Jia Li benar-benar tidak bisa menahan emosinya saat Lin Hua mengatakan dirinya seorang pelachur. Ia berjalan ke arah wanita muda itu dengan tatapan tajam nya dan secepat kilat ia menampar wajah cantik itu dengan sangat keras.
Plak....
Satu tamparan berhasil membuat Lin Hua bungkam. Rasa panas saat pipinya tiba-tiba di tampar membuat Lin Hua memegang pipi-nya dan balas menatap Jia Li dengan pandangan marah.
"Kau..!! Berani nya kau menampar ku sialan!" marahnya tidak terima wajah cantiknya di tampar oleh tangan wanita yang sangat di benci nya.
"Heh, kenapa tidak berani? Bahkan membuat wajah yang kau banggakan itu hancur aku sangat berani. Apa kamu ingin merasakannya?" tantangnya balik membuat Lin Hua marah.
"Dasar pelachur, wanita jallang!" Marahnya dan mencoba membalas apa yang di lakukan Jia Li padanya.
Tangannya mencoba menampar pipi mulus Jia Li. Namun sebelum itu terjadi, Jia Li menangkap tangan itu, tangan yang hendak menyentuh nya.
"Jangan pikir kau bisa menyentuhku. Sedikit saja kau menyentuh ku, aku Jia Li akan membunuh mu," ancamnya dengan aura yang di keluarkan.
Semua siswa siswi yang merasakan aura itu sedikit terintimidasi, begitupun dengan Lin Hua. Namun Lin Hua yang merasakan membuang keyakinannya tentang aura yang di rasakan, mengatakan pada dirinya sendiri bahwa itu bukanlah aura milik Jia Li.
"Pasti dia hanya ingin membuat ku takut. Tidak mungkin aura ini milik wanita jallang itu," batinnya dan menarik tangannya dari genggaman Jia Li.
"Kau pikir aku percaya dengan kata-kata mu? Tidak sama sekali," Lin Hua berpikir Jia Li tidak akan mampu untuk membunuhnya. Karena ia tahu, Jia Li hanya seorang spiritual tingkat 2 yang berarti menganggap Jia Li wanita yang sangat lemah.
Namun kenyataannya salah, tanpa Lin Hua tahu, Jia Li sebenarnya adalah seorang spiritual tingkat lima yang berarti lebih tinggi dari nya dua tingkat.
"Aku tidak yakin kau mampu membunuh ku, karena aku tahu kau itu lemah, pelachur rendahan," hinanya membuat Jia Li mengepalkan tangan.
"Lemah?" Dalam hati Jia Li tertawa. Siapa sebenarnya yang lemah di antara mereka berdua. Sungguh konyol. Namun Jia Li benar-benar tidak bisa mentolerir apa yang di katakan Lin Hua tentang dirinya. Ia ingin sekali merobek dan membuat wajah yang sok cantik itu menjadi badut di depan semua orang.
"Baiklah, karena kau mengatakan diri ku lemah, aku menantang mu Lin Hua. Siapa di antara kita yang lemah akan tahu setelah ini," tantangnya membuat Lin Hua tertawa keras mendengar tantangan itu. Ia berpikir Jia Li sungguh bodoh karena berani menantang nya yang berada di spiritual tingkat tiga.
"Baiklah, aku terima tantangan mu," jawabnya percaya diri.
Namun pertarungan itu akan di langsungkan setelah kelas musik selesai. Mereka tidak ingin mendapatkan hukuman dari Guru Shi karena meninggalkan kelas pria anggun namun mengerikan itu.
.
.
Setelah kelas musik selesai, mereka berdua berada di arena pertarungan, berdiri saling berhadapan dengan banyak orang yang menonton mereka berdua.
Keduanya saling pandang. Jia Li dengan pandangan dinginnya dan Lin Hua dengan pandangan meremehkan.
"Kita selesaikan disini. Jika dirimu kalah aku berhak melakukan apa pun pada tubuh mu. Bahkan membuat mu cacat seumur hidup," ucap Lin Hua percaya diri bahwa dirinya akan mampu mengalahkan Jia Li.
"Lalu jika aku menang, apa yang boleh ku lakukan pada mu?" tanya Jia Li malas melihat wanita yang sok kuat di depannya itu.
"Heh, ku rasa kau tidak akan menang. Tapi jika memang diri mu bisa mengalahkan ku, terserah apa yang kau lakukan padaku. Aku akan terima, bahkan menampar ku berulang kali aku tidak akan melawan," jawabnya yakin bahwa dirinyalah yang akan menjadi pemenangnya.
"Baiklah, aku pegang kata-kata mu. Aku akan menampar mu hingga membuat wajah mu itu seperti babi," jawab Jia Li yakin akan melakukan itu.
Banyak orang yang menyaksikan itu, membuat mereka tidak bisa mengingkari apa yang di katakan nya. Maka jika salah satu dari mereka kalah, maka apa yang di ucapkan harus menjadi kenyataan.
Sedangkan di tempat lain, kedua orang tua mereka yang mendengar tentu saja terkejut dengan apa yang di lakukan anak gadis mereka. Bertarung di arena dengan di tonton banyak orang. Jika salah satu dari mereka kalah, itu akan membuat mereka sangat malu. Dan dengan dengan cepat Chang Li dan Wang Hua langsung pergi ke tempat dimana putrinya akan berduel, mengalahkan satu sama lain.
Berbeda dengan Chang Li dan Wang Hua yang begitu khawatir. Xiao Zhan malah dengan santai duduk di atas pohon menyaksikan istrinya akan berduel dengan gadis lancang itu. Xiao Zhan malah berasa senang dan tanpa rasa khawatir akan kekalahan itu. Karena ia yakin Jia Li pasti akan memenangkan pertarungan itu.
"Aku menantikan pertarungan mu, sayang. Dan ku yakin kau pasti menang," gumamnya tersenyum menggoda dengan jari yang menyentuh bibirnya, tampak sensual.
.
.
Di arena pertarungan itu Jia Li memegang pedangnya, begitupun dengan Lin Hua yang juga memegang pedangnya. Keduanya siap untuk melakukan pertarungan itu.
Dan dengan secepat kilat, mereka maju dan bertarung. Menebaskan pedangnya ke arah lawan untuk mengalahkan satu sama lain.
Trang...
Trang...
Trang...
Bunyi pedang saling beradu. Dan mereka berdua pun juga saling mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing.
Syut...
Syut...
Wuuus....
Duuuar....
Ledakan kekuatan mereka membuat arena pertarungan hancur. Namun semua itu tidak menghentikan mereka berdua. Jia Li yang ingin bermain-main dengan Lin Hua mengimbangi kekuatan itu dan tidak membuatnya menang dengan cepat. Berbeda dengan Lin Hua yang sudah tidak sabaran, ia ingin cepat mengalahkan Jia Li dan memberikan hukuman yang pantas untuk nya. Namun semua itu tidak semudah yang ia bayangkan. Nyatanya sampai mereka bertarung cukup lama, Lin Hua masih belum bisa mengalahkan Jia Li.
Sedangkan Jia Li masih santai menangkis semua kekuatan Lin Hua. Tiba-tiba terdengar suara tidak asing masuk dalam pikirannya, siapa lagi jika bukan suami hantunya, Xiao Zhan.
"Sayang, cepatlah menangkan pertarungan mu.
Jika kamu tidak secepatnya memenangkan pertarungan mu itu, aku akan memberi mu hukuman. Dan juga membuat wanita yang menghina mu mati meledak di depan semua orang," ancamnya karena jenuh melihat Jia Li yang bermain dengan wanita menjijikkan itu.
Mendengar ancaman itu Jia Li dengan cepat bersungguh-sungguh dan langsung mengeluarkan semua kekuatannya yang berada di spiritual tingkat lima.
Wuuus...
Duuuar....
Duuuar....
Elemen api yang di keluarkan menghantam Lin Hua berada. Dan setelah itu menendang serta memukul dengan kuat hingga membuat Lin Hua terpental dan tergeletak tak berdaya.
Semua mata yang melihat terkejut dengan apa yang di lakukan Jia Li pada putri Menteri Kekaisaran itu. Ternyata Jia Li adalah seorang spiritual tingkat lima, maka dari itu Jia Li bisa dengan mudah mengalahkan Lin Hua yang berada di spiritual tingkat tiga.
..
..
..
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Narimah Ahmad
👏👏👏rasakan👍
2023-08-27
0
Frando Kanan
pdahal lg seneng tpi Dia mlh ksh ancaman 🤦
2022-12-06
0