Keesokkan harinya....
Queisha tersadar, dia melihat-lihat sekelilingnya.
"dimana aku" gumamnya.
"Nona, aku sudah sadar" ucap kepala pelayan Laras
"siapa kau,dan dimana aku"
"saya kepala pelayan disini nona. nona berada di mansionnya tuan muda Vigo. saya akan panggilkan dokter Gian dulu" ucap kepala pelayan lalu beranjak pergi.
"Vigo, siapa dia" ucap queisha kebingungan. dia kemudian mengingat-ingat kembali kejadian tadi malam.
"dia adalah orang yang meminjamkan uang kepada mama raya. aku harus pergi dari sini" ucap queisha. turun dari tempat tidur berjalan menuju pintu dengan kaki yang masih terpincang-pincang.
Di saat keluar kamar, Queisha di cegah oleh dua pengawal yang membawanya kemansion itu.
"Maaf, nona. Anda tidak di perbolehkan keluar dari kamar ini" ucap salah satu pengawal itu.
"kalian, kalian kan yang membawa ku kesini. aku sudah bilang bukan aku yang meminjam, menggunakan, ataupun menghabisi uang itu sepeser pun. mereka yang meminjamnya kepada kalian kenapa jadi aku yang harus jadi jaminannya" ucap queisha.
di saat melihat dua orang itu hanya terdiam, queisha mengambil kesempatan untuk lari dari sana. walaupun dia tidak tahu pintu keluar dari mansion ini.
terjadilah kejar mengejar dalam mansion itu.
Vigo, Daffa dan jhosua sedang sarapan diruang makan. queisha berlari melewati mereka dan masuk ke dapur.
queisha mengambil pisau dari dapur dan menodongkannya pada kedua orang itu.
"jangan mendekat. aku tidak segan-segan melukai kalian, jika kalian berani melangkah satu langkah lagi"
Vigo, Joshua dan Daffa yang melihat keributan itu pun mendekat.
"bilang sama boss kalian, aku tidak ada hubungannya dengan uang itu. bahkan melihat itu pun aku tidak pernah" ucap queisha.
"ternyata wanita ini memiliki cukup keberanian juga" ucap daffa
"kita lihat saja, sejauh mana keberaniannya" ucap Vigo bersidekap dan bersender pada pintu dapur.
"biarkan aku pergi. bilang sama boss kalian lepaskan aku. aku akan mencari uang untuk melunasi hutang-hutang mama raya. jika kalian membawa ku kesini bagaimana aku bisa bekerja dan mencari uang"
salah satu pengawal Vigo mendekat dia mencekam tangan tangan queisha sehingga pisai ditangan queisha jatuh.
"lepaskan aku" ucap queisha
"maaf nona. ini adalah pekerjaan kami"
queisha melihat sekitarnya ada beberapa gelas di dalam nampan. queisha menjangkau dan nampan itu sehingga gelas-gelas yang ada di dalam nampan itu pecah berserakan.
karena terkejut pengawal itu melepaskan tangan queisha. queisha lalu mengambil sendok besar yang terbuat dari kayu. queisha memukul pengawal itu, kemudian mendorong pengawal yang satunya lagi. tidak peduli kakinya berdarah menginjak pecahan gelas queisha berlari secepat mungkin agar bisa keluar dari dapur itu.
saat melewati pintu, Vigo, Daffa dan jhosua tidak menahan Queisha. tapi, queisha yang telah melewati Vigo membalikkan badannya. dan ketika melihat Vigo, queisha membulatkan matanya. orang yang dia takuti tadi malam berada di hadapannya.
"kalian" ucap queisha
"kau mengingat kami" ucap Vigo dengan tersenyum semirk
"dasar pembunuh!" ucap queisha lalu berlari dari sana tidak peduli akan kakinya yang terluka dan perban untuk menutupi luka tembak di kakinya juga sudah memerah.
"kejar dia" ucap Vigo pada Daffa, jhosua dan dua penjaga keamanan mansionnya itu.
queisha berhasil keluar dari mansion namun di depan mansion masih ada dua orang penjaga dan dua orang lagi penjaga pagar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kisti
duch kasian kmu gadis baik 🤲doa baik butmu.smg kmu dlm kebaikn disarang vigo aamiin
2023-06-17
0