Berita mengejutkan

Kei POV

Aku berjalan pulang bersama Ian. Dari jauh aku melihat si gadis gorila itu bersama temannya. Dia hanya melihatku sekilas lalu membuang wajahnya. Hah! Aku tahu dia marah. Terlihat jelas dari raut wajahnya. Sepertinya aku benar-benar keterlaluan kemarin.

Ahh apa perduliku? Biasanya aku tidak pernah memikirkan hal itu. Kenapa hanya karena gadis gorila itu aku jadi memikirkannya? Aku mulai aneh. Mungkin pengaruh lingkungan dan karena aku baru saja pindah ke sini. Iya, aku yakin itu.

Tiba-tiba aku melihat Ian mengacak rambutnya sendiri dengan kasar. Ada apa lagi dengan serigala satu ini?.Aku mengerutkan kening karena bingung. Sadar aku memperhatikan keanehannya dia langsung berdehem dan merapikan rambutnya yang berantakan. Ian lalu kembali berjalan seperti tidak terjadi apa-apa.

Dasar serigala aneh. Tadi gorila gila sekarang serigala aneh. Hari ini penuh dengan orang-orang yang aneh.

****

Sebuah ketukan pintu terdengar cukup keras dan ber irama.

"Masuk." suara berat dari dalam ruangan menyuruh si pengetuk masuk.

"Alpha." lelaki yang baru masuk membungkuk sedikit pada orang yang duduk di hadapannya.

"Sudah ada kabar Hutch?" tanya Ordovic.

"Sudah tuan. Seperti yang kita perkirakan. Mereka pergi ke pack Moon Roykolt." kata orang di depannya.

Sebuah senyuman kemenangan tersungging di bibir Ordovic.

"Bagus sekali. Kau memuluskan rencanaku kakak."

Ordovic tertawa keras. Dia sudah tidak tahan lagi untuk tertawa keras agar memuaskan hatinya.

"Lakukan seperti rencana Hutch. Tak kusangka akan semudah ini."

****

Di sebuah ruang pertemuan di pack Moon Roykolt, semua orang penting sudah berkumpul di satu meja kayu panjang berbentuk oval. Ayah Kei dan Cavril juga berada disana. Sang alpha Moon Roykolt, Sebastian, memimpin pertemuan itu.

"Yang terpenting adalah kita harus mencari cara mengendalikan kutukan itu agar tidak membahayakan manusia disini." kata Sebastian.

"Benar. Sebentar lagi Kei berusia tujuh belas tahun dan saat dia menginjak tujuh belas tahun, monster itu akan sangat sulit untuk dikendalikan. Monster itu akan memaksa Kei untuk berubah meskipun Kei menolak. Kei tidak sekuat ayahku dulu. Ayahku mampu mengendalikan monster itu." kata ayah Kei. Dia semakin khawatir dengan Kei.

"Panggil sejarawan kita." perintah Sebastian. Penjaga pintu pertemuan mengangguk dan segera pergi memanggil yang di maksud.

"Apa Kei mengetahui hal ini?" tanya Sebastian pada ayah Kei.

"Tidak, dia belum tahu. Aku menunggu hasil pertemuan ini terlebih dahulu."

Sebastian mengangguk. "Ya, itu lebih baik. Adikku pasti sangat terpukul karena kejadian ini. Setelah kehilangan Dylan, dia akan menghadapi anaknya dikuasai monster itu. Kami semua mengira monster itu ikut mati setelah ayahmu mati, Oston. Ternyata perkiraan kami salah." kata Sebastian. Matanya tertunduk memandangi kedua tangannya yang di letakkan di atas meja.

"Aku juga berpikiran seperti itu." ayah Kei yang paling terpukul dengan kejadian ini. Karena anaknya mewarisi kutukan yang tidak bisa dia kendalikan dan lebih parah, bukan dia yang melakukan kesalahan yang mengakibatkan kutukan itu terjadi.

"Alpha, bagaimana jika kita meminta bantuan pada penyihir?" saran George, Beta di pack Moon Roykolt.

"Aku juga sudah berpikiran seperti itu. Tapi pada siapa kita meminta bantuan?" tanya Sebastian.

"Bagaiamana dengan Elder? Atau yang terpilih? Kita telah membantu yang terpilih beberapa waktu lalu dan di anugerahi pack kehormatan. Saya yakin jika kita meminta tolong, mereka akan membantu." saran George.

Sebastian tidak menjawab. Dia tampak sedang berpikir. Tak lama pintu ruangan itu terbuka. Munculah penjaga tadi bersama satu orang yang terlihat cukup tua. Semua rambutnya putih dan tipis. Penuh kerutan di wajah dan tangannya. Tetapi orang itu masih cukup kuat berjalan. Orang itu membungkuk pada Alpha. Sebastian menyuruh orang itu duduk di kursi yang sudah disediakan. Dengan tertatih, orang itu duduk. Semua mata tertuju padanya.

"Hector, apa kau mempunyai kabar baru tentang kutukan itu?" tanya Sebastian. Hector adalah sejarawan yang sangat handal. Dia mengetahui seluk beluk manusia serigala dan semua kutukan dan peraturan.

"Saya telah membaca buku kuno di kuil persembahan Moon Goddess." kata Hector. Semua orang terkejut.

"Kuil Moon Goddess? Bukannya itu kuil terlarang? Hanya orang tertentu yang bisa memasuki kuil itu." kata George.

"Itu benar beta. Tapi saya bisa membaca buku itu. Bukan tanpa kesulitan tentu." sahut Hector.

"Baiklah, apa yang kamu dapat disana?" tanya Sebastian. Dia ingin mengetahui bagaimana cara si tua Hector masuk ke dalam kuil itu. Tapi itu bisa menunggu. Yang terpenting apa yang didapat oleh Hector setelah membaca buku kuno itu.

"Sebuah jawaban yang mengejutkan." jawabnya. Hector tersenyum senang.

"Apa itu?" tanya ayah Kei.

"Oh ayolah, berhenti membuat kami penasaran!" kata George mulai kesal karena dari tadi Hector hanya menjawab setengah-setengah.

"Baiklah, tenang dulu." kata Hector menghentikan senyumannya. "Mate, itu jawabannya."

"Mate?" kata semua orang disana serempak.

"Hanya Mate yang bisa menghentikan monster itu." kata Hector lagi.

"Matenya Kei? Tapi Kei belum berusia tujuh belas tahun." kata George bingung.

"Kei akan berusia tujuh belas tahun dalam sebulan." kata Cavril yang akhirnya bicara.

"Itu benar. Tapi bagaimana dan di mana kita mencari mate Kei sementara yang mengetahui siapa mate Kei hanya Kei saja?" kata George.

"Akan aku bicarakan dengan Kei." sahut ayah Kei akhirnya.

Sebastian mengangguk. "Baiklah, itu bagus. Lalu apa kamu tahu kenapa mate Kei yang bisa mengendalikan monster itu?"

"Mate yang sudah di takdirkan untuk Kei mempunyai setengah dari kekuatan Moon Goddess, yang akan membuat monster itu lemah." jelas Hector.

"Lalu bagaimana cara menghilangkan kutukan itu? Apa di buku kuno menyebutkan hal itu?" tanya Sebastian.

"Tentu saja alpha. Buku itu menyebutkan secara detail." sahut Hector. Kali ini raut wajahnya penuh kekhawatiran. Dia menarik nafas dalam-dalam. "Mate itu harus mati. Tapi harus Kei sendiri yang membunuhnya."

Semua orang di ruangan itu terkejut.

"Kenapa harus begitu?" tanya ayah Kei.

"Karena saat mate itu mati, kekuatan Moon Goddess akan keluar. Jika bukan Kei yang membunuhnya, kekuatan itu hanya akan kembali pada Moon Goddess tapi jika Kei yang membunuhnya kekuatan itu masuk kedalam tubuh monster Kei dan mengendalikan mosnter itu sebelum kembali ke Moon Goddess." jelas Hector.

Semua orang saling pandang tidak percaya. Membunuh mate sendiri seperti membunuh diri sendiri. Bahkan jika mate mati tanpa dibunuh pun serasa sangat menyakitkan bagi seorang manusia serigala. Apalagi membunuh mate itu dengan tangan sendiri.

"Ini benar-benar kacau."

****

Keesokan harinya, Tania masih meringkuk di atas kasurnya. Tidak ada tanda-tanda akan segera bangun.

"Tania...!! Ayo cepat bangun. Kamu akan terlambat." panggil Andy, kakak kedua Tania.

Hening. Tidak ada jawaban dari Tania. Andy meletakkan kopinya kembali di atas meja dan bangkit menuju kamar adik perempuan satu-satunya. Andy mengetuk pintu kamar Tania dan memanggilnya lagi.

"Tania... Bangunlah.." bujuk Andy. Tapi sia-sia. Sang adik tetal tidak bangun.

Andy masuk ke dalam kamar Tania dan menemukan adiknya masih terlelap tidur dengan seluruh tubuhnya ditutup selimut. Tapi Andy tahu ada Tania di balik selimut itu karena Andy melihat pergerakan Tania sedikit. Andy mendatangi Tania dan membuka selimut di bagian atas. Andy terkejut, karena dia menemukan kaki, bukan kepala Tania.

"Kaki?" katanya bingung. Andy menggelengkan kepalanya dan membuka selimut di bagian bawahnya. Andy akhirnya menemukan kepala Tania. Andy mengelus lembut rambut Tania.

"Tania, kamu harus bangun sekarang." kata Andy sambil mengelus rambut Tania yang acak-acakkan.

"Sepuluh menit lagi ya kak?" sahut Tania malas.

"Tidak bisa Tania."

"Lima menit lagi kalau begitu."

"Tidak bisa juga. Kamu sudah terlambat. Jika tidak segera bangun penjaga sekolah akan menutup pagar sekolahmu dalam..." Andy melihat jam tangannya. "... Lima menit."

Seketika Tania bangun dan duduk. Dia mengusap matanya yang masih mengantuk. Dia melihat jam di dinding tepat didepannya. Jam 07.30. Yup! Dia terlambat. Oh tidak!

Tania langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.

"Kakak tunggu di bawah ya, bergerak cepat." Andy turun ke bawah sambil tersenyum melihat kelakuan adiknya.

Dalam kurang dari lima menit Tania sudah mengenakan seragam dan siap berangkat. Tania hanya mengenakan pelembab wajah tanpa memberikan bedak di atasnya. Rambutnya yang selalu di ikat ke atas kini dibiarkan tergerai karena dia sudah tidak punya waktu untuk mengikatnya lagi. Tania menyambar tasnya yang menggantung dikursi belajarnya dan langsung turun ke bawah.

Tania melihat kakaknya sedang asik minum kopi sambil membaca kertas pekerjaannya yang sudah berserakan di atas meja. Andy adalah seorang pengacara handal. Dia bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhannya dan adik perempuan satu-satunya.

"Kak tolong antar Tania ya? Tania sudah telat..." pinta Tania. Tania biasanya hanya berjalan kaki ke sekolah karena jarak antara sekolah dan rumahya tidak terlalu jauh. Hanya berjalan selama sepuluh menit. Andy mengangguk.

"Tentu, akan aku antar. Tapi kamu harus sarapan dulu." sahut Andy.

"Tidak bisa, Tania sudah telat. Ayo kita pergi." bujuk Tania.

"Masih ada waktu Tania. Makanlah dulu."

"Kakak! Tolonglah... Ini sudah jam--" Tania terdiam seketika. Dia melihat jam tangannya. Masih jam 07.05

Apa jam tangan ini mati? Sepertinya aku yakin melihat sudah jam 07.30

Tania melihat kakaknya yang menutup rapat mulutnya, menahan untuk tidak tertawa.

"Kak Andy...!!!" pekik Tania. Tania cemberut pada kakaknya. Andy yang sudah tidak bisa menahan lagi langsung terawa terbahak.

"Tidak lucu." kata Tania dengan masih cemberut di wajahnya. Tania melipat kedua tangannya di depan dada dan duduk dengan kesal.

"Lucu sekali... " kata Andy yang masih tertawa.

"Tidak lucu!!" protes Tania.

"Iya, iya tidak lucu." kata Andy. Dia sudah mengurangi tawanya dan mencoba menenangkan dirinya agar tidak tertawa lagi. Tania masih cemberut karena kesal kakaknya mengerjainya.

"Maafin kakak ya Tania. Habisnya kamu susah di bangunin. Jadi terpaksa kakak buat jam dinding kamu jadi lebih cepat tiga puluh menit." Andy masih sesekali tertawa. "Ya sudah, karena tidak terlambat, ayo di makan sarapannya. Kakak sudah buat sandwich kesukaanmu."

"Tidak mau! Kakak menyebalkan!" Tania masih kesal pada kakaknya.

"Jangan lama-lama ngambeknya. Nanti adik kakak yang satu ini tidak cantik lagi."

"Memang tidak cantik."

"Eh kata siapa? Adik kakak yang satu ini adik yang paling cantik."

"Tentu saja aku adik kakak yang paling cantik, aku kan adik perempuan satu-satunya. Tidak mungkin ganteng. Tidak pengaruh! Aku tetap ngambek." Tania masih mempertahankan wajah cemberutnya. Andy tertawa geli lalu berdiri dari tempat duduknya.

"Aargghh... Sakit..."

Andy mencubit kedua pipi Tania.

"Iya, iya. Kakak minta maaf. Tidak akan kakak ulangi lagi. Tapi lain kali jika di bangunin segera bangun. Jangan tunda-tunda. Kamu mengerti?"

Tania menghela nafas kasar. "Iya." katanya akhirnya.

"Anak pintar." Andy mengelus kepala adiknya lalu duduk kembali.

"Kakak ada sidang hari ini?" tanya Tania. Dia mengambil sandwich buatan kakaknya dan menggigitnya.

"Mmm... Nanti jam sembilan." jawab Andy. "Tania, apa kamu perlu sesuatu?"

"Tidak, tidak ada. Eh ada kak! Belikan Tania sepatu ya.. Sepatu Tania sudah bolong." pinta Tania.

"Iya, sepulang kerja aku belikan." kata Andy. Tania bersorak gembira. Andy selalu senang membelikan adiknya itu sesuatu, apapun itu. Sedari kecil Tania tidak akan minta di belikan sesuatu jika dia tidak sedang sangat membutuhkan. Tania hanya akan meminta jika mendesak atau benar-benar membutuhkannya.

"Apa hanya itu saja?" tanya Andy. Tania berpikir sejenak kemudian menggeleng.

"Hanya itu."

"Bedak atau lipgloss? Biar nanti kakak minta sama Elena untuk membelikannya."

"Tidak usah kak. Aku kan tidak pernah menggunakan semua itu. Hanya pelembab wajah cukup dan itu baru Elena belikan minggu lalu."

"Kenapa kamu tidak memakainya? Casey dan Anne memakainya." Andy heran melihat adiknya yang tidak suka memakai make up meskipun tipis.

"Tania tidak suka. Tidak nyaman menggunakan semua itu. Rasanya wajah Tania di tempelin semen satu ton. Ihhhh tidak mau." Tania bergidik. Andy tertawa geli.

"Itu kan karena kamu belum terbiasa. Saat sudah terbiasa akan baik-baik saja."

"Iya tapi kan dari tidak terbiasa menjadi terbiasa itu butuh proses dan proses itu lama dan tidak menyenangkan." protes Tania.

"Kamu ini, kalau sudah memutuskan sesuatu, susah dibujuk. Ya sudah ayo kita pergi sekolah. Apa kamu sudah selesai makan?"

Tania mengangguk. "Ayo kak."

Tania menyeruput susu sebelum akhirnya keluar rumah di ikuti oleh andy.

*****

...tadariez...

Terpopuler

Comments

Dwi Sulistyaningsih

Dwi Sulistyaningsih

ngakak semen satu ton

2023-03-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Mantan Pangeran
2 Just info
3 Bab 2 : Tania Reynolds
4 Bab 3 : Tragedi Yang Lalu
5 Monster Itu lagi
6 Murid baru
7 Beruang kutub vs gorila
8 Berita mengejutkan
9 Mark Chamberlin.
10 I'm not a Rogue
11 Batu besar
12 Luka yang terlalu cepat sembuh
13 Latihan dadakan
14 Tumpangan Serigala
15 Bahkan alpha tua bangka pun tahu!
16 Blessed my eyes!
17 Awakward Moment
18 Hybrid
19 Para penyihir
20 Latihan
21 Ciuman Kening Pertama
22 Bian si usil
23 Penyerangan
24 Still Worried
25 Dia mirip kakakku yang telah mati
26 Penyerangan
27 Fred dan Cayden
28 Penculikan
29 Pengorbanan
30 One fine day
31 Introducing Zachary Payne
32 Zach si serigala baru
33 Dia adalah Alpha
34 Kamu Manusia Serigala!
35 Aku Akan Mengajaknya.
36 Orichant
37 Penyihir dan penjaga supranatural
38 Kedatangan Kei
39 Pesta Valentine yang Kacau
40 Dia bukan Mate-ku!
41 Livia dan Lily
42 Beta Keturunan Murni
43 Apa kamu sebenarnya?
44 Sang Pengkhianat
45 Aku Harus Menyelamatkannya
46 Kedatangan Bian
47 Penyelamatan
48 Pack Moon Bykort
49 Penyelamatan
50 Kepindahan
51 Mate kedua?
52 Ketahuan
53 Aku adalah rajamu, alphamu
54 Kutukan Banshee?
55 Kotak pandora
56 Para Vampir
57 Aku bukan mate-nya
58 Ryan dan Nathan
59 Gadis baru
60 Racun Kristal
61 Keluarga Cigeira
62 Sumpah Setia
63 Goodbye Nathan
64 Pemakaman Nathan
65 Serigala Gila
66 Kamu Pantas Menjadi Beta
67 West Virginia
68 Disprea
69 Mengikuti Kei
70 Aku adalah malaikat mautmu
71 Layath
72 Mengurung Zigor
73 Kastil Darkness
74 Hybrid
75 Pergi sendirian
76 Menculik Tania
77 Mencari Terlalu Jauh
78 Menyelamatkan Tania
79 Menyerang Bykort
80 Penyerangan ke Bykort
81 Wolfsbane
82 Pengambilalihan Lycan
83 Pertarungan Terakhir
84 Extra Bab
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Bab 1 : Mantan Pangeran
2
Just info
3
Bab 2 : Tania Reynolds
4
Bab 3 : Tragedi Yang Lalu
5
Monster Itu lagi
6
Murid baru
7
Beruang kutub vs gorila
8
Berita mengejutkan
9
Mark Chamberlin.
10
I'm not a Rogue
11
Batu besar
12
Luka yang terlalu cepat sembuh
13
Latihan dadakan
14
Tumpangan Serigala
15
Bahkan alpha tua bangka pun tahu!
16
Blessed my eyes!
17
Awakward Moment
18
Hybrid
19
Para penyihir
20
Latihan
21
Ciuman Kening Pertama
22
Bian si usil
23
Penyerangan
24
Still Worried
25
Dia mirip kakakku yang telah mati
26
Penyerangan
27
Fred dan Cayden
28
Penculikan
29
Pengorbanan
30
One fine day
31
Introducing Zachary Payne
32
Zach si serigala baru
33
Dia adalah Alpha
34
Kamu Manusia Serigala!
35
Aku Akan Mengajaknya.
36
Orichant
37
Penyihir dan penjaga supranatural
38
Kedatangan Kei
39
Pesta Valentine yang Kacau
40
Dia bukan Mate-ku!
41
Livia dan Lily
42
Beta Keturunan Murni
43
Apa kamu sebenarnya?
44
Sang Pengkhianat
45
Aku Harus Menyelamatkannya
46
Kedatangan Bian
47
Penyelamatan
48
Pack Moon Bykort
49
Penyelamatan
50
Kepindahan
51
Mate kedua?
52
Ketahuan
53
Aku adalah rajamu, alphamu
54
Kutukan Banshee?
55
Kotak pandora
56
Para Vampir
57
Aku bukan mate-nya
58
Ryan dan Nathan
59
Gadis baru
60
Racun Kristal
61
Keluarga Cigeira
62
Sumpah Setia
63
Goodbye Nathan
64
Pemakaman Nathan
65
Serigala Gila
66
Kamu Pantas Menjadi Beta
67
West Virginia
68
Disprea
69
Mengikuti Kei
70
Aku adalah malaikat mautmu
71
Layath
72
Mengurung Zigor
73
Kastil Darkness
74
Hybrid
75
Pergi sendirian
76
Menculik Tania
77
Mencari Terlalu Jauh
78
Menyelamatkan Tania
79
Menyerang Bykort
80
Penyerangan ke Bykort
81
Wolfsbane
82
Pengambilalihan Lycan
83
Pertarungan Terakhir
84
Extra Bab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!