SEBELAS

Daniela menatap cemas pendeta agung. "Masalahnya cat yang saya pakai memakai sihir yang tidak bisa dihapus, menggunakan cara apa pun tetap tidak akan bisa."

Pendeta agung tersenyum. "Lady bisa mengganti semua patung itu."

"Pendeta agung sudah dengar gosip bukan? Saya keluar dari keluarga Vilvred dan mengambil nama Aelthred. Jadi bagaimana bisa saya punya uang untuk mengganti patung?"

Pendeta agung berdiri, Daniela menarik ujung pakaian pendeta agung.

"Tidak! Tolong jangan merepotkan permaisuri, ini adalah ulah saya sendiri. Saya dendam dengan dewa kehidupan, tolong jangan buat permaisuri sedih!"

Pendeta agung menghentikan langkahnya lalu balik badan. "Lady, anda sendiri sudah menghina kuil. Bagaimana bisa kuil menoleransi semua kelakuan lady?"

Daniela menatap pendeta agung dan berkata jujur. "Dari awal saya sudah sadar dengan konsekuensinya, saya hanya tidak menyangka pendeta agung yang menangkap saya."

Pendeta agung menghela napas ironi. "Berdiri lady, orang bisa salah paham jika lady melakukan ini."

Daniela menggeleng tegas. "Tidak, sebelum anda berikan jawaban."

Pendeta agung menghela napas panjang. "Baiklah, saya tidak akan bicara ke permaisuri. Sebagai gantinya, anda harus bekerja di kuil."

Daniela tersenyum lebar, ini adalah rencana keduanya. Bekerja untuk mendapatkan makanan. Dia belum mendapatkan koneksi sendiri untuk bisa menghasilkan uang, koneksi di kuil yang terbaik karena tidak ada perselisihan antar kubu.

Daniela ingin menjalankan bisnis tanpa bantuan permaisuri.

"Apakah dengan bekerja, saya juga bisa mendapatkan makanan?" tanya Daniela yang tidak tahu malu.

Pendeta agung terkejut. Daniela adalah putri duke Vilvred, suka dengan berbagai macam kemewahan. Tapi kenapa malah bertindak seperti manusia yang jarang diberi makan?

"Lady."

"Hah, sekarang hati saya sudah lega setelah menghukum dewa kehidupan dan mendapat izin dari pendeta agung." Daniela menghela napas lega.

Entah kenapa pendeta agung merasa dijebak.

--------

"Pangeran pertama, apa yang anda lakukan?"

"Apa kalian tidak melihatnya?"

Dua pengikut setia pangeran pertama, si kembar Zoe dan Zuu menatap heran Edrik.

Yang bertanya tadi adalah Zoe, kakak kembar Zuu. Asisten di medan perang Edrik.

"Bantu aku, jangan hanya melihat."

Zoe dan Zuu menatap jijik pangeran pertama yang sedang membersihkan meja lama.

"Meja ini bisa digunakan dengan baik, bantu aku mengangkatnya ke ruang kerja. Ah, kita harus bersihkan rumah ini. Jangan sampai ketahuan orang-orang duke Vilvred." Celoteh pangeran pertama.

Zoe dan Zuu saling menatap dan tetap berdiri di tempatnya.

Zuu bertanya pada Edrik. "Sampai kapan anda akan sembunyi di tempat ini?"

"Perintah permaisuri tidak bisa diabaikan." Edrik menatap tajam Zuu. "Kaisar akan melakukan pergerakan bersama ratu, kalian sudah mendengar kabar terbaru?"

Zoe yang tidak tahan melihat atasannya bekerja, ikut membantu.

Zuu tetap berdiri di tempatnya dengan tangan dilipat di belakang dan mulai melapor. "Tidak ada yang istimewa, kaisar dan ratu berusaha menemui pengikut ratu."

"Apakah kalian sudah mendengar tentang perselingkuhan pangeran mahkota dengan adik tiri Daniela?" tanya Edrik.

Zuu mengerutkan kening ketika Edrik menyebut nama lady Aelthred. "Apakah yang anda maksud adalah lady Aelthred?" tanyanya.

"Ya, aku tidak mengerti kenapa dia melakukan kegilaan dengan keluar dari keluarga ayah kandungnya."

"Pangeran pertama, sekarang hal ini menjadi perbincangan hangat para bangsawan. Lady Aelthred mengancam kaisar dan permaisuri."

Edrik menghentikan tangannya yang sedang menggosok kaki meja dari debu, menatap Zuu. "Apa?"

"Anda tidak salah dengar, Yang Mulia."

"Permaisuri, bagaimana keadaannya?"

"Permaisuri justru senang, pada akhirnya lady Aelthred lepas dari belenggu duke Vilvred dan secepatnya membuat duke menandatangani dokumen pernyataan bahwa lady Aelthred bukan bagian dari keluarga Vilvred."

"Bagaimana bisa itu terjadi?"

Zuu menceritakan awal kejadian dari mata-mata yang dikirim untuk memgawasi permaisuri.

Zoe terpana mendengarnya.

Edrik sebagai pangeran pertama tidak pernah mengancam ayahnya, semua orang juga melakukan hal sama meskipun sang kaisar hanyalah menantu bawaan.

Sementara pangeran pertama dan Zoe tertarik dengan kisah yang diceritakan Zuu. Para bangsawan pria di Golden House ramai dengan berita Daniela mencoret patung dewa kehidupan dan pengikutnya.

"Astaga, bagaimana bisa lady itu menjadi tidak berakal sekarang?"

"Apakah karena dia jatuh ke danau buatan di istana waktu itu? Jadi kepalanya sedikit bermasalah."

"Mungkin saja, seharusnya duke Vilvred waktu itu peduli pada putri sulungnya."

"Aku kasihan dengan lady Aelthred. Sakit karena ditinggalkan dan sekarang menjadi tidak berotak, siapa yang akan menjaga dia di masa depan?"

"Ah, tidak ada bangsawan yang mau menikahinya. Mungkin permaisuri akan membeli pria untuk dijadikan suami lady Aelthred."

"Ngomong-ngomong, permaisuri secara resmi memberikan kedudukan pada lady sebagai duke, tapi kenapa tidak ada satupun yang memanggilnya duke?"

"Apa kamu sudah gila? Seorang wanita menjadi pemimpin keluarga? Ingin mendapatkan kutukan dari dewa cahaya?!"

"Hei, aku cuma bertanya. Jangan marah."

"Aku kira masa depan lady Aelthred akan cerah, tapi ternyata dia melakukan tindakan bodoh yang sulit dimengerti para bangsawan."

Di kediaman Vilvred, Ella mengadakan perjamuan pesta teh bersama teman-temannya.

"Lady Vilvred, apakah anda sudah mendengar gosip hangat yang baru muncul?"

Ella yang sedang minum teh dengan anggun, meletakkan cangkir di atas meja. "Gosip? Gosip apa?"

"Hohohoho. Kakak kandung anda, lady Daniela melakukan kebodohan di kuil, dia mencoret patung dewa tanpa takut dan ditemukan pendeta agung. Sekarang pihak kuil akan menghukumnya secara pribadi."

"Dia menjadi sombong karena berhasil mengancam kaisar dan permaisuri."

"Lady, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kejamnya kakak lady untuk mencapai keinginannya."

Ella tersenyum tipis dan terlihat khawatir. "Kakak mungkin kecewa karena ayah lebih sayang padaku, kata ibu- bisa dibilang kakak masuk masa pemberontakan. Jadi tolong maklumi sikap kakak."

"Maklum? Lady, kakak anda sudah berusia lima belas tahun, jadi harusnya paham bagaimana bersikap baik dan buruk."

Ella menghela napas khawatir.

"Lady berusia lebih muda dari kakak lady, bisa bersikap dewasa."

Para lady yang sudah menjadi teman Ella, bergantian memujinya dan mengkritik keras sang kakak.

"Pantas saja pangeran mahkota memilih anda daripada kakak anda yang jahat itu!"

"Dia kakakku, sampai sekarang aku merasa bersalah karena pangeran mahkota ternyata mencintai aku." Ella menutup mulut dengan kipas dan bicara dengan nada malu.

"Tidak ada yang bisa memaksakan cinta, semua orang mendukung hubungan anda dengan pangeran mahkota. Jadi jangan takut dengan semua ancamannya."

Ella tersenyum simpul dan terlihat lega. "Terima kasih sudah mendukung, aku akan mengatakan ini kepada para pangeran mahkota."

Para lady terlihat bahagia ketika Ella mengucapkan kalimat itu, mereka bisa menjilat calon ratu negara ini dan mengamankan posisi keluarganya.

"Lady, jika kakak anda bersikap macam-macam, jangan segan menceritakannya kepada saya. Ayah saya merupakan salah satu penasehat kaisar. Kedudukan permaisuri tidak ada apa-apanya dibandingkan kaisar."

"Terima kasih."

Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!