"Hah? Anak itu mencoret patung dewa kehidupan?" Kaisar yang sedang minum teh bersama ratu, terkejut mendengar cerita darinya.
"Saya sendiri juga terkejut mendengarnya, anda bisa memberikan saran kepada permaisuri untuk memeriksa kondisi kejiwaan lady Aelthred."
"Permaisuri mengurung diri di kamarnya karena belum ada kabar dari pangeran pertama, bagaimana bisa aku menyampaikannya?"
"Kaisar, anda bisa keluar masuk istana permaisuri. Istana ini milik anda."
Kaisar mulai merenung, menjadi menantu bawaan merupakan aib baginya. Maka dari itu, istana ini sekarang harus menjadi miliknya.
"Kaisar, apakah anda masih memikirkan permaisuri?" Tanya ratu dengan nada cemburu.
"Ratuku, aku tidak pernah memikirkan permaisuri satu pun. Cintaku hanya untuk kamu."
Senyum ratu semakin lebar. "Karena itu, anda juga harus mendekati pendeta agung supaya lady Aelthred-"
BRAK!
Permaisuri masuk ke dalam kamar kaisar tanpa izin.
Ratu dan kaisar terburu-buru berdiri.
Kaisar menjadi marah. "Permaisuri, apa yang kamu lakukan, masuk tanpa izin-"
Permaisuri menatap lurus kaisar. "Apakah kaisar sudah mencari pangeran pertama?"
"Apa?"
"Apakah anda tidak peduli dengan darah daging sendiri?"
"Permaisuri, jangan menakuti kami. Ratu menjadi takut."
Permaisuri melirik sekilas ratu lalu menatap lurus kaisar. "Lalu, apakah aku tidak terlihat takut sekarang? Putra kita menghilang dan kaisar malah bersenang-senang dengan ratu?!"
"Permaisuri-" kaisar hendak mengatakan sesuatu.
"Aku mengurung diri di dalam kamar untuk berdoa dan kaisar malah tidur bersama ratu? Kalian benar-benar menjijikan!" Potong permaisuri, tanpa memberikan kesempatan kaisar bicara.
PRANG!
Permaisuri melempar semua perlengkapan teh di atas meja lalu membalik meja dengan tenaga kuat.
PRANG!
Ksatria istana masuk dan melihat kekacauan yang dibuat permaisuri.
Permaisuri berteriak dan menangis histeris. "Kembalikan putraku! Kalian bersenang-senang di sini sementara putraku tidak ada kabarnya di luar sana! Oh, putraku yang malang."
Kekacauan yang dibuat permaisuri di kamar kaisar saat kaisar dan ratu sedang bersantai, memicu gosip baru dan menggantikan gosip si bodoh lady Aelthred.
Tentu saja permaisuri melakukan ini untuk melindungi Daniela dan juga membuat kesempatan supaya putranya tidak dikirim ke medan perang. Menjadi contoh untuk ratu dan bangsawan lain yang berani mendepak putranya.
___________
Edrik yang mendengar gosip itu keesokan hari dari Zuu, menutup wajah dengan kedua tangannya. "Astaga."
Daniela yang juga mendengar itu, masih menatap aneh Zoe dan Zuu.
Zuu yang peka, menyadari tatapan Daniela. "Ada apa lady? Ada sesuatu di wajah saya?"
Daniela menggeleng lalu menghabiskan makanannya.
Edrik bertanya pada Daniela. "Mau sampai kapan aku harus sembunyi? Kamu dan ibuku sedang bermain apa?"
Daniela menggigit sendok lalu menggeleng cepat.
"Apanya?" tanya Edrik tidak mengerti.
Daniela mengambil sendok di mulut. "Sebentar lagi ada kejadian menarik, saya lupa tepatnya kapan. Yang pasti sebanding dengan perlakuan kaisar dan ratu terhadap permaisuri."
Edrik menatap Daniela. "Kamu sudah tidak di pihak pangeran mahkota dan ratu?"
"Dari awal saya tidak pernah ada di pihak mereka."
"Kenapa?"
"Pangeran mahkota lebih menyukai Ella daripada saya, ratu dan kaisar bertahan tidak mengganggu karena sumpah masa lalu tapi sepertinya pangeran mahkota yang tidak sabar menggantikan posisi saya."
"Kamu tidak sakit hati?"
"Tidak."
Edrik masih tidak percaya pada Daniela. "Benar, kamu tidak sedih? Biasanya wanita akan menyembunyikan kesedihannya dan berkata dia baik-baik saja."
Daniela memutar bola mata. "Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu ditangisi untuk pria be-"
Daniela menelan kalimat terakhirnya ketika bertatapan mata dengan Edrik, dia lupa dengan fakta bahwa pangeran pertama sangat menyayangi adik kandungnya.
"Pangeran pertama, saya-"
Edrik mengalihkan tatapannya dengan canggung. "Ah, maaf."
"Tidak apa-apa."
Edrik bergegas makan cepat, membantu Daniela dan tidur. Mereka tidur di satu ruangan yang sama dengan jarak yang cukup jauh.
Hanya ruangan inilah yang bisa menghangatkan mereka berdua.
Pagi harinya, Daniela bangun dengan semangat tinggi dan menyapa seluruh pendeta kuil tanpa merasa malu, gosip apapun tetap diterjangnya karena prinsip yang dia pegang.
"Biarkan mereka yang bergosip, mereka tidak bisa memberiku makan."
Pendeta agung menatap Daniela dengan perasaan rumit, setelah mendengar penjelasannya. "Kamu memang lady tidak tahu malu."
"Aku harus membiayai kebutuhan hidup sendiri." Daniela menggulung lengan baju, hari ini dia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian pendeta kuil. "Apakah tidak masalah saya memakai seragam ini?" tanyanya dengan hati-hati.
"Baru sekarang kuil memiliki petugas dari luar, kami tidak mempersiapkan seragam khusus." Jawab pendeta agung sambil menunjuk satu pintu berwarna biru. "Di sana, tempatmu bertugas. Kamu bisa ke sana sendiri kan?"
Daniela memberikan hormat ala militer. "Siap, saya bisa segera ke sana. Pekerjaan apapun akan saya terjang demi mendapatkan makanan."
Setelah mengucapkan itu, Daniela bergegas ke pintu berwarna biru yang ditunjuk pendeta agung.
Pendeta muda yang menemani pendeta agung, menatap ke luar jendela dengan bingung. "Pekerjaan untuk makanan? Bukankah harusnya orang bekerja untuk uang lalu bisa membeli makanan sesuka hati? Apa yang dipikirkan lady itu?"
Pendeta agung hanya tersenyum kecil.
Sementara Daniela menghampiri seorang pendeta muda yang sedang mengawasi pintu biru. Pendeta muda itu usianya terlihat setara dengan dirinya.
"Hallo, nama saya Daniela. Mulai hari ini bertugas di sini, mohon bantuannya." Daniela memperkenalkan diri dengan sopan dan sengaja tidak menyebut nama keluarganya.
Pendeta muda itu melihat Daniela dari bawah ke atas dengan tidak sopan. "Ah, jadi anda asisten baru pendeta agung?"
"Eh? Asisten?" Daniela menunjuk dirinya sendiri.
"Benar, pendeta agung sudah mengumumkan asisten barunya. Selama ini bertahan tidak mau memiliki asisten karena lebih suka mengurus sendiri semuanya." Kata pendeta muda sambil menyerahkan buku catatan berisi sumbangan.
"Te- termasuk mencatat semua yang ada di sini?" tanya Daniela yang wajahnya berubah pucat begitu melihat isi di dalam buku. "Apakah baik-baik saja menyerahkan hal sepenting ini kepada orang luar?"
"Mempekerjakan anda sebagai asisten, padahal anda seorang bangsawan muda saja sudah aneh, jadi buat apa terkejut ketika anda diserahkan tugas ini? Memang pekerjaan apa yang anda harapkan waktu membuat masalah?" tanya pendeta muda.
"Mencuci pakaian dan bersih-bersih?" tanya Daniela yang tidak yakin.
Tiga pendeta muda lainnya yang mencuri dengar, bergegas mengelilingi Daniela.
"Jadi benar seperti yang digosipkan? Anda diperlakukan buruk di rumah bangsawan Vilvred?"
"Saya bisa mengerti perasaan anda, seorang ayah yang sudah menikah lagi pasti melupakan anak kandung dari pernikahan sebelumnya."
"Pantas saja anda menjadi asisten pendeta agung."
Kedua mata Daniela mengedip bingung. "Kalian semua tidak marah, aku menjadi asisten pendeta agung?"
Ke empat pendeta muda saling menatap lalu tertawa.
Salah satu pendeta muda memberikan bocoran kepada Daniela sambil mengatupkan kedua tangan. "Tidak mungkin kami semua marah, kami justru bersyukur doa dikabulkan oleh dewa Helcia."
"Hah?"
"Pendeta agung terkenal memiliki kepribadian yang unik dan sedikit emosi tapi jika anda menjadi asistennya, kami rasa tidak akan masalah. Pendeta agung tidak mungkin marah ke bangsawan muda seperti anda."
Daniela terpana. Pendeta agung... pemarah?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
meee
nah lhoo.. typo.. daniela jadi misella...😅
2022-10-17
0