sementara itu, di ruang tamu mansion vigo. Vigo sedang meghajar Daffa dan Joshua.
BUGH
"menangkap seorang wanita saja kalian tidak bisa"
BUGH
"Padahal kondisi wanita itu sudah tertembak"
BUGH
BUGH
"aku mau kalian cari wanita itu sekarang. dan jika sampai besok wanita itu belum juga lenyap maka kalian berdua yang akan aku lenyapkan. kalian paham" ucap Vigo dengan emosi yang mendidih
"tunggu apa lagi. cepat cari wanita itu apa kalian mau aku tembak kepala kalian sekarang" bentak Vigo
"nggak, nggak boss" kami akan cari sekarang.
namun, baru berjalan beberapa langkah dua orang suruhan Vigo datang membawa queisha.
"boss dia wanita yang kita cari tadi" ucap daffa yang melihat queisha yang di angkat oleh kedua orang itu
"iya boss. lihat kakinya juga tertembak. dia pasti wanita yang tadi" ucap Joshua
"ini memang wanita yang tadi. kau lihat saja wajah dan bekas tembakan itu. kau sendiri yang menembaknya apa kau sudah lupa" cerocos Daffa
Vigo menghampiri queisha dia yang melihat queisha pun tersenyum sermik "benar. dia adalah wanita yang tadi. tapi kenapa dia bisa bersama kalian. bukankah aku memerintahkan kalian menagih uan kepada raya"
"dia ini queisha Shakira yang menjadi jaminannya nyonya raya. nyonya raya dan viola Sepertinya sengaja melarikan diri dan meninggalkannya seorang diri di rumah. mungkin mereka tidak mampu membayar hutang mereka"
"bawa dia ke kamar pelayan. dan suruh dokter Gian meriksanya. dia tidak boleh mati sebelum melunasi hutang-hutangnya"
"baik tuan" ucap dua orang suruhan Vigo itu lalu beranjak membaringkan queisha di kamar pelayan. mereka keluar dan memanggil dokter Gian.
"kalian beruntung, karena wanita itu sudah ada di sini sekarang" ucap Vigo lalu masuk ke dalam lift menekan no 7 menuju kamar, lantai paling atas dari mansionnya.
dokter Gian memeriksa keadaan queisha. dia menyuntikkan queisha dan meninggalkan beberapa obat di meja dekat queisha berbaring.
"setelah dia sadar berikan dia obat-obat ini setelah makan" ucap dokter Gian pada kepala pelayan Laras
"baiklah dokter. tapi siapa gadis ini. kenapa tuan membawanya kemari"
"saya juga tidak tahu kepala pelayan Laras. tapi semoga saja gadis ini tidak bernasib buruk"
"kau benar dokter"
"saya pergi dulu, jika ada apa-apa cepat panggil saya" ucap dokter Gian beranjak pergi.
sementara itu, Vigo baru selesai mandi. dia keluar dari kamarnya menuju lantai satu untuk makan.
saat keluar dari lift dia melihat dokter Gian "dokter, tunggu. bagaimana dengan kondisi wanita itu" ucapnya
"dia kehilangan banyak darah dan demam tinggi. saya sudah menyuntiknya. mungkin besok pagi dia akan sadar"
Vigo tidak mengantarkan apapun, dia langsung pergi setelah mendengar penjelasan tentang queisha.
di ruang makan, Daffa dan Joshua sudah menunggu Vigo untuk makan. walaupun sudah berteman sejak kecil, jika Daffa dan Joshua melakukan kesalahan Vigo tidak segan-segan memukul mereka sampai masuk UGD
tanpa sepatah kata pun Vigo memulai acara makannya. begitupun dengan Daffa dan Joshua yang memang menunggu Vigo untuk makan
"kalian berdua, pindahkan wanita itu ke kamar lain. aku tidak bisa melihatnya jika dia berada di kamar pelayan"
"bisa tidak jadi membunuhnya" ucap daffa
"tidak. dia memiliki hutang yang sangat besar padaku. lagi pula dia disini sekarang, dia tidak akan bisa melaporkan apa yang dia lihat kepolisi. dan tugasku hanya perlu menghapus ingatannya saja"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments