Setelah menyetujui usulan putranya, Yang Li.
Jenderal Chang Li pun langsung memberikan pengumuman di kekaisaran song, mengatakan bahwa siapapun pemuda yang memiliki bakat dan memenuhi syarat kriterianya akan di jadikan calon menantu.
Syarat itu adalah, pandai bertarung dan memiliki tingkat spiritual minimal 6. Karena ia ingin putrinya dapat di lindungi oleh suaminya kelak. Dan syarat lainnya adalah melawan putranya, Yang Li yang saat ini berada di tingkat spiritual 8.
Pengumuman yang di berikan nya, lewat bawahannya langsung menyebar luas di kekaisaran song. Banyak para pemuda tertarik dengan pencalonan itu. Namun saat mengetahui syarat mereka melawan Yang Li, ada beberapa pemuda yang langsung mundur, karena mereka tahu, seberapa kuatnya Yang Li itu.
Di kekaisaran song ini hanya ada beberapa orang yang memiliki tingkat spiritual tinggi, yang termasuk Yang Li, seorang pemuda berbakat dengan tingkat spiritual 8 di usianya yang masih muda. Sedangkan yang lainnya mungkin hanya ada di tingkat spiritual 7 dan 6, itu pun sudah termasuk orang yang berbakat di kekaisaran song. Sedangkan tingkat spiritual paling tinggi di kekaisaran song adalah Kaisar Song, dan Jenderal Chang Li. Bahkan putra mahkota pun hanya berada di tingkat 8, sama dengan Yang Li.
Setelah mendengar pengumuman itu, para pemuda yang berani dan memiliki tingkat spiritual 7 langsung bergegas pergi kekediaman Jendera Li untuk mengikuti pencalonan itu. Mereka berpikir, kalah menang itu urusan belakang. Yang terpenting saat ini bisa mengikuti acara itu demi mencari keberuntungan. Mereka berharap bisa menjadi pemenang dan menjadi calon suami Jia Li, seorang gadis cantik di kekaisaran song.
.
.
Di hutan tempatnya Jia Li berlatih, Jia Li tidak mengetahui jika hari ini ayahnya memberikan pengumuman kepada semua pemuda berbakat, bahwa ada pencalonan calon suami untuknya. Jia Li malah asyik berlatih dengan beberapa hewan sihir yang menjadi bahan latihan kekuatannya.
Ledakan terus menerus terdengar saling bersahutan karena kekuatan yang ia keluarkan untuk membunuh hewan sihir itu. Sedangkan tak jauh darinya, Xiao Zhan duduk di atas pohon, mengamati istrinya yang berlatih.
"Tadi pagi terus menggerutu katanya pinggangnya sakit. Tapi sekarang, dia berlatih layaknya tidak terjadi sesuatu dengan nya," gumamnya melihat istrinya yang melompat, menendang, dan terbang kesana sini untuk mengalahkan hewan sihir itu.
"Tapi itu lebih baik. Nanti malam akan ku ulang lagi," senangnya saat merasakan sesuatu yang nikmat. Ketagihan, ingin terus mengulang kegiatan panas itu.
Senyum seringai terbit di bibirnya. Namun saat membayangkan wajah merona istrinya di bawah kukungannya, lamunannya buyar karena Anming datang menemuinya.
"Yang mulia," sapanya memberi hormat.
"Ada apa?" tanyanya masih dengan mata melihat ke arah Jia Li.
"Di kediaman Jenderal Li banyak pemuda berbondong-bondong datang kesana. Mereka datang karena ingin mengikuti pencalonan suami yang di selenggarakan oleh Jenderal Li sendiri untuk permaisuri," jelas Anming masih memberi hormat dengan kepala menunduk.
Xiao Zhan yang mendengar langsung menatap Anming, "Apa yang kau katakan itu benar?"
"Benar yang mulia. Jika anda tidak percaya anda bisa melihat ini," tunjuknya pada telapak tangannya yang memperlihatkan keadaan di kediaman Jenderal Li.
Melihat itu Xiao Zhan tersenyum aneh, aura dalam tubuhnya pun keluar, membuat Anming sesak dan gemetar. "Beraninya meraka datang. Apa mereka pikir bisa memiliki permaisuri ku? Lihat saja, akan ku buat kalian menderita," ucapnya dengan nada mengerikan.
Anming yang berada di depannya, menelan ludah. Ia tahu, pasti tuannya akan melakukan hal yang membuat mereka menyesal karena berani ikut dalam pencalonan itu.
Xiao Zhan tidak ingin acara itu berlangsung cepat, ia akan memberi tahu istrinya tentang hal itu. Xiao Zhan yakin Jia Li tidak mengetahui tentang pencalonan yang di adakan ayahnya.
Ia menghilang dan menghampiri Jia Li yang saat ini sedang bertarung dengan hewan sihir level 6. Xiao Zhan muncul dan memeluk pinggang Jia Li, membawanya melayang di udara. Ia mengibaskan tangannya, membuat hewan sihir level 6 itu langsung terpental dan mati seketika.
Jia Li yang melihat menatap tak percaya dengan apa yang di lakukanlah Xiao Zhan, begitu mudahkaj membunuh hewan sihir itu. Ia menatap suaminya yang saat ini memeluknya. Xiao Zhan yang di pandang, menoleh dan memberika kecupan singkat di bibir merah muda itu.
Cup.
Jia Li yang sadar langsung menatap tajam. "Apa yang kau lakukan?"
"Memberikan mu ciuman, karena wanita ku hari ini nampak mempesona," ucapnya benar-benar membuat Jia Li Jengkel.
"Turunkan aku," perintahnya, tapi tidak di perdulikan. Ia malah membawa Jia Li menghilang dari tempat itu dan membawanya kembali kekediaman Jenderal Li.
.
.
Sesampainya tak jauh dari kediaman Li, Xiao Zhan menurunkan Jia Li. Jia Li yang melihat keramaian di kediamannya bertanya-tanya, apa yang terjadi. "Ada apa? Kenapa banyak sekali pemuda di kediaman ku?" gumamnya bingung.
Xiao Zhan yang masih merengkuh pinggang itu menjawab gumaman permaisuri nya.
"Meraka datang mencalonkan diri menjadi calon suami mu."
Mendengar itu Jia Li menoleh, menatap Xiao Zhan dengan kening berkerut. "Apa maksud nya?"
"Kamu akan tahu nanti. Sekarang pergilah dan tanyakan itu pada ayah mu. Karena semuanya ayah mu lah yang melakukannya," perintahnya dan langsung membuat Jia Li pergi, berjalan ke kediamannya, terbang melewati pagar bangunan untuk masuk menemui ayahnya. Bertanya, apa maksud yang di katakan Xiao Zhan.
Setelah masuk, Jia Li langsung mencari keberadaan ayahnya. Dan saat melihat ayahnya duduk sendiri membaca data para pemuda yang mencalonkan diri, Jia Li langsung menghampiri.
"Ayah, apa yang terjadi?" tanya Jia Li meminta penjelasan.
Jenderal Chang Li mendongak, menatap Jia Li, "Oh, akhirnya kamu datang." jawabnya kembali memeriksa data para pemuda itu.
"Katakan, apa yang terjadi di luar sana? Kenapa banyak pemuda yang datang kekediaman kita?"
"Mereka datang ingin mencalonkan diri menjadi calon suami mu," jawabnya santai masih sibuk dengan kegiatannya.
Jia Li yang mendengar tidak percaya. Apa maksudnya? Mencalonkan diri menjadi calon suaminya? Pasti tidak benar. Dan ini mungkin pendengaran nya salah. Jia Li kembali memastikan jika pendengarannya salah.
"Itu pasti tidak benar kan, ayah?" tanyanya memperjelas.
"Itu benar." jawabnya membuat Jia Li benar-benar tidak percaya.
"Aku tidak mau, dan aku menolak," tolaknya langsung membuat Jenderal Chang Li menatap putrinya.
"Mau tidak mau kamu harus menerima. Ayah melakukan ini untuk kebaikan mu," ucapnya tidak ingin di bantah.
"Jia tetap menolak. Pokoknya Jia tidak akan menerima satupun dari mereka," ucapnya tetap menolak.
Jia Li dan Jenderal Chang Li berdebat panjang, dan akhrinya penolakan nya pun tetap sia-sia. Karena ayahnya benar-benar sama sekali tidak bisa di bantah. Dan mau tidak mau, akhirnya Jia menuruti semuanya. Namun Jia Li tidak semudah itu membuat mereka menang, ia akan membuat mereka menyesal karena telah berani mencalonkan diri menjadi calon suaminya.
.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Liswati Angelina
kaisar hantu pasti marah nih....
2022-10-03
0