SEPULUH

Setelah Edrik membawa ember yang sudah dicuci bersih bersama dengan air, dan helm perangnya terselamatkan. Dia membantu Daniela membersihkan makanan, dengan air sementara Daniela membuat sup dari tungku yang ditemukannya di dapur.

Edrik mencucinya dengan bersih.

Daniela menatap kagum tangan cekatan Edrik. "Ternyata anda tahu kebersihan ya?"

"Aku terlahir sebagai bangsawan, tentu saja mengutamakan kebersihan. Aku suka melihat semuanya bersih, hanya saja aku terlalu malas melakukannya sendiri."

Daniela tertawa.

Edrik meletakan piring di ember berisikan air, sesuai permintaan Daniela.

"Terima kasih sudah menyalakan lilin di sepanjang jalan," ucap Daniela. Berkat itu, dia tidak ketakutan lagi.

Edrik menepuk perutnya dengan bahagia, sudah lama tidak makan makanan seenak ini. "Sekarang, kamu cerita. Ada hubungan apa adikku dengan adikmu?"

Daniela memeluk lutut sambil menatap api perapian. "Pangeran mahkota mencintai Ella, saya diputuskan beberapa hari lalu demi dia."

Edrik terkejut.

"Tidak apa, saya tidak bisa memaksakan perasaan orang lain." Daniela tertawa lebar. "Saya hanya bisa berdoa."

Edrik tidak percaya. "Adikku sangat menyukai kamu, saat aku di istana- dia selalu menceritakan kamu."

"Benarkah? Saya tidak tahu." Daniela menatap tidak percaya Edrik.

"Aku akan menegurnya jika sudah di istana."

"Tidak, tidak perlu." Daniela memaksakan diri untuk tertawa lalu tiba-tiba air mata mengalir. "Aduh, kenapa tiba-tiba keluar sih?"

Edrik menarik kepala Daniela untuk bersandar di dadanya. "Tidak perlu cemas, kamu akan mendapatkan pengganti yang lebih baik. Aku akan mencarikannya untuk kamu!"

Daniela tertawa pelan lalu mulai menangis.

Edrik menepuk ringan kepala Daniela. "Tidak apa-apa, tidak apa-apa."

Tidak lama Daniela jatuh tertidur.

Edrik menutup mulutnya dengan punggung tangan dan wajah memerah. "Gawat! Aku memang lemah!"

-------------

Pagi hari, Daniela terbangun dengan mantel besar di tubuhnya. Dia mencari sosok Edrik yang tidak ada.

Daniela berjalan ke tangga dan melihat Edrik membersihkan perabotan rumah yang mulai menua. Rasanya aneh melihat sosoknya melakukan pekerjaan yang dikerjakan pelayan.

Bahkan dia tidak terlihat canggung, apakah kehidupan di istana sangat keras?. Tanya Daniela di dalam hati.

Edrik yang sedang memunggungi Daniela, menyapanya. "Pagi, apakah kamu nyenyak tidur?"

"Ya, pangeran. Terima kasih." Daniela tertawa canggung.

"Tidak masalah, barang-barang ini mau dikemanakan?"

"Apakah anda tahu nilai semua barang-barang itu?"

"Ya, aku punya toko barang antik."

Daniela baru mengetahuinya. "Oh ya?"

"Aku selalu melakukan perjalanan ke berbagai tempat, untuk mengurangi kebosanan- aku membawa beberapa barang dan permaisuri menyuruhku membuka toko lalu menjual barang-barang antik."

"Toko barang antik bukankah barang-barang yang sudah lama?" tanya Daniela tidak mengerti.

"Di tempatku tidak hanya barang-barang lama tapi juga barang unik. Para bangsawan, pedagang dan orang kaya senang berkunjung ke tempat itu."

"Hm, kalau begitu bisakah anda memisahkan barang yang berguna dan tidak selama saya pergi ke kuil?"

Edrik balik badan dan mendongak. "Kuil? Untuk apa kamu ke sana?"

"Saya ingin berdoa kepada dewa dan melaporkan beberapa hal selama di dunia ini."

"Tidak kusangka kamu orang yang sangat religius."

Daniela tertawa canggung. "Hahahaha-"

Edrik tidak tahu niat sesungguhnya Daniela ke kuil.

Setelah puas menangis semalam di dada Edrik yang bidang, entah bagaimana Daniela ingin meluapkan emosi kepada dewa.

Setibanya di kuil dan membawa cat yang sudah disimpan di dalam keranjang, disembunyikan diantara camilan dan buku.

Daniela bergegas menuju kuil utama tempat patung dewa kehidupan dan para pengikutnya berdiri.

Daniela melihat wajah sombong patung yang dikenalnya. "Ah, kita bertemu lagi, dewa. Untung saja penjaga kuil mengizinkan aku masuk sebelum yang lainnya datang."

Daniela tersenyum lebar. "Aku bahkan tidak peduli dengan hukuman menanti, sekarang aku kesal dan butuh pelampiasan."

Daniela mencoret-coret patung dewa kehidupan.

"Memangnya kenapa bunuh diri? Seharusnya dewa menegur orang-orang yang menyakitiku! Bukannya malah aku yang dihukum!"

"Apakah dewa buta?"

"Dewa, aku tidak akan pernah memaafkan tindakan semena-mena ini!"

Daniela menuliskan kata bodoh di patung dewa bagian baju lalu membuat kumis dan membuat gigi tajam di bibirnya.

Daniela mengusap keringat di dahi dengan puas. Dewa dan para pengikutnya sudah mendapatkan hadiah tidak ternilai dari lady Aelthred.

Plok! Plok! Plok!

"Karya seni yang indah, lady."

Daniela terkejut lalu balik badan. Tadinya dia sudah bersiap akan mendapat hukuman dari kuil, tapi tidak disangka akan bertemu dengan pendeta agung. "Kenapa anda yang muncul?"

"Hm? Apakah saya tidak boleh muncul di tempat ini?"

Daniela memijat keningnya dengan bingung. "Tidak, tidak. Ini pasti kesalahan, bukankah pendeta agung sedang berdoa di kuil lain?"

"Saya ingin berdoa di kuil utama, tapi tidak disangka menemukan keadaan yang menarik. Lady, silahkan dilanjut. Saya amati dari sini."

Daniela tidak tahu kenapa dirinya bisa segila ini, yang dia tahu hanyalah  meluapkan emosi semalam. "Tidak pendeta, maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi." Katanya sambil berlutut di bawah kaki pendeta agung.

Pendeta agung memiliki hubungan yang baik dengan permaisuri, Daniela sadar perilakunya akan bocor keluar tapi dia tidak ingin permaisuri melindunginya terus-terusan.

"Tolong jangan sampai permaisuri tahu hal ini."

"Sepertinya sulit, karena saya butuh orang untuk membersihkannya. Lady tidak mau membersihkan bukan?"

Daniela menolaknya.

"Lady, saya tidak tahu ada dendam apa, lady dengan dewa kehidupan. Tapi tidakkah tindakan anda sudah membuat marah dewa?"

Daniela tidak bisa mengatakan bahwa dewa kehidupan sudah marah kepadanya. "Dewa kehidupan tidak adil."

Pendeta agung menjentikkan jari. Pintu kuil dikunci lalu jendela yang masih ditutup, dihalangi sihir supaya tidak ada yang mencuri dengar atau mengintip. "Ada apa? Lady bisa bicara kepada saya, tapi sebelumnya- saya harus duduk."

Daniela bangkit dan melihat pendeta agung duduk di kursi jemaat. Dia terkejut melihat wajah pendeta agung yang tampan dan terlihat masih muda.

"Jadi, lady bisa cerita."

Daniela tersadar dari lamunan lalu mulai bicara. "Saya benci dengan dewa kehidupan yang membuat hidup saya sengsara, pendeta agung."

"Lady terlahir sebagai bangsawan, bukankah harus bersyukur karena hidup nyaman?"

"Hidup saya tidak pernah nyaman jika keluarga ayah kandung saya menderita."

"Dendam dilarang Dewa."

"Menyakiti orang lain juga dilarang dewa," balas Daniela.

Pendeta agung menatap lurus Daniela. "Lady-"

"Pendeta pasti sudah mendengar gosip tentang saya."

Pendeta agung tersenyum maklum. "Lady, terlepas dari alasan apa pun- saya tidak bisa menahan mulut orang lain mengenai masalah ini, lebih bijak saya menghukum anda."

"Tidak masalah, saya sudah siap."

Pendeta agung menghela napas panjang. "Permaisuri sangat mengharapkan lady untuk bisa selalu disampingnya, tolong jangan mencoreng nama baik beliau."

"Saya mengerti."

"Hapus coretan di patung, saya yang akan mengawasi anda."

Gawat!

Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!