Kerumunan duke Vilvred masih belum menyadari kehadiran Daniela.
Daniela yang berjalan dengan anggun meski sedikit susah payah karena pakaiannya berat dan susah bergerak, dia masih menampilkan wajah dingin sekaligus jahat.
Daniela bisa mendengar cemoohan banyak orang.
"Duchess tidak perlu cemas, saya berjanji akan melindungi Ella seumur hidup." Janji pangeran mahkota.
Daniela tertawa muram lalu berkomentar. "Wah, menarik. Aku ingin mendengar lebih jauh bagaimana pria yang sudah bertunangan selingkuh dengan adik tunangannya."
Semua orang sontak menoleh ke Daniela, termasuk kerumunan duchy Vilvred.
Duke marah besar. "Pergi ke ruang ganti sekarang! Apakah kamu ingin mempermalukan Vilvred?!"
Daniela mengabaikan teriakan duke dan melihat tangan yang melingkar di bahu Ella lalu menyeringai. "Apakah kalian berdua sedang berselingkuh di belakangku?!"
Pangeran mahkota marah lalu menampar pipi kiri Daniela dengan keras sampai semua orang di dalam ball mendengar.
"Kamu sudah hampir membunuh adik sendiri dan sekarang menuduhku?! Menghina keluarga kerajaan ada hukumnya!"
Daniela menyentuh pipinya yang ditampar lalu menatap lurus pangeran mahkota, temannya sejak kecil. Permaisuri dan ibu kandungnya bersahabat baik sejak kecil, makanya mereka berdua dijodohkan.
Daniela menghela napas panjang. "Yang Mulia, saya datang dalam keadaan basah dan hampir mati di dalam danau buatan sementara Ella hanya menangis di pinggir danau. Tidak ada yang menolong saya, lalu ketika saya masuk ke dalam pesta, kalian bukannya bersimpati tapi malah MENYALAHKAN SAYA?!"
Semua orang terkejut lalu menatap duke Vilvfred dan Ella bergantian.
"Jika memang kalian tidak menginginkan saya, kenapa tidak mengeluarkan saya dari keluarga Vilvred saja?" tantang Daniela. Dia sekarang tidak bodoh, harta duchy Aelthred yang runtuh berada di tangan duke Vilvred yang tidak memiliki kemampuan.
Duke tidak mampu menjawab, duchess juga hanya menundukkan kepala sementara Ella dengan bodohnya gemetar lalu memegang tangan ayahnya. "A- ayah-"
Daniela tahu, Ella berharap dirinya diusir di depan umum tanpa bicara sepatah kata pun.
Pangeran mahkota menantang balik Daniela. "Kamu hanya sendirian dan ingin berpisah dari keluarga duke? Apakah kamu sudah tidak punya otak, Daniela?"
Berhentilah mengatakan aku tidak punya otak! Aku sudah susah payah kuliah S3 meskipun akhirnya mati bunuh diri sebelum dibunuh suami. Menyebalkan!
Daniela mengibaskan kipasnya yang sedikit basah, untung saja tadi diletakkan di kantong gaun. "Yang Mulia pangeran, apakah anda menghawatirkan saya?"
"Apa?!"
"Kakak, jangan bicara begitu di depan pangeran mahkota." Ella menegur Daniela.
Daniela menertawakan lelucon Ella. "Tadi aku mengikuti kamu ke danau karena katanya akan bicara mengenai duke dan duchess yang akan mengirimku ke biara, lalu entah kenapa aku terpleset di danau. Ella, aku tidak menuduh kamu tapi- apakah ini juga bagian dari rencana kamu?!"
"Kakak, menuduhku?" Ella tersedak.
"Berhenti menuduh Ella sembarangan!" teriak pangeran mahkota. "Dihadapan kaisar, aku akan berpisah dengan kamu!"
Daniela terpana dengan kebodohan pangeran mahkota.
Pangeran mahkota puas melihat wajah terkejut Daniela.
Jika di kehidupan pertama, pangeran mahkota yang sekarang akan meninggal karena wabah satu tahun ke depan lalu si kakak, pangeran pertama naik tahta, kakak yang merupakan tunangan Ella.
Karena sang adik meninggal, maka otomatis Ella tersingkirkan dan Daniela harus menikah dengan pangeran pertama. Perjanjian dari awal dengan keluarga Aelthred adalah menikahkan Daniela dengan pewaris tahta.
Daniela melirik kursi kosong pangeran pertama yang hobby bertarung.
Kaisar berdehem. "Daniela, bisa kita bicarakan ini setelah pesta."
"Saya menolak." Tolak Daniela.
Semua orang berbisik dan menatap tajam Daniela. Di kehidupan pertama, karena harga diri. Daniela memutuskan ganti gaun terlebih dahulu lalu masuk ke ballroom, semua orang menatap dengan tatapan menusuk. Hal yang sudah biasa bagi Daniela di kehidupan pertama, keesokan hari tersiar kabar dirinya melakukan penindasan terhadap Ella.
Hal yang tidak masuk akal tapi diabaikan oleh Daniela, menganggap gosip hanyalah omong kosong.
Sekarang Daniela mengerti, jika tidak menghentikan gosip sekarang- nama baiknya akan tercemar lagi dan lagi.
"Saya ingin keputusan anda, sekarang. Sebagai keturunan Aelthred, saya ingin harta keluarga kami dikembalikan keluarga Velvred."
"DANIELA!" bentak duke.
Daniela tahu, kaisar tidak mungkin mengabulkan keinginannya karena keluarga Aelthred terlalu berjaya dan kekayaannya melebihi keluarga kerajaan.
Daniela menghela napas panjang. Kaisar yang sekarang tidak memiliki kekuasaan karena hanya menantu, yang lebih berkuasa sekarang adalah permaisuri yang merupakan keturunan sebenarnya keluarga kekaisaran.
Daniela lalu melihat wajah pangeran mahkota yang keras kepala dan ratu yang duduk di sebelah permaisuri.
Daniela tersenyum ke permaisuri, sama seperti posisi ibu kandung Daniela, ratu paling disayangi kaisar sekarang. Posisi permaisuri menjadi goyah semenjak Aelthred hancur.
Baik di dunia kehidupan pertama dan kedua, wanita sangat tidak diuntungkan. Para pria menganggap wanita harus terhormat sehingga tidak boleh bekerja atau menunjukkan ini itu, begitu wanita sudah terpengaruh akhirnya para pria menunjukkan taring.
Ibu Daniela tidak beruntung tapi setidaknya permaisuri tidak boleh jatuh, meskipun pangeran mahkota akan meninggal satu tahun ke depan, Daniela tidak bisa melupakan bagaimana pangeran pertama berjuang mati-matian menyelamatkan negara yang kacau.
Bayangkan, berperang untuk menyelamatkan negara dari kepungan musuh tapi masalah internal negara ikut kacau. Hal ini menyebabkan permaisuri sakit-sakitan dan tidak diizinkan keluar dari istana, penyiksaan yang sesungguhnya.
Daniela memang membenci pangeran pertama yang akan memenggal kepalanya waktu itu tapi dia tidak membenci permaisuri yang menggantikan kasih sayang ibunya yang sudah meninggal.
Bahkan Ella pun tidak bisa mendekati permaisuri, dia baru bisa dekat setelah bertunangan dengan putranya.
Daniela menghela napas panjang dan bicara ke permaisuri. "Apakah anda sakit hati melihat saya bertunangan dengan pangeran mahkota?"
Permaisuri terkejut. Daniela dulu mengejar pangeran mahkota yang tampan lalu takut dengan pangeran pertama, putranya yang sering dianggap monster. Hati mana yang tidak sakit hati melihat anak perempuan yang dibesarkan berubah seperti itu? Tapi permaisuri juga tidak berdaya dengan perjanjian yang menyatakan bahwa Daniela akan menikah dengan pewaris tahta.
"Jika saya menjadi anda, saya akan merasa sakit hati. Yang Mulia, izinkan saya untuk membangun kembali Aelthred demi melindungi anda dan pangeran pertama." Daniela membungkuk rendah dengan gaun basah.
"DANIELA!" bentak duke Vilvred.
Daniela tidak peduli, saat ini dia mempertaruhkan harga dirinya.
Kaisar melihat reaksi permaisuri dengan gugup. Jika Aelthred bangkit, ratu dan putra mahkota akan hancur. "Permaisuri, Aelthred sudah membuat begitu banyak kejahatan. Sebaiknya jangan."
"Apakah anda bodoh kaisar?!" bentak Daniela.
Kaisar menatap marah Daniela. "Bilang sekali lagi!"
"Saya bilang, apakah anda bodoh kaisar?!"
"Pengawal! Bawa dia ke penjara dan hukum berat dia!"
Daniela mengeluarkan pisau kecil dari dalam gaunnya. Semua menertawakan senjata kecil Daniela.
Daniela tersenyum lalu mengangkat bagian tajam pisau kecil ke kaisar lalu bergeser ke arah duke Vilvred yang melotot marah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments