Jia Li yang ada di kamar ngedumel karena tidak bisa mengusir suami hantu nya itu. Di istana maupun di kediamannya tetap saja Jia Li kalah dengan pria itu. Dan akhirnya mau tidak mau Jia Li harus berkaki ranjang dengan-nya.
"Jangan macam-macam. Sampai aku tahu kamu berbuat sesuatu saat aku tidur, aku tidak akan mengampuni mu," ancamnya dengan tatapan tajam, tidak main-main.
Xiao Zhan yang melihat malah tersenyum melihat tatapan tajam itu, sungguh tidak cocok dengan wajah cantik dan imut milik istrinya. "Lakukan jika kamu bisa, sayang," jawabnya menyentuh dagu Jia Li, membalas tatapan itu, namun dengan kelembutan.
Jia Li melotot melihat kedekatan itu, "Tidak sopan," tepisnya pada tangan Xiao Zhan. Jia Li langsung merebahkan tubuhnya, membelakanginya, menarik selimut untuk menyelimutinya melindunginya dari suami mesumnya.
"Sampai dia berani menyentuh ku, aku benar-benar akan marah padanya," batinnya mengeratkan selimut, takut tiba-tiba Xiao Zhan membukanya.
Sedangkan Xiao Zhan yang ada di belakang tubuh Jia Li, memandang tubuh itu sambil menopang kepalanya, menurut, tidak menyentuh sedikitpun tubuh istrinya.
Cukup lama memandang surai panjang itu, Xiao Zhan merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit, memikirkan sesuatu yang di katakan Anming.
"Kekuatan anda saat ini belum stabil Yang Mulia. Jika anda ingin menstabilkan, anda harus menyedot aura bulan yang ada di tubuh Yang Mulia Permaisuri," ingatan tentang apa yang di katakan Anming terngiang di kepalanya. Mengatakan bahwa satu-satu nya cara untuk mengembalikan kekuatannya adalah mengambil seluruh aura bulan yang di miliki Jia Li.
"Aura bulan. Jika aku menyedot habis aura bulan yang ada di tubuh Jia Li, itu akan langsung membuatnya mati. Tapi jika aku tidak melakukannya, saat ada musuh yang datang nanti, aku takut tidak bisa mengalahkannya. Apa yang harus ku lakukan?" batinnya dengan mata menatap Jia Li. "Mungkin dengan pelan-pelan saja. Baiklah, aku akan melakukannya dengan pelan, membuat mu tidak akan menolak ku," gumamnya dengan senyum seringai.
.
.
Pagi hari Jia Li bangun terlebih dahulu. Namun saat tangannya merasakan sesuatu yang aneh, mengerutkan kening dengan tangan meraba yang yang di pegang-nya. Nampak keras. Sedangkan yang di pegang malah diam, menikmati sentuhan itu.
Merasakan sesuatu yang aneh, Jia Li dengan cepat membuka matanya, di lihatnya sebuah dada bidang di depan matanya. Melihat itu Jia Li langsung bangun dan menatap apa yang di pegang-nya. Dada bidang dengan otot kekar.
Glek...
Jia Li menarik tangannya dengan cepat, dan setelah itu menatap suaminya yang sekarang menatapnya dengan senyum manisnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanyanya aneh membuat Xiao Zhan menaikkan sebelah alisnya. Pikirnya, bukankah itu pertanyaan aneh? Bukankah seharusnya itu yang menjadi pertanyaan untuknya, kenapa malah sebaliknya? Sungguh aneh sekali istrinya itu.
"Memang apa yang ku lakukan, sayang? Aku tidak melakukan apapun pada mu, tapi malah sebaliknya kamulah yang melakukan sesuatu pada ku. Kamu harus bertanggung jawab karena telah menyentuh tubuh ku ini," jawabnya menyentuh dagu, menatap Jia Li dengan dekat.
"Apa? Bertanggung jawab? Memang apa yang ku lakukan?" pikirnya memutar otaknya, berharap dia tidak melakukan hal yang tidak senonoh. "Tidak mungkinkan tangan ku berkeliaran di tempat lain?" Jia Li menggelengkan kepala, tidak mungkin dia melakukan sesuatu yang lain, memegang bagian tubuh lainnya.
"Apa? Memang apa yang ku lakukan sampai membuat mu meminta pertanggung jawaban ku? Jangan mimpi, aku tidak melakukan apapun pada mu," jawabnya dan turun dari ranjang, memanggil pelayan untuk mengambilkan air untuknya mandi.
Tak lama dua pelayan wanita datang membawa ember berisikan air hangat untuk nona mudanya mandi. Sedangkan Xiao Zhan masih tetap berada di atas ranjang melihat dua pelayan yang di panggil Jia Li tadi. Ia tidak perlu takut, karena dua pelayan itu tidak akan pernah bisa melihatnya, hanya Jia Li lah yang dapat melihatnya.
Setelah selesai membersihkan diri, kini Jia Li sudah berpenampilan sangat cantik. Xiao Zhan yang melihat selalu terpana melihat kecantikan itu, dan tak henti-hentinya Xiao Zhan selalu mendekati Jia Li, membuatnya kesal dengan tingkat kemesuman suaminya itu, karena Xiao Zhan selalu mencoba menyentuh dan menyentuhnya.
.
.
Saat ini Jia Li ada di meja makan bersama dengan ayah dan kakaknya untuk sarapan pagi. Jia Li duduk di samping kakaknya, sedangkan Xiao Zhan entah pergi kemana setelah membuatnya kesal tadi. Ia tidak akan peduli, karena ia tahu pria mesum itu pasti akan dengan mudah menemukannya nanti.
"Hari ini apa yang akan kamu lakukan?" tanya Yang Li sambil menunggu sarapannya di sajikan.
"Aku akan pergi ke kelas musik. Sudah lama aku tidak belajar musik karena fokus pada latihan ku," jawab Jia Li dan di angguki Jenderal Chang Li dan Yang Li.
"Baiklah. Apa perlu kakak mengantar mu?"
"Tidak perlu. Jia bisa pergi sendiri," jawabnya tidak ingin merepotkan kakak laki-lakinya, dan Yang Li pun mengangguk, menerima keputusan adiknya.
.
.
Setelah sarapan pagi selesai, Jia Li pergi menuju kediaman Guru Shi untuk belajar musik. Disana banyak anak bangsawan belajar musik untuk melatih kesabaran, emosi dan sikap anggun mereka. Baik itu pria atau pun wanita, hampir semua anak bangsawan belajar di kelas itu.
Jia Li telah sampai dengan di antar oleh pelayan kediaman Jenderal menggunakan kereta kuda. Ia turun dan melihat sekeliling dan setelah itu masuk di ruangan dimana dia akan belajar musik nanti.
Saat sampai di kelas itu, sudah banyak para gadis dan pemuda berada di sana. Saat Jia Li masuk, hampir semua mata melihat ke arahnya. Dan saat tahu itu Jia Li, gadis yang hilang selama satu minggu lebih, mereka semua berbisik-bisik membiacarakan dirinya di belakangnya.
Jia Li yang tahu mereka membicarakan dirinya, ia tidak peduli, berjalan santai menuju tempat duduk nya. Namun saat dirinya baru saja duduk, suara seorang gadis membuatnya diam dengan mengepalkan tangan.
"Bukankah itu Jia Li, putri Jenderal Chang Li yang hilang selama seminggu lebih itu?" ucap Lin Hua.
"Ya, kamu benar dialah orangnya," jawab gadis lainnya yang tidak di kenal oleh Jia Li.
"Uh, jadi dia orang nya. Menurut kalian kemana dia pergi tanpa kabar?"
"Kami tidak tahu. Kalau menurut mu dia pergi kemana selama itu?" jawab beberapa gadis.
"Em, kemana ya? Mungkinkah dia bersama dengan seorang pria, menikmati harinya dengan mende-sah di bawah kukungan pria itu."
"Tapi apa mungkin?"
"Tentu saja mungkin. Memang apa yang di lakukan nya selama seminggu lebih tanpa melakukan hal itu. Aku yakin dia benar-benar melakukan hal itu. Sungguh menjijikkan," ucap Lin Hua yang sebenarnya iri dengan kecantikan Jia Li, sehingga ia ingin membuat Jia Li di pandang jelek oleh orang lain.
Jia Li yang mendengar langsung menggebrak meja, berbalik. Dan menatap tajam Lin Hua. "Jaga bicara mu Lin Hua! Aku bisa saja merobek mulut mu jika kamu masih berani berbicara lancang di depan ku."
Lin Hua yang mendengar tertawa kecil. Merobek? Huh, dia pikir Jia Li akan mampu. Pasti tidak, pikirnya.
"Kamu pikir, tangan najis mu itu bisa merobek mulut ku yang cantik ini? Aku yakin tidak akan pernah bisa. Dan apa yang ku katakan itu memanglah kenyataan, bahwa kamu pergi karena bersenang-senang dengan seorang pria. Dasar pelachur."
Ucapan Lin Hua yang mengatakan dirinya pelachur langsung membuat emosinya naik. Ia tidak terima dan akhirnya terjadi lah keributan di ruang kelas itu.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
sherin_apriwinda
hei apakah lin gua ini sedang mengatakan tentang dirinya sendiri ya? 🤔/Doubt/
2024-12-04
0
Frando Kanan
bgst....sama aja ingin bunuh jia li...💢💢💢
2022-12-06
0
Martha
minta dikasih sambel carolina ripper x yaa ini org. mulut nya jahat x
2022-09-30
0