Kei masih terbaring lemah. Darah sudah keluar dari mulut dan kepalanya akibat benturan. Seluruh badannya sakit. Terdengar tertawa dari Fred.
"Oh ayolah Kei, kau harus berubah. Atau kau akan mati menggenaskan nanti." kata Fred disambut tawa teman-temannya.
Kei masih merintih kesakitan. Dia tahu apa yang di ucapkan Fred benar. Tapi dia tetap berusaha untuk tidak merubah dirinya. Dia takut monster itu akan merubah dirinya lagi. Kei sudah tidak pernah merubah dirinya menjadi serigala semenjak kejadian itu.
"Jika kamu tidak ingin bertarung pergilah dari sini Kei, dari Lykort. Lykort tidak membutuhkan pengecut sepertimu. Ayahku hanya merasa kasihan pada keluargamu. Jika tidak kamu sudah di usir oleh ayahku!"
Fred kembali tertawa bersama teman-temannya.
'Ian apa kau mendengarku?'
Kei mencoba mindlink dengan Ian. Tapi Ian tidak menjawab.
'Ian... Aku mohon..."
Kei sudah putus asa. Serigala di dalam tubuhnya sudah ingin keluar. Dia tidak ingin itu terjadi.
"Lanjutkan." perintah Fred. "Pastikan dia tidak terbangun lagi."
Kei mencoba berdiri. Dia takut sekarang, tidak, sangat takut. Disatu sisi dia tidak ingin mati tapi disisi lain dia tidak ingin berubah.
'Kei...!!! Kau dimana?! Aku akan segera kesana. Bertahanlah!!"
Ian akhirnya menjawab mindlink dari Kei.
'Cepatlah Ian, aku akan segera berubah. Tolong aku...'
Ian tampak panik. Kei sudah meminta tolong padanya. Ian berlari sekuat tenaga menuju tempat dimana Kei berada. Dia merutuki dirinya karena melepas pengawasannya pada Kei.
Kei masih berusaha menghindar dari anak buah Fred. Mereka banyak dan Kei hanya sendiri. Terlebih mereka menggunakan wujud serigalanya. Kei tiba-tiba terhempas kembali. Salah satu anak buah Fred mendorongnya keras. Kei jatuh ke tanah. Dia mengerang kesakitan. Fred justru tertawa. Kei melihat Fred dengan tatapan marah, ralat, sangat marah. Bola mata Kei telah berubah dari hijau menjadi hitam pekat. Kei meraung keras dan merubah dirinya menjadi serigala. Fred semakin tertawa keras.
"Akhirnya!!! Hahahaha....!!!"
Kei menggeram keras dan menatap tajam gerombolan serigala di depannya. Kei melolong keras lalu menyerang anak buah Fred. Meskipun Kei masih berumur enam belas tahun, tapi Kei termasuk manusia serigala yang kuat. Kei mencakar salah satu anak buah Fred. Serigala itu mololong kesakitan. Fred berubah menjadi serigala juga. Fred maju ke depan dan mendorong tubuh Kei keras. Kei terhempas keras di pohon besar. Tapi Kei dengan sigap langsung berdiri. Kei menggeram kasar. Ian tiba-tiba muncul dan sudah berubah menjadi serigala.
'Kei, apa kamu baik-baik saja?' tanya Ian.
Kei mengangguk pelan pada Ian.
'Bertahanlah Kei, pusatkan pikiranmu. Jangan biarkan monster itu mengendalikanmu! Tunggu disini. Biar aku beri pelajaran mereka.'
Ian berlari dan menyerang Fred dan beberapa serigala dihadapannya. Beberapa telah tersungkur tapi Fred masih bertahan. Fred menyerang Ian balik. Fred menggigit Ian. Ian melolong kesakitan dan meronta. Tapi cengkraman Fred begitu keras. Membuat Ian sulit bergerak. Sejak kapan dia sangat kuat? pikir Ian dalam hati. Kei langsung menerjang Fred. Fred terjatuh ke samping. Kei menggeram kemudian menggelengkan kepalanya.
'Oh tidak... Ian, aku mulai tidak bisa mengendalikan diriku. Ian, tolong aku...!!!'
'Kei...'
Ian berusaha bangkit dengan sekuat tenaga. Dia lemah dan luka bekas gigitan Fred terlalu dalam. Tapi dia tidak menyerah. Dia harus membantu Kei. Kei melolong keras. Perlahan tubuhnya berubah menjadi lebih besar. Warna bulu abu-abu bercampur hitam. Bola matanya berwarna putih dan ada hitamnyya sedikit di tengah. Kei melolong keras kemudian menggeram dan langsung menerjang anak buah Fred. Beberapa serigala mencoba melawan, tetapi mereka tetap kalah. Tenaga Kei sekarang menjadi berkali-kali lipat kuatnya. Kei membunuh semua anak buah Fred. Kini tatapan Kei menuju ke Fred yang masih menjadi serigala. Fred langsung menyerang Kei tapi Kei dengan cepat mengayunkan tangannya dan membuat Fred terhempas keras. Kei mendatangi Fred yang tersungkur di tanah.
'Tidak!! Kei, sadarlah...!!!' Pekik Ian.
Tapi Kei tidak berhenti. Dia tetap maju mendatangi Fred. Ian melompat ke hadapan Kei dan menggeram.
'Kei... Ini aku Ian. Aku mohon Kei...!!'
Kei tidak bergeming. Dia malah menyingkirkan Ian dengan sekali ayunan tangan. Ian melemah. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia mencoba untuk mendatangi Kei kembali. Fred yang sudah terlalu takut, melolong. Dia melolong untuk meminta bantuan. Kei sudah berada tepat di depan serigala Fred.
"Ggrrr..." Kei menggeram lagi. Kali ini dengan suara lebih keras. Fred sudah terpojok tidak bisa bergerak.
"K-kk-kei..." panggil Ian. Dia tampak sangat lemah. Dia juga telah merubah dirinya menjadi manusia. Kei menoleh ke Ian. Tiba-tiba ekspresi Kei melunak. Tidak seseram yang awalnya sangat marah sekarang tampak terkejut. Kei mengenali siapa yang terbaring lemah. Kei mendatanginya. Ia melihat Ian tidak bergerak lagi. Entah kenapa Kei merasa sedih. Kei segera membawa Ian pergi dari hutan dengan satu tangan. Kei masih dalam tubuh monster itu tapi sekarang monster itu sudah menjadi Kei sebenarnya. Kei menurunkan Ian di atas rumput. Kei menggoyang-goyamg tubuh Ian dengan kepalanya. Tapi Ian tidak bergerak. Kei memegang kepalanya. Kepalanya terasa sakit. Monster itu ingin mengambil alih dirinya. Tapi Kei tidak mengijinkan. Kei dan monster itu saling ingin mengambil alih. Tiba-tiba.. terdengar erangan Kei. Kei mengerang kesakitan. Tubuh monster Kei berdarah. Kei terhuyung jatuh dan mulai kehilangan kesadarannya. Cavril mendatangi tubuh Kei yang telah ditusuknya dengan pedang perak. Tubuh Kei perlahan menjadi manusia dan terbaring kaku.
Tiba-tiba beberapa pasukan serigala datang. Cavril melihat pasukan itu dan mengenalinya. Serigala yang paling depan merubah dirinya menjadi manusia.
"Yang mulia... " kata Cavril sambil bersujud.
"Dia berubah lagi." kata Ordovic datar. "Dimana Kakakku?"
"Sedang menuju kemari." jawab Cavril.
"Kei...!!!" pekik ayah Kei dan segera mendatangi tubuh Kei. "Apa dia baik-baik saja Cavril?"
"Kei pingsan alpha." sahut Cavril.
Berani sekali dia! Akulah raja di Lykort tapi dia tidak mau menganggapku alpha. Kurang ajar, gumam Ordovic. Dia marah Cavril tidak memanggil dan mengakuinya sebagai Alpha. Cavril mengakuinya sebagai raja tapi tidak dengan alpha. Cavril merupakan Beta yang kuat. Tidak ada beta yang sekuat Cavril. Tapi Cavril tidak ingin dipimpin oleh Ordovic. Dia lebih memilih melakukan perjanjian serigala pada kakakknya.
"Ayo kita bawa pulang mereka." kata ayah Ian. Cavril mengangguk dan mengangkat tubuh Kei dan beberapa pasukan Cavril, mengangkat tubuh Ian.
"Kakakku." panggil Ordovic. Ayah Kei menoleh.
"Apa lagi yang ingin kau perbuat Ordovic?! Apa kamu tidak puas dengan semua perbuatanmu?!"
"Lancang!!! Berani sekali kamu! Aku adalah raja disini dan alpha disini!! Anakmu telah melakukan kesalahan lagi kakakku."
"Dan itu semua karena anak-anakmu Ordovic!!" tuduh ayah Kei.
"Beraninya kau!!! Anakmu telah membunuh sepuluh orang. Aku sudah tidak bisa mentolerir lagi."
"Bagaimana bisa kamu menyalahkan Kei sementara anakmu yang jelas-jelas memulainya!!"
Ordovic tersenyum sinis. Ya! Kakakku. Rencanaku untuk mengusir kalian akan berhasil.
"Tapi Kei adalah monster, Dia monster!!!Aku sudah menuruti kitab pack Lykort dan memberikan kalian satu kesempatan dan karena kalian adalah keluargaku, tapi anakmu sudah tidak bisa dikontrol lagi. Jadi aku, Ordovic Cluston Laros, sebagai raja dan alpha di pack Moon Lykort, mengusir Oston Ludwig Laros berserta seluruh keluarganya dari pack Moon Lykort!!" kata Ordovic lantang.
"Tapi Ordovic, bagaimana kami bisa bertahan hidup diluar sana?! Kamu tahu musuh kita teramat banyak!!"
"Aku tidak perduli kakakku. Kau sudah ku usir jadi pergilah!! Aku tidak akan berbaik hati lagi padamu."
Ordovic berbalik dan pergi meninggalkan ayah Kei beserta Kei dan pasukan kecilnya. Ayah Kei menghela nafas panjang.
"Sepertinya kita memang harus pergi. Ayo kita bawa mereka pulang."
****
"Tania......!!!" panggilan seseorang membuat Tania berhenti dan menoleh. Anne teman baiknya sedang berlari mendatangi Tania. Tania tersenyum melihat sahabatnya.
"Aduh... Capek..." Anne yang habis berlari mulai kehabisan nafas.
"Istirahat dulu, bernafas pelan-pelan." saran Tania. Anne mengangguk menyetujui. "Lagian kenapa kamu lari-lari? Dan juga kamu baru datang, biasanya dari pagi sudah duduk diam dikelas."
"Aku... Aku..." Anne masih terbata.
"Sudah, sudah jangan bicara dulu. Atur saja nafasmu dengan baik." Tania tersenyum geli. "Mau minum?" Tania menyodorkan botol minumannya dan dengan segera Anne meneguk airnya.
"Waahhh segar. Makasih." Ann menyerahkan botol minuman kembali ke Tania.
"Aku kesiangan bangunnya." sahut Anne lagi.
"Apa? Kamu kesiangan? Kok bisa si nona selalu tepat waktu bisa kesiangan?" Tania merasa tidak percaya. Anne adalah orang paling tepat waktu yang pernah Tania temukan. Jangankan sekolah, janjian di cafe saja Anne akan tepat waktu.
"Habis kerjakan tugas. Rasanya tidak enak kalau tidak dikerjakan semua."
Tania geleng-geleng kepala. "Terlalu rajin kamu Anne."
"Kamu sendiri sudah kerjakan belum? Tugas matematika kita kan banyak dan besok harus selesai." sahut Anne.
"Eh? Besok? God, aku belum kerjakan!! Bagaimana ini....!!" Tania mengacak-ngacak rambutnya. "Anne... Aku boleh--"
"Tidak." potong Anne.
"Anne... Tolonglah..." bujuk Tania.
"NO! Weekk..." Anne menjulurkan lidahnya pada Tania kemudian berlari kecil menuju kelas mereka.
"Anne.....!!!"
Bel istirahat berbunyi. Dengan segera Tania membereskan bukunya yang berserakan di atas meja.
"Tan, kita ke kantin yuk." ajak Casey.
"Maaf Casey, aku tidak bisa. Aku harus keruang guru. Istirahat ke dua saja ya.... " kata Tania sambil berlalu.
"Eh tunggu dulu...!! Mau apa kamu ke ruang guru??? " tanya Casey setengah berteriak. Tania tidak bisa menjawabnya karena sudah hilang dari pandangan Casey.
Tania mengetuk pintu kantor.
"Masuk..." sahut salah satu guru. Tania masuk ke dalam ruang guru dan berjalan menuju ibu Jenny Sims, guru seni lukisnya.
"Ada apa Tania?" tanya ibu Sims.
"Itu bu... Saya minta diikutkan dalam penyambutan tuan Rodolf Martin." kata Tania. Ibu Sims mengerutkan keningnya.
"Ibu sudah bilang, ibu tidak bisa Tania. Ibu menyukai lukisanmu, kamu sangat berbakat. Tapi ibu tidak bisa mengajakmu dalam penyambutan ibu. Ibu janji nanti akan ibu promosikan lukisanmu. " kata ibu Sims.
"Tapi saya ingin bertemu dengan tuan Martin sendiri bu... Boleh ya?" bujuk Tania.
"Tidak boleh! Kamu itu anak yang ceroboh. Bagaimana jika seperi kejadian enam bulan lalu? Ibu akan jadi bulan-bulanan kepala sekolah dan kamu bisa di keluarkan." tegas ibu Sims.
"Tapi seandainya saya bisa ikut, saya mau mengajak kakak saya, Andy."
"Kakakmu? Apa dia bisa datang?" kata ibu Sims mulai bersemangat.
Tania tersenyum senang.
"Gottcha"
Yup! Tania menggunakan nama kakaknya untuk membujuk ibu Sims. Itulah rencananya. Ibu Sims sangat menyukai kakak kedua Tania, Andy. Tania mempunyai tiga kakak laki-laki. Yang pertama Eddy. Eddy sedang bekerja di luar negeri tetapi setiap setahun sekali Eddy pasti pulang menjenguk adik perempuan satu-satunya. Orang tua mereka telah meninggal jadi Tania di asuh dan di jaga oleh ketiga kakaknya. Sampai kakak yang pertama kerja di luar negeri dan kakak ke tiga Ryan, sedang kuliah di luar kota. Ryan akan pulang dua atau tiga bulan sekali. Jadi Tania dirumah tinggal bersama kakak yang ke dua bernama Andy. Sudah jadi rahasia umum ibu Sims menyukai Andy. Ibu Sims juga merupakan wali kelas Tania. Jadi jika ada pertemuan antara orang tua dan wali kelas, ibu Sims akan mengenakan pakaian sexynya dan berbicara genit pada Andy. Bahkan ibu Sims akan menggunakan make up yang luar biasa tebal. Tania dan Anne dan juga Casey selalu menatap tidak percaya pada gurunya yang satu ini. Tapi tentu saja Andy tidak terlalu memusingkan. Karena Andy sudah bertunangan dengan kekasihnya, Elena.
"Boleh ya bu..." bujuk Tania.
"Kamu ini." ibu Sims memukul Tania pelan dengan penggaris yang di pegangnya. "Kamu jangan menggoda ibu. Ibu tidak terpengaruh sama sekali dengan rayuanmu. Sudah sana, kamu kembali istirahat. Jam istirahat sudah hampir habis." ibu Sims tersenyum geli melihat Tania cemberut.
"Ayo sana." ibu Sims mendorong pelan punggung Tania. Tania semakin kesal dan cemberut. "Pokoknya ibu janji akan promosikan lukisanmu. Kamu tenang saja."
Tania berjalan lemas ke arah kantin. Dia mencari-cari kedua sahabatnya.
"Tania...!! Disini!!" Anne memanggil. Tania melambaikan tangannya dan berjalan menuju sahabatnya.
Bukk!!
Tania tidak sengaja menabrak seseorang. Orang itu menoleh.
"Eh? Maaf, aku tidak sengaja tadi." kata Tania.
Tania langsung berjalan lagi menuju temannya setelah minta maaf. Orang yang di tabrak Tania masih diam di tempatnya. Hanya memperhatikan Tania yang berjalan menjauh.
"Mark! Kenapa masih diam? Ayo." ajak temannya.
Mark mengangguk dan berjalan kembali tapi sesekali melihat ke belakang.
****
"Bagaimana? Apa sudah siap semua sayang?" kata ayah Kei.
"Sudah. Tapi sayang, kenapa harus malam ini juga? Lagipula kita masih tidak tahu kita akan kemana? Kei juga masih belum sadar." kata ibu Kei tampak khawatir.
"Harus malam ini sayang, aku takut akan terjadi hal-hal yang lain lagi. Aku sudah menemukan tempat untuk kita. Ayo segera kita pergi. Aku minta Cavril dan Rowen mengangkat Kei dan Ian."
Ayah Kei berjalan menuju keluar rumah untuk menemui Cavril. Ibu Kei hanya mengehela nafas. Dia begitu khawatir.
"Ibu..." panggil Aira, adik Kei. Aira terbangun dari tidurnya. Dia menguap dan mengucek matanya. Bola mata Aira berwarna hazel yang cantik, sama dengan ayahnya.
"Aira sayang, kenapa sudah bangun? Ayo tidur lagi." ibunya merebahkan tubuh Aira dan menyelimutinya.
"Ibu, apa kita akan pergi liburan?" tanya Aira.
"Tidak, kita akan pindah." kata ibunya lembut.
"Pindah? Tapi kemana? Aku tidak ingin pindah ibu. Nanti teman-temanku bagaimana?"
"Nanti di tempat yang baru, kamu bisa cari teman yang baru."
"Tidak mau!! Aku tidak mau cari teman yang baru! Aku mau teman lamaku!!" Aira mulai terisak. "Ibu... Jangan pindah ya? tinggal disini saja."
"Tidak bisa Aira, ibu minta maaf." sahut ibunya lirih.
"Aki benci ibu dan ayah!!" Aira langsung menutup wajahnya dengan selimut yang dia kenakan. Ibunya hanya bisa menghela nafas.
"Sayang, ayo kita berangkat. Semua sudah siap. Aku akan mengangkat Aira."
*******
...Tadariez...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments