Bab 14
Seharian Queisha berada di dalam bak mandi, karena tubuhnya sangat lemah untuk kembali ke kamar.
Vigo, Daffa dan jhosua baru pulang dari bekerja.
Mereka makan malam bersama Seperti biasanya.
"Bagaimana dengan gadis itu? Apa dia mencoba untuk kabur lagi" ucap Vigo yang menyantap makanannya.
"Tidak tuan. Tapii" ucap kepala pelayan Laras mengantungkan ucapannya.
"Tapi apa" ucap Vigo membanting sendok dan garpu ke piringnya. Dia tak suka di buat penasaran.
"Tuan lihat saja sendiri"
"Apa sulit bagi mulutmu memberitahuku" bentak Vigo
Daffa bergegas masuk ke kamar Queisha, tanpa sepatah kata pun. Vigo, jhosua dan kepala pelayan Laras mengikutinya.
Daffa yang tidak melihat queisha di dalam kamar pun berucap "dimana dia"
"Di dalam kamar mandi tuan Daffa" ucap kepala pelayan Laras
Daffa langsung masuk ke kamar mandi yang tidak tertutup itu. Matanya terbelalak melihat queisha bermandikan darah di dalam bak itu, dan banyaknya darah dari jari-jarinya resyah yang menetes ke lantai.
"Queisha" ucapnya panik mendekati queisha
Vigo dan jhosua juga masuk ke kamar mandi.
"Ada apa dengannya" ucap jhosua
Queisha membukakan matanya. Dia tersenyum melihat Daffa di dekatnya dengan tatapan sayu.
"Kau bertahanlah" ucap daffa mengendong queisha dan membaringkannya di ranjang.
"Apa yang terjadi padanya". Bentak Daffa
"Nona berendam di bak mandi semenjak kalian berangkat bekerja tuan" ucap kepala pelayan Laras
"Benar-benar cari mati. Dia pasti sengaja untuk bunuh diri, supaya bisa terlepas dari hutang-hutangnya padaku" ucap Vigo keluar dari kamar itu.
"Cepat! Ganti bajunya" bentak Daffa
"Tapi tuan nona ini tidak mempunyai satu baju pun"
Daffa keluar dari kamar Queisha, dia mengambil salah satu kemeja di lemarinya. Lalu kembali lagi ke kamar Queisha.
"Pakaikan baju ini padanya. Dan ini, ajak beberapa pengawal ikut dengan mu beli semua pakaian yang dia butuhkan" ucap daffa memberikan kartu debitnya dan kemejanya kepada kepala pelayan Laras.
Kepala pelayan mengambilnya lalu berucap "baik tuan"
Daffa dan jhosua membalikkan tubuh mereka, sementara itu, kepala pelayan Laras mengantikan baju queisha.
"Tuan,saya sudah selesai Menganti baju nona, saya akan memanggil dokter Gian dan membawa makanan ke sini"
Daffa mengagguk "cepatlah" ucapnya.
"Kau sangat mengkhawatirkannya. Apa kau tertarik padanya" ucap jhosua
"Jangan bodoh kamu! Orang seperti kita tidak boleh jatuh cinta, itu akan menjadi senjata musuh untuk mengalahkan kita"
"Jika tidak, kenapa kau sangat peduli padanya"
"Sudah ku katakan, aku menganggapnya sebagai Diana. Melihat dia beberapa kali terluka selama di sini, mengingatkan ku pada Diana yang juga ke sakitan sebelum meninggal"
"Jika kau mempedulikan dia seperti ini, maka musuh-musuh akan mengincarnya bahkan bisa saja membunuhnya. Jika kau memang menganggapnya seperti Diana, sebaiknya jangan terlalu mempedulikannya"
Leon mengangguk "aku mengerti" ucapnya
DOORRRR
DOORRRR
Suara tembakan terdengar dimana-mana.
"Sepertinya ada penyerangan. Kau ke atas, susul Vigo serang mereka dari atas. Aku akan memimpin para penjaga di sini. Dan telpon pasukan utama untuk segara ke sini" ucap daffa di angguki oleh jhosua.
Daffa berlari keluar, dia melihat begitu banyak pasukan lawan, sementara para penjaga di mansion tidaklah sebanding.
"Damn! Jumlah mereka jauh lebih banyak. Aku harus segera turun tangan, kalau tidak penjagaan di sini akan habis"
Daffa ikut bertarung "bertahanlah, sebentar lagi pasukan utama akan ke sini" ucap daffa kepada kepala pengawal mansion.
***Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️
Dan jangan lupa baca juga karya author lainnya yang berjudul "COULD CEO IN LOVE" dan "BAD GIRL" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Aini Aziza
Lanjut dong kkk
2022-09-21
1