Sesak-
Sakit-
Tolong aku-
Kenapa tidak ada yang menolong aku?
Aku kesakitan!
Tolong!
Tolong aku!
Dewa, aku tidak akan membantah jadi tolong aku!
Anak bodoh! Jangan bilang kamu lupa dengan apa yang aku katakan!
Daniela membuka mata lalu berenang sekuat tenaga ke atas air. Dewa sialan!
Ella berteriak kencang dengan wajah setengah panik. "Ayah, tolong selamatkan kakak!"
Ayah Ella dan Daniela hanya diam berdiri menatap danau, bersama dengan para pelayan berdiri di belakang tanpa berani bergerak.
Kepala Daniela muncul dari air lalu segera menghirup dalam udara, berusaha mengeluarkan air di paru-parunya menggunakan mana.
Ella yang seluruh tubuhnya basah, menggigil ketakutan. "Kakak, kakak baik-baik saja?"
Daniela berenang ke tepian dengan sekuat tenaga, meski tubuhnya lelah karena tekanan.
Ayah mereka berdua berjalan mendekati Daniela yang sudah berdiri ke tepian dan mengeringkan roknya yang mulai berat.
Ayah Daniela menampar wajah putri sulungnya.
Daniela tidak bergerak.
Duchess, menjerit ketakutan sambil memeluk Ella.
"Apa yang sudah kamu lakukan pada adik kamu?!"
Daniela menyentuh pipinya dan menghela napas panjang. Setelah ibunya meninggal, ayah berani membawa wanita simpanan masuk dan menjadi duchess menggantikan ibunya.
Duchess yang sekarang memiliki tubuh lemah sejak lahir dan harus duduk di kursi roda seumur hidup, duke menjaganya segenap hati. Berbeda dengan duchess sebelumnya, ibu Daniela yang meninggal karena wabah dan dibiarkan begitu saja bahkan dibuang ke paviliun.
Daniela sejak kecil mengalihkan perhatiannya ke pedang, berbeda dengan Ella yang jenius di akademik. Karena Ella terlahir di luar pernikahan, keluarga Vilvred tidak mengizinkannya memakai nama keluarga sampai sekarang.
Duke dan duchess hanya bisa menerimanya sementara Ella yang lahir terlebih dulu dari Daniella harus menatap benci dan memanggilnya kakak untuk menyamarkan usia.
"Apa yang kamu lakukan pada adik kamu? Aku sudah melakukan banyak hal dan sekarang ini adalah balasannya?!" teriak duke yang tidak bosan mengulang kalimatnya.
Daniela yang tidak pernah takut pada duke, menatap tajam pria yang harus disebut ayah. "Duke, Ella baik-baik saja sementara saya hampir mati tenggelam. Apakah duke membenci saya?"
Semua orang terpana dengan jawaban Daniela. Dia memang dikenal sebagai lady pembangkang yang tidak berotak, suka menghabiskan semua uangnya sekaligus hanya bermain-main dengan pedangnya. Tidak ada yang menyangka lady bisa membalikkan keadaan.
Duke balik badan tanpa sepatah katapun, membawa Ella serta istri dan para bawahannya ke dalam.
Ella menangis di samping kursi roda duchess.
Daniela menghela napas panjang. Dulu, dia menatap iri punggung ayahnya yang menjauh tapi sekarang tidak ada rasa iri.
Ada alasan kenapa ayahnya membiarkan dia mati tenggelam di danau. Mau tetap hidup atau mati, dia akan dikenal berusaha membunuh adiknya karena iri.
Kedudukan seorang lady yang kalah dengan anak selir, menjadi bahan cemoohan para bangsawan. Di kehidupan pertama, dia tidak pernah menggunakan otaknya dan hanya bersenang-senang sampai tidak sadar menjadi bahan hiburan rakyat serta bangsawan.
Saat ini Daniela baru sadar, seluruh dunia memang membenci dirinya tapi dewa tidak. Dewa lah yang menciptakan segalanya, jadi kenapa harus takut pada makhluk sesama ciptaan dewa?
Daniela tiba-tiba teringat dengan kehidupan sebelumnya. Kalau tidak salah, nanti Ella akan menggantikan posisi aku lalu tersebar gosip aku berselingkuh dengan seorang ksatria ketika mengganti baju di dalam kamar.
Daniela memutuskan untuk nekat mengikuti keluarganya diam-diam dari belakang, dalam keadaan basah. Menghindari hal yang tidak diinginkan seperti di masa lalu.
Duke, duchess dan Ella segera masuk ke ruang pesta dan mempertontonkan Ella yang sedih karena basah di seluruh tubuh dan sudah ditutupi dengan jas duke.
Pangeran mahkota mendekati Ella dan khawatir, para bangsawan pun menjadi tertarik melihat kondisi anak kedua duke Vilvred.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Yang Mulia," senyum duchess.
Duke menghela napas lega sementara Ella menangis di dalam pelukan pangeran mahkota yang tidak khawatir dengan basah.
"Yang Mulia, tidak perlu khawatir. Kakak dan aku baik-baik saja."
Tubuh semua orang menegang. Mereka sudah mengerti bagaimana jahatnya lady Daniela terhadap lady Ella.
"Lady Daniela benar-benar keterlaluan."
"Duke, kamu harus menghukum dia."
"Duke, pisahkan lady dengan lady Daniela. Kami takut dia menggunakan pedangnya untuk membunuh."
"Hei, apakah kamu tidak melihat bagaimana putra mahkota membela lady ella?"
"Ah, benar. Sayang sekali pangeran mahkota dijodohkan dengan lady Daniela. Padahal lady kedua Vilvred sangat cocok dengan pangeran mahkota."
Ella membuat wajah masam. "Tolong jangan berkata hal menyakitkan seperti itu, jika kakak dengar-"
"Lady kedua Vilvred memang sangat bijaksana, tidak seperti kakaknya yang jahat. Duke, hukum saja lady pertama supaya tidak bersikap jahat, kasihan lady kedua atau anda bisa mengusirnya ke kuil."
"Ah, benar. Kuil saat ini membutuhkan banyak pengikut dewa, mungkin saja anda bisa menjalin hubungan dengan kuil."
Ide itu dicatat baik-baik duke.
Duchess yang memakai kursi roda, menyentuh tangan suaminya. "Daniela juga anak duke, jangan berpikiran untuk membuangnya ke kuil. Lebih baik dia menikah."
Ella menatap kesal duchess. "Ibu."
Duchess tersenyum polos.
Pangeran mahkota juga khawatir dengan pernyataan duchess. "Duchess."
"Pangeran mahkota adalah calon suami Daniela, jadi harus bahagia dengan dia. Dari awal juga kalian sudah dijodohkan dan kami tidak berani mengganggu."
Semua orang tahu hubungan rahasia pangeran mahkota dan adik Daniela tapi tidak ada yang menyinggungnya ataupun marah karena mereka merasa Daniela bukan calon permaisuri yang baik.
Daniela sangat mencintai pangeran mahkota tapi pangeran mahkota lebih mencintai Ella.
Semua orang yang mengelilingi mereka menjadi tegang. Duchess minta kejelasan hubungan putrinya dengan pangeran mahkota.
Sungguh berani.
Sementara di atas singgasana, permaisuri menatap khawatir pintu masuk. Kenapa yang muncul hanya adiknya? Dimana Daniela?
Kaisar yang melihat permaisuri gelisah dan berkali-kali menatap pintu masuk, menjadi bertanya-tanya. "Permaisuri, siapa yang dicari? Apakah ada tamu penting?"
Ratu menimpali kaisar. "Permaisuri menghawatirkan tunangan pangeran mahkota?"
Kaisar mendengus. "Ah, anak perempuan tidak tahu malu itu."
"Kaisar, tolong jangan berkata seperti itu." Ratu yang duduk di samping kanan kaisar, tertawa geli. "Biar bagaimanapun, anda harus menghargai duchy Vilvred dan Aelthred."
"Daripada lady pertama, aku lebih suka dengan lady kedua."
"Saya juga merasakan hal yang sama, tapi sebagai anggota keluarga kekaisaran, kita tidak bisa melanggar janji masa lalu."
Kaisar mendengus lagi lalu menoleh ke permaisuri yang masih menatap cemas pintu masuk, dia mulai curiga. "Lady pertama akan menikah dengan pangeran mahkota, kenapa permaisuri yang cemas?"
Permaisuri hendak mengatakan sesuatu, lalu tiba-tiba melihat sosok yang dicarinya berdiri di depan pintu masuk dalam keadaan basah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments