Pertarungan yang di lakukan dua gadis bangsawan itu benar-benar membuat banyak pasang mata terhibur. Apalagi saat tahu Jia Li yang mereka anggap lemah malah bisa mengalahkan Lin Hua. Dan kenyataan nya ternyata Jia Li memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Lin Hua. Spiritual tinggal lima.
Chang Li yang melihat kemenangan itu merasa bangga kepada putrinya, berbeda dengan Wang Hua yang malu akan kekalahan putrinya yang banyak mulut itu.
Wang Hua dengan cepat terbang ke arah putrinya, mencoba membawa Lin Hua pergi dari arena itu. Namun sebelum Wang Hua membawa Lin Hua yang lemah, Jia Li menghentikannya.
"Maaf Menteri Wang, mau anda bawa kemana Lin Hua?" tanya Jia Li menatap tanpa rasa takut dengan ayah Lin Hua.
"Membawanya pergi. Bukankah sudah jelas siapa pemenangnya? Jadi menurut ku putri ku tidak perlu di sini lagi," jawabnya
Jia Li hanya menatap nya. Sebenarnya ia malas berurusan dengan orang yang lebih tua dengannya, apalagi dia seorang menteri. Namun saat mengingat kesepakatan mereka, Jia Li menghentikan nya. "Membawanya pergi? Tapi maaf Menteri Wang, kami telah memiliki perjanjian. Setelah tahu siapa pemenangnya, maka si pemenang akan melakukan hal yang sudah di sepakati," jelasnya membuat Wang Hua mengerutkan kening.
"Apa maksud mu?" tanyanya tidak mengerti.
"Kami sudah membuat kesepakatan. Jadi anda tidak bisa membawanya sebelum saya melakukan apa yang saya inginkan. Dan jika anda tidak percaya, anda bisa bertanya kepada semua orang yang ada di sini."
Lin Hua yang mendengar, menatap ayahnya dengan permohonan agar meminta Jia Li untuk tidak melakukan itu, membatalkan kesepakatan yang dia buat.
"Ayah," panggil nya dengan lemah karena pukulan yang di berikan Jia Li.
Melihat putrinya lemah, Wang Hua menatap Jia Li yang berdiri di depannya. "Jia Li, tidak bisakah kamu melepaskan Lin Hua? Lihatlah dia sudah lemah karena Kekalahan nya? Jadi saya sebagai ayahnya, memohon pada mu untuk memaafkan dan melepaskannya," pintanya dengan sepenuh hati.
Jenderal Chang Li yang melihat langsung menghampiri mereka, berdiri di samping putrinya. Wang Hua yang melihat kedatangan Jenderal Chang Li langsung meminta, memohon agar Jia Li mengampuni putri nya.
"Jenderal Li, saya sebagai ayah dari Lin Hua, memohon pada mu untuk meminta Jia Li memaafkan putri saya," pintanya membuat Jenderal Chang Li diam, menoleh ke arah putrinya.
Jia Li yang melihat hanya bisa menghela nafas. Ia tahu tatapan ayahnya mengisyaratkan untuk memaafkan Lin Hua. Walaupun enggan, akhirnya Jia Li pun memaafkan. Tapi dengan suatu syarat.
"Aku akan memaafkan nya, asalkan dia tidak pernah mengganggu ku lagi. Jika sampai sekali dia mengganggu ku, aku tidak akan segan memberikan pelajaran padanya," ucapnya dengan nada datar.
"Baiklah, terimakasih. Saya pastikan Lin Hua tidak akan menganggu mu," jawab Wang Hua dan Lin Hua ikut mengangguk. Ia tidak akan mengganggu Jia Li lagi. Karena jika dia berani memprovokasi, Lin Hua tahu pasti nyawanya akan melayang di tangan Jia Li.
Setelah memaafkan Lin Hua, Jia Li dan Jenderal Chang Li pergi dari tempat itu. Dan akan kembali kekediaman nya.
Sedangkan Xiao Zhan yang melihat pertarungan itu dan di menangkan oleh istrinya tersenyum senang. Ia sungguh bangga dengan apa yang di lakukan nya pada Lin Hua, apalagi istrinya itu tidak membuat kesepakatan itu terjadi. Malah sebaliknya, istrinya memaafkan gadis yang telah menghinanya.
"Sungguh manis sekali istri ku. Aku harus memberikan hadiah yang baik untuk nya. Uh, sungguh tidak sabar aku memberi kejutan itu," gumamnya dengan pikiran tentang hadiah yang akan di berikan nya malam nanti. Suatu hadiah dengan mmeberikam tubuhnya yang berharga pada Jia Li.
Xiao Zhan tidak peduli jika nanti Jia Li akan menolaknya. Yang terpenting, ia akan tetap memberikannya dan akan memaksanya menerima hadiah itu.
Tiba-tiba senyum terbit di bibirnya memikirkan tentang penolakan itu. "Aku tidak peduli dia menolak atau tidak. Yang terpenting aku harus memberikan tubuh berharga ku padanya."
Xiao Zhan menghilang dan pergi ke istananya. Ia akan kembali menemui istrinya saat malam nanti sambil membawa hadiah indah darinya.
.
.
Malam hari, setelah Jia Li membersihkan diri dan berganti pakaian. Tiba-tiba dari belakang tubuh nya di peluk oleh seseorang. Orang itu adalah suaminya, Xiao Zhan. Laki-laki yang selalu seenaknya sendiri datang dan pergi tanpa permisi.
"Kamu harum sekali, sayang," ucapnya menghirup aroma wangi mawar di tubuh Jia Li.
Jia Li yang mendapatkan pelukan itu tentu saja terkejut. Ia memukul lengan yang melingkar di perutnya. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan!" pintanya mencoba melepas diri, namun Xiao Zhan tetap tidak melepas pelukannya.
"Kenapa sayang? Bukankah wajar jika seorang suami memeluk istrinya?" tanyanya masih dengan menghirup aroma wangi di leher Jia Li.
Jia Li yang merasakan itu meremang karena napas Xiao Zhan menyentuh kulit lehernya.
"Aku bukan istri mu. Pernikahan kita tidaklah sakral. Jadi jangan percaya diri kalau kamu adalah suami ku," kesalnya karena Xiao Zhan benar-benar tidak melepaskan nya.
"Tapi bagi ku kamu tetap istri ku. Dan malam ini aku akan menjadikan kamu seutuhnya milik ku. Aku akan memberikan hadiah istimewa kepada mu dan kamu harus menerima dengan senang hati."
Jia Li yang mendengar, mengerutkan kening. Hadiah? Hadiah apa, pikirnya? Jia Li benar-benar tidak tahu apa maksud yang di ucapkan oleh Xiao Zhan.
"Hadiah apa?" tanyanya ingin tahu.
"Kamu akan tahu setelah ini," jawabnya menggigit leher itu.
Argh!
"Apa yang kau lakukan?"
Xiao Zhan tidak peduli dengan pertanyaan itu, ia malah membopong tubuh Jia Li menuju ranjang. Jia Li yang melihat melotot, menatap Xiao Zhan dengan tajam.
"Apa yang kau lakukan?"
"Memberikan mu hadiah?"
"Hadiah apa?"
"Hadiah karena kamu menang melawan gadis itu."
"Apa?" tatapnya melotot menatap Xiao Zhan yang meletakkan tubuh nya di ranjang dengan pelan.
Xiao Zhan tidak memperdulikan tatapan istrinya yang syok. Ia malah mengukung tubuh itu dan mencum-bunya, membuat Jia Li semakin syok.
Jia Li terus memberontak. Namun Xiao Zhan tidak memperdulikan itu. Ia terus mencum-bu dan tidak membiarkan Jia Li menolak hadiahnya. Dan akhirnya malam itu menjadi malam panjang untuk keduanya, malam yang penuh dengan peluh keringat dan era-ngan.
..
..
..
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Meigha
itu bukan hadiah dodollll.......tapi itu sebuah pemerkosaan...🤣🤣🤣
2022-12-25
0
Frando Kanan
uhuk uhuk...mlh langsung intim
2022-12-06
0
Frando Kanan
anjirr di berikn tubuh gitu aja 😑🤦
2022-12-06
0