"Berikan salah satu dari kalian yang bisa dipercaya untuk menyebarkan berita palsu ke pangeran dua belas."
Pemimpin pasukan terkejut ketika mendengar pangeran pertama Helcia menyebut pangeran dua belas.
"Api akan menyebar lebih cepat dan membakar tempat ini, kalian tidak akan mati sia-sia!" teriak Edrik.
"Kami akan melakukannya, tapi anda harus bersumpah atas nama dewa cahaya untuk tidak mengkhianati pasukan Irliv!"
Tanpa diskusi pada semua pasukan, pimpinan pasukan Irliv tahu benak semua anak buahnya yang tidak ingin mati di tempat ini.
Semua pasukan Irliv lega dengan keputusan pemimpin mereka.
Edrik senang taktiknya berhasil, dia harus merombak semua rencana lama dan bertaruh hukuman apa yang akan menanti tunangan adiknya.
Salah satu rekan Edrik yang berdiri di belakang, bertanya dengan nada heran. "Aneh, kenapa mereka percaya begitu saja pada musuh?"
Edrik menjelaskan. "Karena mereka hanya ingin mencari keselamatan sendiri."
"Ya?"
"Orang-orang naif yang bertempur karena terpengaruh dengan kalimat manis seseorang, pangeran kedua belas Irliv." Edrik tersenyum ketika melihat wakil dari Irliv keluar dari gerbang lalu pergi dengan tentara Edrik yang menyamar. "Benar, empat tahun yang sia-sia."
Setidaknya aku harus berterima kasih pada wanita itu.
Sementara Daniela yang sedang minum teh bersama permaisuri, tiba-tiba merinding.
------------
Pangeran kedua belas tercengang dengan serangan mendadak dari Helcia. "Bukankah Helcia sudah kalah? Kenapa mereka bisa di sini?"
"Pangeran, cepat selamatkan diri anda!" Teriak salah satu pengawal pangeran kedua belas yang menyerang salah satu ksatria Helcia.
Bunyi gesekan pedang yang keras memekakkan telinga, teriakan para pasukan terdengar jelas, antara kesakitan dan mengobarkan semangat, jadi satu.
Pangeran kedua belas mundur dan hendak melarikan diri. "Dasar, tidak berguna!"
Edrik menghalangi pandangan pangeran kedua belas lebih cepat. "Tidak kusangka, bisa semudah ini mengalahkan pasukan Irliv."
Pangeran kedua belas yang terkejut sesaat, mendecak kesal. "Kamu- hanya karena terlahir di kekaisaran, bisa bertindak sombong!"
Edrik sudah mendengar sejarah masa lalu para pangeran Irliv, terlahir dari raja yang suka bermain wanita dan menebar benih ke berbagai bangsawan wanita. Yang terendah adalah pangeran kedua belas, ibunya yang keluarga baron merupakan pelayan tidak disukai ratu, wanita itu bertahan karena masih dibutuhkan ratu sebagai pion.
Dan ternyata ratu harus menghadapi kenyataan pahit, wanita yang paling tidak berguna berhasil memanjat tempat tidur raja yang hanya berselingkuh dengan para wanita bangsawan tinggi Irliv.
Pangeran kedua belas dijadikan aib kerajaan.
"Jika kamu terlahir tidak berguna, setidaknya buatlah dirimu berguna." Komentar Edrik sembari mengarahkan pedang ke pangeran dua belas.
Pangeran kedua belas menyeringai lalu mendadak muntah darah. "HELCIA TERKUTUK!" teriaknya. "BUNUH PANGERAN TERKUTUK YANG SUDAH MEMBUNUH TEMAN-TEMAN KITA!"
Edrik balas berteriak. "JIKA PASUKAN IRLIV TIDAK MENYERAH! AKU PASTIKAN MEMBAKAR NEGARA IRLIV!"
Pasukan Irliv yang melihat itu, sontak berhenti. Pasukan Helcia juga melakukan hal yang sama.
Pasukan Irliv yang melihat pangeran kedua belas muntah darah dan berlutut di tanah, terdiam.
Pangeran kedua belas melihat pasukannya di dalam tenda sambil memegang dada, mengambil pedang di dekat pasukan miliknya dan mengayunkan ke Edrik.
Edrik melangkah mundur untuk menghindar, tanpa sengaja pedang pangeran kedua mengenai pergelangan tangan kirinya yang tidak dilindungi baju besi.
Edrik yang tidak sabar, menendang perut pangeran kedua belas yang sedang mengayunkan pedang ke sembarang arah dengan tubuh lemas.
Pangeran kedua belas terjengkang ke belakang dan tidak bergerak.
Pasukan Irliv melempar senjata di atas tanah dan menyerah.
"Pangeran kedua belas mati?" tanya salah satu pasukan Irliv.
Edrik memasukan pedangnya ke dalam sarung. "Bawa dia ke penyihir, keluarkan racunnya! Tangkap pasukan Irliv yang menyerah lalu kita dobrak gerbang depan!"
Pasukan Helcia berteriak semangat.
Salah satu pengikut Edrik diam-diam menarik Edrik untuk mengobati pergelangan tangannya yang terluka.
"Saya akan memastikan tidak ada racun di dalamnya, anda jangan ceroboh, pangeran pertama. Helcia masih membutuhkan anda."
Edrik tersenyum tipis dan membiarkan pengikut mengobati lukanya.
"Lho?"
"Ada apa?"
Pengikut Edrik membuka kain yang melilit pergelangan tangan Edrik. "Sejak kapan anda terluka di sini?"
Edrik sekarang melihat dua luka di tangannya. "Apa ini?"
"Apakah anda tidak sadar terluka?"
"Ya, aku selalu memakai baju besi. Tidak masuk akal terluka di tempat yang tertutup baju besi."
"Saya periksa lukanya terlebih dahulu."
Edrik menatap bingung pengikutnya. "Hei, apakah ini kutukan dari Irliv?"
"Tidak usah percaya lelucon itu, pangeran pertama." Tegur pengikut Edrik.
Edrik diam lalu menguap.
"Aduh!"
Permaisuri yang sedari tadi membaca, mengangkat kepala dengan khawatir. "Ada apa?"
Daniela melihat pergelangan tangan kiri yang tiba-tiba muncul luka.
"Astaga, lady. Kenapa terluka lagi? Apakah dokter belum selesai?" tanya salah satu pelayan. "Saya panggilkan dokter."
Daniela melukai pergelangan tangan kirinya untuk mengancam kaisar, jauh dari urat nadi. Sekarang muncul luka baru yang entah muncul dari mana.
Dokter buru-buru datang dan memeriksa luka Daniela. "Lady, apakah tanpa sadar melakukan sesuatu? Muncul luka baru."
Daniela menggeleng. "Aku tidak ingat."
Permaisuri mengerutkan kening tidak mengerti. "Daniela selalu di sampingku, kapan dia terluka?"
Semua pelayan menggeleng bersamaan ketika dilirik tajam permaisuri.
Daniela tertawa kecil untuk mencairkan suasana. "Tidak apa, mungkin saya yang terlalu ceroboh."
Para pelayan menatap cerah Daniela.
Dokter segera mengobati pergelangan tangan Daniela, sementara yang diobati melamun tidak mengerti.
"Permaisuri! Utusan pangeran mahkota mengirimkan pesan lewat komunikasi sihir!"
Wajah permaisuri berubah cemas. "Ada apa? Terjadi sesuatu pada pangeran pertama?"
"Pangeran pertama menang, tidak ada korban dari Helcia, hanya saja-"
Permaisuri menjadi cemas. "Hanya saja?"
"Beliau terluka di pergelangan tangan kirinya karena ulah pangeran Irliv yang menggila karena kalah."
Daniela melihat pergelangan tangannya yang terluka dan tiba-tiba muncul.
"Selain itu, tidak ada lagi." Pelayan permaisuri menceritakan dengan bahagia lalu menatap Daniela. "Ini berkat lady, memberikan informasi berharga ke pangeran pertama."
Permaisuri menghela napas lalu bangkit dari kursi dan memeluk erat Daniela, hampir menangis. "Terima kasih, terima kasih."
Daniela merasa canggung, tidak ada yang memeluknya seperti ini. "Permaisuri, ini sudah menjadi tugas saya."
"Tidak, ini berkat kamu. Jika terjadi sesuatu pada putraku- aku tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Sekarang cahayaku untuk bertahan hidup ada dua. Kamu dan putraku."
"Permaisuri, ini terlalu berlebihan." Daniela merasa tidak nyaman.
"Lady, sebaiknya anda terima saja kehangatan permaisuri. Bukankah permaisuri sudah menganggap lady sebagai anak? Apakah lady tidak menganggap permaisuri sebagai ibu?"
Daniela ingin menjawab tidak tapi ditahannya, begitu mulai merasakan kehangatan dari permaisuri.
Daniela membalas pelukan permaisuri. "Ya, terima kasih sudah menyayangi saya, permaisuri."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments