ENAM BELAS

Countess Ava kembali ke kuil dan berdoa dengan khusuk. Daniela mengawasi dari jauh.

Daniela mendekati Countess Ava dengan seragam kuilnya ketika countess hendak keluar dari kuil. "Countess."

Countess Ava berhenti dan menoleh. "Lady Aelthred?"

Daniela tersenyum canggung. "Bolehkah saya bicara dengan anda?"

Countess Ava bersikap defensif. "Apa yang anda inginkan?"

Daniela paham dengan sikap countess Ava, lalu berbisik di telinganya. "Saya tahu apa yang terjadi selama ini di rumah anda, apakah anda tidak ingin ditolong?"

Kedua tangan countess Ava gemetar. "Menolong saya? Apa yang anda inginkan? Tidak ada yang salah dengan posisi saya."

"Karena itu, bisakah kita bicara berdua?"

"Baik, sebentar saja."

Daniela mengangguk setuju.

_______

Di kafe dekat kuil, Daniela dan countess duduk berhadapan dan memesan menu sederhana.

"Biar saya yang traktir." Kata Daniela sambil menambahkan di dalam hati. Untuk investasi.

"Apa yang anda inginkan?"

"Saya tahu count selalu menyiksa anda, bisakah saya membantu anda?"

Kedua tangan countess gemetar di atas pangkuannya. "Anda bicara apa? Hubungan kami baik-baik saja dan tidak ada masalah, tolong jangan berasumsi aneh."

"Saya tahu memang sulit untuk mengatasi kekerasan rumah tangga, semua menganggap hal biasa. Bahkan keluarga pun tidak peduli, yang bisa menyelamatkan kita hanya diri kita sendiri. Countess, tidakkah anda berpikir untuk lepas dari count?"

Countess Ava menggeleng pelan. "Saya punya anak."

"Ah, begitu." Daniela mengangguk mengerti. "Meskipun memiliki anak, jika ada kompensasi, tidak akan ada masalah. Countess, saya yakin count juga tidak peduli pada anak-anak anda."

Countess Ava menjawab dengan nada gemetar. "Karena anak-anak saya semuanya perempuan, dia punya anak haram kesayangan. Anak itu laki-laki."

"Wah, begitu ya." Daniela menggeleng sedih. "Sebenarnya tujuan saya membujuk countess, untuk membantu saya merancang undang-undang tentang kekerasan dalam rumah tangga. Saya ingin melindungi permaisuri."

"Permaisuri? Apakah terjadi sesuatu pada permaisuri?" tanya Countess Ava sambil menyentuh dadanya dengan tegang.

"Anda tahu, nasib pangeran pertama dan permaisuri sangat mirip dengan anda. Saya ingin mengumpulkan banyak kasus mengenai kekerasan rumah tangga, hal ini bisa menjadikan contoh untuk para pria menjaga istrinya dengan baik." Daniela minta maaf pada permaisuri di dalam hati karena menjual namanya.

Countess Ava terlihat ragu.

"Saya tidak memaksa anda tapi dengan dukungan pangeran pertama, anda tidak akan rugi. Meskipun harus dengan satu syarat."

"Syarat?"

"Anda tidak keberatan jika saya mengajukan satu syarat?"

"Tergantung syarat apa yang lady inginkan."

Daniela menghela napas. "Jika saya berhasil membuat lady memenangkan kasus perceraian dengan mendapat lima puluh persen atau lebih dari harta count, termasuk dengan tunjangan anak-anak sampai dewasa dan kompensasi karena membuat anda terluka. Saya ingin dua puluh persen dari apa yang anda dapatkan, dikurangi tunjangan anak-anak, tentunya."

Kedua mata countess Ava terbelalak ngeri. "Bagaimana bisa anda mendapatkan harta sebanyak itu dari count? Selama ini tidak ada yang pernah mendapat uang perceraian, rata-rata para istri hanya bisa membawa gaun dan perhiasan, meninggalkan anak di bawah pengasuhan ayahnya supaya dirawat dengan baik."

Daniela tersenyum lebar. "Saya yakin, seorang ayah yang sudah menikah lagi tidak akan peduli dengan anak-anak lamanya. Kaum pria tidak pernah merasakan namanya melahirkan."

Countess Ava menggigit bibirnya dengan gugup. "Anda yakin saya mendapat perlindungan selama tuntutan?"

"Pangeran pertama akan melindungi anda, selama saya bekerja. Berlindung di kuil jauh lebih aman jika anda ingin menyelamatkan diri, saya sudah bertanya pada pendeta agung dan beliau mau menerima anda." Daniela tersenyum lebar tanpa merasa bersalah. Masa bodoh jika di akhir pendeta agung marah kepadanya, yang penting dia akan mendapat uang banyak dari kompensasi yang diberikan count.

"Saya-"

___________

"Apa? Kamu menjual namaku untuk melindungi countess Ava? Kamu gila?"

"Tidak ada yang lebih gila dari ini, pangeran pertama. Anda tahu count Ava salah satu pria terkaya di kekaisaran, kita tidak bisa melewatkan hal ini begitu saja." Daniela mengangkat kedua bahu dengan santai.

Begitu pulang, Daniela bergegas cerita dan meminta bantuan kepada pangeran pertama.

Edrik memijat keningnya. "Kamu- benar-benar sembrono. Bagaimana jika gagal? Bukankah countess akan mendapatkan masalah lebih parah lagi?"

"Gagal?"

"Apakah kamu tidak memikirkan kemungkinan gagal?"

"Kenapa anda berpikir akan gagal?"

"Kaisar, kaisar pasti tidak akan setuju."

"Anda takut pada kaisar?"

"Tidak, tentu saja. Aku hanya memikirkan nasib ibuku di tangan kaisar."

"Kalau begitu tidak ada yang perlu dipikirkan lagi, bukti sudah ada banyak dan tidak mungkin gagal. Anda harus lebih percaya diri, pangeran pertama." Daniela menepuk punggung pangeran pertama dengan sekuat tenaga lalu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.

Pangeran pertama mengekori Daniela yang hendak ke kamar mandi. "Aku tidak bisa melakukannya, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada ibuku."

Daniela balik badan dan menatap mata pangeran pertama yang tinggi sambil menunjuk dadanya dengan jari. "Kita tidak tahu masa depan jika tidak mencobanya, saya tidak akan menyerah selama bisa mendapatkan uang dan membantu permaisuri."

"Kamu-"

BRAK!

Daniela menutup pintu tepat di depan wajah pangeran pertama.

Edrik menggedor pintu dengan kesal. "Baik, aku akan membantu. Jika gagal, aku akan menuntut!"

"Tidak masalah." Jawab Daniela dengan santai di balik pintu.

Edrik menjadi kesal dengan jawaban santai Daniela dan pergi menjauh dari pintu kamar mandi yang ditutup.

_______

Countess Ava yang baru pulang, disambut kepala pelayan dan para pelayan lainnya.

"Count?" tanya countess Ava.

"Count sedang di luar, di rumah ada nona Evelyn dan putranya."

Countess Ava yang sedang menaiki tangga, berhenti. Menatap pintu yang terbuka dengan benci.

Kepala pelayan menjadi cemas. "Countess-"

Countess Ava kembali melangkah dan masuk ke dalam rumah, terdengar suara tawa anak laki-laki dan wanita dewasa.

Evelyn yang menyadari kehadiran countess, berdiri. "Kakak, sudah pulang?"

"Siapa yang kamu panggil kakak?" tanya countess dengan acuh lalu berjalan meninggalkan Evelyn.

Evelyn tertawa dengan lembut. "Kakak tidak takut dengan count? Count sudah menyuruhku tinggal di sini bersama putra kami, jadi seharusnya kakak bersikap sopan kepadaku. Pewaris rumah ini adalah putraku, bukan anak-anak kakak."

Countess menghentikan langkahnya lalu teringat dengan perkataan Daniela.

'Di kekaisaran sangat wajar jika seorang pria mencari selingkuhan untuk mendapatkan pewaris, tapi lama kelamaan tren ini disalah gunakan para pria untuk berselingkuh. Salah satu contoh adalah kaisar, jika anda bersedia mendukung saya untuk membuat undang-undang kekerasan rumah tangga yang mengarah ke perselingkuhan. Permaisuri dan pangeran pertama tidak akan melupakan jasa anda.'

'Tapi, tubuhku akan dipertontonkan sebagai bukti?'

'Saya hanya menunjukan bagian luka, bukan seluruh tubuh. Jangan khawatir countess, anda tidak akan rugi. Kuil juga akan mendukung anda.'

Countess Ava tertawa terbahak-bahak dan menatap rendah Evelyn. "Aku terlahir sebagai bangsawan, dan kamu hanya pelacur. Jangan bertindak tidak tahu diri."

"Kamu-"

Terpopuler

Comments

AK_Wiedhiyaa16

AK_Wiedhiyaa16

Lama2 Daniela bisa jadi pengacara di dunia tersebut😁😁

2022-11-05

2

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!