Hampir satu hari Yang Li bertarung dengan para pemuda itu, dan akhirnya para pemuda itu semuanya kalah. Jia Li yang melihat tidak ada seorang pun dari pemuda itu menang melawan kakaknya merasa bahagia karena akhirnya dirinya tidak perlu memikirkan cara untuk menggagalkan pra pemuda yang mencalonkan diri menjadi calon suaminya.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Karena tiba-tiba para pemuda semuanya protes dengan syarat itu yang menurutnya sungguh tidak adil bagi mereka. Dan akhirnya mereka meminta ulang sayembara itu, meminta Jenderal Chang Li mencari syarat yang bisa mereka sanggupi.
Jenderal Chang Li yang mendengar menjadi pusing, memikirkan cara apa yang harus ia berikan agar adil. Jia Li yang kesal karena mereka protes akhirnya mengatakan syaratnya. Jika mereka bisa membawa apa yang di mintanya, maka pemuda itu akan menjadi calon suaminya. Dan ia yakin pasti para pemuda itu tidak akan bisa menyelesaikan persyaratannya, karena ia yakin suami hantu nya itu tidak akan membiarkan para pemuda berhasil dalam syarat yang di berikan nya.
"Ayah, biarkan Jia yang memberikan persyaratan itu," pinta nya pada ayahnya.
Jenderal Chang Li yang mendengar mengangguk, mengizinkan putri nya.
"Baiklah, ayah percaya pada mu. Dan ku harap jangan menyusahkan mereka," jawabnya mengingatkan.
"Em," Jia Li mengangguk. Dan berdiri di depan para pemuda tampan di kekaisaran song itu. Satu persatu, Jia Li menatap mereka. Xiao Zhan yang melihat mendengus kesal. Ia kembali mengancam istrinya.
"Jika kamu berani menatap mereka, aku akan membuat mu menyesal permaisuri ku!"
Jia Li yang mendengar ingin sekali marah dan memukul hantu tampan itu. Namun saat mengingat kekuatan pria itu, ia akhirnya hanya bisa menghela napas.
"Dasar hantu sialan! Ingin sekali aku hancurkan wajah tampan sialan itu. Beraninya ia terus mengancam ku!" marahnya hanya bisa dalam hati.
Xiao Zhan yang tahu jika istrinya kesal hanya menatap dengan diam, tidak peduli. Sedangkan Jia Li tidak ingin memperdulikan itu, asalkan dia tidak terlalu memperhatikan setiap pemuda maka suami hantunya itu pastilah tidak akan protes dan mengancamnya lagi.
"Baiklah, saya akan mengatakan syaratnya kepada kalian. Dan saya pastikan kalian semua pasti bisa menyelesaikan apa yang saya minta. Dan bagi siapa yang nantinya lebih dulu membawakan apa yang saya minta itu, maka dialah yang akan menjadi calon suami saya," jelasnya membuat semua pemuda saling pandang, penasaran dengan syarat itu. "Dan persyaratan yang saya minta adalah membawakan inti binatang sihir level 6 dari hutan kabut," jelas nya membuat semua nya tersenyum lega, karena menurutnya persyaratan itu barulah benar dan mampu mereka lakukan.
Sedangkan Xiao Zhan yang mendengar lebih senang karena akhirnya ia bisa memberikan pelajaran kepada para pemuda itu. "Bagus itulah yang ku inginkan. Lihatlah kalian, akan ku buat kalian menderita," gumamnya dengan senyum mengerikannya.
Jia Li tidak tahu jika persyaratan yang telah di berikan nya akan membawa dampak buruk bagi para pemuda itu. Ia hanya berpikir, pasti suaminya hanya akan menggagalkan usaha para pemuda itu tanpa tahu niat apa yang akan di lakukan suami hantunya karena berani ingin mengambil miliknya. Sungguh malang nian nasib para pemuda itu.
.
.
Para pemuda itu kini kembali kekediaman mereka masing-masing. Mereka akan menyelesaikan permintaan itu esok hari. Sedangkan Xiao Zhan kini sedang berada di kamar, mendekap istri berharganya.
"Kamu tahu? Hari ini aku benar-benar kesal dan marah. Ingin sekali ku membunuh ayah mu karena berani mencarikan mu lelaki untuk di jadikan menantu nya. Apa dia tidak cukup menjadikan ku menantu, hingga ia mencarikan mu calon suami?" ucapnya dengan nada kesal.
Jia Li yang terpojok mendorong dada suaminya sambil berkata. "Ayah tidak tahu jika kamu menjadi menantunya?" jawabnya mencoba melindungi ayahnya.
"Tidak tahu ya? Ah, kamu benar permaisuri ku. Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku adalah suami mu?"
"Tidak!" jawab Jia Li cepat, "Jangan katakan," pintanya membuat Xiao Zhan menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa?" tanyanya mendekatkan wajahnya, menatap wajah cantik itu dengan dekat.
.......Jia Li tidak menjawab, ia diam. Bingung mau menjawab apa. Xiao Zhan yang melihat sedikit kesal dan akhirnya menggigit leher itu, hingga membuat Jia Li berteriak. Namun dengan cepat Jia Li membungkam mulutnya sendiri agar ayah dan kakak serta penjaga tidak mendengarnya.
Argh!!
Xiao Zhan mendengar tersenyum senang, mendengar suara itu. Suara yang membuatnya bergairah. Apalagi saat mengingat pesan Anming bahwa ia harus menyerap aura bulan di tubuh Jia Li untuk memulihkan kekuatan penuhnya. Dan tanpa meminta izin, Xiao Zhan membawa Jia Li menghilang menuju istananya. Ia akan melakukan malam panjang penuh gairah di ranjang miliknya.
.
.
Keesokan paginya, Jia Li sudah bersiap untuk kembali ke kediaman ayahnya dengan wajah kesalnya karena lagi-lagi suami hantunya memaksanya berhubungan badan. Dan sialnya ia benar-benar menikmati hal itu.
Xiao Zhan tidak memperdulikan kekesalan permaisuri nya, ia membawa pergi Jia Li untuk kembali kekediaman Jenderal Li.
Sesampainya disana, semuanya sudah bersiap untuk pergi ke hutan kabut untuk memburu hewan sihir level 6. Sedangkan Xiao Zhan langsung pergi ke hutan kabut menunggu para pemuda itu bersama Anming.
"Semoga hantu mesum itu tidak membuat para pemuda itu mati," gumamnya khawatir dengan para pemuda itu.
.
.
Para pemuda itu kini telah masuk di hutan kabut, hutan yang terdapat banyak hewan sihir. Dan mereka semua menyebar untuk menemukan lebih dulu hewan sihir level 6 itu hingga membuat mereka masuk ke bagian lebih dalam.
Xiao Zhan yang melihat tersenyum mengerikan, apalagi saat melihat dua orang pemuda berjalan menuju ke arahnya.
"Ayo kita mulai," gumamnya dengan senyum seringai.
Huuuf....
Xiao Zhan meniup sebuah bubuk halusinasi agar membuat mereka bingung di dalam hutan itu. Dan benar saja, baru beberapa detik mereka berdua pun menjadi kebingungan. Melihat sekeliling yang menurutnya sangat mengerikan. Menurut mereka, mereka saat ini ada di suatu lembah yang penuh dengan tengkorak dan darah.
Dan tiba-tiba datang seorang dewa kematian yang membawa senjata di tangannya untuk membunuh mereka.
"Jangan mendekat," pinta mereka yang melihat halusinasi itu.
Namun dewa kematian itu tidak berhenti dan terua mendekati mereka dan langsung menebaskan senjata panjangnya ke arah mereka.
Craas....
Argh,
"Jangan bunuh kami."
Craas....
Argh,
Teriak mereka dengan keras, karena menurutnya itu nyata. Padahal semuanya itu palsu, tidaklah kenyataan. Mereka juga melawan, namun tetap saja mereka kalah, dan membuat mereka ketakutan setengah mati. Xiao Zhan yang sebenarnya menyamar menjadi dewa kematian, tersenyum menyeringai melihat ketakutan itu. Dan terakhir, ia memberikan sesuatu yang bagus kepada mereka, suatu yang akan membuat perubahan pada tubuh mereka.
"Inilah akibat jika kalian berniat mengambil milik ku," gumamnya dan pergi, meninggalkan mereka yang ketakutan dengan tubuh gemetar.
Tak hanya dua pemuda itu, semua pemuda yang ikut dalam pencalonan itu merasakan apa yang di rasakan kedua pemuda itu. Tubuh mereka seakan di cabik-cabik oleh dewa kematian dan para setan serta iblis yang mengeroyoknya.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments