BAB5. Titah Yang Mulia Raja.

"Nona! Tuan Bram meminta Anda menyelesaikan semua pekerjaan ini," ucap Felix sambil menyerahkan berkas di tangannya.

"Baik," sahut Rania. Gadis itu tidak menunjukan ekspresi takut atau marah seperti yang Felix bayangkan.

"Nona, apa Anda bisa mengerjakannya?" tanya Felix memastikan.

"Bisa atau tidak bisa, bukankah titah dari yang mulia raja harus tetap aku kerjakan?" ucap Rania.

Felix terdiam, apa yang dikatakan Rania itu benar adanya. Gadis itu tidak punya pilihan selain menjalankan perintah Bram."Silahkan dikerjakan," ucap Felix lalu kembali ke ruangannya.

Rania mulai membuka setumpuk berkas diatas meja kerjanya, gadis itu memperhatikan sejenak isi dalam berkas lalu mulai mengerjakannya. 

Hampir dua jam berkutat dengan berkas-berkas itu, akhirnya Rania berhasil menyelesaikan semuanya dengan baik.

Rania bangkit berdiri, ia tersenyum penuh makna ketika muncul sebuah ide di benaknya. 

Kita lihat saja nanti gimana responmu Tuan Sombong.  Dengan ekspresi penuh kemenangan, Rania melepas satu kancing kemejanya membiarkan belahan dadanya sedikit terekspos. Roknya sengaja ia naikkan ketas membuat paha mulusnya terlihat jelas. Rambutnya yang sejak tadi terkuncir rapi pun ia lepas, membiarkan tergerai indah.

Tak lupa menyemprotkan parfum disisi kiri dan kanannya sebelum akhirnya melangkah menuju pintu ruangan Bram.

Tok, tok, tok. Gadis itu mengetuk pintu dengan sangat elegan.

"Masuk," ucap suara dari dalam.

Setelah mendapatkan izin, Rania memutar handle pintu dan melangkah masuk.

Bram yang sementara fokus pada kerja pun merasa terganggu dengan suara heels yang melangkah masuk ke ruangannya, pria itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara. Tatapannya terhenti ketika melihat sepasang kaki mulus yang terbalut indah dengan sebuah heels berwarna hitam sedang berdiri didepan meja kerjanya.

Bram mengarahkan matanya mengikuti kaki jenjang itu, jakun pria itu terlihat naik turun saat melihat paha Rania yang begitu mulus dan seksi. Dengan rasa penasarannya. Bram melanjutkan pandangannya, pria itu sedikit kaget saat melihat wanita seksi di depannya itu ternyata adalah Rania-istrinya.

"Untuk apa kau kesini?" tanya Bram. Pria itu berpura-pura kembali fokus pada pekerjaannya.

"Saya mau mengantarkan hasil kerja saya, Tuan," sahut Rania.

"Letakkan saja disitu,"

Rania menurut dan meletak berkas-berkas itu diatas meja kerja Bram.

"Tuan, jika tidak ada la ...." ucap Rania terhenti oleh isyarat tangan dari Bram. Pria itu meminta Rania segera keluar dari ruanganya.

Dasar pria sombong. ucap Rania. Gadis itu berjalan keluar dengan wajah kesal.

Setelah kepergian Rania, Bram menghentikan aktivitasnya. pria itu tampak berpikir keras, entah kenapa ia merasa gerah melihat penampilan Rania barusan, yang membuat Bram lebih merasa tidak percaya lagi adalah  Mr.P nya yang selama ini tertidur tenang sedikit berkedut saat matanya melewati area paha dan dada Rania.

Tidak ingin larut dalam sesuatu yang ia sendiri tahu tidak mungkin terjadi, Bram mengambil beskar kerja yang bawa Rania tadi dan mulai memeriksanya.

Bram mengeras rahangnya saat membuka berkas tersebut, wajah pria itu terlihat sangat kesal. 

"Felix ke ruanganku sekarang," ucap Bram. Pria itu meletakan telepon kabel dengan sangat kasar.

"Sudah kuduga, wanita itu hanya akan mengacau. Apa-apaan papa memasukan wanita bodoh seperti itu ke perusahaan ini," Bram benar-benar kesal saat membaca sepenggal kalimat di halaman pertama map itu. 

Biasakan tersenyum sebelum melakukan sesuatu, sadar wajahmu semakin tua dan keriput, rambutmu juga mulai keluar uban yang banyak.  

Bram merasa, Rania tidak sanggup mengerjakan tugas yang ia berikan sehingga gadis itu mengatainya.

"Usir wanita itu keluar dari kantor ini sekarang juga!" ucap Bram tegas. Ia benar-benar tidak terima penghinaan Rania.

"Apa yang terjadi, Tua?" tanya Felix.

"Kau lihat ini! Wanita itu hanya mau mengacau disini," Bram melempar map itu sedikit kasar membuat semua kertas berserakan diatas meja.

"Tuan, apa Anda sudah memeriksa semua isi berkasnya?" tanya Felix lagi. Pria itu mengambil salah kertas yang berserakan diatas meja.

"Tidak perlu, dari awal pertama saja sudah ketahuan wanita itu tidak bisa apa-apa. Cepat usir dia sekarang," 

"Tuan sepertinya Anda perlu memeriksa lagi berkas-berkas ini, disini Nona Rania merincikan semuanya dengan baik, bahkan tulisanya juga sangat rapi"  Felix menyerahkan selembar kertas pada Bram.

Sial. umpat Bram. Tadinya ia pikir ini adalah momen yang tempat untuk mengusir Rania keluar dari kantornya. Tetapi siapa sangka gadis itu mengerjakan semua tugasnya dengan baik.

"Tuan, jadi usir Nona Rania sekarang?" tanya Felix.

"Tidak, nanti saja. Periksa lagi Berkas-berkas itu jangan sampai ada yang salah," ucap Bram. Pria kembali duduk di kursi kebesaran dengan seribu tanya. 

Apa pendidikan terakhir wanita itu? Kenapa dia bisa menyesaliakn kerjaanya dengan sangat muda?

.

Terpopuler

Comments

C2nunik987

C2nunik987

itu Mr p bangun loh Bram apa ga di periksa dulu barangkali Rania bisa sembuhkan jgn terlalu kaku ga baik 😂😂😂

2025-02-12

0

Mama Cantik

Mama Cantik

maka ny jgn menilai org dari cover ny bos ku🤣🤣🤣

2024-11-17

0

Hariyanti Katu

Hariyanti Katu

pawangx sdh datang😁

2024-09-04

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!