BAB7. Susah Ditebak.

"Kau sudah lihatkan apa yang baru saja terjadi? Pikirkan pakai akal sehatmu sebelum melanjutkan semua ini," ucap Bram sebelum melangkah masuk ke ruangannya.

Saat ini mereka telah kembali kantor.

Rania terdiam, gadis itu hanya menatap Bram yang mulai tak terlihat. Apa maksud ucapan Bram? Rania berusaha keras memikirkan semuanya. Apa mungkin yang dimaksud penyakit impotennya?

Sore hari. Saat jam pulang kerja tiba, Rania berkemas untuk pulang. Ketika gadis itu berdiri, ia merasakan perih yang sangat luar biasa di bagian perutnya, dadanya juga terasa panas dan sesak sampai-sampai ia kesusahan melangkah.

Rania berpegangan pada ujung meja untuk menahan keseimbangan tubuh, gadis itu terus meringis kesakitan. Memang sajak tadi Rania sudah merasa sedikit pusing dan mual, tetapi ia mengabaikannya dan berusaha menyelesaikan pekerjaannya.

Disaat yang bersamaan, Bram dan Felix pun keluar dari ruang kerja.

"Nona Rania!" ucap Felix. Pria bergegas hendak menolong Rania namun Bram menghentikanya.

"Ada apa denganmu? Jangan berpura-pura disini, saya tidak punya waktu untuk melihat dramamu," ucap Bram dengan nada datar.

Kerana posisi Rania menunduk, Bram tidak melihat wajah gadis meringis menahan sakit, bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin dan air mata.

"Tuan, sepertinya Nona Rania benar-benar sedang kesakitan. Ijinkan saya membawanya ke rumah sakit, Tuan." ucap Felix. Pria itu kembali hendak menyentuh Rania. Namun, lagi-lagi Bram menahannya, bahkan Bram menepis sedikit kasar tangan Felix yang hampir saja menyentuh bahu Rania.

"Merepotkan saja," ucap Bram. Pria itu sigap menggendong Rania turun ke lantai bawa.

Didalam lift, Bram fokus menatap kedepan, sorot matanya sesekali melirik wajah Rania yang sedang menahan sakit. Bram bisa merasakan gadis sedang kesakitan yang sangat luar biasa.

"Cari rumah sakit terdekat, Felix," ucap Bram setelah mendudukan Rania didalam mobil.

Felix mengangguk dan mulai menjalankan mobil. Sementara Rania, gadis itu merasa sedikit kecewa ditengah rasa sakitnya. Tadinya ia pikir, Bram akan ikut mengantar ke rumah sakit. Namun, nyatanya pria itu hanya mengantarnya sampai di mobil saja tanpa berniat ikut masuk ke mobil.

Rania mengusap air matanya dengan kasar, bagaimana bisa menaklukkan Bram, jika disaat sakit seperti ini saja pria itu tampak tidak peduli.

Beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun tiba di sebuah rumah sakit yang letaknya tak jauh dari CN Group. Felix keluar dari mobil, pria itu berjalan menuju pintu belakang untuk membantu Rania turun.

Aksi Felix dihentikan oleh sebuah tangan yang tiba-tiba saja mencengkram bahunya.

"Biar saya saja," ucap seseorang yang mencengkram bahu Felix.

Siapa lagi seseorang tersebut kalau bukan Bram. Pria itu memang tidak satu mobil dengan Rania dan Felix, tetapi ia memakai mobil lain, bahkan menyetirnya sendiri.

"Taun!" Felix kaget tidak menyangka Bram akan menyusul.

"Menyingkirlah," ucap Bram membuat Felix tersadar dan langsung menjauh dari pintu mobil.

Nih orang orang benar-benar susah ditebak. batin Rania saat Bram kembali menggendongnya masuk ke rumah sakit.

Bram membawa Rania masuk ke ruang UGD, seorang perawat wanita langsung mengarahkannya ke brankar pasien. Perawat itu menutup gorden dan seorang dokter pria pun masuk dan hendak memeriksa kondisi Rania.

"Hentikan!" ucap Bram tegas. Pria itu mencegat pergelangan tangan Pak Dokter. Seketika suasana menjadi tegang, semua pandangan tertuju pada Bram, termasuk Rania yang sementara menahan sakit.

"Biar Suster yang memeriksanya!" timpa Bram. Nada bicaranya terdengar datar namun penuh penekanan.

Dokter pria itu mengalah dan membiarkan suster yang memeriksa area perut dan detak jantung Rania. Selesai memeriksa, suster  menanyakan beberapa hal pada Rania dan gadis itu mengatakan dirinya memiliki riwayat asam lambung.

Mendengar jawaban Rania, Bram kembali mengingat kejadian saat makan siang tadi. Mereka meninggalkan restoran tanpa memakan apapun.

Dasar wanita bodoh, kenapa dia juga ikut-ikutan tidak makan siang tadi.

Setelah memastikan Rania selesai diperiksa, pria itu keluar begitu saja meninggalkan Rania sendirian.

Terpopuler

Comments

C2nunik987

C2nunik987

bodoh gmn klo Rania mkn tanpa izinmy nanti disalahkan dia sopan km aja yg ga pekaaa😡😡

2025-02-12

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

tega nya hati mu Bram.... panggil lah untuk makan..

2024-02-17

0

Oi Min

Oi Min

aneh lu Bram......knp laki2 laen kagak boleh pegang Rania??

2024-02-15

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!