DUA BELAS

"Hah? Anak itu mencoret patung dewa kehidupan?" Kaisar yang sedang minum teh bersama ratu, terkejut mendengar cerita darinya.

"Saya sendiri juga terkejut mendengarnya, anda bisa memberikan saran kepada permaisuri untuk memeriksa kondisi kejiwaan lady Aelthred."

"Permaisuri mengurung diri di kamarnya karena belum ada kabar dari pangeran pertama, bagaimana bisa aku menyampaikannya?"

"Kaisar, anda bisa keluar masuk istana permaisuri. Istana ini milik anda."

Kaisar mulai merenung, menjadi menantu bawaan merupakan aib baginya. Maka dari itu, istana ini sekarang harus menjadi miliknya.

"Kaisar, apakah anda masih memikirkan permaisuri?" Tanya ratu dengan nada cemburu.

"Ratuku, aku tidak pernah memikirkan permaisuri satu pun. Cintaku hanya untuk kamu."

Senyum ratu semakin lebar. "Karena itu, anda juga harus mendekati pendeta agung supaya lady Aelthred-"

BRAK!

Permaisuri masuk ke dalam kamar kaisar tanpa izin.

Ratu dan kaisar terburu-buru berdiri.

Kaisar menjadi marah. "Permaisuri, apa yang kamu lakukan, masuk tanpa izin-"

Permaisuri menatap lurus kaisar. "Apakah kaisar sudah mencari pangeran pertama?"

"Apa?"

"Apakah anda tidak peduli dengan darah daging sendiri?"

"Permaisuri, jangan menakuti kami. Ratu menjadi takut."

Permaisuri melirik sekilas ratu lalu menatap lurus kaisar. "Lalu, apakah aku tidak terlihat takut sekarang? Putra kita menghilang dan kaisar malah bersenang-senang dengan ratu?!"

"Permaisuri-" kaisar hendak mengatakan sesuatu.

"Aku mengurung diri di dalam kamar untuk berdoa dan kaisar malah tidur bersama ratu? Kalian benar-benar menjijikan!" Potong permaisuri, tanpa memberikan kesempatan kaisar bicara.

PRANG!

Permaisuri melempar semua perlengkapan teh di atas meja lalu membalik meja dengan tenaga kuat.

PRANG!

Ksatria istana masuk dan melihat kekacauan yang dibuat permaisuri.

Permaisuri berteriak dan menangis histeris. "Kembalikan putraku! Kalian bersenang-senang di sini sementara putraku tidak ada kabarnya di luar sana! Oh, putraku yang malang."

Kekacauan yang dibuat permaisuri di kamar kaisar saat kaisar dan ratu sedang bersantai, memicu gosip baru dan menggantikan gosip si bodoh lady Aelthred.

Tentu saja permaisuri melakukan ini untuk melindungi Daniela dan juga membuat kesempatan supaya putranya tidak dikirim ke medan perang. Menjadi contoh untuk ratu dan bangsawan lain yang berani mendepak putranya.

___________

Edrik yang mendengar gosip itu keesokan hari dari Zuu, menutup wajah dengan kedua tangannya. "Astaga."

Daniela yang juga mendengar itu, masih menatap aneh Zoe dan Zuu.

Zuu yang peka, menyadari tatapan Daniela. "Ada apa lady? Ada sesuatu di wajah saya?"

Daniela menggeleng lalu menghabiskan makanannya.

Edrik bertanya pada Daniela. "Mau sampai kapan aku harus sembunyi? Kamu dan ibuku sedang bermain apa?"

Daniela menggigit sendok lalu menggeleng cepat.

"Apanya?" tanya Edrik tidak mengerti.

Daniela mengambil sendok di mulut. "Sebentar lagi ada kejadian menarik, saya lupa tepatnya kapan. Yang pasti sebanding dengan perlakuan kaisar dan ratu terhadap permaisuri."

Edrik menatap Daniela. "Kamu sudah tidak di pihak pangeran mahkota dan ratu?"

"Dari awal saya tidak pernah ada di pihak mereka."

"Kenapa?"

"Pangeran mahkota lebih menyukai Ella daripada saya, ratu dan kaisar bertahan tidak mengganggu karena sumpah masa lalu tapi sepertinya pangeran mahkota yang tidak sabar menggantikan posisi saya."

"Kamu tidak sakit hati?"

"Tidak."

Edrik masih tidak percaya pada  Daniela. "Benar, kamu tidak sedih? Biasanya wanita akan menyembunyikan kesedihannya dan berkata dia baik-baik saja."

Daniela memutar bola mata. "Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu ditangisi untuk pria be-"

Daniela menelan kalimat terakhirnya ketika bertatapan mata dengan Edrik, dia lupa dengan fakta bahwa pangeran pertama sangat menyayangi adik kandungnya.

"Pangeran pertama, saya-"

Edrik mengalihkan tatapannya dengan canggung. "Ah, maaf."

"Tidak apa-apa."

Edrik bergegas makan cepat, membantu Daniela dan tidur. Mereka tidur di satu ruangan yang sama dengan jarak yang cukup jauh.

Hanya ruangan inilah yang bisa menghangatkan mereka berdua.

Pagi harinya, Daniela bangun dengan semangat tinggi dan menyapa seluruh pendeta kuil tanpa merasa malu, gosip apapun tetap diterjangnya karena prinsip yang dia pegang.

"Biarkan mereka yang bergosip, mereka tidak bisa memberiku makan."

Pendeta agung menatap Daniela dengan perasaan rumit, setelah mendengar penjelasannya. "Kamu memang lady tidak tahu malu."

"Aku harus membiayai kebutuhan hidup sendiri." Daniela menggulung lengan baju, hari ini dia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian pendeta kuil. "Apakah tidak masalah saya memakai seragam ini?" tanyanya dengan hati-hati.

"Baru sekarang kuil memiliki petugas dari luar, kami tidak mempersiapkan seragam khusus." Jawab pendeta agung sambil menunjuk satu pintu berwarna biru. "Di sana, tempatmu bertugas. Kamu bisa ke sana sendiri kan?"

Daniela memberikan hormat ala militer. "Siap, saya bisa segera ke sana. Pekerjaan apapun akan saya terjang demi mendapatkan makanan."

Setelah mengucapkan itu, Daniela bergegas ke pintu berwarna biru yang ditunjuk pendeta agung.

Pendeta muda yang menemani pendeta agung, menatap ke luar jendela dengan bingung. "Pekerjaan untuk makanan? Bukankah harusnya orang bekerja untuk uang lalu bisa membeli makanan sesuka hati? Apa yang dipikirkan lady itu?"

Pendeta agung hanya tersenyum kecil.

Sementara Daniela menghampiri seorang pendeta muda yang sedang mengawasi pintu biru. Pendeta muda itu usianya terlihat setara dengan dirinya.

"Hallo, nama saya Daniela. Mulai hari ini bertugas di sini, mohon bantuannya." Daniela memperkenalkan diri dengan sopan dan sengaja tidak menyebut nama keluarganya.

Pendeta muda itu melihat Daniela dari bawah ke atas dengan tidak sopan. "Ah, jadi anda asisten baru pendeta agung?"

"Eh? Asisten?" Daniela menunjuk dirinya sendiri.

"Benar, pendeta agung sudah mengumumkan asisten barunya. Selama ini bertahan tidak mau memiliki asisten karena lebih suka mengurus sendiri semuanya." Kata pendeta muda sambil menyerahkan buku catatan berisi sumbangan.

"Te- termasuk mencatat semua yang ada di sini?" tanya Daniela yang wajahnya berubah pucat begitu melihat isi di dalam buku. "Apakah baik-baik saja menyerahkan hal sepenting ini kepada orang luar?"

"Mempekerjakan anda sebagai asisten, padahal anda seorang bangsawan muda saja sudah aneh, jadi buat apa terkejut ketika anda diserahkan tugas ini? Memang pekerjaan apa yang anda harapkan waktu membuat masalah?" tanya pendeta muda.

"Mencuci pakaian dan bersih-bersih?" tanya Daniela yang tidak yakin.

Tiga pendeta muda lainnya yang mencuri dengar, bergegas mengelilingi Daniela.

"Jadi benar seperti yang digosipkan? Anda diperlakukan buruk di rumah bangsawan Vilvred?"

"Saya bisa mengerti perasaan anda, seorang ayah yang sudah menikah lagi pasti melupakan anak kandung dari pernikahan sebelumnya."

"Pantas saja anda menjadi asisten pendeta agung."

Kedua mata Daniela mengedip bingung. "Kalian semua tidak marah, aku menjadi asisten pendeta agung?"

Ke empat pendeta muda saling menatap lalu tertawa.

Salah satu pendeta muda memberikan bocoran kepada Daniela sambil mengatupkan kedua tangan. "Tidak mungkin kami semua marah, kami justru bersyukur doa dikabulkan oleh dewa Helcia."

"Hah?"

"Pendeta agung terkenal memiliki kepribadian yang unik dan sedikit emosi tapi jika anda menjadi asistennya, kami rasa tidak akan masalah. Pendeta agung tidak mungkin marah ke bangsawan muda seperti anda."

Daniela terpana. Pendeta agung... pemarah?

Terpopuler

Comments

meee

meee

nah lhoo.. typo.. daniela jadi misella...😅

2022-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!