ENAM

"Berikan salah satu dari kalian yang bisa dipercaya untuk menyebarkan berita palsu ke pangeran dua belas."

Pemimpin pasukan terkejut ketika mendengar pangeran pertama Helcia menyebut pangeran dua belas.

"Api akan menyebar lebih cepat dan membakar tempat ini, kalian tidak akan mati sia-sia!" teriak Edrik.

"Kami akan melakukannya, tapi anda harus bersumpah atas nama dewa cahaya untuk tidak mengkhianati pasukan Irliv!"

Tanpa diskusi pada semua pasukan, pimpinan pasukan Irliv tahu benak semua anak buahnya yang tidak ingin mati di tempat ini.

Semua pasukan Irliv lega dengan keputusan pemimpin mereka.

Edrik senang taktiknya berhasil, dia harus merombak semua rencana lama dan bertaruh hukuman apa yang akan menanti tunangan adiknya.

Salah satu rekan Edrik yang berdiri di belakang, bertanya dengan nada heran. "Aneh, kenapa mereka percaya begitu saja pada musuh?"

Edrik menjelaskan. "Karena mereka hanya ingin mencari keselamatan sendiri."

"Ya?"

"Orang-orang naif yang bertempur karena terpengaruh dengan kalimat manis seseorang, pangeran kedua belas Irliv." Edrik tersenyum ketika melihat wakil dari Irliv keluar dari gerbang lalu pergi dengan tentara Edrik yang menyamar. "Benar, empat tahun yang sia-sia."

Setidaknya aku harus berterima kasih pada wanita itu.

Sementara Daniela yang sedang minum teh bersama permaisuri, tiba-tiba merinding.

------------

Pangeran kedua belas tercengang dengan serangan mendadak dari Helcia. "Bukankah Helcia sudah kalah? Kenapa mereka bisa di sini?"

"Pangeran, cepat selamatkan diri anda!" Teriak salah satu pengawal pangeran kedua belas yang menyerang salah satu ksatria Helcia.

Bunyi gesekan pedang yang keras memekakkan telinga, teriakan para pasukan terdengar jelas, antara kesakitan dan mengobarkan semangat, jadi satu.

Pangeran kedua belas mundur dan hendak melarikan diri. "Dasar, tidak berguna!"

Edrik menghalangi pandangan pangeran kedua belas lebih cepat. "Tidak kusangka, bisa semudah ini mengalahkan pasukan Irliv."

Pangeran kedua belas yang terkejut sesaat, mendecak kesal. "Kamu- hanya karena terlahir di kekaisaran, bisa bertindak sombong!"

Edrik sudah mendengar sejarah masa lalu para pangeran Irliv, terlahir dari raja yang suka bermain wanita dan menebar benih ke berbagai bangsawan wanita. Yang terendah adalah pangeran kedua belas, ibunya yang keluarga baron merupakan pelayan tidak disukai ratu, wanita itu bertahan karena masih dibutuhkan ratu sebagai pion.

Dan ternyata ratu harus menghadapi kenyataan pahit, wanita yang paling tidak berguna berhasil memanjat tempat tidur raja yang hanya berselingkuh dengan para wanita bangsawan tinggi Irliv.

Pangeran kedua belas dijadikan aib kerajaan.

"Jika kamu terlahir tidak berguna, setidaknya buatlah dirimu berguna." Komentar Edrik sembari mengarahkan pedang ke pangeran dua belas.

Pangeran kedua belas menyeringai lalu mendadak muntah darah. "HELCIA TERKUTUK!" teriaknya. "BUNUH PANGERAN TERKUTUK YANG SUDAH MEMBUNUH TEMAN-TEMAN KITA!"

Edrik balas berteriak. "JIKA PASUKAN IRLIV TIDAK MENYERAH! AKU PASTIKAN MEMBAKAR NEGARA IRLIV!"

Pasukan Irliv yang melihat itu, sontak berhenti. Pasukan Helcia juga melakukan hal yang sama.

Pasukan Irliv yang melihat pangeran kedua belas muntah darah dan berlutut di tanah, terdiam.

Pangeran kedua belas melihat pasukannya di dalam tenda sambil memegang dada, mengambil pedang di dekat pasukan miliknya dan mengayunkan ke Edrik.

Edrik melangkah mundur untuk menghindar, tanpa sengaja pedang pangeran kedua mengenai pergelangan tangan kirinya yang tidak dilindungi baju besi.

Edrik yang tidak sabar, menendang perut pangeran kedua belas yang sedang mengayunkan pedang ke sembarang arah dengan tubuh lemas.

Pangeran kedua belas terjengkang ke belakang dan tidak bergerak.

Pasukan Irliv melempar senjata di atas tanah dan menyerah.

"Pangeran kedua belas mati?" tanya salah satu pasukan Irliv.

Edrik memasukan pedangnya ke dalam sarung. "Bawa dia ke penyihir, keluarkan racunnya! Tangkap pasukan Irliv yang menyerah lalu kita dobrak gerbang depan!"

Pasukan Helcia berteriak semangat.

Salah satu pengikut Edrik diam-diam menarik Edrik untuk mengobati pergelangan tangannya yang terluka.

"Saya akan memastikan tidak ada racun di dalamnya, anda jangan ceroboh, pangeran pertama. Helcia masih membutuhkan anda."

Edrik tersenyum tipis dan membiarkan pengikut mengobati lukanya.

"Lho?"

"Ada apa?"

Pengikut Edrik membuka kain yang melilit pergelangan tangan Edrik. "Sejak kapan anda terluka di sini?"

Edrik sekarang melihat dua luka di tangannya. "Apa ini?"

"Apakah anda tidak sadar terluka?"

"Ya, aku selalu memakai baju besi. Tidak masuk akal terluka di tempat yang tertutup baju besi."

"Saya periksa lukanya terlebih dahulu."

Edrik menatap bingung pengikutnya. "Hei, apakah ini kutukan dari Irliv?"

"Tidak usah percaya lelucon itu, pangeran pertama." Tegur pengikut Edrik.

Edrik diam lalu menguap.

 

"Aduh!"

Permaisuri yang sedari tadi membaca, mengangkat kepala dengan khawatir. "Ada apa?"

Daniela melihat pergelangan tangan kiri yang tiba-tiba muncul luka.

"Astaga, lady. Kenapa terluka lagi? Apakah dokter belum selesai?" tanya salah satu pelayan. "Saya panggilkan dokter."

Daniela melukai pergelangan tangan kirinya untuk mengancam kaisar, jauh dari urat nadi. Sekarang muncul luka baru yang entah muncul dari mana.

Dokter buru-buru datang dan memeriksa luka Daniela. "Lady, apakah tanpa sadar melakukan sesuatu? Muncul luka baru."

Daniela menggeleng. "Aku tidak ingat."

Permaisuri mengerutkan kening tidak mengerti. "Daniela selalu di sampingku, kapan dia terluka?"

Semua pelayan menggeleng bersamaan ketika dilirik tajam permaisuri.

Daniela tertawa kecil untuk mencairkan suasana. "Tidak apa, mungkin saya yang terlalu ceroboh."

Para pelayan menatap cerah Daniela.

Dokter segera mengobati pergelangan tangan Daniela, sementara yang diobati melamun tidak mengerti.

"Permaisuri! Utusan pangeran mahkota mengirimkan pesan lewat komunikasi sihir!"

Wajah permaisuri berubah cemas. "Ada apa? Terjadi sesuatu pada pangeran pertama?"

"Pangeran pertama menang, tidak ada korban dari Helcia, hanya saja-"

Permaisuri menjadi cemas. "Hanya saja?"

"Beliau terluka di pergelangan tangan kirinya karena ulah pangeran Irliv yang menggila karena kalah."

Daniela melihat pergelangan tangannya yang terluka dan tiba-tiba muncul.

"Selain itu, tidak ada lagi." Pelayan permaisuri menceritakan dengan bahagia lalu menatap Daniela. "Ini berkat lady, memberikan informasi berharga ke pangeran pertama."

Permaisuri menghela napas lalu bangkit dari kursi dan memeluk erat Daniela, hampir menangis. "Terima kasih, terima kasih."

Daniela merasa canggung, tidak ada yang memeluknya seperti ini. "Permaisuri, ini sudah menjadi tugas saya."

"Tidak, ini berkat kamu. Jika terjadi sesuatu pada putraku- aku tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Sekarang cahayaku untuk bertahan hidup ada dua. Kamu dan putraku."

"Permaisuri, ini terlalu berlebihan." Daniela merasa tidak nyaman.

"Lady, sebaiknya anda terima saja kehangatan permaisuri. Bukankah permaisuri sudah menganggap lady sebagai anak? Apakah lady tidak menganggap permaisuri sebagai ibu?"

Daniela ingin menjawab tidak tapi ditahannya, begitu mulai merasakan kehangatan dari permaisuri.

Daniela membalas pelukan permaisuri. "Ya, terima kasih sudah menyayangi saya, permaisuri."

Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!