Bab 20
"Gue boss kalian. Sudah sekarang kalian pergi dari sini, gue mau istirahat"
"Insomnia. Sok-sokan mau tidur cepat. Gue sumpahin lho nggak tidur selama 3hari 3 malam"
"Mau gaji lho nggak gue bayar setahun"
"Oke-oke. Ayo kak kita pergi. Biarain aja adek yang sok ngeboss ini kena karmanya nggak tidur semalaman" ucap jhosua memampah Daffa
Vigo menatap tajam ke arah jhosua.
"Kenapa? Cepat buka pintunya. Kalo nggak kita nggak bakalan bisa pergi dari sini" ucap jhosua
"Open" ucap Vigo malas. Pintu pen terbuka
"Makanya, kunci pintu itu biasa aja. Jadi repot kan tuh mulut" ucap jhosua beranjak pergi.
Vigo mengambil laptopnya di atas meja dekat lampu tidur, dia lalu kembali duduk di sofa dan mulai sibuk dengan laptopnya.
2 jam berlalu, queisha kembali bermimpi buruk dan merancau.
"Sebenarnya.dia ketakutan, atau memang setiap tidur dia selalu seperti itu" ucap Vigo. Dia kemudian menelpon Daffa
"Kak ,kemarilah gadis itu kembali histeris"
"Kau tenangkan saja dia seperti yang aku lakukan tadi. Tidak mungkin kan, kau tidak bisa memenangkannya sekarang" ucap daffa langsung mematikan sambungan telpon.
"Kak, ahh di matikan lagi" ucap daffa kesal.
Dia lalu beranjak naik ke ranjang samping queisha. Dia mengelus-elus kepala queisha pelan.
"Dasar, gadis manja. Nggak sadar aja merepotkan. Sadar lebih merepotkan lagi karena selalu ingin kabur" ucap Vigo
15 menit kemudian...
"Aku sudah mengelus-elus kepalamu lebih dari 15 menit. Tapi kau belum tenang juga. Kak Daffa bahkan tidak sampai mengelus-elus kepalamu dua menit kau sudah diam" protes Vigo namun, dia tetap mengelus-elus kepala queisha.
Karena mengantuk, Vigo mencoba menjangkau lampu tidur yang di sebelah queisha untuk menghidupkannya dan remot untuk mematikan lampu.
Di saat wajah mereka berdekatan Vigo dengan menarik dirinya menjauh. Dia menekan remot untuk mematikan lampu yang menerangi kamarnya itu. Dan menghidupkan lampu tidur yang membuat nyaman.
Vigo berbaring di samping queisha dengan tangannya yang tak berhenti mengelus-elus kepala queisha.
Dia menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang sama yang di gunakan queisha.
Vigo baring terlentang, sementara tangan satunya lagi mengelus kepala queisha.
"Posisi Seperti ini, sangat tidak nyaman" ucapnya. Kemudian mengalihkan tubuhnya menghadap queisha.
"Sangat merepotkan!" Ucapnya yang melihat queisha masih saja merancau. Queisha semakin histeris dan kembali berkeringat dingin.
"Ahh, kau kenapa lagi. Ini sudah hampir setengah jam aku mengelusmu" ucap Vigo.
Karena kesal Vigo pun memeluk tubuh queisha. Beberapa saat kemudian queisha pun tenang.
Vigo mengernyitkan dahinya "dasar, cewek ganjen. Saat nggak sadar pun bisa saja mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucapnya. Kemudian, ikut tertidur.
KE ESOK KAN HARINYA....
Jhosua dan Daffa datang ke kamar Vigo.
"Gimana cara kita masuk ke dalam. Ini Vigo juga tumben jam segini belum keliatan. Biasanya dia yang paling awal bangun. Mau kita gedor-gedor juga nggak mungkin kedengaran. Kamarnya kan kedap suara" ucap daffa
"Tenang aja kak. Aku sudah merekam suara Vigo tadi malam. Karena aku yakin, kita pasti membutuhkannya. Mengingat betapa susahnya masuk ke kamar seorang Dhavin Vigo Ghilson ini" ucap jhosua mengoyang-goyangkan ponselnya
"Boleh juga, otakmu"
"Jhosua gitu lho" ucap jhosua menyombongkan diri. Dia lalu menaikan volume ponselnya dan memutar suara Vigo. Sesaat kemudian pintu pun terbuka.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar. Dan betapa terkejutnya mereka, melihat Vigo yang sedang memeluk queisha.
Jhosua mengusap-usap matanya, karena menyangka salah lihat.
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "COULD CEO IN LOVE" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Alistalita
😁😁😁😁
2023-08-30
0
Kisti
😅😀🤣🤭
2023-06-17
1