Melihat nona mudanya kembali, penjaga itu langsung memberitahukan kepada Jenderal Chang Li tentang kedatangan nona mudanya.
Jia Li yang melihat masih tetap berdiri di pintu gerbang dengan Xiao Zhan yang tidak dapat di lihat oleh mereka.
"Kenapa harus menunggu disini? Kenapa tidak masuk saja. Aku bisa membawa mu masuk langsung menuju kamar."
Jia Li yang mendengar langsung menatap suami hantu nya itu. "Jangan pikir aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, dasar mesum," ucapnya membuat Xiao Zhan terkekeh.
Tak lama, penjaga itu pergi. Kini Jenderal Chang Li dan Yang Li berlari kecil menuju pintu gerbang, dimana penjaga itu mengatakan jika Jia Li telah kembali.
Saat sampai, mereka berdua langsung memeluk tubuh Jia Li. Sungguh mereka tidak menyangka jika Jia Li akhirnya kembali.
"Akhirnya kamu kembali," peluknya erat pada putri kesayangannya.
Jia Li hanya tersenyum, membalas pelukan itu. Yang Li yang ada di samping mereka hanya bisa tersenyum. "Ayah, lebih baik kita masuk terlebih dahulu. Tidak enak jika ada yang melihat," ucap Yang Li agar mereka segera masuk. Untuk kangen-kangen-an nya bisa di lanjutkan setelah mereka di dalam rumah.
Jenderal Chang Li yang mendengar mengangguk dan setelah itu membawa Jia Li masuk dengan di ikuti oleh Xiao Zhan yang tidak bisa mereka lihat.
Jia Li menoleh ke belakang, melihat Xiao Zhan yang mengikutinya. Dan beralih pula menatap Ayah dan kakak laki-lakinya. Berpikir, apakah mereka tidak bisa melihat suami hantunya? Jika memang mereka berdua tidak bisa melihat Xiao Zhan, bukankah Xiao Zhan memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari mereka? Sungguh Jia Li sangat penasaran, di tingkatan berapa kekuatan suaminya saat ini?
.
.
Jia Li duduk di kursi dengan Xiao Zhan yang selalu ada di dekatnya, bersedekap sambil menyandarkan tubuhnya di kursi, menatap mereka semua. Sedangkan Chang Li dan Yang Li terus menatap Jia Li penuh tanya, meminta penjelasan tentang kemana pergi nya selama ini.
"Katakan, kemana kamu pergi selama ini?" tanya Chang Li meminta jawaban.
Jia Li diam, memikirkan jawaban yang akan di berikan pada ayah nya. Mungkinkah dia jujur bahwa dirinya telah menikah dengan seorang kaisar hantu? Tidak, jika dirinya nya mengatakan kebenaran itu, Jia Li yakin ayah dan kakaknya pasti rerkejut dengan apa yang di dengar nya. Tapi jika tidak, ingin sekali ia lepas dari jeratan pira yang ada di sampingnya.
Jia Li menoleh ke arah Xiao Zhan dengan wajah bingungnya. Xiao Zhan yang tahu malah berbisik kepada nya. "Katakan saja jika kamu telah menikah dengan ku, seorang kaisar dari dunia bawah."
Mendengar itu Jia Li mengerutkan kening, menatap, tidak suka. "Tidak akan," jawabnya pelan.
Chang Li dan Yang Li yang melihat Jia Li malah melihat kearah lain, saling pandang. Ada apa dengannya, pikirnya. Kenapa tidak menjawab pertanyaannya dan malah melihat ke arah lain. Di lihat dari wajah Jia Li yang aneh, membuat mereka bertanya-tanya.
"Kenapa kamu malah melihat ke arah lain dan tidak menjawab pertanyaan ayah?" Pertanyaan Chang Li berhasil membuat Jia Li sadar dan menatap ayahnya, mengabaikan suaminya.
"Maafkan Jia ayah."
"Katakan, kemana kamu selama ini? Kamu sudah pergi lebih dari seminggu, dimana kamu saat itu?"
Sebelum menjawab, Jia Li menghela nafas. Ia akan memberikan kebohongan tentang dimana kepergiannya selama ini. Cukup dia yang tahu tentang apa yang di alami. Jika dirinya mengatakan yang sejujurnya, sudah di pastikan ayahnya tidak akan terima dengan apa yang terjadi dengannya. Dan mungkin ayah dan kakaknya mencoba mengambilnya dari tangan Kaisar hantu dan melarangnya memiliki hubungan itu. Dan akan di pastikan pertarungan tidak akan terhindarkan. Mengingat itu, sudah jelas ayah dan kakaknya pasti akan kalah, karena ia tahu suaminya itu pastilah memiliki kekuatan yang tinggi.
"Jia pergi kekaisaran tetangga, jalan-jalan melihat acara yang di selenggarakan disana. Ada festival lampu lampion yang di selenggarakan di kekaisaran itu. Maafkan Jia, jika Jia tidak mengatakan itu pada ayah dan kakak, dan membuat kalian berdua khawatir," jelas Jia Li membaut mereka langsung percaya. Karena mereka tahu, kekaisaran Qin memang telah mengadakan festival itu.
"Jadi kamu pergi Kekaisaran Qin?"
"Em," jawab Jia Li mengangguk. Untung saja sebelum dirinya di bawa oleh Kaisar hantu ia telah mengatahui, bahwa Kekaisaran Qin akan mengadakan festival itu sehingga mempermudah untuk kebohongannya.
"Baiklah, ayah dan kakak mu percaya. Tapi lain kali jika dirimu akan pergi, sebelum itu kamu harus mengatakan kepada kami. Kami tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu. Walaupun ayah tahu kamu bisa menjaga diri, tapi itu tetao saja membuat kami khawatir," jelasnya dan di angguki Jia Li.
"Baik ayah. Terimakasih sudah percaya dengan Jia," jawabnya dengan tersenyum. Namun dalam hati ia menghela nafas, lega karena akhirnya ayahnya percaya padanya. "Em, ayah. Bolehkah Jia kekamar Jia? Jia lelah, ingin istirahat," pintanya dan langsung di angguki Chang Li.
"Pergilah, istirahatlah."
"Terimakasih ayah," jawabnya dan langsung pergi menuju kamarnya.
Sedangkan Chang Li dan Yang Li yang melihat kepergian itu hanya tersenyum kecil. Namun sedetik kemudian Yang Li bertanya tentang apa yang di rasakan nya.
"Ayah, apa ayah tidak merasakan suatu aura yang kuat tadi?"
"Ya, ayah merasakannya. Itu terasa dekat. Namun tidak ada siapa pun selain kita tadi, jadi ayah mengabaikan nya," jawab Chang Li yang sebenarnya penasaran dengan apa yang di rasakan. Dari mana asal aura kuat itu? Sungguh aneh. Mungkinkah ada penyusup yang menyusup di kediamannya? Sepertinya tidak mungkin.
.
.
Di dalam kamar. Jia Li langsung melempar tubuhnya di ranjang, tubuhnya terasa lelah, ingin sekali ia mengistirahatkan nya. Namun saat sadar ada Xiao Zhan di dekatnya ia merasa waspada, takut pria mesum itu menyerangnya di ranjang.
Dan benar saja apa yang di pikirkan nya, Xiao Zhan hendak naik ke atas ranjang menyusulnya istirahat. Melihat itu tentu saja Jia Li menahannya. "Apa yang kau lakukan?"
"Tentu saja menemani istri ku istirahat, memberikan pelukan hangat untuknya," jawab Xiao Zhan santai tanpa tahu itu membuat Jia Li terkejut.
"Apa? Pelukan? Dasar gila," batinnya menatap aneh suaminya yang tidak tahu malu.
"Pergi! Jangan berani sekali-kali tidur di samping ku," larangnya mencoba mendorong suaminya. Namun yang di dorong malah menjadi asap, menghilang dan tiba-tiba muncul di belakangnya, rebahan dengan tangan menopang kepalanya, menatap Jia Li.
Jia Li yang melihat tentu saja terkejut. Namun saat mengingat siapa suaminya, Jia Li tidak bisa berkutik. Sungguh tidak ada lawan.
.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Frando Kanan
ironic bgt....gk bs lwn krn kultivasi beda jauh 😅
2022-12-06
0
Liswati Angelina
yang sabar aja jia li, mungkin ini takdirmu
2022-09-27
1