Jia Li yang sudah memakai cincin itu tidak menyadari jika di dalamnya ada arwah yang senang karena mendapatkan tetesan darahnya.
"Dasar cincin sialan! Masih saja membuat ku terluka," kesalnya dan mencoba melepas cincin itu. Namun saat cincin itu akan di lepas, seperti sebuah aura yang mengikat jarinya dengan cincin itu. Jia Li yang melihat dan merasakan nya mencoba menarik cincin itu dengan paksa takut terjadi sesuatu dengannya. Namun sialnya lagi-lagi cincin itu tidak bergeser sedikit pun dari jarinya, tidak mau lepas. "Benar-benar cincin sialan!" Umpatnya sangat kesal.
Tiba-tiba keluar asap mengepul dari cincin itu dengan disertai cahaya yang menyilaukan mata. Asap dan cahaya yang keluar dari cincin bermata merah itu akibat terkena tetesan darah Jia Li, hingga membuat sang penghuni cincin keluar dari tempatnya.
Jia Li yang melihat cahaya itu memejamkan mata karena terlalu silaunya. Cukup lama cahaya itu memancar, keluarlah arwah dari Kaisar Hantu, Xiao Zhan yang saat itu langsung memeluk tubuh Jia Li dan membawanya nya berpindah tempat di istananya tanpa di ketahui Jia Li.
Xiao Zhan membawa Jia Li di sebuah kamar mewahnya yang disana sudah ada beberapa dayang yang siap melayani tuannya saat mendapatkan perintah lewat telepati, bahwa dirinya akan kembali ke istana setelah puluhan ribu tahun lamanya tidak kembali.
Semua anak buahnya yang ada di istana langsung menyambut kedatangan tuannya. Dan menyiapkan semuanya, tanpa terkecuali atas perintah tuannya untuk menyiapkan acara pesta pernikahannya dengan seorang gadis yang sangat cantik. Semua anak buahnya langsung menjalankan tugas masing-masing secepat kilat untuk menjalankan ritual pernikahan itu, pernikahan yang tidak di ketahui oleh Jia Li.
Sedangkan Jia Li yang sudah berada di kamar Xiao Zhan masih memejamkan mata, karena silau dari cahaya tadi. Dan itu membuat Xiao Zhan menggunakan waktu itu untuk memerintah dayang-nya mendandani Jia Li secantik mungkin dengan membuat Jia Li diam, tanpa bergerak. Menghentikan waktu sementara untuk Jia Li.
"Rias dia secantik mungkin," perintahnya pada dua dayang yang ada di depannya.
"Baik tuan," jawab kedua dayang membungkukkan badan.
Xiao Zhan pun menghilang dari kamarnya dan pergi menuju singgasananya yang sudah kosong puluhan ribu tahun lamanya itu. Ia duduk di kursi singgasana dengan banyak anak buah yang menyembahnya saat tahu kaisar-nya telah kembali.
Xiao Zhan menopang kepalanya, menatap semua bawahannya.
"Apakah semuanya baik-baik saja saat aku tidak ada?" Tanya Xiao Zhan dengan suara malas namun dengan aura tekanan yang mampu membuat semua anak buahnya gemetar.
"Jawab yang mulia, semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada musuh yang berani datang mengganggu istana kita lagi," jawab orang kepercayaan Xiao Zhan, Anming.
Xiao Zhan mengerutkan kening saat mendengar kata lagi. Mungkinkah ada musuh yang menyerang istananya pikirnya. "Apakah ada yang membuat masalah?"
"Sebelumnya ada tuan. Namun semuanya sudah di atasi. Mungkin mereka mengetahui bahwa anda tidak berada di istana sehingga membuat mereka berani menyerang kita." Jelas Anming dan membuat Xiao Zhan mengangguk mengerti.
"Bagus kalau begitu. Aku puas dengan kalian karena menjaga istana ini saat aku tidak ada."
Semuanya diam. Namun Anming yang ingin tahu kemana tuannya pergi selama ini mendongak menatap tuannya, "Yang mulia. Jika boleh saya tahu, kemana anda pergi setelah kita menyerang dunia atas saat itu?" Tanya Anming ingin tahu dimana tuannya selama puluhan ribu tahun ini menghilang.
Xiao Zhan yang mendengar pertanyaan itu diam, membayangkan apa yang terjadi dengannya sehingga ia terkurung di dalam cincin keramat itu. Ia menghela napas terasa malas menjelaskannya. Anming yang mendengar helaan nafas tuannya hanya diam, menyesal tentang pertanyaan nya yang begitu lancang terhadap tuannya.
"Tidak perlu ku jelaskan. Sekarang aku sudah kembali. Dan saat ini aku ingin menikahi wanita ku. Persiapkan semuanya dan jangan sampai ada yang kurang, karena aku tidak mau ada yang membuat ku kesal karena ketidakbecusan kalian semua nanti," perintahnya dan membuat semuanya mengangguk. "Sekarang pergilah, persiapkan pernikahan ku," lanjutnya lagi dan membuat semua anak buahnya menghilang dari hadapannya, menjalankan perintah junjungannya.
Sedangkan di kamar Xiao Zhan. Jia Li kini sudah siap dengan pakaian pernikahan nya berwarna merah dengan tudung merah di kepala yang menutupi wajahnya. Kedua dayang yang melayani Jia Li, pergi meninggalkan Jia Li seorang diri di kamar dengan keadaan masih belum sadar.
Setelah dua dayang itu pergi, Jia Li kini telah sadar. Namun saat dirinya sadar, ia begitu terkejut karena ada kain merah yang menutupi wajahnya. Ia pun membukanya, dan saat melihat apa yang di kenakan nya, betapa terkejutnya dirinya saat melihat pakaian yang di kenakan-nya adalah sebuah pakaian merah yang biasanya di kenakan oleh pengantin.
"Apa ini?" Tanya nya pada diri sendiri. Ia melihat sekeliling. Di lihatnya sebuah kamar mewah yang tidak di kenalnya. "Dimana aku? Ini bukan kamar ku," gumamnya berdiri, berjalan mengelilingi kamar itu. "Sialan, dimana aku ini? Kenapa aku ada disini? Dan apa ini? Kenapa aku bisa memakai pakaian aneh ini?" kesalnya dan mencoba melepas apa yang di kenakan-nya. Namun saat tangan itu hendak melepas apa yang melekat di tubuhnya, tiba tiba tangannya di tahan oleh seseorang.
"Apa yang kamu lakukan, sayang?" Peluk Xiao Zhan yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
Mendengar suara seorang pria, Jia Li menoleh. Di lihatnya seorang pria tampan tersenyum manis di sampingnya. Jia Li yang tidak mengenal siapa pria itu tentu saja terkejut, ia langsung melepaskan diri dari pelukan pria asing itu.
Xiao Zhan yang melihat hanya tersenyum manis, sangat manis hingga membuat Jia Li sempat terpana. Melihat ketampanan Xiao Zhan yang membuat jantungnya tiba-tiba berdetak tidak jelas, Jia Li secepat mungkin mengalihkan pandangannya agar tidak terpesona dengan ketampanan pria itu. "Sialan! Siapa laki-laki ini? Kenapa pria tampan ini bisa ada di sini?" Umpatnya dengan wajah memerah.
Wuuus….
Xiao Zhan menghilang dan kini berpindah tempat berada di belakang Jia Li, kembali memeluk calon pengantin nya.
"Apa yang kau lakukan? Siapa kau ini?" Tanyanya mencoba melepas pelukan itu, namun Xiao Zhan tidak semudah itu melepas pelukannya.
Saat ini Xiao Zhan bukan sebuah arwah, melainkan dirinya memiliki raga karena dirinya menghendaki memiliki raga, sehingga dirinya dan Jia Li dapat saling menyentuh.
.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Liswati Angelina
ini namanya pemaksaan kaisar..
2022-09-21
0
Martha
baca cerita ini gegara dapat pengumuman di notif. klo author fave ku bikin cerita baru 🥰.. and the story begin, semangat berkarya author, aq tunggu update an nya
2022-09-21
0
Muetz Manies
mana nih lanjutanya
2022-09-21
0