Pernikahan yang sama sekali tidak di harapkan benar-benar membuat dirinya muak. Ia sama sekali tidak berharap dengan pernikahan dadakan ini, apalagi dengan pria yang tidak di kenalnya ini.
Jia Li yang kini sudah menjadi istri dari Kaisar Hantu harus tinggal bersama di Istana Kekaisaran Tai Zhan, menjadi permaisuri di kekaisaran yang tidak di kenalnya itu, kekaisaran yang baru ia ketahui selama hidupnya.
Saat ini Jia Li masih memejamkan mata di ranjang pengantinnya dengan Xiao Zhan yang duduk di sampingnya, menatap istri cantiknya.
"Jangan harap bisa kabur dari ku, sayang. Tak akan ku biarkan kamu lepas dari genggaman ku," gumamnya sambil mengelus pipi mulus itu.
Xiao Zhan tersenyum kecil saat mengingat kejadian tadi malam. Istrinya mencoba kabur dari istananya, namun tidak bisa karena tidak tahu arah jalan keluar dari istananya.
Lamunan Xiao Zhan buyar karena adanya yang mengetuk pintu kamarnya. Anming, pria itulah yang menganggu waktu pengantin baru itu.
"Mohon ampun Yang Mulia. Maaf mengganggu waktu anda. Ada sesuatu yang harus saya sampaikan kepada anda," ucapnya dari luar pintu.
Xiao Zhan yang mendengar langsung menjawab, memberi perintah kepada Anming untuk menunggunya di ruang kerjanya.
"Pergilah. Dan Perintahkan beberapa dayang untuk melayani permaisuri."
"Baik Yang Mulia," jawabnya dan langsung memanggil dua dayang untuk melayani Jia Li.
Setelah memberi perintah kepada dua dayang, Anming pergi keruang kerja, menunggu junjungannya tiba. Sedangkan dua dayang yang di perintahnya kini menunggu Jia Li bangun dari tidurnya.
Jia Li yang masih nyenyak tidak menyadari jika ada dua dayang yang duduk bersimpuh di lantai. Cukup lama dayang itu menunggu, kini Jia Li mulai menggeliat, perlahan membuka matanya.
Dua dayang yang melihat pergerakan itu dengan cepat berdiri berjejer di samping ranjang. Sedangkan Jia Li yang membuka matanya, menatap mereka berdua yang saat ini berdiri dengan sedikit menunduk.
"Siapa kalian?" tanyanya bangun, dan memeriksa tubuhnya. Apakah masih mengenakan pakaian lengkap atau tidak. Ia takut suami gilanya itu melakukan hal mesum padanya. Tapi saat melihat semuanya masih lengkap, ia menghela nafas lega.
"Huh, syukurlah. Pria bajingan itu ternyata tidak menyentuh ku," gumamnya masih dapat di dengar oleh dua dayang itu.
Kedua dayang itu mengerutkan kening mendengar ucapan permaisuri nya. Apakah pendengarannya salah, atau memang permaisuri mereka mengatai junjungannya pria bajingan. Keduanya hanya saling pandang, saling bertanya lewat sorot mata.
Jia Li kembali menatap mereka berdua, meminta jawaban tentang keduanya.
"Mohon ampun Yang Mulia Permaisuri. Kami berdua dayang yang di perintahkan Yang Mulia Kaisar untuk melayani anda," jelas seorang dayang.
Mendengar itu, Jia Li mengerti. Apalagi saat melihat pakaian yang di kenakan dua dayang itu, ia yakin memang benar bahwa mereka berdua adalah seorang dayang.
"Yang Mulia Permaisuri, kami sudah menyiapkan air hangat untuk anda mandi. Kami berdua akan melayani anda," ucapnya membantu Jia Li berdiri.
Saat mereka ingin membantunya, Jia Li menolaknya, "Aku bisa sendiri." Jawabnya turun dari ranjang dan menuju tempat pemandian dengan di ikuti dua dayang itu.
Kedua dayang itu melepas pakaian yang di kenakan Jia Li. Dan setelah itu Jia Li masuk kedalam bak mandi untuk membersihkan tubuh dengan di layani oleh kedua dayang itu. Rambut panjang yang tergerai, membuat Jia Li terlihat sangat cantik. Apalagi saat tubuh itu terkena uap panas dari air hangat itu, membuat Jia Li begitu menggoda.
Mata Jia Li terpejam, menikmati pijatan dan usapan dari kedua dayang itu. Hingga membuat nya tidak sadar bahwa kedua dayang itu kini telah pergi setelah di perintah oleh Xiao Zhan yang datang menggantikan mereka.
"Pergilah," perintahnya dengan telepati.
Kedua dayang itu mengangguk dan pergi meninggalkan kedua junjungannya.
Xiao Zhan duduk di belakang Jia Li, mengusap rambut itu dengan lembut, dan menciumnya. Wangi, itulah yang masuk kedalam Indra penciuman nya.
Entah kenapa setelah pembicaraan nya dengan Anming selesai, ia ingin segera menemui istrinya. Dan ternyata saat dirinya di kamar, ternyata istrinya sedang mandi. Muncul keisengan untuk membuat istrinya kesal lagi padanya.
Cup,
Satu kecupan ia berikan di bahu mulus itu. Jia Li yang merasakan lalu membuka mata, menoleh ke samping. Dan betapa terkejutnya saat melihat Xiao Zhan di belakang nya, tersenyum manis ke arahnya.
"Selamat pagi, sayang," sapanya, namun malah mendapat amarah Jia Li.
"Dasar bajingan! Apa yang kamu lakukan?" ucapnya berdiri dan menyambar pakaian di dekatnya, memakai nya dengan cepat. Dan memberikan tatapan tajam.
"Tentu saja membantu permaisuri ku," jawabnya benar-benar membuat Jia Li semakin marah.
Jia Li menyerang Xiao Zhan, mencoba memberi pelajaran padanya. Namun Setiap kali memberikan pukulan dan tendangan, Xiao Zhan malah mengambil kesempatan menyentuh tubuh nya, dan itu membuat Jia Li bertambah murka.
"Dasar pria mesum!"
"Mesum seperti ini tetap lah suami mu, sayang," jawab nya santai sambil memeluk tubuh nya dengan tangan menahan pukulan Jia Li.
"Lepaskan!" pintanya meronta.
"Tentu saja," jawabnya, namun malah memberikan ciuman di leher.
Sungguh saat berhadapan dengan Xiao Zhan, Jia Li tidak bisa berkutik. Selalu kalah dan kalah.
"Lepaskan aku bajingan! Jangan menyentuh ku."
"Kamu istri ku. Jadi aku berhak menyentuh mu," masih menyelusuri leher putih itu.
"Aku tidak akan pernah menganggap pernikahan ini ada. Jadi jangan berharap aku akan menerimanya. Pernikahan ini tidak Sakral karena tidak adanya keluarga ku," jelasnya menahan rasa aneh di tubuhnya karena cumbuan itu.
"Aku tidak peduli kamu menerimanya atau tidak. Bagi ku kamu adalah istri ku. Ada atau tidak adanya keluarga mu saat pernikahan kita itu tidaklah penting. Karena diri ku menghendaki, maka kamu akan tetap menjadi permaisuri ku," gigitnya di leher itu.
Arh.....
Desah Jia Li saat merasakan sesa-pan itu. Xiao Zhan tersenyum kecil mendengar suara merdu itu. Sungguh suatu keindahan yang membuat hatinya senang.
.
.
Setelah berdebat cukup panjang dengan di selingi cumbuan, Jia Li terus memasang wajah marahnya setiap kali bertemu suaminya itu. Hingga satu minggu lebih lamanya, ia tetap memasang wajah permusuhannya. Namun itu tidak membuat Xiao Zhan marah, tapi malah membuat dirinya semakin gemas.
"Istri ku semakin cantik bila marah." tatapnya dengan menopang dagu, menatap wajah jutek Jia Li.
"Diam! Aku muak melihat mu yang menyebalkan itu," jawabnya dengan menahan amarah. Karena ia tahu, jika amarahnya meledak, Xiao Zhan tidak segan-segan untuk mengambil kesempatan menyentuh, mencium dan mencumbunya. Dan itu sungguh membuatnya merugi.
"Aku ingin pulang," pintanya membuat Xiao Zhan menaikkan sebelah alisnya.
"Pulang?"
"Ya. Jika kamu tidak mengantarkan ku kembali, aku akan bunuh diri. Dan kamu tidak akan memiliki ku lagi," ancamnya dengan sungguh-sungguh sambil tangannya memegang tusuk rambut, mengarahkan nya ke arah lehernya.
Xiao Zhan yang melihat hanya mengehala napasnya. Sebenarnya cukup mudah untuk menghentikan ancaman itu. Namun karena melihat Jia Li yang nampak jenuh di istananya akhirnya dia menyetujui permintaan itu. Namun dengan syarat, kapan pun dia ingin menemui Jia Li, Jia Li tidak boleh menolak.
.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Frando Kanan
dsr kaisar ini 🙄....tanpa keluarga emng jia li (FMC) bahagia???
2022-12-06
0
Liswati Angelina
ya bosan lah kaisar , la dikurung didalam kamar terus
2022-09-25
2