EMPAT BELAS

Pagi hari Countess Ava datang sendiri dengan punggung membungkuk tidak percaya diri dan menggunakan topi berbentuk cartwheel hat berwarna hitam dan jaring menutupi seluruh wajah.

Countess Ava mengenakan gaun serba hitam seolah sedang berduka.

Para bangsawan yang hadir di dalan kuil dan melihat countess Ava berjalan melewati mereka, sontak bergosip.

"Aku dengar count Ava selingkuh dengan seorang penari dan membayar mahal untuk menarikan tarian telanjang."

"Aku juga sudah mendengarnya, penari itu sekarang sudah mengandung anak count."

"Seharusnya countess Ava bisa menyenangkan suami dan tidak perlu melakukan hal konyol seperti itu, sudah biasa para suami selingkuh di luar sana."

"Benar, selama suami kita bisa memberikan uang dan keamanan di masa depan, seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Ah, melihat dia memakai pakaian berkabung membuat aku kesal. Memangnya bisa menarik simpati dengan cara begitu?"

Daniela yang sedang membantu pendeta tinggi dengan menulis data bantuan yang diberikan para bangsawan sebelum berdoa, berusaha menabahkan diri.

Mau di kehidupan modern ataupun masa lalu, pemikiran para istri yang merasa sudah banyak mengecap asam garam kehidupan memang terlihat konyol di matanya, padahal kehidupan manusia berbeda.

Daniela tanpa sengaja melirik gaun lengan tangan yang tertarik ke atas ketika menyerahkan sebuah kotak ke dia, ada warna biru di tangannya.

Daniela mengedipkan mata, jadi rumor yang dia dengar di masa lalu memang benar adanya. Count melakukan kekerasan rumah tangga kepada countess dan satu tahun ke depan, countess meninggal karena sakit.

Tidak ada yang peduli dengan kondisi countess, bahkan keluarganya sendiri. Semua menyalahkan countess yang menarik diri dari pergaulan dan berpenampilan tidak menarik sehingga count berani selingkuh.

Countess cepat-cepat menutupi tangannya ketika Daniela menerima kotak itu.

"Terima kasih, countess Ava." Senyum Daniela lalu mencatat dan memberikan arahan countess untuk tanda tangan.

"Tanda tangan?" tanya countess tidak mengerti. "Kenapa harus tanda tangan? Sebelumnya tidak pernah."

"Peraturan baru kuil, countess." Jawab Daniela dengan ramah, sebenarnya dialah yang membuat peraturan baru itu untuk menghindari kecurangan dari kedua belah pihak.

"Bagaimana jika saya menyuruh pelayan untuk mengirim donasi?" tanya countess.

"Kami akan memastikan bahwa pelayan itu adalah suruhan countess, dan pelayan harus tanda tangan. Jika ingin dipercepat, anda bisa memberikan surat kuasa dengan tulisan anda sendiri dan diberikan kuil."

Countess Ava tanda tangan. "Apakah ada kecurangan sebelumnya?"

"Untuk saat ini belum dan jangan sampai, pihak kuil hanya ingin memberikan kenyamanan untuk para bangsawan sehingga jika ada masalah di masa lalu, tidak ada yang mempermasalahkannya."

Sebenarnya ada satu kasus yang membuat kuil tidak bisa berbuat banyak, salah seorang baron memberikan donasi untuk kuil lalu baroness marah karena donasi yang diberikan terlalu berlebihan, dan menuntut kuil untuk mengembalikan sebagian donasi.

Kuil terpaksa menggantinya karena uang donasi sudah dipakai untuk kebutuhan pengungsi dari luar kota tapi para pendeta juga tidak punya jalan keluar terbaik untuk meminimalisir kejadian terulang kembali sementara pendeta agung tidak bisa ikut campur masalah donasi, hanya bisa mendengar masalah dari tangan kanan.

Lebih tepatnya pendeta agung terlalu malas mengurus hal seperti ini.

Daniela yang mendengar itu sontak mengeluarkan pendapat dan langsung disetujui pendeta agung tanpa berpikir dua kali.

"Oh, begitu." Countess Ava menyerahkan pena bulu ke Daniela.

Daniela menatap countess Ava dengan cemas. "Countess, jika ada masalah- ada ruang berdoa dan anda bisa bicara ke pendeta."

Countess Ava tersenyum sedih. "Terima kasih sarannya."

Setelah mengatakan itu, countess pergi meninggalkan Daniela yang duduk di kursinya.

Daniela bertanya ke pendeta tinggi yang duduk di sampingnya, para pendeta muda mengurus para bangsawan yang hendak menuju ke ruang doa. "Pendeta tinggi Rahul."

"Ya?"

"Apakah countess Ava rajin datang ke kuil? Berapa minggu sekali? Untuk berdoa atau hanya donasi?"

"Duke, perkataan anda sangat tidak sopan."

Daniela terkejut, dia baru bertemu Rahul pagi ini dan dipanggil duke? Sementara yang lain memanggil dirinya lady. "Kenapa anda memanggil saya duke?"

"Karena anda pemilik duchy Aelthred, apakah saya salah?"

Daniela menggeleng cepat lalu teringat dengan countess Ava, sekarang meja donasi sudah sepi karena para pengunjung masuk ke ruang doa. "Pendeta tinggi, tolong jawab pertanyaan saya."

"Countess Ava rutin ke kuil setiap hari  veneris, saturni, dan solis untuk berdoa lalu melakukan donasi di hari lovis."

Daniela mencoba mengingat nama hari di Helcia, kalau tidak salah di internet ada tentang ini.

Solis untuk hari minggu, lunae atau dibaca lune untuk hari senin, martis untuk hari selasa, mercuri untuk hari rabu, lovis untuk hari kamis, veneris untuk hari jumat, untuk hari sabtu.

Lalu kenapa donasi di hari kamis, sekarang? Kenapa tidak di hari lain?

Pendeta tinggi Rahul teringat sesuatu. "Kalau tidak salah saya sempat mendengar lelucon diantara bangsawan."

"Lelucon?"

"Malam lovis adalah malam baik untuk pasangan suami istri dan merupakan kewajiban untuk istri melakukan hubungan suami-istri. Para bangsawan yang mendengar countess Ava memberikan donasi di hari lovis, mengeluarkan lelucon lucu."

Kenapa selama ini aku tidak tahu mengenai malam lovis? Di dunia ini?! Teriak Daniela di dalam hati.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa count Ava suka selingkuh, countess memberikan donasi kemungkinan sudah melakukan malam lovis dan memberikan donasi untuk mendapatkan berkah supaya count tidak selingkuh." Tawa pendeta tinggi Rahul.

Daniela tercengang.

"Ah, tentu saja anda tidak tahu malam lovis karena hanya pasangan suami istri yang sering ke kuil mengetahuinya."

Pantas saja!

Daniela menepuk kening dengan gemas, di masa lalu dirinya tidak memiliki hubungan baik dengan kuil.

"Karena itu, duke. Jangan terlalu ikut campur rumah tangga orang lain," saran pendeta tinggi Rahul.

Daniela hanya tersenyum lebar, instingnya mengatakan bisa mendapatkan uang banyak dari countess Ava, apalagi count Ava juga kaya raya.

Pendeta tinggi Rahul menatap curiga Daniela. "Duke, jika bertindak macam-macam- saya akan mengadu ke pendeta agung."

"Laporkan saja."

Daniela tidak takut dengan pendeta agung lalu melihat countess Ava tiba-tiba keluar dari ruang doa sebelum selesai.

Daniela bergegas mengikutinya sambil memastikan alat pengintai aman di dalam kantong. "Pendeta tinggi, tiba-tiba saya ada urusan. Saya serahkan semuanya kepada anda." Pamitnya.

Pendeta tinggi Rahul terpana melihat kenekatan Daniela sambil menggelengkan kepala.

Sementara pangeran pertama sedang berdebat dengan Zoe dan Zuu untuk menempatkan tempat tidur di ruang perapian.

"Aku sudah terbiasa tidur di mana pun, jadi tidak." Tolak pangeran pertama.

"Bagaimana jika kita memperbaiki salah satu kamar supaya anda tempati dan tidak perlu berbagi dengan lady?"

Edrik menolak dengan tegas. "Tidak! Untuk memperbaiki satu kamar akan sia-sia karena kita harus perbaiki seluruh pondasi rumah. Kita tidak boleh membuat Vilvred curiga!"

Zoe dan Zuu berteriak di dalam hati. Pangeran pertama, bilang saja anda ingin bersama lady!

Terpopuler

Comments

Hikam Sairi

Hikam Sairi

modus banget nih pangeran /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Hammer/

2024-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL
2 SATU
3 DUA
4 TIGA
5 EMPAT
6 LIMA
7 ENAM
8 TUJUH
9 DELAPAN
10 SEMBILAN
11 SEPULUH
12 SEBELAS
13 DUA BELAS
14 TIGA BELAS
15 EMPAT BELAS
16 LIMA BELAS
17 ENAM BELAS
18 TUJUH BELAS
19 DELAPAN BELAS
20 SEMBILAN BELAS
21 DUA PULUH
22 DUA PULUH SATU
23 DUA PULUH DUA
24 DUA PULUH TIGA
25 DUA PULUH EMPAT
26 DUA PULUH LIMA
27 DUA PULUH ENAM
28 DUA PULUH TUJUH
29 DUA PULUH DELAPAN
30 DUA PULUH SEMBILAN
31 TIGA PULUH
32 TIGA PULUH SATU
33 MASA LALU EDRIK I
34 MASA LALU EDRIK II
35 TIGA PULUH DUA
36 TIGA PULUH TIGA
37 TIGA PULUH EMPAT
38 TIGA PULUH LIMA
39 TIGA PULUH ENAM
40 TIGA PULUH TUJUH
41 TIGA PULUH DELAPAN
42 TIGA PULUH SEMBILAN
43 EMPAT PULUH
44 EMPAT PULUH SATU
45 EMPAT PULUH DUA
46 EMPAT PULUH TIGA
47 EMPAT PULUH EMPAT
48 EMPAT PULUH LIMA
49 EMPAT PULUH ENAM
50 EMPAT PULUH TUJUH
51 EMPAT PULUH DELAPAN
52 EMPAT PULUH SEMBILAN
53 LIMA PULUH
54 LIMA PULUH SATU
55 LIMA PULUH DUA
56 LIMA PULUH TIGA
57 LIMA PULUH EMPAT
58 LIMA PULUH LIMA
59 LIMA PULUH ENAM
60 LIMA PULUH TUJUH
61 LIMA PULUH DELAPAN
62 LIMA PULUH SEMBILAN
63 ENAM PULUH
64 ENAM PULUH SATU
65 ENAM PULUH DUA
66 ENAM PULUH TIGA
67 ENAM PULUH EMPAT
68 ENAM PULUH LIMA
69 ENAM PULUH ENAM
70 ENAM PULUH TUJUH
71 ENAM PULUH DELAPAN
72 ENAM PULUH SEMBILAN
73 TUJUH PULUH
74 TUJUH PULUH SATU
75 TUJUH PULUH DUA
76 TUJUH PULUH TIGA
77 TUJUH PULUH EMPAT
78 TUJUH PULUH LIMA
79 TUJUH PULUH ENAM
80 TUJUH PULUH TUJUH
81 TUJUH PULUH DELAPAN
82 TUJUH PULUH SEMBILAN
83 DELAPAN PULUH
84 DELAPAN PULUH SATU
85 DELAPAN PULUH DUA
86 DELAPAN PULUH TIGA
87 DELAPAN PULUH EMPAT
88 DELAPAN PULUH LIMA
89 DELAPAN PULUH ENAM
90 MASA LALU DANIELA I
91 MASA LALU DANIELA II
92 DELAPAN PULUH TUJUH
93 DELAPAN PULUH DELAPAN
94 DELAPAN PULUH SEMBILAN
95 SEMBILAN PULUH
96 SEMBILAN PULUH SATU
97 SEMBILAN PULUH DUA
98 SEMBILAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 98 Episodes

1
AWAL
2
SATU
3
DUA
4
TIGA
5
EMPAT
6
LIMA
7
ENAM
8
TUJUH
9
DELAPAN
10
SEMBILAN
11
SEPULUH
12
SEBELAS
13
DUA BELAS
14
TIGA BELAS
15
EMPAT BELAS
16
LIMA BELAS
17
ENAM BELAS
18
TUJUH BELAS
19
DELAPAN BELAS
20
SEMBILAN BELAS
21
DUA PULUH
22
DUA PULUH SATU
23
DUA PULUH DUA
24
DUA PULUH TIGA
25
DUA PULUH EMPAT
26
DUA PULUH LIMA
27
DUA PULUH ENAM
28
DUA PULUH TUJUH
29
DUA PULUH DELAPAN
30
DUA PULUH SEMBILAN
31
TIGA PULUH
32
TIGA PULUH SATU
33
MASA LALU EDRIK I
34
MASA LALU EDRIK II
35
TIGA PULUH DUA
36
TIGA PULUH TIGA
37
TIGA PULUH EMPAT
38
TIGA PULUH LIMA
39
TIGA PULUH ENAM
40
TIGA PULUH TUJUH
41
TIGA PULUH DELAPAN
42
TIGA PULUH SEMBILAN
43
EMPAT PULUH
44
EMPAT PULUH SATU
45
EMPAT PULUH DUA
46
EMPAT PULUH TIGA
47
EMPAT PULUH EMPAT
48
EMPAT PULUH LIMA
49
EMPAT PULUH ENAM
50
EMPAT PULUH TUJUH
51
EMPAT PULUH DELAPAN
52
EMPAT PULUH SEMBILAN
53
LIMA PULUH
54
LIMA PULUH SATU
55
LIMA PULUH DUA
56
LIMA PULUH TIGA
57
LIMA PULUH EMPAT
58
LIMA PULUH LIMA
59
LIMA PULUH ENAM
60
LIMA PULUH TUJUH
61
LIMA PULUH DELAPAN
62
LIMA PULUH SEMBILAN
63
ENAM PULUH
64
ENAM PULUH SATU
65
ENAM PULUH DUA
66
ENAM PULUH TIGA
67
ENAM PULUH EMPAT
68
ENAM PULUH LIMA
69
ENAM PULUH ENAM
70
ENAM PULUH TUJUH
71
ENAM PULUH DELAPAN
72
ENAM PULUH SEMBILAN
73
TUJUH PULUH
74
TUJUH PULUH SATU
75
TUJUH PULUH DUA
76
TUJUH PULUH TIGA
77
TUJUH PULUH EMPAT
78
TUJUH PULUH LIMA
79
TUJUH PULUH ENAM
80
TUJUH PULUH TUJUH
81
TUJUH PULUH DELAPAN
82
TUJUH PULUH SEMBILAN
83
DELAPAN PULUH
84
DELAPAN PULUH SATU
85
DELAPAN PULUH DUA
86
DELAPAN PULUH TIGA
87
DELAPAN PULUH EMPAT
88
DELAPAN PULUH LIMA
89
DELAPAN PULUH ENAM
90
MASA LALU DANIELA I
91
MASA LALU DANIELA II
92
DELAPAN PULUH TUJUH
93
DELAPAN PULUH DELAPAN
94
DELAPAN PULUH SEMBILAN
95
SEMBILAN PULUH
96
SEMBILAN PULUH SATU
97
SEMBILAN PULUH DUA
98
SEMBILAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!