gudang harta!"
"Ya?"
"Buka gudang harta Vilvred, jika mereka tidak mengizinkannya maka aku akan menuntut Vilvred sebagai pencuri harta Aelthred!"
"KAMU SUDAH GILA!" bentak duke yang kemarahannya mulai memuncak.
Daniela tidak peduli lagi.
Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan kunci gudang harta dari kepala pelayan.
Sebagian besar atau bisa dibilang hanya sepuluh persen harta berharga milik Vilvred di dalam gudang harta, sisanya milik Aelthred. Itulah yang diceritakan permaisuri pada Daniela.
Daniela bicara ke ayahnya. "Vilvred dulunya adalah pemberontak, menghabiskan harta untuk memberontak kekaisaran dengan mimpi bodohnya yang merupakan kerabat dekat kekaisaran, tapi Aelthred adalah pahlawan kekaisaran Helcia yang memiliki setia kawan tinggi."
"Kamu bahkan tidak punya daftar harta Aelthred!" geram duke.
Daniela tertawa mencemooh lalu memberikan sebuah buku di balik jaket tebalnya. "Ini, hanya copy. Yang asli sudah aku pegang, ambil barang sesuai daftar."
Duke menggeram marah. "DANIELA!"
Elena memeluk putra kecilnya, Javier yang ketakutan karena suara keras duke.
Butuh waktu setengah hari untuk mengangkut harta keluarga Aelthred dari Vilvred.
Daniela sengaja memakai kereta kuda terbuka untuk menunjukan harta lusuh Aelthred sementara yang paling berharga diletakan bagian bawah.
Pagi hari menonton iringan pasukan pangeran pertama, menjelang malam hari rakyat melihat iringan harta Aelthred dibawa kereta kuda.
"Hei, barang-barang yang diambil sudah lusuh. Apakah lady pertama Vilvred yakin mengambilnya?"
"Aku pikir lady itu akan menjual barang-barang lusuh, dia harus mengurus rumah bobrok peninggalan Aelthred yang dekat dengan istana kekaisaran."
"Dia memang lady jahat dan bodoh, iri dengan adiknya yang cantik tapi tidak punya otak untuk bertahan hidup."
"Hanya mengandalkan hidup kepada permaisuri apa untungnya? Aku berani bertaruh, dia tidak akan bisa bertahan hidup."
"Hei, aku juga akan bertaruh tokoku. Lady itu selalu sombong dan pamer harta, tidak mungkin bisa bertahan hidup!"
"Hahahaha benar! Aku juga ikut bertaruh!"
Daniela yang tertarik dari balik kereta kuda yang berjalan lambat, membuka jendela dan mengeluarkan kepalanya. "Aku juga ikut bertaruh! Jika aku bisa bertahan hidup dan menang, seluruh harta kalian adalah milikku!"
Orang-orang yang bertaruh terkejut, melihat kereta Daniela lewat sambil berteriak keras.
"JANJI YA! HARTA KALIAN ADALAH MILIKKU NANTI, AKU AKAN MENYURUH KSATRIA MENCARI KALIAN!"
Oran-orang yang bertaruh bergidik ketakutan lalu lari menjauhi kerumunan.
Daniela tersenyum dan mulai berhitung di dalam kepalanya, sebentar lagi aku akan kaya raya.
Begitu tiba di rumah besar Aelthred. Para ksatria meletakan barang-barang di dalam rumah sementara perhiasan dan barang berharga lainnya diletakan di ruang terpisah.
Daniela menghela napas panjang begitu melihat kondisi rumah keluarga ibunya yang tidak terawat, tanaman liar muncul dimana-mana dan harus dibersihkan.
"Butuh uang berapa banyak ya untuk renovasi rumah? Tidak mungkin mengharapkan permaisuri."
Para ksatria yang membantu sudah pulang, sekarang hanya tinggal Daniela sendiri di rumah ini.
"Hm? Kenapa tiba-tiba ada barang sebanyak ini? Apakah ada yang akan menempati rumah pemberontak?"
Daniela melihat ke arah sumber suara di atas tangga, lantai dua. Seorang pria berdiri dan menatap heran barang-barang bertumpuk banyak. Untung saja Daniela meminta tolong para ksatria untuk menyalakan penerangan di sekitar rumah.
Daniela menepuk keningnya, ternyata permaisuri sangat serius. "Pangeran pertama, apakah anda tidak mendengar gosip di luar sana?"
Pangeran pertama loncat dari atas tangga dan berlari mendekati Daniela. "Kamu! Apa maksudmu menyuruh aku tidak boleh muncul ke istana? Ini adalah kemenanganku!"
"Dan saya juga yang memberikan saran kepada anda, jika anda menyuruh pasukan mendirikan tenda untuk istirahat di kota entah namanya apa itu, anda bisa dihancurkan pasukan Irliv dan permaisuri pasti khawatir."
Edric lemah jika orang lain menyebut ibunya, menatap curiga Daniela. "Bagaimana bisa kamu tahu rencanaku? Apakah kamu mengirim mata-mata?"
"Tidak mungkin, bukankah semua pasukan di bawah perintah anda sangat setia? Saya hanya menebak." Daniela mengangkat kedua bahu dengan santai.
Pangeran pertama yang dibenci kaisar karena anak dari permaisuri dan lady pertama Vilvred yang ingin mengembalikan kejayaan keluarga ibunya, Aelthred. Terpaksa satu rumah.
"Karena permintaan kamu itu, aku dan ibu jadi repot. Bagaimana jika kaisar dan ratu mendirikan fraksi dan membuat orang-orang mendukungnya?"
"Bukankah anda tidak peduli dengan politik?" Daniela berjalan menjauh dari Edrik. "Posisi yang seharusnya menjadi milik anda malah diberikan kepada anak penari erotis."
Edrik memberikan alasan. "Aku tidak ingin dia menjadi korban politik, lagipula kamu adalah tunangan adikku. Kenapa kamu sok peduli dengan hidupku?"
"Saya tidak peduli pada hidup anda, pangeran pertama. Saya peduli pada permaisuri, apakah anda tidak memikirkan bagaimana sakitnya permaisuri melihat anda dikirim ke medan perang?"
Edrik sempat memikirkan perasaan ibunya tapi tidak ada yang bisa menjaga keamanan kekaisaran selain dia. "Setidaknya ibuku aman di istana."
Daniela memutar bola mata. Begitulah laki-laki, hanya bisa berpikir secara logika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
AK_Wiedhiyaa16
Pemikiran pangeran pertama terlalu naif
2022-11-05
0