Bram keluar dari kamar setelah rapi berpakaian. Saat melewati ruang tengah, ia tidak sengaja melihat Rania keluar dari kamarnya. Bram menatap sejenak ke arah Rania, pria itu terlihat mengeraskan rahangnya. Entah kenapa penampilan Rania semakin menarik di mata.
"Taun," sapa Felix yang telah setia menunggu dibawa.
Bram mengangguk pelan lalu berjalan menuju pintu keluar. Felix pun langsung mengekor dari belakang. Saat sampai di luar rumah, Bram melihat mobil Tuan Pras baru saja memasuki halaman rumahnya.
"Papah!" gumam Bram. Ia langsung berjalan mendekat ke mobil sang papa.
"Sudah mau berangkat kerja?" tanya Tuan Pras ketika keluar dari mobil.
"Iyah, Pah. Ada apa, kenapa Papa kesini pagi-pagi sekali?" sahut Bram.
"Mau gimana lagi, punya anak udah besar tapi nggak peduli sama orang tuanya," omel Nyonya Anggita yang baru keluar dari mobil.
"Mamah," ucap Bram. Pria itu tersenyum dan langsung bergegas menyambut sang mama. Dua bulan penuh tidak bertemu sang mama, Bram merasa rindu dan ingin segera memeluk.
"Aaa, aww sakit, Mah." keluh Bram karena telinganya ditarik tiba-tiba oleh sang mama.
"Biarin, biar putus sekali. Dasar anak nakal, berani-beraninya kau menikah diam-diam tanpa memberitahu mama! Apa kau tidak menganggap aku ini ibu lagi, hah?" ucap Nyonya Anggita sambil merapat kedua rahangnya. Wanita paruh baya itu seperti sedang menumpahkan segala kekesalannya.
Saat Bram dan Rania menikah, Nyonya Anggita sedang berada di luar kota mengurus ibundanya yang sedang sakit. Nyonya Anggita tidak tahu bahwa Bram telah menikah beberapa hari yang lalu. Baik anaknya Bram maupun suaminya Pras, tidak ada satupun diantara mereka yang memberitahukannya. Suaminya baru menceritakan semuanya setelah ia tiba dari luar kota kemarin sore.
"Jangan salahkan aku, Mah. Salahkan saja Papa, semua ini rencana Papa," Bram sambil menahan sakit.
"Kalian berdua sama saja, anak sama bapa sama-sama nggak ada akhlak, ambil keputusan seenak kalian saja."
"Lepasin, sakit Mah. Marahin aja Papah, aku nggak suka sama wanita itu, papa yang paksa aku menikah." timpa Bram membuat Tuan Pras melototkan kedua matanya.
"Tutup mulutmu atau mama putusin kupingmu sekalian,"
"Aaaww, Aaaw sakit, Mah. Iyah Mah diam, aku diam," ucap Bram sedikit berteriak karena sang mama semakin kerabs menarik kupingnya.
"Bagus, urusan kita belum selesai ya," ucap Nyonya Anggita dengan wajah tanpa dosa. Rupanya ia belum puas menjewer kuping anaknya.
Wajah Bram terlihat kesal, ia menggosok-gosok kupingnya yang terasa nyeri dan panas.
"Kakek mengundang semua keluarga untuk makan malam bersama di rumahnya. Ajak Rania kesana, papa harap kamu tidak melakukan kesalahan," ucap Taun Pras sambil menepuk pelan pundak Bram.
Bram tidak menjawab ataupun bertanya, ia paham betul apa maksud ucapan sang papa. Papanya ingin Bram terlihat mesra di hadapan keluarga besar agar Kakeknya atau yang dikenal sebagai Tuan Besar Nugroho percaya dan segera mengeluarkan surat wasiat.
Semua kejadian barusan tidak terlepas dari pandangan mata Rania, tadinya ia keluar untuk berangkat kerja tetapi siapa sangka ia mala melihat tontonan yang cukup menggelitik perutnya.
Rania berusaha keras menahan tawa ketika melihat Bram di jewer seperti anak kecil. Dalam hatinya, Rania terus menyemangati Nyonya Anggita agar mengeraskan jewerannya.
Rasakan kau pria sombong, tarik lagi tante, tarik yang kencang biar terlepas sekalian kupingnya. Begitulah kira-kira batin Rania saat melihat Bram di jewer tadi.
"Rania," panggil Nyonya Anggita membuat wajah bahagia Rania menghilang seketika. Rania takut Nyonya Anggita tidak menerima pernikahan mereka.
Wajah Bram langsung memerah mendengar nama Rania disebut, bukan karena ia sedang jatuh cinta, tetapi karena ia merasa malu.
Jangan-jangan wanita itu melihat semuanya. Bram mengusap wajahnya kasar, mau ditaro dimana mukanya jika Rania benar-benar melihat semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
C2nunik987
ayo Rania bikin Bram jatuh cinta sejatuh jatuhnya kepadamu 😡😡😡
2025-02-12
0
Yunerty Blessa
padan muka kau Bram... jadi tontonan gratis buat Rania
2024-02-17
0
Intan Rohmah
kocak aih ih hahaha
2024-02-08
0