Jia Li yang telah menyetujui hal itu langsung berpikir keras untuk menggagalkan pencalonan suami ini. Ia tahu suami hantu nya itu pasti tidak akan menyukai apa yang di lakukan ayahnya. Oleh sebab itu ia harus berusaha membuat semuanya gagal, memberikan persyaratan yang susah.
Namun cukup lama berpikir, ia belum menemukan rencana untuk menggagalkan semuanya. Dan akhirnya hanya bisa menonton pertunjukan tentang syarat yang di berikan ayahnya, yaitu para pemuda harus melawan kakaknya yang berada di spiritual tingkat 8.
Sedangkan Xiao Zhan yang saat ini berada tak jauh dari Jia Li menatap tidak senang, karena istrinya tidak berusaha membatalkan semuanya. Ia berpikir, permaisuri nya itu malah menikmati pertunjukan para pemuda itu, dan akan memilih salah satu dari mereka.
Membayangkan hal itu, Xiao Zhan benar-benar kesal. "Sungguh berani sekali permaisuri ku ini," gumamnya dingin dan menghilang dari tempatnya, masuk kedalam cincin merah yang di pakai istrinya, yang tak lain adalah cincin keramat dimana sebelumnya ia di segel.
Jia Li yang saat ini bersama dengan ayahnya duduk di kursi menonton pertunjukan tidak menyadari jika suami hantunya masuk kedalam cincinnya. Karena matanya fokus dengan apa yang saat ini di lihatnya.
Xiao Zhan yang melihat dari dalam cincin, mengepalkan tangan. "Benar-benar sangat berani. Lihatlah, setelah ini akan ku habisi kamu di ranjang permaisuri ku," ucapnya dengan senyum seringai yang mengerikan.
Sedangkan Jia Li entah kenapa tiba tiba merasa merinding, ia mengusap tengkuknya menghilangkan rasa itu. "Entah kenapa aku merasa akan ada hal buruk setelah ini," batinnya memiliki perasaan tidak enak.
Pertarungan itu pun akan di mulai. Bagi para peserta yang memenuhi syarat minimal memiliki tingkatan spiritual 6, duduk di kursi yang di sediakan untuk menonton pertunjukan itu sambil menunggu giliran mereka nanti.
Sedangkan yang di panggil duluan kini sedang berhadapan dengan Yang Li di tempat arena latihan.
Seorang bernama Yan Hao kini saling berhadapan dengan Yang Li, sambil memegang pedang mereka masing-masing.
"Mohon bimbingannya Tuan Muda Yang," ucap Yan Hao memberikan penghormatan, dan Yang Li mengangguk. Setelah itu, Yan Hao langsung melesat ke arah Yang Li untuk berusaha mengalahkan putra dari seorang jenderal itu.
Wuuus...
Yan Hao mengarahkan pedangnya yang di aliri kekuatan anginnya ke arah Yang Li. Yang Li yang berdiri melihat itu langsung mengangkat pedangnya dan menahannya dengan pedang yang juga di aliri kekuatan apinya. Ujung pedang mereka saling beradu, menentukan kekuatan siapa yang lebih unggul.
Yang Li yang melihat tersenyum kecil, ia menambah kekuatan spiritual nya dan langsung menghempaskan Yan Hao.
Wuuus...
Yan Hao tidak menyerah, ia kembali maju dan menyerang Yang Li. Dan pertarungan pun kembali terjadi. Yan Hao menebaskan pedangnya dan mengeluarkan kekuatan anginnya untuk mengalahkan Yang Li. Namun Yang Li tidak semudah itu ia di kalahkan, dengan santai, ia menebaskan pedangnya dan membuat kilatan kekuatan api melesat ke arah Yan Hao. Dan kekuatan itu saling bertabrakan hingga membuat ledakan kuat di arena itu.
Duuur...
Yan Hao yang hanya memiliki tingkatan spiritual 6 langsung terhempas mundur. Namun Yang Li tidak semudah itu melepasakan karena Yan Hao tidak mengakui kekalahannya, ia mengeluarkan kekuatan apinya kembali, yaitu tinju beruntun dan mengarahkan ke arah Yan Hao.
Wuuus....
Syuuut....
Syuuut....
Syuuut....
Duuuar....
Ledakan besar kembali terjadi di tempat itu. Bersyukur Yan Hao memiliki refleks yang cepat saat melihat jurus itu mengarah padanya. Ia langsung membuat pelindung dengan kekuatan anginnya hingga tinju beruntun itu tidak membunuh nya. Tapi Yan Hao juga mengalami luka dalam karena menahan kekuatan itu, hingga akhirnya ia mengaku kalah.
"Saya menyerah," serunya lantang dan membuat Yang Li mengangguk. Sedangkan Jia Li yang menonton tersenyum senang karena akhirnya pria itu kalah dari kakaknya.
Xiao Zhan yang melihat dari dalam cincin keramat itu bersedekap dada. Berpikir, Jia Li mengagumi pemuda itu, "Apakah dia begitu hebat, sampai membuat mu tersenyum seperti itu? Ingat permaisuri ku, kamu hanya boleh tersenyum di depan ku," ucapnya masuk dalam pikiran Jia Li.
Jia Li yang mendengar langsung mencari sekeliling, mencari dimana suaminya berada. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan pria hantu itu. Xiao Zhan yang melihat, menghela napas, "Aku ada di dalam cincin," jawabnya masih melalui pikiran.
Jia Li yang mendengar langsung melihat ke arah jarinya, di lihatnya didalam permata merah itu ada bayangan suaminya yang nampak marah padanya.
"Apakah dia marah?" batinnya melihat raut wajah Xiao Zhan yang nampak suram.
"Apa kamu begitu menikmati pertunjukan ini sayang? Kamu tidak memikirkan ku, apa yang terjadi jika aku sampai marah apabila kamu tidak lekas membatalkan semua ini?"
Glek....
Jia Li menelan ludah dengan kasar, saat Xiao Zhan mengatakan hal itu. Ia benar-benar yakin pria hantu tampan itu pasti sangat-sangat marah, berpikir bahwa dirinya menikmati acara itu. Padahal sebenarnya ia masih berpikir keras tentang cara lain agar mereka tidak pernah berhasil.
Jia Li harus mencari alasan agar pria itu tidak marah padanya, karena berurusan dengan hantu tampan itu sangat membuat nya sakit kepala.
"Aku sedang mencari cara untuk membatalkan semuanya. Tapi aku belum menemukan caranya."
"Benarkah?"
"Tentu saja," jawabnya pasti.
"Baiklah, aku percaya pada mu. Asal kamu tahu sayang, aku benar-benar marah melihat hal ini. Berani sekali mereka berniat merebut milik ku. Ingin sekali aku membunuh mereka semua, karena lancang bersaing dengan yang mulia ini. Dan ku peringatkan pada mu, jika kamu tidak segera membuat mereka menghentikan hal gila ini, aku akan membunuh mereka semua di hadapan mu," marahnya hingga membuat kilatan kemarahan di matanya. Sebenarnya ia sangat marah kepada Jenderal Chang Li, namun saat mengingat siapa laki-laki itu yang tak lain adalah mertuanya, ia akan melampiaskan semuanya kepada para pemuda itu.
"Sabarlah, aku akan memikirkan caranya. Namun aku harus memberi alasan yang halus dan masuk akal. Dan jangan sekali-kali kamu membuat ulah disini, karena nama baik keluarga ku di pertaruhkan."
Jia Li harus meredam kemarahan suami gilanya itu agar tidak melakukan hal yang tidak di inginkan nya, karena ia tahu Xiao Zhan adalah pria yang seenaknya sendiri. Melakukan hal yang menurutnya benar.
..
..
..
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments