Daniela menatap cemas pendeta agung. "Masalahnya cat yang saya pakai memakai sihir yang tidak bisa dihapus, menggunakan cara apa pun tetap tidak akan bisa."
Pendeta agung tersenyum. "Lady bisa mengganti semua patung itu."
"Pendeta agung sudah dengar gosip bukan? Saya keluar dari keluarga Vilvred dan mengambil nama Aelthred. Jadi bagaimana bisa saya punya uang untuk mengganti patung?"
Pendeta agung berdiri, Daniela menarik ujung pakaian pendeta agung.
"Tidak! Tolong jangan merepotkan permaisuri, ini adalah ulah saya sendiri. Saya dendam dengan dewa kehidupan, tolong jangan buat permaisuri sedih!"
Pendeta agung menghentikan langkahnya lalu balik badan. "Lady, anda sendiri sudah menghina kuil. Bagaimana bisa kuil menoleransi semua kelakuan lady?"
Daniela menatap pendeta agung dan berkata jujur. "Dari awal saya sudah sadar dengan konsekuensinya, saya hanya tidak menyangka pendeta agung yang menangkap saya."
Pendeta agung menghela napas ironi. "Berdiri lady, orang bisa salah paham jika lady melakukan ini."
Daniela menggeleng tegas. "Tidak, sebelum anda berikan jawaban."
Pendeta agung menghela napas panjang. "Baiklah, saya tidak akan bicara ke permaisuri. Sebagai gantinya, anda harus bekerja di kuil."
Daniela tersenyum lebar, ini adalah rencana keduanya. Bekerja untuk mendapatkan makanan. Dia belum mendapatkan koneksi sendiri untuk bisa menghasilkan uang, koneksi di kuil yang terbaik karena tidak ada perselisihan antar kubu.
Daniela ingin menjalankan bisnis tanpa bantuan permaisuri.
"Apakah dengan bekerja, saya juga bisa mendapatkan makanan?" tanya Daniela yang tidak tahu malu.
Pendeta agung terkejut. Daniela adalah putri duke Vilvred, suka dengan berbagai macam kemewahan. Tapi kenapa malah bertindak seperti manusia yang jarang diberi makan?
"Lady."
"Hah, sekarang hati saya sudah lega setelah menghukum dewa kehidupan dan mendapat izin dari pendeta agung." Daniela menghela napas lega.
Entah kenapa pendeta agung merasa dijebak.
--------
"Pangeran pertama, apa yang anda lakukan?"
"Apa kalian tidak melihatnya?"
Dua pengikut setia pangeran pertama, si kembar Zoe dan Zuu menatap heran Edrik.
Yang bertanya tadi adalah Zoe, kakak kembar Zuu. Asisten di medan perang Edrik.
"Bantu aku, jangan hanya melihat."
Zoe dan Zuu menatap jijik pangeran pertama yang sedang membersihkan meja lama.
"Meja ini bisa digunakan dengan baik, bantu aku mengangkatnya ke ruang kerja. Ah, kita harus bersihkan rumah ini. Jangan sampai ketahuan orang-orang duke Vilvred." Celoteh pangeran pertama.
Zoe dan Zuu saling menatap dan tetap berdiri di tempatnya.
Zuu bertanya pada Edrik. "Sampai kapan anda akan sembunyi di tempat ini?"
"Perintah permaisuri tidak bisa diabaikan." Edrik menatap tajam Zuu. "Kaisar akan melakukan pergerakan bersama ratu, kalian sudah mendengar kabar terbaru?"
Zoe yang tidak tahan melihat atasannya bekerja, ikut membantu.
Zuu tetap berdiri di tempatnya dengan tangan dilipat di belakang dan mulai melapor. "Tidak ada yang istimewa, kaisar dan ratu berusaha menemui pengikut ratu."
"Apakah kalian sudah mendengar tentang perselingkuhan pangeran mahkota dengan adik tiri Daniela?" tanya Edrik.
Zuu mengerutkan kening ketika Edrik menyebut nama lady Aelthred. "Apakah yang anda maksud adalah lady Aelthred?" tanyanya.
"Ya, aku tidak mengerti kenapa dia melakukan kegilaan dengan keluar dari keluarga ayah kandungnya."
"Pangeran pertama, sekarang hal ini menjadi perbincangan hangat para bangsawan. Lady Aelthred mengancam kaisar dan permaisuri."
Edrik menghentikan tangannya yang sedang menggosok kaki meja dari debu, menatap Zuu. "Apa?"
"Anda tidak salah dengar, Yang Mulia."
"Permaisuri, bagaimana keadaannya?"
"Permaisuri justru senang, pada akhirnya lady Aelthred lepas dari belenggu duke Vilvred dan secepatnya membuat duke menandatangani dokumen pernyataan bahwa lady Aelthred bukan bagian dari keluarga Vilvred."
"Bagaimana bisa itu terjadi?"
Zuu menceritakan awal kejadian dari mata-mata yang dikirim untuk memgawasi permaisuri.
Zoe terpana mendengarnya.
Edrik sebagai pangeran pertama tidak pernah mengancam ayahnya, semua orang juga melakukan hal sama meskipun sang kaisar hanyalah menantu bawaan.
Sementara pangeran pertama dan Zoe tertarik dengan kisah yang diceritakan Zuu. Para bangsawan pria di Golden House ramai dengan berita Daniela mencoret patung dewa kehidupan dan pengikutnya.
"Astaga, bagaimana bisa lady itu menjadi tidak berakal sekarang?"
"Apakah karena dia jatuh ke danau buatan di istana waktu itu? Jadi kepalanya sedikit bermasalah."
"Mungkin saja, seharusnya duke Vilvred waktu itu peduli pada putri sulungnya."
"Aku kasihan dengan lady Aelthred. Sakit karena ditinggalkan dan sekarang menjadi tidak berotak, siapa yang akan menjaga dia di masa depan?"
"Ah, tidak ada bangsawan yang mau menikahinya. Mungkin permaisuri akan membeli pria untuk dijadikan suami lady Aelthred."
"Ngomong-ngomong, permaisuri secara resmi memberikan kedudukan pada lady sebagai duke, tapi kenapa tidak ada satupun yang memanggilnya duke?"
"Apa kamu sudah gila? Seorang wanita menjadi pemimpin keluarga? Ingin mendapatkan kutukan dari dewa cahaya?!"
"Hei, aku cuma bertanya. Jangan marah."
"Aku kira masa depan lady Aelthred akan cerah, tapi ternyata dia melakukan tindakan bodoh yang sulit dimengerti para bangsawan."
Di kediaman Vilvred, Ella mengadakan perjamuan pesta teh bersama teman-temannya.
"Lady Vilvred, apakah anda sudah mendengar gosip hangat yang baru muncul?"
Ella yang sedang minum teh dengan anggun, meletakkan cangkir di atas meja. "Gosip? Gosip apa?"
"Hohohoho. Kakak kandung anda, lady Daniela melakukan kebodohan di kuil, dia mencoret patung dewa tanpa takut dan ditemukan pendeta agung. Sekarang pihak kuil akan menghukumnya secara pribadi."
"Dia menjadi sombong karena berhasil mengancam kaisar dan permaisuri."
"Lady, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kejamnya kakak lady untuk mencapai keinginannya."
Ella tersenyum tipis dan terlihat khawatir. "Kakak mungkin kecewa karena ayah lebih sayang padaku, kata ibu- bisa dibilang kakak masuk masa pemberontakan. Jadi tolong maklumi sikap kakak."
"Maklum? Lady, kakak anda sudah berusia lima belas tahun, jadi harusnya paham bagaimana bersikap baik dan buruk."
Ella menghela napas khawatir.
"Lady berusia lebih muda dari kakak lady, bisa bersikap dewasa."
Para lady yang sudah menjadi teman Ella, bergantian memujinya dan mengkritik keras sang kakak.
"Pantas saja pangeran mahkota memilih anda daripada kakak anda yang jahat itu!"
"Dia kakakku, sampai sekarang aku merasa bersalah karena pangeran mahkota ternyata mencintai aku." Ella menutup mulut dengan kipas dan bicara dengan nada malu.
"Tidak ada yang bisa memaksakan cinta, semua orang mendukung hubungan anda dengan pangeran mahkota. Jadi jangan takut dengan semua ancamannya."
Ella tersenyum simpul dan terlihat lega. "Terima kasih sudah mendukung, aku akan mengatakan ini kepada para pangeran mahkota."
Para lady terlihat bahagia ketika Ella mengucapkan kalimat itu, mereka bisa menjilat calon ratu negara ini dan mengamankan posisi keluarganya.
"Lady, jika kakak anda bersikap macam-macam, jangan segan menceritakannya kepada saya. Ayah saya merupakan salah satu penasehat kaisar. Kedudukan permaisuri tidak ada apa-apanya dibandingkan kaisar."
"Terima kasih."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments